Jumat, 08 April 2011

Awas.....! Ada sesuatu di bawah Ranjangmu!

Baru saja selesai ngerumpi dengan salah satu temen.
Membahas buku-buku ciamik namun tidak jelas kapan lanjutannya muncul
Salah  satunya buku ini!
Entah kapan mau masuk ke negara kita
Terpaksa baca versi aslinya
Siapa tahu ada yang tetarik
lalu ikutan memaksa penerbitnya meneruskan seri selanjutnya
---------------------------
Judul                    : Nightmare Academy:  Menjinakkan Monster Ganas 
                              Menjadi Sopan
Pengarang             : Dean  Lorey
Penerjemah           : Berliani Nugrahani
Penyunting            : Anwar M. Aris
Halaman                : 357
Penerbit                : Rajut Piblishing


“ aku tidak akan pernah tidur lagi, “ kata Charlie Benjamin.
Karena setiap kali ia tidur dan bermimpi buruk, maka mimpi itu akan menjadi kenyataan. Tidak perduli saat tidur siang atau di malam hari. Selama ini orang tua Charlie, Barrington dan Olga mengira Charlie mengamuk saat bermimpi buruk, sesungguhnya ia membiarkan monster-monster memasuki dunia kita dan menyebabkan kerusakan. Oleh karenanya, keluarga Benjamin tinggal di rumah model 3, yaitu rumah sederhana, kuat dan andal.

Setiap anak saat tidur umumnya akan  bermimpi. Suatu saat seorang anak akan mengalami mimpi indah,dan disaat yang lain akan mengalami mimpi buruk. Namun mimpi buruk tidak hanya ada di dalam kepala, mimpi-mimpi itu memiliki maksud tertentu, salah satunya jalan masuk menuju negeri monster, Netherworld, yang berisi banyak makhluk mengerikan yang ingin melewati jalan masuk itu menuju dunia kita untuk berbuat onar.

Charlie sangat gembira saat menerima undangan pesta menginap disalah satu tetangganya. Sekitar pukul tiga dini hari, jeritan nyaring dan bunyi kaca pecah terdengar dari kamar anak-anak menginap. Ketika akhirnya orang dewasa berhasil mendobrak pintu, semua anak menggantung di langit-langit kamar terbungkus dalam kepompong yang sangat kuat. Hanya Charie yang selamat!

Itu hanya salah satu dari sekian kejadian yang menyebabkan Charlie dikucilkan. Ia terpaksa belajar di rumah dengan ibunya sebagai guru. Setelah lama terkucilkan, ia mengalami bosan, ketakutan dan trauma. Semakin Charlie merasa takut, maka semakin cepat dia mengakses bakatnya. Hanya karena bakat itu tidak dilatih dan diasah, maka monster-monster berdatangan secara acak.Charles jelas butuh bantuan untuk itu!

Charlie pertama kali bertemu dengan Rex sang Banisher, Tabhita sang Nethermancer dan Pinch sang fasilitator, sekawanan orang yang memperkenalkannya dengan Nightmare Academy, adalah saat Silvertongue kelas 5 masuk ke kamarnya dan berusaha untuk mencelakakan dirinya, serta Mimic salah satu monster yang menyukai keringat, menculik ibu Charlie lalu selama dua hari menyekapnya di loteng rumah Charlie dibawa menghadap Dewan Petinggi Nightmare Division yang ingin mengidentifikasi, memproses dan mengevaluasi dirinya.

Nightmare Division adalah organisasi sangat rahasia yang bertugas mengendalikan populas Nethercreature, makhluk-makhluk Nether. Rebinald Drake sang direktur tidak ingin Charlie masuk akademi., ia ingin agar Charlie diturunkan. Yaitu suatu proses menurunkan level kemampuan berpikir kreatif anak yang bersangkutan. Otomatis kemampuan membuka portalnya juga akan menurun.

Namun kepala sekolah Brazenhope, menolak ide itu . Dengan membawa Rex, Tabitha dan Pinch sebagai guru, Brazenhope berhasil membawa Charlie ke Academy. Uji coba yang dilakukan Charlie malah membuka portal menuju Barakkas, monter paling kejam yang ada di lingkaran dalam. Barakkas memprofokasi Charlie agar mau menjadi penerusnya. Tepat saat Barakkas memasukan kepalan tangannya yang menggunakan gelang logam berkilauan dan dihiasi ukuran rumit berbentuk wajahnya, Rex berhasil menyadarkan Charlie untuk menutup portal, Portal tertutup diiringi derak menggelegar dari pangkal lengan kanan Barakkas. Bagian tubuh makhluk mengerikan itu jatuh berdebam seolah terhantam bola gergaji penghancur, jari-jarinya bergetar hebat, gelang raksasanya mengilatkan cahaya merah tua ke seluruh ruangan. Jeritannya menggema liar melintasi dimensi.

Nightmare Academy sendiri merupakan rumah pohon paling besar di dunia. Dibangun diatas sepotong pohon banyan raksaksa. Kapal-kapal layar besar berlabuh di cabang-cabang saling terhubung oleh jembatan-jembatan dan jala-jala yang terjalin indah..liftnya juga berbentuk perahu kecil. Mereka yang baru belajar disana disebut Noobs berarti anak baru.

Sekolah juga melakukan seleksi guna menentukan apakah murid yang bersangkutan akan menjadi Banisher atau Nethermancer. Charlie ternyata adalah Double Threat, seseorang yang bisa menjadi Banisher dan Nethermancer secara bersamaan, satu yang terlahir dalam duapuluh atau tiga puluh tahun. Di Academy, Charlie bersahabat dengan Violet dan Theodore.

Saat belajar membuka portal, Charlie kembali membuka portal yang menuju ke Barakkas. Barakkas meminta Charlie untuk mengembalikan Artefak Nether yang berada ditangannya , yang diputus Charlie Rupanya Barakkas sangat menginginkan Artefaknya kembali. Segala upaya dilakukan termasuk dengan menculik orang tua Charlie.

Dengan segala usah, akhirnya Charlie bisa mengetahui bahwa orang tuanya disembunyikan di bawah Gunung Krakatau. Ternyata Artefak tersebut akan digunakan untuk memanggil satu orang lagi monster yang memiliki kekuatan dasyat. Kelima monster tersebut berniat membuka portal menuju dunia manusia dan menguasainya.

Saat menerima booklet kecil berisi cuplikan novel ini disalah satu toko buku, saya sudah tidak sabar ingin membaca. Baru saat di Pesta Buku Jakarta keinginan saya terwujud. Plus bonus poster yang menggoda untuk dibingkai. Memang ada beberapa kesamaan yang mengingatkan saya akan Buku Harry Potter, seperti seleksi saat masuk sekolah, bersahabat dengan dua teman. Namun cerita yang ada didalamnya jelas berbeda dengan Harry Potter. Khabarnya masih ada sambungannya hingga lima buku.

Cover bukunya ini terus terang sangat menarik, lalu kertasnya juga menarik. Tapi yang paling menarik buat saya adalah ilustrasi di dalamnya serta ilustrasi yang menghiasi pergantian setiap bagiannya. Plus ada rasa bangga saat membaca Gunung Krakatau dan Borneo (hayo pulau mana.... pasti semua tahu) disebut dibuku yang diterjemahkan dalam banyak bahasa

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar