Jumat, 08 April 2011

Petualangan Tom Sawyer Versi Pustaka Jaya

Judul                    : Petualangan Tom Sawyer
Penulis                  : Mark Twain
Penerjemah          : Djokolelono
Sampul & Ilustrasi : A. Wakidjan
Halaman                : 288
Penerbit                 : Pustaka Jaya


Saat mengunjungi pameran buku antik minggu lalu, tanpa sengaja saya menemukan buku ini. Memang bukan buku yang terlalu spesial, namun mengingat kecenderungan saya mengumpulkan kisah klasik dari berbagai penerbit apalagi jika judulnya sama,  maka buku ini segera berpindah tangan. Harganya juga relatif murah, paling seharga1 porsi makan siang saya di warung soto sebelah he  he  he

Buku yang saya pegang adalah buku cetakan ke lima sejak dicetak pada tahun 1973. OK .... saya belum lama lahir saat itu. Buku ini tidak berbeda jauh bahkan bisa  dikatakan identik soal isi  cerita dengan saudaranya dari penerbit tetangga.  Yang membedakan adalah pengunaan ilustrasi. Dalam buku ini banyak ilustrasi yang digunakan. Walau warnanya memang hanya hitam-putih, namun lumayan untuk selingan. Plus pemilihan kata tentunya.

Satu tambahan lagi yang membuat buku ini terasa beda adalah adanya Pengantar Untuk Cetakan baru yang disampaikan oleh Ajip Rosidi. Pemilihan kata yang digunakan beliau sungguh membuat saya terpana. " DI ANTARA buku cerita yang digemari sepanjang masa di bawah naungan langin baik yang biru maupun yang selalu kelabu diliputi awan, adalah karangan Mark Twain yang berjudul Petualangan Tom Sawyer dan pasangannya Petualangan Huckleberry Finn."
Waduh.........bisa-bisa lebih seru baca kata pengantarnya dari pada isinya nih, maklum sudah pernah baca isinya

Terjemahan ini merupakan teks lengkap, bukan edisi  singkat.  Sebelumnya buku ini juga sudah pernah ditejemahkan oleh  Abdoel Moeis pada tahun 1930. Tentunya penggunaan bahasa serta gaya bercerita keduanya akan berbeda seiring zaman. jadi tergoda mencarinya.

Pustaka Jaya lahir tahun 1971 di Jakarta atas saran Asrul Sani dan beberapa anggota DKJ yang menganggap perlu adanya penerbit buku-buku bermutu.  Seri buku karya sastra dan budaya merupakan produk Pustaka Jaya, dari pengarang Indonesia maupun terjemahan atau saduran dari karya klasik dunia.

Buku-buku Pustaka Jaya sering menjadi rujukan. Para pengarang pastilah sangat bangga bila karya-karya mereka diterbitkan oleh Pustaka Jaya. Beberapa nama besar biasa mengirim anskah ke Pustaka Jaya. Antara lain Eyang  Nh. Dini, Sutan Takdir Alisyahbana, Armjin Pane, Mochtar Lubis, dan lain sebagainya. Untuk La Barka karya Nh. Dini mencapai 20.000 eksemplar. Buku puisi yang biasa terjual banyak hanyalah karya Rendra. Sedangkan buku anak-anak yang paling laris adalah Tom Sawyer (Mark Twain) yang mendekati angka dua belas ribu eksemplar. Termasuk satu yang saya temukan ini he he he

Diambil dari Bab 10 dengan judul Anjing Melolong yang Mengerikan.
Saat itu ia dan Huck tanpa sengaja menjadi saksi mata pembunuhan.
Mereka takut bercerita apa yang mereka ketahui ke orang lain,ditambah rasa takut  karena diam-diam  telah mengetahui sebuah rahasia besar.
 
 


Dari Bab ke 16 dengan judul  Bajak-bajak Laut Beroleh Pelajaran. Tom, Huck, serta Joe yang sedang bermain bajak laut belajar mengisap pipa agar terlihat mirip bajak laut sungguhan.
Mereka  beradu siapa yang paling lama bisa mengisap pipa. Hem... pelajaran yang kurang cocok buat anak-anak nih





Dari bab 26 dengan judul  Rumah Hantu. Tom & Huck menemukan tempat persembunyian uang. Mereka sangat bersemangat! Seumur hidup mereka belum pernah melihat uang sebanyak itu







 
Diambil dari bab 31 dengan judul Tersesat di dalam Gua. Mengisahkan bagaimana Tom & Becky yang sedang mengadakan piknik. Saat kendak pulang, mereka bingung akan jalan yang ditempuh, ternyata mereka tersesat tidak bisa kembali. Mereka beristirahat di sebuah gua yang mereka temukan sambil berharap ada pertolongan yang datang



Diambil dari bab 35 dengan judul Huck yang Terhormat Menyatukan Diri dengan Para Petualang. Uang yang ditemukan oleh Tom & Huck cukup untuk membiaya kehidupan mereka. Huck juga sudah tinggal dengan salah satu wanita terhormat di desa. Tapi ia merasa tidak nyaman dengan semua keteraturan yang ada. Ia memutuskan untuk lari sebelum akhirnya Tom berhasil menyadarkannya.


Walau bagaimana,  saya tetap tidak merekomendasikan buku ini untuk dibaca  anak-anak tanpa bimbingan orang tua. Buat saya, anak-anak dalam buku ini terlalu dewasa dibandingkan anak-anak di sekeliling kita

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar