Selasa, 23 Mei 2017

2017#35: Kisah Meinar Si Bakul Jamu dan Mandor Sanyoto


Judul asli: Candik Ayu Segaramadu
Penulis: Andri Saptono
Penyunting: Avifah Ve
ISBN: 9786026115911
Halaman: 192
Cetakan: Pertama- April 2017
Penerbit: Senja
Harga: Rp 45.000
Rating: 2.75

Candik ayu-siluet senja, mengisahkan tentang kisah kehidupan  pekerja di pabrik gula dan bagaimana   aktivitas mereka bersinggungan pada banyak hal. Termasuk keberadaan perempuan-perempuan bakul jamu yang sering mendapat cap negatif dari masyarakat.

Sebagai seorang lulusan SMEA ternyata mencari pekerjaan bukanlah hal yang mudah  bagi Meinar. Setelah mencoba mencari tanpa kenal lelah akhirnya ia menjadi bakul jamu. Pilihan menjadi bakul jamu merupakan hal terakhir yang bisa ia lakukan. Bakul jamu yang dimaksud bukanlah jamu ala beras kencur, cabe puyang dan sejenisnya namun suplemen, obat kuat, minuman berenergi dan buah jeruk. Penjualnya tak jarang sengaja berpakaian seronok. Umumnya para pembeli adalah pekerja di pabrik gula. 

Meinar harus pandai menjaga diri dari tangan iseng para lelaki, dampratan pemilik warung makan yang merasa ia adalah saingannya dan pandangan rendah orang lain akan profesinya.  Meskipun berbeda, tapi mau tak mau ia juga harus ikut terkena dampak pandangan miring pada usahanya mencari uang. Jika bukan demi anak semata wayangnya, mungkin ia sudah menyerah ketika mendapat pengalaman buruk dengan salah seorang pekerja.

Dalam perjalanan hidup Meinar, kembali ia ditemukan dengan seseorang dari masa lalunya. Mandor Sanyoto memang sudah menikah tapi siapa yang bisa memendamkan rasa lama yang mendadak muncul tanpa diundang? Dilema melanda Mandor Sanyoto. Ada istri, jabatan dan tanggapan orang akan profesi Meinar. Tapi ada rasa ingin melindungi dan kasih tak sampai yang selalu mengusik ketika ia memandang wajah Meinar.

Lumayan menghibur kisah ini. Pembaca tidak saja disuguhi kisah mengenai bagaimana Mandor Sanyoto dan Meinar berurusan dengan perasaan mereka masing-masing, tapi juga bagaimana kehidupan sosial para pekerja pabrik gula.


Namun ada beberapa hal yang membuat saya bingung. Misalnya mengenai sosok yang bernama Tumini alias Tum. Sebagai orang yang tak memiliki cukup uang, ternyata ada Tum yang menjaga anak Meinar. Mungkin saya tidak membaca dengan teliti tapi saya seingat tidak ada keterangan yang menyebutkan bahwa sejak berpisah Meinar tinggal bertiga bersama kerabat. Jika demikian maka artinya Tum dibayar untuk menjaga anak Meinar. Cukup seimbangkah pendapatan menjadi pedagang jamu dengan pengeluaran untuk membayar Tum? Bukan saya merendahkan profesi seseorang, tapi secara hitungan ekonomi apakah sesuai? Kenapa tidak membuat Tum sebagai saudara sebatang kara yang rela ikut merawat anak Meinar sehingga kisahnya lebih pas.

Apa maksud peristiwa tertinggalnya dompet  Mami Rina di rumah Meinar? Untuk membuktikan bahwa ia orang jujur karena berniat sore hari mengembalikan dompet tersebut ?  Atau sekedar untuk menjadikan alasan agar ada komunikasi selain urusan dagang antara keduanya? Jika tak ada gunanya untuk apa ada dalam kisah?

Saya kurang paham kalimat berikut, "Kamu kan sudah gajian, lalu kamu apakan uang gajimu itu?" tanya Masinis Bambang itu pada   Sugiman yang memang memberikan uang itu pada sugiman, tapi tampaknya harus dengan  diblejeti  Masinis Bambag itu dulu. Apakah tidak bisa dicari kalimat yang lebih tepat agar sesuai makna yang ingin disampaikan

Bagaimana kelanjutan urusan salah seorang pekerja yang bersikap tidak sopan pada Meinar sehingga menimbulkan keributan? Hanya untuk dijadikan bagian guna menunjukkan bahwa Mandor Sanyoto memperhatikan Meinar semata? Bagiannya menguap begitu saja. Kenapa tidak diolah sehingga menjadi bagian yang lebih menarik? Misalnya ia dikeluarkan dari pabrik lalu membalas dendam pada Mandor Sanyoto dengan cara mencuri beberapa peralatan pabrik sehingga Mandor Sanyoto disalahkan. Atau hal lainnya. Sebagai penulis, tentunya Andri Saptono lebih kreatif dari pada saya

Banyak istilah dalam bahasa Jawa yang tidak diberikan keterangannya. Bagi pembaca yang tidak mengerti maknanya, mereka tidak bisa menangkap apa yang dimaksud oleh penulis. tentunya hal ini akan membuat pembaca di daerah Padang misalnya tidak bisa menikmati kisah ini dengan maksimal

Sebagai orang yang tak paham hirarki jabatan pekerja pabrik gula, saya tak paham apa tugas dan kewajiban mandor serta masinis. Kenapa sosok masinis dalam kisah ini digambarkan sebagai orang yang memiliki lumayan banyak uang dibandingkan yang lain. Ucapannya bagaikan sabda yang tak terbantahkan. Apa perlunya mengisahkan perjalanan hidup Masinis Bambang panjang lebar? Lumayan juga dari halaman 139 hingga 145. 
https://www.facebook.com

Kenapa  penulis bisa mengajukan proposal agar produsen minuman kesehatan mau mencantumkan produknya  dalam kisah ini dengan imbalan sejumlah uang. Dari pada menyebutkan merek secara langsung seperti yang ada di halaman 134 tanpa mendapat imbalan apa-apa, kenapa tidak memanfaatkan sebagai salah satu cara mendapatkan keuntungan lebih. Cara ini sudah sering kita lihat dalam berbagai tayangan sinetron dan film layat lebar.

Sepertinya penulis sudah terkena kecenderungan latah yang sering terjadi dalam masyarakat. Menyebut pembalut wanita dengan So***x (mereknya), menyebut pasta gigi dengan Pep****nt. Tanpa menyebut merek, bisa saja  dagangan Meinar disebut sebagai minuman kesehatan saja. 

Awalnya orang tidak akan mengira jika buku ini adalah novel jika melihat kover yang dibuat berkesan batik. Dengan gaya penulisan huruf yang tak biasa, buku ini terlihat sekali mengusung nuansa Jawa. Meski harus saya akui soal isi, saya selalu tak mampu memahami pilihan para juri di Dewan Kesenian di mana pun.

Ide cerita dalam buku ini unik. Hanya saja menurut saya sebagai pembaca,  penulis masih terlampau datar mengeksekusi ide. Sayang sekali ide kisah yang menawan ini tidak digarap dengan lebih dalam. Ada beberapa hal yang masih bisa dikembangkan sehingga menghasilkan greget lebih. 

Ditambah dengan latar belakang penulis sebagai mantan pekerja di pabrik gula, tentunya sangat paham banyak hal terkait situasi dan kondisi di sana. Maka kisah dalam 192 halaman ini bisa saja berkembang menjadi 300 halaman lebih jika diolah dengan lebih seksama. 

Meski demikian, melalui buku ini saya memperoleh tambahan pengetahuan mengenai bagaimana proses pembuatan gula. Mulai dari batang tebu hingga seperti yang dipergunakan sehari-hari. Ternyata tidak semudah yang dibayangkan.

Lalu Segaramadu itu apa?
Baca saja sendiri ya biar lebih paham he he he.
Biar makin penasaran, nonton ini yuk




Kamis, 18 Mei 2017

2017# 32-34 : Wine, Beer and Spirits

Masih ada beberapa buku 3D yang sempat saya beli kemarin. Seru saja melihat mereka ada di rak buku. Selain menarik dipandang, buku-buku tersebut lumayan juga untuk menjadi pembatas satu 

Kali ini mari kita "nikmati" buku berjudul  Wine, Beer serta Spirit. Saya bukan peminum minuman jenis ini. Ketertarikan saya lebih karena ingin tahu kenapa beberapa sahabat begitu  menyukainya. Sekali lagi, saya tidak akan menyebutkan ini adalah pilihan minuman yang salah, semuanya saya kembalikan pada individu masing-masing ^_^.

A World of Wine
Author: Michelle Brachet
Design and Production: Peter Murray
Founding Editor: Peter Murray
ISBN 13:9780980382907
Pages: 144
Publication Date: 2014

Wine-anggur  adalah minuman beralkohol yang terbuat dari fermentasi anggur atau buah-buahan lain. Melalui keseimbangan kimia alami, anggur dapat berfermentasi tanpa tambahan gula, asam, enzim, air atau nutrisi lainnya. Variasi yang berbeda dari jenis anggur dan ragi akan menghasilkan jenis wine yang berbeda

Sesuai dengan namanya, buku ini dibuat menyerupai sebuah botol anggur. Ujung atas diberi warna merah makin mirip dengan botol asli. Buku ini disebutkan mengeluarkan aroma anggur merah secara samar. Benar atau tidak aroma tersebut adalah aroma anggur merah saya tidak bisa menjawab.

Isi buku ini terdiri dari Introduction, History of Wine, Grape Varieties, What Makes Every Wine Different, Wine Tasting, Vintages, Collecting Wine, The World of Wine, dan selanjutnya ada uraian mengenai negara-negara penghasil anggur seperti Amerika, Italia, Australia dan New Zealand.
 
Karena berbentuk botol, maka tentunya ada perlakuan khusus perihal ukuran halaman yang berisi informasi. Halaman tersebut dibuat dengan luas lebih kecil dibandingkan dengan ukuran kover yang berbentuk botol. Gunanya agak dari sisi luar yang kelihatan adalah bentuk botol saja. Hal ini menyebabkan jenis huruf dan besanya harus dipertimbangkan dengan matang hingga tak menghabiskan banyak lembaran kertas.

Laman penerbit terkait buku ada di sini. 

A World Beer
Author: Michelle Brachet
Design and Production:Peter Murray
Founding Editor: Peter Murray
ISBN 13:9780987173515
Pages: 95
Publication Date: 2014

Berbekal rasa penasaran agar tidak salah memilih minuman, saya sering membaca mengenai apa dan bagaimana Bir itu. Review mengenai aneka macam bir bisa dibaca di sini.


Bir merupakan  minuman beralkohol yang diproduksi melalui proses fermentasi  bahan berpati dan tidak melalui proses penyulingan setelah fermentasi. Posisinya menempati kedudukan nomor tiga setelah air dan teh.

Minuman ini sudah dikenal sejak lama. Prasasti tanah liat di Babilon menjelaskan dengan rinci resep pembuatan bir di tahun 4.300 sebelum masehi. Bir juga telah dibuat oleh bangsa Cina kuno, Asiria dan Inka.Sejarah bir datang pada abad ke-6 SM, dan yang tercatat dalam sejarah tertulis Irak Kuno. Tulisan-tulisan Sumeria yang paling awal memiliki referensi tentang  bir

Dalam buku ini, pembaca akan menemukan sejarah bir, jenis bir, bir di beberapa tempat seperti Australia  dan New Zealand, United States, United Kingdom dan lainnnya. Terdapat juga uraian mengenai bir bikinan rumahan, termask cara membuat bir versi rumah.
 Aneka gambar memikat banyak disajikan dalam buku ini. Sayangnya, seperti yang lain, versi bentuk botol membuat pemilihan huruf menjadi lebih kecil. Informasi lengkap mengenai buku ini bisa disimak di sini.

A World of Spirits
Author:Michelle Brache
Design and Production:Peter Murray
Founding Editor: Peter Murray
ISBN 13:9780987173539
Pages: 96
Publication Date: 2014

A spirit is a distilled drink that is made by distilling fruit, fermented grain or vegetables and it has to have a minimum of 20% ABV (alcohol by volume) to qualify as much. It also does not have any added sugar. 


Saya sedikit bingung mencari kata yang pas untuk mengalih bahasa kata spirit, mungkin yang pas adalah minuman keras atau miras. Hal tersebut sesuai juga dengan uraian yang ada dalam buku ini.

Kata spirit berasal dari bahasa latin spiritus yang berarti nafas. Hal ini merujuk ke minuman keras yang berasal dari Timur Tengah. Alkemis-alkemis tersebut lebih peduli dengan kesehatan obat mujarab dibandingkan dengan transmutasi timah menjadi emas. Uap yang dilepaskan dan dikumpulkan selama proses alkimia (seperti dengan distilasi alkohol) disebut sebagai spirit-sukma dari cairan aslinya.
 Mengambil minuman Louis XIII de Remy Martin Cognac sebagai model, buku ini juga memberikan uraian mengenai jenis-jenis minuman keras. Ada gin, whiskey, bourbon, vodka, rum, brandy, cognac dan lainnya. Informasi lengkap mengenai buku ini ada di sini.


Dibanding buku yang lain, bentuk 3D buku ini berbeda dari cara membacanya. Jika buku lain disesuaikan dengan bentuk topik, cokelat berbentuk panjang, perihal bir dibuatkan menyerupai botol bir dengan informasi di dalamnya. Buku ini memang berbentuk seperti botol minuman keras tapi membaca informasi yang ada di dalamnya justru harus dilakukan secara berbeda, tengan cara menidurkan buku.

Ukurannya juga bisa dikatakan paling kecil diantara buku yang lain, otomatis butuh ekstra kesabaran untuk membacanya. Maklum hurufnya menjadi kecil, tak nyaman bagi mata saya.

Sepertinya kekurangan buku 3D adalah jika dibuat sesuai dengan bentuk aslinya, kadang informasi yang ada justru tidak bisa terbaca dengan baik. Hal ini dikarenakan ruang yang tersedia untuk memuat segala informasi menjadi lebih sempit, untuk itu pemilihan huruf dan ukuran juga menjadi pertimbangan utama.

Meski demikian, cara ini cukup efektif menarik minat pembaca awam terhadap sebuah topik. Semoga makin banyak produsen yang berniat mempromosikan produknya dalam bentuk seperti ini. Atau bahkan penerbit yang mengeluarkan buku tentang suatu hal yang biasa ada di sekitar kita tapi belum banyak yang mengetahui tentang hal tersebut lebih lanjut. Misalnya tentang kentang goreng, hamburger dan lainnya.




Senin, 15 Mei 2017

2017#31: Bumi Datar, Katanya

Penulis: Eric Dubay
Penerjemah: Indriani G
ISBN: 9786026940315
Halaman: 448
Cetakan: Pertama-2016
Penerbit: Bumi Media
Harga: Rp 99.000
Rating: 3


Deskripsi:
Selama ini kita meyakini bahwa bentuk bumi adalah bulat. Pengetahuan tentang bumi bulat itu diajarkan di semua ruang sekolah di seluruh dunia. Bumi bulat sudah menjadi sistem kepercayaan kita. Namun, ilmu pengetahuan terus berkembang. Apa yang kita yakini sekarang bisa jadi berubah kemudian. Keyakinan bahwa bumi bulat yang sudah mapan selama ratusan tahun itu digugat.

Seorang peneliti internasional bernama Eric Dubay mengungkap fakta bahwa teori bumi bulat adalah ilusi yang ditanam di otak kita lewat kebohongan sains dan propaganda media selama lebih dari 500 tahun. Teori bumi bulat merupakan bentuk konspirasi terbesar sepanjang masa.

Dalam penelitian yang dituangkan di buku ini, Eric Dubay mengungkap fakta-fakta mencengangkan yang membuktikan bahwa BUMI INI DATAR, BUKAN BULAT. Banyak fakta yang dikupas dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Salah satu fakta ilmiah yang kuat dan belum bisa dibantah adalah fenomena gerhana matahari dan bulan yang tidak akurat jika dihitung berdasarkan teori bumi bulat.

Apa saja fakta-fakta tak terbantahkan lain yang membongkar kebohongan teori bumi bulat? Baca buku ini dan Anda akan tercengang!

Dan saya pun tercengang! Sungguh!
Pengetahuan alam saya selama ini langsung jungkir balik dibandingkan uraian sang penulis.

Salah satu tugas yang menyenangkan dari kantor adalah memilih buku yang layak baca untuk koleksi. Untuk itu memang dibutuhkan keterbukaan pikiran dan tidak berat sebelah. Misalnya saya tidak suka penulis T tapi karena mahasiswa meminta buku karangannya, maka ada beberapa karya yang bisa ditemukan dalam kololeksi.

Demikian juga buku ini. Saat teman berburu buku menunjukan buku ini, langsung merasa tertarik. Terlepas dari urusan saya mendukung atau menentang, buku ini bisa dijadikan bacaan agar mahasiswa bisa berpikir kritis. Apa lagi menurut sang penulis, karya ini didasari akan bukti-bukti ilmiah, alias bukan asal bicara.

Dari Daftar isi, pembaca bisa menemukan aneka topik yang menggugah rasa ingin tahu sehingga tertarik untuk membaca buku ini. Ada Benarkah Bumi Itu Datar? Bumi yang Diam, Tidak Berputar; Kutub Selatan Itu Tidak Ada; Bumi Bukan Planet, Planet Hanyalah Bintang dan Bintang Bukanlah Matahari; Relativitas itu tidak ada! Evolusi adalah Kebohongan, Perencanaan Intelijen adalah Kebenaran; Donosaurus Tidak Pernah Ada! Dan masih banyak lagi.

Bagian Terusan dan Rel Kereta Api Membuktikan Bumi Itu Datar, menguraikan mengenai  pembuktian bahwa  benar bumi data ditinjau dari sisi  rel kereta api. Terusan dan kereta api, selalu dipotong dan diletakkan secara horinzotal, biasanya lebih dari ratusan mil tanpa mempertimbangkan adanya kurvatur-kelengkungan permukaan bumi.
http://goodreads.com

Lebih lanjut dijelaskan bahwa rel kereta api London dan Nortwestern membentuk garis lurus sepanjang 180 mil antara London dan Liverpool. Titik tertinggi rel ada di pertengahan stasiun Birmingham, 240 kaki di atas permukaan laut. Jika bumi adalah bola dunia yang melengkung 8 inci per mil persegi, bentangan rel  180 mil akan membentuk busur dengan titik tengah di Birmingham menanjak hingga 5.400 kaki di atas London dan Liverpool. Lebih tinggi dari gunung tertinggi di Britania Raya, Ben Nevis.

Perihal foto-foto  pendaratan di bulan yang dianggap palsu juga diulas pada Berita Palsu Mengenai Pendaratan Nasa di Bulan dan Mars. Para fotografer profesional menguraikan banyak hal yang bisa membuktikan bahwa foto-foto tersebut adalah hasil rekayasa. Salah satunya adalah mengenai tidak terlihat adanya bintang-bintang di langit. Mungkin karena terlalu sulit memalsukan ilustrasi gugusan bintang, demikian menurut mereka.

Hasil analisa beberapa foto dari enam misi menunjukan fitur-fitur latar belakang seperti bukit, dan lobang yang persis sama, yang dipakai berulang kali diberbagai tempat yang dikatakan berbeda lokasi di Bulan, dan latar depan dan latar belakang garis yang terlihat menunjukkan adanya unsur latar studio.

Salah satu bagian mengisahkan bahwa jika bumi berputar maka untuk apa pesawat harus terbang? Bukankah cukup hanya dengan menuju angkasa lalu diam di sana, lalu tujuan yang yang akan menghampiri karena putaran bumi. Misalnya kita akan pergi ke Surabaya dari Jakarta, maka pilot hanya perlu menerbangkan pesawat ke atas kota Jakarta. Tunggu beberapa saat sehingga bumi yang berputar membuat pesawat berada di atas kota terdekat dari Surabaya. Cek posisi kota Surabaya, pesawat tinggal perlu menyesuaikan sedikit. Intinya, pilot tidak perlu repot-repot menerbangkan jauh menuju Surabaya. Cukup diam di atas kota asal dan sisanya biarkan perputaran bumi yang membereskan.

Masih banyak lagi uraian yang bisa ditemui dalam buku ini. Termasuk uraian mengapa sejak dahulu tidak ada kepercayaan penduduk setempat terkait dinosaurus. Tidak ditemukannya kerangka lengkap dinosaurus dianggap sebagai bukti  bahwa seluruh kerangka yang ada adalah rekonstruksi semata.

Paparan serta contoh yang diberikan oleh  penulis memang didasari dari berbagai penjelasan kaum cerdik pandai. Hanya saja sebagian besar uraian yang dikutip berasal dari tahun yang lumayan lama, sekitar tahun 1800-1900. Tak ada informasi terkini yang mendukung bahwa gagasan tersebut adalah benar.

Oh ya, kenapa saya memberikan nilai tiga untuk buku ini padahal data yang diajukan bukan data terkini, karena mungkin saja ide menerbitkan buku ini membuat banyak pihak makin tertarik untuk melakukan penelitian apakah Bumi benar bulat atau datar. Ilmu pengetahuan bisa  terpicu untuk berkembang. 

Saat iseng membaca buku ini sambil piket, beberapa mahasiswa tertarik, dan terjadilah diskusi kecil diantara kami. Kesimpulan sementara adalah apa yang dikatakan oleh Eric Dubay sepertinya masuk akal jika didengarkan. Kita belum bicara setuju atau tidak ya. Tapi kesan pertama mendengarkan uraiannya di salah satu media sosial, orang cenderung terpesona dengan gaya bicaranya. Situs yang bisa dikunjungi. Misalnya di sini. Atau bisa juga menuju ke https://www.youtube.com/watch?v=9UbV3kTY8jw. Upayanya membuat pembaca percaya dengan yang diuraikan layak dipuji, sekali lagi terlepas dari urusan setuju atau tidak dengan isi uraiannya.

Saya lebih penasaran bagaimana para pustakawan di kantor mengolah buku ini. Masuk kelas yang mana ya? Ada teman yang iseng komentar bahwa buku ini lebih cocok masuk buku sejarah atau sastra he he he. Mari menunggu.




Senin, 08 Mei 2017

2017 #29-30: Buku Tentang Coklat dan Kue

Masih seputar buku 3D, untuk kali ini sepertinya pas jika mengupas tentang buku seputar makanan. Ada dua yaitu Chocolate and Cakes-cokelat dan kue. Dua hal yang disukai oleh banyak orang. Kebetulan juga kedunya mengusung warna coklat tua sebagai warna yang dominan.

A World of Chocolate
Author: Michelle Brachet
Design and Production: Peter Murray
Founding Editor: Peter Murray
ISBN: 9780980382938
Pages: 72
Publication Date: 2014

Tak ada yang menolak diberi sepotong cokelat, rasanya yang manis disukai banyak orang, Cokelat merupakan  hasil olahan makanan atau  minuman dari biji kakao (Theobroma cacao).

Biji dari pohon kakao ini sendiri sangat pahit dan harus difermentasi agar rasanya dapat diperoleh, mengubah rasa pahitmenjadi manis. Setelah dipanggang dan dibubukkan hasilnya adalah cokelat atau kokoa. 

Dalam buku ini diulas mengenai  A chuck of chocolate history, chocalate in Europe, From Beans to Bar, Making Chocolates. Lalu uraian mengenai cokelat dari beberapa negara seperti Belgia, Swiss, Amerika dan Perancis. Selanjutnya ada cokelat terkait perayaan seperti Natal, Valentine, Paskah, dan White Day. Diakhiri dengan aneka resap menggugah selera seputar masakan yang mempergunakan coklat sebagai bahan.

Salah satu bagian, Talking It To The Next Level memberikan inspirasi bahwa mengolah cokelat juga bisa dijadikan sebagai salah satu profesi.  Ada dua tempat yang bisa dipilih untuk belajar mengolah cokelat lebih mendalam. Pertama adalah The Chocolate Academy, selanjutnya adalah William Curley.

Jika saat Valentine seorang pria menerima cokelat dari wanita maka ada White Day, 14 Maret, para pria mengirim cokelat bagi para wanita. Kebiasaan ini sekarang mendunia, dahulu hanya berlangsung di Jepang, Taiwan dan Korea Selatan.

Menurut informasi beberapa buku 3D menimbulkan aroma persis produk aslinya. Entah terpengaruh atau tidak, tapi bau buku ini bagi saya menyerupai bau cokelat, walau cokelat apek alias cokelat lawas ^_^.

Salah satu buku yang paling saya sukai menyebutkan bahwa makan (permen) cokelat dalam batas tertentu justru baik bagi tubuh. Disebutkan juga bahwa coklat tidak menyebabkan kegemukan. Nah, penasaran khan hi hi hi.

A World of  Cakes
Author: Michelle Brachet
Design and Production: Peter Murray
Founding Editor: Peter Murray 
ISBN: 9780980383034
Pages: 163
Publication Date: 2014

Sering kali kue dianggap sebagai pelengkap sebuah seremoni. Pada pesta ulang tahun, kue menjadi salah satu elemen yang tak boleh  diabaikan. Acara tiup lilin tentunya membutuhkan kue sebagais arana. Pemotongan Wedding Cake selalu diisi dengan kecerian, bahkan belakangan sering pihak pengantin menyelipkan kejutan dalam potongan yang dibagikan. Seru!

Kata kue (dalam bahasa Inggris) berasal dari kata “Kaka” bahasa kuno Norse (yaitu bahasa yang di gunakan oleh pendatang dari utara Jerman) di wilayah scandinavia masa era viking pada abad 13. Di tanah air Cake lebih sering diartikan sebagai kue. 

Para penikmat kue pasti menyukai buku ini. Terdapat uraian mengenai The History of Cakes-sejarah mengenai Kue, Kue terkait upacara tertentu (seperti perkawinan, ulang tahun,Natal). Bagian Cakes from Around The World berisikan aneka resep dari beberapa negara. Ada Lamington, Pavlova dan The Frog Cake dari Australia. Ada resep kue dari Austria, Inggris, Jerman, Italia, Spanyol, Amerika dan Perancis. Terdapat juga resep Castella, Mooncakes, White Sugar Sponge Cake dan Sweetheart Cake dari Orient (maksudnya mungkin kawasan Asia). 

Dibandingkan dengan 3D buku yang lain, buku ini lebih tebal. Apalagi jika dilihat dus yang dibuat seolah-olah sebagai tempat penyajian, beratnya lumayan juga. Desain yang menyerupai taburan parutan cokelat menjadi nilai lebih sendiri dari buku ini. Kovernya memang benar-benar menarik.

Bagi mereka yang belum begitu paham mengenai cokelat dan kue,  kedua buku ini bisa dijadikan referensi awal yang menarik. Sementara bagi mereka yang memang berkecimpung dengan bidang yang terkait dengan kedua topik tersebut, buku ini bisa dijadikan sebagai penyegaran ingatan. Tampilan yang menawan menambah buku ini layak koleksi. 

Sekedar iseng, saat mengunjungi situs penerbit, saya menemukan harga untuk buku cokelat ada $29.99   setara dengan Rp 400.000. Sementara untuk kue adalah $ 34,99 setara dengan Rp 470.000 (nilai tukar hari ini) ditambah ongkos kirim. Harga beli kedua buku ini di Big Bad Wolf adalah Rp 100.000 plus tiga jam antri kasir ^_^. Paham kan sekarang. Sekesal apa pun saya masih berusaha menahan diri mengingat buku murah yang diperoleh di sana.

Informasi lengkap mengenai buku ini bisa dilihat pada situs resmi penerbit. Untuk buku  A World of Chocolate ada di sini. Sementara untuk A World of Cakes ada di sini. 

Jika saya memiliki Bakery and Cake Shop, kedua buku ini akan saya pasang sebagai asesoris. Menambah cantik dan memberikan ilmu juga. Tapi dipasang pada bagian depan toko buku juga unik sepertinya. Bisa untuk menarik pembaca ^_^