Jumat, 08 April 2011

The Last Ember : Mencari Makna Sejarah Sebenarnya

Penulis : Daniel Levin
Penerjemah : Fahmi Yamani
Penyunting : M. Sidik Nugraha
Pewajah isi : Siti Qomariyah
Halaman : 573
Penerbit : Serambi

Dan Brown bersiap-siapkah menghadapi saingan baru!

Apa yang akan anda rasakan saat menemukan mayat dengan rajahan tulisan seperti ini di tubuhnya

atau yang ini

Atau saat menjelajah lorong di bawah tanah dalam ketakutan akan bahaya yang mengancan menemukan tulisan seperti ini di dinding?

Atau mendadak dipanggil untuk menghadiri sebuah pertemuan dan menemukan diri berada dekat dengan jawaban yang selama sekian lama dicari?

Perasaan seperti itulah yang menyelimuti diri Jonathan Marcus, seorang pengacara muda, mantan mahasiswa program doktor di bidang studi klasik dan penerima Penghargaan Roma. Ketelitiannya serta ketertarikannya pada sebuah hal membuatnya berada dalam stuasi yang sulit. Situasi kian bertambah sulit karena ia harus berurusan dengan Dr. Emili Travia seorang ahli pelestarian PBB yang bersemangat tinggi, juga seseorang dari masa lalu.

Kisah tujuh sapi gemuk dan sapi kurus juga bisa ditemukan dalam buku ini . Dalam buku ini diceritakan bahwa mimpi itu diartikan bawa setelah tujuh tahun mengalami masa subur, negara akan mengalami tujuh tahun masa kelaparan, untuk itu mereka harus bersiap-siap sejak masa makmur. Itu makna tujuh sapi gemuk berdiri berdampingan dengan tujuh sapi kurus.

Buku ini menggambarkan segala situasi dan lokasi dengan rinci. Sehingga Saat membaca buku ini, aku merasa berada dalam sebuah lorong bawah tanah yang sesak karena kurang udara dan bau kelembapan yang menyengat hidung. Tanpa sadar, aku menarik napas panjang..., maklum pengindap penyakit asma he he he. Naluri membuatku menarik napas panjang guna menghindari rasa sesak yang mungkin datang.

Namun saya juga bisa tertawa lepas saat membaca kisah di halaman 411-412. Membayangkan wajah para jemaat yang kaget serta betapa tenangnya mereka berdua berjalan sungguh selengin yang menyegarkan!

Buku ini bagi saya terdiri dari dua bagian besar. Bagian pertama sungguh melelahkan, karena berisi adegan kerja-kejaran ala teroris, setiap detik berarti kian dekat dengan jawaban yang di cari plus kian terancam nyawanya. Bagian kedua, beberapa bab kebelakangan, berisi banyak penjelasan yang semula di awal cerita masih kabur.

Bagi saya yang kurang menyenangi pelajaran sejarah, tentunya sedikit sulit melihat apa hubungan suatu peristiwa dengan yang lain. Semuanya seakan kabur, baru belakangan saya mulai mengerti apa hubungan sebuah peristiwa dengan yang lainnya, apa yang melandasi sebuah peristiwa serta apa efek dari sebuah peristiwa.

Muntaskan buku ini tidak membutuhkan waktu lama, namun sepertinya untuk membuat sebuah reviu lebih sulit, karena semua halaman, setiap kalimat sama menarik dan menegangkannya. Dan yang pasti banyak kejutan seru!

Tapi terlepas dri kekurangan yang ada, buku ini mengajak kita mengelilingi dunia arkeologi yang menarik ditambah dengan peranan pustakawan. Merasakan panas matahari yang menyengat di Timur Tengah, kelebapan di bawah tanah , mengagumi peninggalan kebesaran Kerajaan Romawi Kuno serta berurusan dengan laut Merah yang terbelah!

Ducunt volentem Fata, nolentem thahunt
Ikuti takdirmu, karena mereka akan tetap menyeretmu ke sana

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar