Minggu, 10 April 2011

Jonggrang: Seribu Tahun Kutukan Dendam dan Cinta

Read in November, 2009 review

Ratu Ida Sang Hyang Widhi.Titiang nunas pangampura pang banget seantukan titiang akeh sampun melaksana sane akon sane nenten manut ring dharma. Dumogi Ratu Betara suweca ring sikian titiang lan ngincen pangapura mangda leteh ring sikian titiang prasida kasucian

Angin kencang berhembus dari semua penjuru begitu Jongrang selesai mengucapkan kata-katanya. Perlahan-lahan ia berubah menjadi sosok aslinya cantik dan anggun.Angin pun mereda seiring perubahan dirinya.


Elektra dan Data sepasang kekasih yang hidup di kota metropolis. Dari pilihan lokasi untuk makan malam, pilihan menu, cara mengisi akhir pekan hingga topik yang sering dibicarakan,menunjukkan mereka berdua merupakan pasangan sukses dengan kehidupan mapan.

Data menghabiskan cutinya selama beberapa hari di Bali dan Yogyakarta. Di Yogyakarta, ia terpikat dengan kecantikan seorang wanita misterius yang belakangan diketahuinya bernama Jonggrang. Saat akhirnya berhasil berkenalan dan makan malam dengan Jonggrang, Data benar-benar tidak bisa melepaskan pikirannya dari sosok Jonggrang yang misterius.

Saat Jonggrang telah pergi, bau wangi melati campur wangi pisang masih sedikit tertinggal di area dimana Jonggrang duduk. Data mengambil gelas yang dipergunakan Jonggrang untuk minum. Di gelas itu masih tersimpan bekas lipstiknya.Data membawanya hingga ke Jakarta

Sejak itu, setiap malam sekitar pukul 23.00 suara kentungan akan terdengar ramai dari dalam lemari pakaian, tempat Data menyimpan gelas tersebut. Sekitar jam 03.00 suara gaduh itu akan terdengar lagi. Tidak hanya itu, selama beberapa hari Data selalu bangun kesiangan dengan kondisi yang letih dan lesu.

Tidak hanya itu saja! Suatu hati Data merasa bermimpi mengenai gempa. Saking kerasnya ia dapat merasakan kerasanya gempa itu sampai-sampai terbangun, dan mendapati kenyataan bahwa tempat tidurnya berguncang keras ....!Jadi bukan mimipi! Sementara itu ia bisa mendengar suara gaduh dari bunyi tumbukan padi serta mencium bau wangi melati dan pisang. Ia benar-benar tidak bisa bergerak. Semacam medan gravitasi yang sangat kuat yang menahannya untuk tetap berada di tempat tidur.

Menurut sahabatnya, ia mengalami Poltergeist. Poltergeist adalah gangguan spiritual yang sifatya mengganggu kehidupan manusia, sampai kadang-kadang melukai atau bahkan sampai membunuh. Asal katanya berasal dari Bahasa Jerman, yang artinya hantu yang membuat kegaduhan. Jenis-jenis gangguan kayak gini memang sifatnya membuat kegaduhan suara, barang-barang bergerak atau berpindah tempat sampai kadang-kadang menyakiti dan membunuh orang.

Suatu hari, tanpa sadar ia mengemudikan mobilnya menuju Yogyakarta untuk menemui Jonggrang, pujaan hatinya. Perubahan sikapnya itu disadari Elektra yang bergegas menyusulnya ke Yogyakarta dengan hanya berbekal cerita-cerita yang pernah diutarakan Data.

Banyak hal aneh yang ditemui Elektra. Dipelataran candi, Elektra melihat sebuah kereta kencana berwarna hitam yang ditarik oleh enam ekor kuda hitam menembus pintu pagar besi yang tertutup rapat. Menurut petugas ronda, itu merupakan kereta kencana Putri Loro Jonggrang. Mereka yang melihat kereta itu lewat akan menundukkan kepala sebagai tanda menghormati. Dan Data terlihat duduk didalamnya!

Pesan Aksara dan Dewi, sepasang ahli pubakala muda, kenalan barunya berpesan agar jangan melawan dengan emosi,dendam ataupun kemarahan, namun lawan dengan cinta. Pesan itu benar-benar diingat Elektra. Itu juga yang menjadi kekuatan saat ia menghadapi Jonggrang dan pasukannya.

Novel ini dibuka dengan adegan peperangan yang sungguh luar biasa! Pelajaran sejarah saya hanya sampai pada peperangan antara Bandung Bondowoso dengan Prabu Boko lalu soal janji membuatkan 1000 candi. Tidak ada adegan pertempuran dan pembataian.

Terlihat sekali kalau novel ini dibuat oleh dua orang. Misalnya pada halaman 184, berisi pertemuan anatar Elektra dengan Gunawan sahabat Data. Ada dialog antara Elektra dan Gunawan, ” Ngak apa-apa. Kamu mau minum apa?” Tanya Gunawan sambil memberikan ciuman  pipi kiri kananku” Bukannya pipi kanan Elektra? Mungkin pada bagian ini dikerjakan oleh salah satu penulis yang mengambil porsi Elektra.

Biar bagaimana juga, novel ini memberi saya pengetahuan mengenai sejarah. Termasuk salah ketik di halaman belakang Kerajaan Pengging yang ditulis Peking, serta kesalahan penulisan tahun. Plus rasa penasaran, bukannya salah satu planet sudah dieliminasi yah...apa ya namanya kok jadi lupa!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar