Minggu, 10 April 2011

Totalitas seorang Mathias Muchus


Judul                        : Mathias Muthus, Kesetiaan Tiga Dasawarsa
Penulis                      : Rita Triana Budiarti
Penyunting                : Gangsar Sukrisno
Perancang   Sampul  : Andreas Kusumahadi
Pemeriksa Aksara    : Neneg Fatimah
ISBN                       : 978-602-8811-23-1
Halaman                   : 106
Penerbit                    : Bentang 2011

Saya memang bukan penggemar sinetron lokal ^_^
kadang kala, saya harus "bertempur" dua lawan satu guna mempertahankan siaran di tv. Jagoan neon plus grandnienya  penggemar cerita yang saat ini sudah sampai seri 7. Sementara saya paling sebal melihat kisah yang aneh itu. Pelariannya yah jelas, menuntaskan pr membaca.

Saya jadi terkenang malu  lalu. Dahulu hanya ada satu saluran televisi. Jika ada jadwal  drama sejenisnya saya langsung cari posisi yang paling ok di depan pesawat televisi. Salah satu yang paling saya ingat adalah Seri Losmen. Sebuah kisah mengenai rumah  losmen dimana penghuninya datang silih berganti. Sebagai penginapan di kota Yogyakarta, losmenn sering kedatangan tamu yang aneh-aneh. untung sang pemilik dan anak lelakinya, tarjo punya banyak persediaan kesabaran. Tarjo sempat membuat saya ingin kuliah di UGM ^_^
 Anak laki-laki bernama Tarjo diperankan secara ciamik oleh Mathias Muchus. Tanpa ada Trajo yang nongol dengan dandanan ala lupus, berkaos plus kemeja tangan panjang diulung dan tidak dikancingkan, membuat suasana jadi ceria. Sayangnya, tokoh Tarjo selalu berbicara jkeras seakan berteriak kontars dengan lingkunagn Jawa dimana ia  digambarkan tinggal. Belakangan saya baru tahu, latar belakangnya sebagai mahasisawa IKJ yang membuatnya selalu berbicara lantang dan tegas.

Membaca Mathias Muchus, Kesetiaan Tiga Dasawarsa. seakan "mengintip" cacatan harian. Di buku ini ia bercerita tentang banyak hal. Daripandangan hidup, perjalan karienya hingga suka dukanya selama ini.  Saya ikut merasakan terenyuh saat ia terpesona melihat ibundanya menangis membaca coretan hatinya di gulungan kertas struck cash. Sebuah tulisan mampu membuat orang menangis baru diketahuinya saat itu.

Dalam bekerja pun Mathias juga memperhatikan pekerja lainnya. Ia misalnya mewaibkan  makanan yang enak dan disajikan hangat. Hal ini dimaksudkan guna menekan temperatur agar kondisi tidak panas dan mereka bsai bekerja secara maksimal. Hasilnya tentu juga akan maksimal juga

Saat dunia perfilman sedang digoncang, Mathias tetap bert5ahan pada profesinya. ia sama sekali tidak lari atau mencoba bidang lain saat teman-temannya berpindah jalur.  Ia percaya betul bahwa kelak yang paling bisa dibanggakan adalah konsistensi terhadap pilihan yang diyakininya. dan itu yang membuat seseorang menjadi besar.

Bintang  Mathias Muchus mulai bersinar   dalam film Cintaku di Way Kambas, dimana ia masuk nominasi sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik FFI 1991. Mathias Muchus juga tercatat sebagai pemeran utama film dokumenter The Migrant tahun 1981 karya sutradara Italo Costa. Pada tahun 1996, ia memerankan sosok muda ambisius dalam Tahta. Prestasi tertinggi di dunia film Indonesia dicapainya pada FFI 1988,  ia dinobatkan sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik dalam film Istana Kecantikan yang disutradarai Wahyu Sihombing.

Mathias Muchus lahir di Pagar Alam, Sumatera Selatan pada  15 Februari 1957. Ia adalah suami Mira Lesmana, produser film Indonesia dan ipar dari Indra Lesmana, musikus jazz ternama di Indonesia.  Pada tahun 1980-an dia terkenal dengan perannya sebagai Tarjo dalam sinetron "Losmen" di TVRI. Selain itu dia pernah meraih Piala Citra pada Festival Film Indonesia di tahun 1988 sebagai aktor terbaik di film "Istana Kecantikan"

Keterlibatan Mathias menurut Hikmat Darmawan salah satu pengamat komik dan film melewati tiga jaman. Jaman pertama adalah era tahun 1980 saat puncak tradisi film yang mewarisi seni trater. Kedua tahun 1990-an era transisi ke estetika gambar, dimana saat itu produksi film menurun dratis. Ketiga memasuki tahun 2011, mathias menggebrak dengan debutnya sebagai sutradara.

Setelah sekian tahun berada dalam dunia fiml, akhirnya Mathius mendapat kepercayaan menjadi seorang sutradara. Ia menjadi sutradara untuk Film Rindu Purnama. Film  yang diadaptasi dari buku duet karangan Ahmad Fuadi dan Tasaro GK. Film ini mengisahkan mengenai seorang anak jalanan yan mampu mengubah tiga orang dewasa.

Filmografi Mathius machus antara lain :
Sebagai pemain:
  • Roro Mendut (1982)
  • Satria Bergitar (1984)
  • Penginapan Bu Broto (1987)
  • Pernikahan Dini (1987)
  • Johny Indo (1987)
  • Istana Kecantikan (1989)
  • Kemesraan (1989)
  • Petualangan Sherina (2000)
  • Petualangan 100 Jam (2004)
  • Romantic (2004)
  • Denias, Senandung di Atas Awan (2006)
  • Summer Breeze (2008)
  • Laskar Pelangi (2008)
  • Queen Bee (2009)
  • Sang Pemimpi (2009)
Sebagai sutradara
  • Rindu Purnama (2011)
 Sinetron
  • Losmen
  • Masih Ada Kapal ke Padang
  • Takdir
  • Gatot Kaca
  • Perawan Desa
  • Legenda
  • Ande Ande Lumut
  • Hidayah
  • Pintu Hidayah
  • Intan
  • Mawar
  • Ratu
  • Kejora dan Bintang
  • Dia Jantung Hatiku
 Saya hanya punya tiga kata yang bisa menggambarkan sosok Mathias Muchus
Bersahaja, totalitas dan konsisten

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar