Minggu, 10 April 2011

Bumi Selamat dari Kehancuran Berkat Percy Jackson

Bumi  saat ini...............,

Perkemahan  yang luas itu terlihat sunyi. Saat itu waktu sudah menandakan dini hari. Kabut yang keluar malam hari itu membuat suasana terasa mencekam.Hanya ada suara jangkrik dan  dedaunan yang bernyanyi sendu.  Perkemahan kaum blasteran baru dimulai beberapa hari. Karena renovasi belum selesai dan kacaunya jadwal kaum fana, anak-anak blasteran  terpaksa diletakkan di pondok berdasarkan kedatangan alih-alih  orang tua dewa mereka.

Untung sebuah peristiwa di masa lalu membuat para dewa-dewi yang menjadi  (setengah) orang tua  mengajarkan agar mereka saling menghormati dan menyayangi sesama. Minimal jika berhadapan secara langsung. Jika tidak bayangkan bagaimana jika anak Ares berada satu pondok dengan anak Apollo. Pengawas perkemahan baru saja selesai melakukan ronda malamnya. Ia berharap malam ini akan seperti malam-malam yang lalu, aman dan tentram.

Doanya ternyata tidak terkabul!  Di salah satu pondok terlihat samar-samar cahaya lampu serta terdengar suara bisik-bisik beberapa anak.  “Aman!” kata seorang anak yang menggunakan kaos berwarna kuning, sambil mengintip melalui celah pintu yang dibuka sedikit. Di belakangnya terlihat ada beberapa anak  berdiri berhimpitan dengan tegang. “Ayo!” ajakkan segera. Rombongan itu berlahan dan sangat hati-hati keluar dari pondok. Tanpa perlu saling berkata, mereka sudah tahu kemana tujuan mereka,  perpustakaan yang ada di sebelah pondok pengawas.

Bermula dari percakapan singkat siang tadi seputar sejarah perkemahan yang mereka sambangi. Dari luar, kaum fana akan mengira itu hanya perkemahan biasa yang terletak di pinggir kota Manhattan, padahal . itu adalah  tempat pendidikan bagi anak-anak yang memiliki orang tua setengah dewa-dewi, kaum blasteran. Dahulu pernah terjadi peristiwa hebat. Dimana sang pahlawan Percy Jakcson dan teman-temannya juga penah mendapat pendidikan di perkemahan  itu seperti mereka. Sedikit yang tahu siapa itu Percy Jackson. Jejaknya menghilang seiring waktu.

"Kita bisa melihat arsip peserta perkemahan” usul salah seorang anak saat mereka iseng  membahas hal tersebut sebelum tidur.

“Mana mungkin diijinkan! Data peserta selalu dirahasiakan. Anak-anak blasteran segera tercatat dalam buku induk  saat mereka  berusia 1  tahun. Nama mereka harus dirahasiakan guna keamanan mereka sendiri” tukas yang lainnya.

Entah dari mana dan siapa yang mengusulkan. Mendadak segerombolan anak-anak blesteran itu sudah berada berdesakan di depan pintu pondok dan menjalankan aksi menyusup ke perpustakaan guna mengintip buku induk.

Ternyata mencari buku induk bukanlah hal yang mudah. Semua buku disusun rapi di rak-rak  tanpa terkecuali. Tiada tanda-tanda penyimpanan buku rahasia atau sejenisnya.  “Ketemu?” tanya seorang anak berambut pirang ke yang lain, ia  mendapatkan gelengan serentak. Entah dimana buku itu berada, mereka sudah mencari seluruh perpustakaan tanpa hasil

”Wah keren............................!” tiba-tiba seorang anak berbadan tambur berseru. Ia lupa untuk berbisik. ” Hai, kamu mau membuat kita dihukum!”  tegur anak yang berbaju kuning ditambah tatapan sebal seluruh anak yang lain.

"Maaf...maaf, tapi buku ini keran !” jawab anak berbadan tambur  segera. ”Ini semacam buku  yang dibuat  kaum fana bernama Rick Riordan berdasarkan cerita   Grover Sang Penguasa Alam Liar  yang ditujukan untuk menghormati  sahabatnya Percy Jakcson” sambungnya

”Judulnya apa?” tanya yang lain penasaran

”Percy Jackson & The Olympians” jawab anak berbadan tambur
Penulis: Rick Riordan
Penerjemah: Reni Indardini
Penerbit: Mizan Fantasi
Cetakan: Pertama, Juni 2010
Tebal: 454 Halaman

”Buku  sungguh menengangkan! Dibuka dengan adegan  upaya penyabotan kapal Putri Andromeda  oleh  Percy dan sahabatnya,  Charles Beckendor .  Kapal Putri Andromeda  yang dibawah komando busuh bebuyutannya Kronos. Kronos yang mengambil jasad  Luke berniat meluluhlantakan Kota Manhattan. Misi berhasil, setengah berhasil sebenarnya. Karena selain Kronos masih bertahan hidup. Charles Beckendorf juga menjadi korban” katanya lagi panjang lebar.

”Wah itu buku yang hanya boleh dibaca kalangan tertentu. Ayo kita baca pasti banyak hal seru! Kata anak berkaos hijau sambil bergegas duduk di sebelah anak berbadan tambur yang menemukan buku pertama kali.  Anak yang lain ikut mendekat dan  mereka duduk  membentuk lingkaran, Salah satu yang memiliki kemampuan lebih merapal mantera dan buku itu   berubah membesar sehingga  setiap anak bisa membaca bersama-sama tanpa perlu berdesak-desakan.

Buku itu sebenarnya berwujud buku cetakan biasa . Tak heran jika anak-anak itu tidak melihatnya. Hanya karena rasa  penasaran anak berbadan tambur akan sebuah buku biasa  yang diletakkan diantara buku-buku penting dengan aneka macam ornamen dan aura yang terpancar, mereka bisa membaca buku itu

Selembar kertas berisi pesan dari  Grover melayang dari buku itu.

Untuk sahabat-sahabatku......
Setelah semua pengorbanan  serta keberanian kalian untuk berdiri dan bertempur bersama  saat perang terjadi  ijinkan aku  menguraikan dengan kata-kataku  semua yang terjadi. Agar kelak, peristiwa yang sama tidak terjadi lagi.

-Grover-

Selembar gambar yang berisi kekacauan pada saat itu juga ikut jatuh. Sungguh mencekam suasana yang terlihat pada gambar itu.
 Sejenak anak-anak blasteran itu saling menatap. Mereka saling bertanya apakah akan meneruskan membaca atau menutup buku itu. Rasa ingin tahu akan peristiwa hebat yang selalu menjadi topik yang  dihindari saat diskusi lebih kuat dari pada rasa takut menemukan sesuatu yang menyeramkan disana. Entah tangan siapa yang terlebih dahulu beraksi, lembar selanjutnya  sudah terbuka. Dan mulailah mereka membaca dalam hening dan penuh rasa penasaran

Sikap mengingkari  anak serta perbedaan strata sosial ternyata bukan hanya milik kaum fana, namun juga para dewa-dewi.  Dewa-dewi  harus diingatkan untuk tidak terlalu "celamitan" layaknya kaum fana yang terbukti lebih mau mengakui anak-anaknya. Akibat sakit hati karena tidak diakui anak, beberapa blasteran, anak berdarah dewa-dewi, melakukan aksi unjuk rasanya. Kronos salah satunya  bahkan berniat menghancurkan Olympus. Kronos tidak akan bangkit jika tidak ada sekelompok blateran yang merasa diabaikan oleh orang tua mereka.  Jika semua dewa-dewi mau mengakui anak-anaknya maka tidak akan ada pondok Hermes, pondok tempat kaum blasteran yang tidak diketahui orang tua dewanya, akibat sifat pelupa mereka.
 
 Karena merasa tertindas menjad dewa-dewi kelas dua, banyak yang bersikap masa bodoh saat terjadi kekacauan di Olympus. Alhasil, Percy  Jackson, blasteran  dari   wanita fana bernama Sally  dan Poseidon  Dewa penguasa air yang ketiban tugas membereskan semua kerusuhan yang ada. 

Bayangkan Percy jackson,  belum juga 16 tahun harus menghadapi marabahaya yang super menakutkan. Ia tak yakin  harus bersikap bagaimana  saat ramalan besar dibacakan secara lengkap.

Anak blasteran dewa tertua akan mencapai enam belas setelah meleati bahaya
Dan saksikan dunia dalam tidur abadi
Jiwa sang pahlawan, bilah terkutuk yang akan menghabisi
Satu pilihan akan akhiri usianya
Olympus tetap  lestari atau binasa

Percy Jackson dan teman-temannya yang setia bahu membahu mempertahaknkan serangan musuh yang akan masuk menyusup ke Manhattan. Untuk mengalahkan Kronos, Percy mandi di sungai Styx, selain kebal ia juga menyandang kutukan Achilles. Kelihaiannya dalam bertempur  melampaui manusia fana  manapun juga seiring  meningkatnya kelemahannya Percy.

Berbagai wujud mosnter menyerang kota Manhattan. Masalahnya bukan hanya monster yang harus dihadapi oleh Percy dan sahabatnya namun juga situasi Kota Manhatta yang  berubah  menjadi aneh. Seluruh kota mendadak tertidur!  Tidak perduli sedang mengerjakan apa sebelumnya! Ada gerobah hamburger yang masih mengeluarkan api, halikopter yang sedang berputar di udara hingga mobil yang sedang berjalan. Mereka harus memindahkan orang-orang yang tertidur sekaligus menghadapi monster yang aneh

Bala bantuan terus berdatangan! peperangan kian seru! Anak-anak kaum blasteran bahu membahu mengesampingkan ego  masing-masing untuk sementara demi bertempur melawan musuh yang sama Kronos. Kronos memainkan strategi yang cerdik. Disatu sisi ia mengirim Tifon untuk berhadapan dengan para dewa-dewi di barat sementara PErcy dan kawan-kawannya harus menghadapi kaum Titan yang hendak menghancurkan Gunung Olympus, dimulai dengan menguasai Manhattan, dimana lift menuju kesana berada.

Manhattan memang merupakan salah satu pintu yang bsai dilalui untuk menuju Gunung Olympus. Namun jika satu saja sudah kacau maka bisa ditebak, sisi yang lain juga akan terganggu. Kekacauan di Titan brakibat fatal bagi kehidupan manusia, terutama bagi peradaban barat. Segala yang mmbuat hidup layak seperti kesenian, video game, baju sutra dan lainnya akan menghilang. Dewa tak akan bisa  pindah ke negara lain, itu merupakan tanda kehancuran Olympus.

Ramalan akhirnya terbukti!
Walau harus diakui bukanlah Percy Jackson pahlawan yang mengalahkan Kronos, namu intinya untuk sementara dunia aman.  Semua memang berakhir indah. Percy dan para sahabat mendapat hadiah yang menyenangkan. Rachel mengerti apa manfaat kemampuannya  menembus kabut selubung magis. Nico,  anak blasteran  Dewa Hades telah membuktikan kecakapannya dan membuat sang ayah bangga. Tyson saudara tiri Percy diangkat  menjadi jenderal di ketentaraan Olympus, Annabeth diberikan hak untuk mendesain ulang seluruh  Olympus.  Dan tokoh utama Percy Jacson meminta sesuatu yang sangat bijaksana dan menolak hadiah terhebat dari Zeus. Ia membuat bangga kaum blasteran. Iia  juga menciptakan kencan bawah air  terbaik sepanjang masa

“Sudah menemukan apa yang kalian cari anak-anak?” mendadak sebuah suara mengagetkan mereka. Sosok pengawas perkemahan berdiri di belakang mereka sejak tadi. Anak-anak yang membaca serentak berdiri. Biar bagaimana juga, pengawas perkemahan yang satu ini cukup disengani. Walau  ia baik hati  namun ia sangat tegas jika berurusan dengan beraturan dan mereka telah melanggar beraturan jam malam.

“Pak, bapak tahu dimana Percy Jackson sekarang berada? “ salah satu anak nekat bertanya.

“ Untuk apa kalian mencarinya?” pengawas perkemahan balik bertanya sambil tersenyum

“Sekedar ingin bertemu dan mendengarkan cerita mengenai peristiwa Dewi Olympia Terakhir. Keren…., ada blasteran yang menolak hadiah terhebat dari dewan dewa" jawab si anak yang tadi bertanya. Beberapa temannya memberikan anggukan setuju

“Keren….? Menurut sudut pandangku, melihat sahabat kita meninggal di pertempuran bukanlah hal yang keren. Sangat menyakitkan seperti melihat beberapa kawan yang berkhianat karena salah arah” jawab pengawas perkemahan dengan nada sendu.

“Bertahanlah  hingga akhir pendidikan, aku jamin kalian akan bertemu dan mendapat pendidikan dari Percy Jakcson langsung” lanjut pengawas perkemahan sambil tersenyum. Anak-anak blasteran itu saling melirik seakan tak percaya. Mereka menatap  wajah sang pengawas yang biasa di panggil Pije mencari-cari tanda kebenaran di sana.

“Kembalilah ke pondok kalian dalam hitungan 10 jika ingin peristiwa penyusupan ini dicoret dari daftar pelanggaran kalian” lanjutnya dengan nada tegas.

Gerombolan  anak blasteran yang berjumlah enam orang itu  berebut menuju pintu keluar. Kali ini tidak ada upaya perlahan agar tidak bersuara. Mereka beradu cepat keluar. Setiap orang tahu, semakin pendek daftar pelanggaran semakin mereka dianggap hebat. Dan tertangkap menyusup perpustakaan saat jam tidur bukanlah pelanggaran yang keren!

Sang pengawas perkemahan, Pije alias Percy Jackson  mengawasi gerombolan anak-anak yang berlari kembali ke pondoknya sambil  menggeleng-gelengkan kepala. “Anak-anak zaman sekarang terlalu dimanja! Mereka saling memamerkan kekuatan orang tuanya dan sesumbar  menjadi anak blasteran. Seandainya dulu dewa-dewi mau mengakui anaknya alih-alih lupa, tentunya tidak bakal ada kekacauan”

Sesaat sebelum keluar dari perpustakaan tanpa sengaja ia menatap  buku yang diletakkan sembarang oleh anak-anak tadi. Buku catatan Grover yang legendaris!  Buku yang diberi judul The last Olympian. Sempat terjadi perdebatan sengit dikalangan dewa-dewi. Ada yang ingin menyebar luaskan guna menjadi pelajaran bagi yang lain. Ada yang tidak mau karena dianggap membuka aib para dewa-dewi

Percy  Jackson mengambil buku itu dan  membuka halaman yang sangat dikenalnya. Halaman ramalan selanjutnya.

Tujuh blasteran akan menjawab panggilan
Karena badai atau api, dunia akan terjungkal
Sumpah yang ditepati hingga tarikan napas penghabisan
 Dan musuh panggul senjata menuju Pintu Ajal

Ramalan itu yang membuat akhirnya para dewa-dewi sepakat untuk tidak menyebar luaskan buku itu. Agar tidak menimbulkan keresehan. Hanya orang tertentu dan tujuh anak yang secara otomatis akan langsung membaca buku itu. Buku itu sudah diberi kemampuan untuk menemukan mereka yang dianggap layak membaca.

Ia juga menatap nanar coretan gambar saat Manhattan menjadi kancah pertempuran. Gambar yang memperlihatkan saat mobil yang membawa ibunya dan Paul nyaris terseret ke bahaya. Untung semuanya  sudah selesai..., walau untuk sementara.

Percy Jackson berbalik keluar dari perpustakaan dan mengiunci pintu kembali. Ia berjalan menuju danau, dimana sang istri, Dewi Athena dan Poseidon ayahnya  sedang berbincang-bincang . Keluarga  tetaplah keluarga bagaimana wujud dan asalnya.

-----------------------------------

APA..............................!
KALIAN MEMBACANYA?
Hem... apakah kalian pengidap dileksia dan ADHD?

Jika jawabannya ya , jangan-jangan kalian 1 dari 7 blasteran yang akan menjawab panggilan!
Sebaiknya  bersiap-siap karena hidup kalian akan berdampingan dengan bahaya!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar