Jumat, 08 April 2011

Kisah Calon Penyihir (?) yang Menyelamatkan Kota


Judul                       : Magic Thief : Lost (Menyelamatkan Sihir)
Pengarang               : Sarah Prineas
Ilustrasi                   : Antonio Javier Caparo
Penerjemah             : Diana Angelica
Penyunting              : Caecillia Dian Pratiwi               
Penyelaras Akhir     : Fifi  Suryani Hutauruk
Redesain                 : Maria Theresa                                          
Halaman                  : 312
Penerbit                   : Buana Ilmu Populer

Damrodel........................
Odesseldesh...................
Ellarhion........................
Varliarden......................
Liesh............................

Conn menangkap penggalan kata diantara asap ledakan.
Sihir telah berbicara!
Makin lama cerita dalam buku ini kian menarik. Bayangkan saja, seorang penyihir tanpa memiliki media apapun untuk melakukan sihir Tiada tongkat, apalagi locus magicalicus. Namun begitulah nasib Conn. Sedang locus magicalicus-nya rusak ia nyaris tidak bisa melakukan sihir. Ia juga tidak diperbolehkan sekolah karena tidak memiliki locus magicalicus.  Para Magister berpendapat  ide-ide Conn mengenai sihir bisa meracuni anak lainnya.Bahkan    Conn percaya bahwa sihir adalah semacam mahluk hidup! Dan ia bisa berkomunikasi dengan sihir melalui ledakan. Mantra merupakan bahasa sihir.Tak heran  jika ia seakan terobsesi dengan ledakan.                     

Conn merasakan bahaya yang datang. Ia harus berbicara dengan sihir walau resikonya besar. Alih-alih berhenti, Conn malah melakukan percobaan  yang membuat  heartsease meledak. Untuk itu maka ia dibuang  keluar dari Wellmet. Berbekal keyakinannya akan pesan dari sihir, Conn pergi ke Desh, sebuah kota kota berkilauan di padang gurun yang dipimpin oleh Jaggus sang Raja Sihir.Walau masih muda namun rambutnya sudah memutih serta selalu dikepang seperti ekor kucing. Matanya berwarna biru sungguh kontras dengan pakaian putih  bersulam benang emas dan perak kegemarannya.  Ia merasa kejahatan yang sedang berlangsung bisa ditemukan penanggulangannya  disana.  Dalam buku ini, kemampuan mencuri Conn ternyata berguna
 Ada hal yang membuat saya penasaran. Entah kenapa, dalam buku ini locus magicalicus tidak dicetak miring mungkin karena sudah tidak dianggap kalimat asing.  Sepanjang buku ini, banyak cerita tentang aneka jenis makanan. Sang koki,Benet, telah berhasil membuat Conn lupa akan bagaimana rasanya lapar.  Siapa tahu ada yang  tertarik, untuk mencoba resep berikut

Infomasi mengenai buku Magic Thief  bisa dilihat dihttp://www.harpercollinschildrens.com/kids/gamesandcontests/features/magicthief. Sang tukang cerita, Sarah Prineas tinggal Iowa City diantara tanaman jagung bersama suaminya Device, dua orang  anak ,dua kucing serta seekor anjing.  Sarah  meraih gelar PhD untuk Sastra Inggris.  Sebelum menulis Thief Magic,  ia banyak menulis  cerita fantasi untuk orang dewasa. Sarah juga sangat menyukai naga bahkan mengoleksi aneka pernak pernik.  Situs resminya di www.sarah-prineas.com

Thx to beloved Boni, yang rela novelnya dijarah duluan
So… repiu yang ini spesial 4 him

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar