Jumat, 17 Mei 2013

Kisah Sultan Suleiman & Wanita Tertawa yang Paling disukainya


Judul: Harem Sang Sultan
Penulis: Colin Falconer
Penerjemah: Fahmy Yamani
Penyunting: Adi Toha
Pemeriksa Aksara: Dian Pranasari
Pewajah Isi: Eri Ambardi
ISBN: 978-979-024-387-3
Halaman:720
Penerbit: Serambi
Harga: Rp 85.000

Di balik sosok lelaki hebat, pasti ada seorang wanita yang luar biasa

Entah sudah berapa kali kita mendengar hal itu, mungkin bukan kalimat yang berbunyi sama persis, namun maknanya adalah sama. Ada seorang wanita dibalik kesuksesan seorang pria. Kesuksesan dan kehancuran tepatnya.

Buku ini mengisahkan tentang Sultan Suleiman yang Agung, masa kejayaannya serta bagaimana kehidupan pribadinya terkait dengan Harem. Harem adalah semacam istana yang dihuni oleh ratusan bahkan ribuan wanita cantik. Tidak ada pria yang boleh masuk kecuali sang sultan. Para penjaga bahkan harus kehilangan salah satu bagian tubuh agar bisa bertugas di sana dengan baik.

Setiap wanita yang berada dalam harem merupakan wanita pilihan, wanita wajah cantik  serta memiliki kemampuan khusus seperti menyulam, bernyanyi dan lainnya. Yang membedakan hanya bagaimana cara mereka masuk, dibeli sebagai budak, hadiah atau rampasan. Mereka menghias diri secantik mungkin dan bersaing ketat suatu saat, kelak, entah kapan keberuntungan akan menghampiri. Wanita yang beruntung akan dipilih untuk menghangatkan tempat tidur sang sultan. Sejauh ini hanya ada satu wanita yang beruntung, Gülbehar, sang Mawar Musim Semi. Keberuntungannya kian bertambah saat ia memberikan seorang putra, pewaris tahta bagi sang sultan.

Layaknya bumi yang berputar, keberutungan juga tidak selalu bersama Gülbehar.Keberuntungannya berakhir  saat Hürrem, gadis molek berdarah Tatar menjadi bagian dari harem. Mulanya ia merupakan sosok wanita penghuni harem seperti yang lain. Namun dengan kecerdasan dan kelicikannya ia mampu menjadi kesayangan sang sultan. Hürrem adalah nurani bagi sang sultan, penghibur, penasehat, konselor dan yang mampu menenangkan.



Bersama dengan Hürrem, Wanita Tertawa yang Paling disukainya sang sultan tidak hanya mendapat kehangatan di tempat tidur, namun ia menikmati kejutan-kejutan yang diberikannya. Ia juga bisa berdiskusi tentang negara suatu hal yang dulu tak bisa dilakukannya. Semua yang diucapkan oleh  Hürrem selalu didengar oleh sultan.  Tak hanya membuat Gülbehar tersingkir, ia bahkan mampu membuat sultan    bertekuk lutut dengan membunuh sahabatnya serta  melanggar tradisi Kesultanan Utsmani demi kepentingan pribadinya.


"Tolong jangan tinggalkan aku, Russelana! Aku tidak bisa hidup tanpamu sekarang. Aku telah membunuh sahabatku dan menghukum mati anakku, tapi aku tidak pernah mengkhianati cintaku untukmu. Itu adalah satu hal yang kuketahui dalam hatiku yang benar dan baik. Jangan tinggalkan aku, Russelana; tolong jangan tinggalkan diriku." bathin sultan

Cara Hürrem membuat sang sultan taklum sungguh  spektakuler. "... Wanita Rusia cilik itu telah menguasai telinganya begitu pula dengan burungnya. Aku harus membiarkan hal ini, untuk sementara waktu ..."(hal 198).  Ia  Benar-benar cerdik dan menghalalkan segala cara, walau jika ditelaah memang masuk akal. Silahkan simak bagaimana cara yang dilakukan oleh Hürrem mulai halaman 478 hingga 488. 

Berlatar abad ke-16 di Istanbul, ibu kota imperium Turki-Utsmani pada puncak kejayaannya. Sultan Suleiman I (6 November 1494  –  September 1566) adalah  Sultan Turki Utsmaniyaj ke-10  yang berkuasa dari tahun 1520 hingga 1566. Mendapat julukan  Suleiman yang Luar Biasa  dan pemberi hukum   karena pencapaiannya dalam menyusun kembali sistem undang-undang Utsmaniyah. Dengan kepemimpinannya tentara Utsmaniyah menaklukan  Belgrade, Rodes serta  sebagian besar Hongaria. Armada Utsmaniyah juga berhasil menguasai  Laut Tengah, Laut Merah dan Teluk Persia. 



Harem dibentuk oleh tradisi untuk membuat kesultanan menjadi kuat dan melahirkan para putra, bukan untuk kemalasan dan kepuasan semata.. Ada mekanisme yang berlaku disana. Misalnya saja  ada yang disebut dengan nobet gecesi, yaitu malam giliran, hak progreatif mereka yang terpilih menjadi kadin. Menurut adat, sultan harus tidur menimal sekali seminggu. Lalu saat sang sultan harus pergi untuk urusan negara, menahannya adalah pelanggaran protokol tingkat tinggi.


Melalui kisah Hürrem, kita bisa mengetahui bagaimana persaingan yang terjadi di harem hingga praktek lesbian di dalamnya. Nasib perempuan saat itu juga diuraikan di sana. Tengok saja kisah pilu pelayan Hürrem, Muomi. Perlakuan yang diterimanya saat kecil sungguh menakutkan, itu sebabnya ia menerima ajakan konspirasi yang ditawarkan Hürrem.

"Ketika aku berusia tujuh tahun, dukun di suku kami datang ke gubuk keluarga kami dengan jelatang yang menyengat. Dia membuka kedua kakiku dan mengusap jelatang ke kemaluanku. Tujuannya adalah untuk membuatnya bengkak. Hari berikutnya dia kembali lagi dan mencuci kemaluanku dengan mentega dan madu kemudian memotong apa pun yang memberikan kenikmatan kepada seorang wanita dan membakar luka itu dengan bara merah panas. Ibuku berpura-pura menangis gembira untuk menutupi jeritanku. Ketika menikah, suamiku membuka diriku dengan pisau untuk berhubungan denganku. Lalu menyuruhku dijahit lagi sampai waktu berikutnya. Hal yang sama terjadi saat bayi datang."

Penulis tidak saja mampu membuat pembaca merasa merinding terhadap keberadaan sosok  Hürrem, namun juga menyisakan rasa hormat akan kepandaiannya. Di hadapan Hürrem Sultan digambarkan bisa menjadi dirinya sendiri sesuatu yang tak bisa dilakukan di hadapan orang lain. 

Berbagai kisah tentang seorang wanita yang berada di balik  pemerintahan, baik di Istambul, China atau pun di belahan dunia manapun menawarkan kisah yang nyaris sama. Intrik, sex dan konspirasi. Semuanya dipadukan dengan manis dengan aneka gaya yang berlainan hingga membuat sebuah kisah berbeda dengan yang lain. Tidak membosankan bagi yang membacanya

Pembaca mendapat pelajaran moral bahwa kita harus selalu berpikir jernih saat bersikap jangan sampai napsu dunia membuat kita mengambil keputusan yang salah. Ada beberapa hal yang harus dibiarkan berjalan sesuai kebiasaan agar keseimbangan kehidupan berjalan mulus.Terpenting, sosok perempuan dalam buku ini digambarkan sebagai sosok yang kuat bukan kaum lemah. Kisah cinta yang terjadi dalam buku ini menunjukan bahwa ketika seseorang jatuh cinta maka apapun akan dilakukannya.

Seandainya buku ini dicetak ulang, akan sangat menyenangkan jika tersedia glosarium. Pembaca mungkin saja  tahu apa makna iqbal, kiaya, kadingedicli, dan lainnya. Namun karena banyaknya halaman bisa saja seseorang melupakan apa itu iqbal,  atau bisa juga ada yang tidak mengerti atau ragu akan makna iqbal, akan memudahkan jika ia bisa langsung melihat glosarium dan kembali menikmati kisah bukannya membolak-balik halaman mencari makna iqbal. 

--------->

Sosok Hürrem membuat saya ngeri dan kagum.
Akalnya sungguh luar biasa. Kepandaianya sungguh menakjudkan Ia mampu melihat kesempatan yang tak dilihat orang lain. Pastinya ia sangat optimis menghadapi hidup.

Pikiran-pikiran liarnya sangat memukau saya. Sebenarnya saya sedikit takut, jangan-jangan alam bawah sadar saya menyetujui semua sepak terjang Hürrem, mengingat seseorang pernah menyatakan betapa nekatnya saya jika sudah menginginkan sesuatu. Jika saya berada adalam posisi Hürrem (untungnya tidak) mungkinkah saya berbuat hal yang sama. Hemmmm

Belahan jiwaku mengatakan, ia memilihku dibandingkan yang lain karena denganku ia bisa menjadi dirinya sendiri, ia merasa nyaman dan terpenting ia bisa menjadi manusia seutuhnya bukan karena jabatan dan lainnya. Mungkin itu juga yang membuat sang sultan begitu memuja Hürrem. Rasa nyaman yang ditawarkannya.

tapi begitulah rasa, tak bsia ditawar dan direkayasa. Saat seseorang sudah merasa nyaman di dekat yang lain maka apapun dipertaruhkan dan dilakukan untuk terus mendapatkan rasa nyaman itu.



Minggu, 05 Mei 2013

Jangan Baca The Tiger's Curse

Sudut Kamar, 20xz

Belahan jiwaku
Bagaimana khabarmu?
Kian tak sabar menunggu saat liburan agar kita bisa bertemu.

Mengisi waktu luang, aku membaca Tiger's Curse hadiah dari sis Rina Wulandari.
Ceritanya sungguh menawan paduan antara fantasi, eksoktik alam India serta romantisme ala asia. Membuatku makin merindukanmu.

Sungguh!
Biasanya aku tenang saja membaca sebuah kisah romantis, tapi tidak buku ini.
Kelakuan sang pangeran membuatku menitikan air mata menahan rindu.
Belahan jiwaku memang bukan pangeran kaya raya dari India yang dikutuk menjadi harimau.
Tapi sopan santun serta keinginanmu untuk selalu membuatku nyaman yang membuatku kian terpesona

Ingat saat kita menata rumah impian?
Saat tahu aku tidak bisa tidur dalam suasana gelap pekat sementara dirimu justru terbiasa tidur dalam suasana pekat, segera saja sebuah kompromi belahan jiwaku ajukan. Bagaimana jika kelak  kita pasang lampu baca yang selalu menyala di sisimu, atau kita perbesar lubang angin hingga lampu teras bisa masuk. Jika perlu teras ke depan tidak usah ditutup korden tebal hingga cahaya lampu bisa masuk ke kamar, siapa juga yg mau susah-susah manjat ke lantai 3, atau...... Banyak gagasan yang belahan jiwaku ajukan sementara aku hanya bisa terdiam dalam haru.

Kisah itu mirip dengan adegan saat Kelsey, tokoh utama wanita dalam kisah ini harus tidur di alam bebas dalam rangka upaya memecahkan kutukan yang menimpa sang harimau, Terbiasa tidur berbantal tubuh harimau membuat Kelsey tidak nyaman tidur saat sang harimau tidak bisa berubah wujud kembali saat menjadi manusia. Untuk membuatnya nyaman maka sang harimau  yang berwujud manusia melakukan...

Duh maaf aku melantur belahan jiwaku
Sebaiknya aku lampirkan salinan review dari blogku agar suamiku bisa mengerti bagaimana sebenarnya kisah ini.

Kalimat yang mengingatkan aku pada belahan jiwaku adalah "Apabila kau mencintai seseorang kau belajar untuk memberi dan menerima" Belahan jiwaku selalu membuatku menerima dan tak pernah ingin meminta.

Selalu merindukanmu

TR

--------------------------------------------------------------------

Saya benci buku ini!
Sungguh betapa tidak buku ini membuatku begadang karena terbui dengan kisahnya yang menawan. Perpaduan antara fantasi serta kisah romantis, kisah yang membuatku kian merindukan belahan jiwaku
Makin kesal saat tahu buku ini memiliki akhir yang menggantung karena sebenarnya buku ini merupakan buku pertama dari sebuah seri. Berharap  penerbit berkenan menuntaskan alih bahasa hingga selesai semua buku dalam seri ini.

Buku ini mengisahkan tentang  Kelsey Hayes seorang remaja yatim piatu yang sedang mencari kerja paruh waktu. Ia memperoleh pekerjaan di sebuah Sirkus bernama Sirkus Maurizio. Salah satu tugasnya adalah mengurusi harimau putih . Pada awalnya ia merasa ngeri berdekatan dengan harimau yang dipanggil Ren. Walau terlihat jinak tapi dengan sosok yang besar dan gigi taring yang tajam seperti itu siapa juga akan merasa tidak nyaman berdekatan dengan harimau.

Seiring waktu mereka malah menjadi sahabat. Kelsey sering membacakan puisi, mengajak ngobrol serta menulis jurnalnya di dekat kandang Ren.Belakangan Kelsey mulai berani menyentuh bulu-bulu Ren, kian lama ia bahkan membiarkan tangannya dijilati.Kelsey merasa Ren memiliki ekspresi melankolis manusia di wajahnya. " Jika harimau memiliki jiwa, dan aku yakin mereka punya, kubayangkan yang satu ini memiliki  jiwa yang kesepian dan nelangsa," pikirnya.

Nasib Kelsey berubah saat ia menerima tawaran menemani Ren ke Mumbai. Seorang  India bernama Anik Kadam mendapat tugas untuk mengurus pembelian Ren. Mr Kadam membuat tawaran untuk membeli harimau putih dan memindahkannya ke Taman Nasional Ranthambore di India. Untuk itu ia butuh seseorang mengurus kebutuhan sang harimau, dan pilihannya jatuh pada Kelsey. Selanjutnya seperti yang tertera pada sinopsis, setiap 24 jam Ren akan berubah menjadi manusia selama 24 menit saja. Ternyata urusannya tidak hanya mengantarkan Ren saja tapi berurusan dengan kutukan berusia 300 tahun lebih yang harus dipatahkan.

Ren sebenarnya adalah Pangeran Dhirenm putra mahkota Kerajaan  Mujulaainyang dikutuk. Kisah tentang ia dan kerajaannya sudah melegenda di India. Banyak versi yang beredar mengenai dirinya. Dari ia tercabik musuh di medan perang, dibunuh, dan masih banyak lagi versi yang beredar.  Sejak ia bertemu dengan Kelsey sepertinya keberuntungan selalu berada di dekatnya. 

Hingga bab 7 kita akan disuguhi proses pertemanan Kelsey dan Ren serta perjalanan mereka ke  Mumbai, India. Mulai  bab 8, bersiaplah! Keseruan mulai dari sana. Apalagi jika segala urusan mereka terkait dengan salah satu Dewi di India,  Dewi Durga. Agar bisa membebaskan Ren dan adiknya, ternyata adiknya juga dikutuk menjadi harimau, mereka harus memecahkan teka-teki Dewi Durga dan memberikan empat persembahan. 

Untuk perlindungan, carilah kuilnya
Dan raihlah restu Durga
Pergilah ke barat dan temukan Kishkindha
Di tempat bangsa monyet berkuasa penuh
Gada beraksi di Kerajaan hanoman
Dan memburu dahan yang bertaut melilit tubuh
Berduri mencengkram dari atas sana
Bahaya gemerlapan menanti di dasar
Mencekik, menjerat, mereka yang kau cintai
Dan memerangkap dalam pusaran bawah air
Hantu mengerikan akan menyesatkanku
Dan pengawal menunggu untuk menghalangi jalan
Waspadalah begitu mereka mulai mengejarmu
Atau dekaplah puing-puing kehancuran
Tapi semua itu bisa kau hindari
jika buah terlarang ditemukan para ular
Dan lapar India terpuaskan benar
Atau rakyatnya akan mati telantar
   
Menurut kepercayaan umat Hindu, Dewi Durga merupakan istri dari Dewa Siwa, ibu dari Dewa ganesha dan Dewa Kumara.  Sosok Dewi Durga biasanya digambarkan sebagai sosok wanita cantik berkulit kuning memiliki 8 tangan.  Senjata yang dimiliki Durga juga beragam ada petir, cakram, pedang, gada, trisula bahkan ular pun menjadi sekutu Durga.   Durga digambarkan memiliki harimau.   

Membaca petualangan mereka seakan menikmati film Indiana Jones dalam bentuk cetakan. Ada aneka jebakan,   patung yang berubah hidup, ular yang menjaga dan bisa hidup kapan saja,Kappa yang mengancam keselamatan jiwa, gua dengan halusinasi dan masih banyak kisah seru yang tak bisa diungkapkan. Jika diingat, Kelsey sendiri menyebutkan tentang hal itu di halaman 240.

Beberapa hal yang semula mengganggu seperti kenapa di sebuah bagian Ren disebutkan  bisa beberapa kali berubah menjadi manusia padahal waktunya hanya 24 menit setiap 24 jam.  Well minimal ada penjelasan  dalam kisah ini. Lalu saat Ren berubah dari harimau menjadi manusia ia akan selalu menggunakan pakain putih bersih. Andai kata sebelum berubah terjadi sesuatu hal yang membuat pakaiannya robek-robek maka saat berubah dari harimau menjadi manusia lagi pakaian tersebut akan kembali menjadi pakaian bersih. Penjelasannya cukup sederhana, begitulah cara kerja sihir.

Pembaca mendapat aneka pengetahuan tentang makanan ala India. Misalnya ada Rasmalai yang merupakan bola-bola keju kambing yang dicelup dalam saus krim manis. Baigan Bhartha adalah terung dengan kacang polong, bawang, dan tomat.

Tak ketinggalan pengetahuan tentang tanaman obat. Arjuna misalnya, kulit bagian bawah batang pohonnya bisa digunakan sebagai obat untuk membantu sirkulasi dan pencernaan. Daun Naeem untuk membantu pencernaan. Gotu Kola untuk umur panjang dan menambah energi. Lalu ada Akar Shatavari yang berguna bagi urusan kewanitaan.Kegunaan pengetahuan perihal tamanan ini sayang tidak ada dalam buku ini. Atau malah di buku selanjutnya kita akan menemukan manfaat pengetahuan Kelsey tentang aneka tanaman obat.

Selain urusan petualangan yang memacu adrenalin bahkan membuat jantung terpacu dengan cepat, urusan romantis mengambil peran yang tak sedikit dalam kisah ini. Sang pangeran harimau Ren, digambarkan sebagai sosok yang sangat menghormati wanita, bukan hanya basa-basi tapi dalam kesehariannya setiap tindak tanduknya terhadap Kelsey menunjukan betapa ia sangat mencintai dan menghormatinya.

Dan Kelsey, sudah pasti menikmati setiap hal yang dilakukan Ren untuk menunjukan cintanya. Walau belakangan ia merasa galau bisa dimaklumi, Kelsey merasa jika kutukan sudah bisa dipatahkan maka ia bukanlah wanita yang layak bagi Ren sang pangeran. Ren harusnya mengencani para super model dunia atau putri dari segala penjuru dunia, Sikap rendah diri yang bisa dimaklumi. Perang bathin Kelsey bisa ditemukan di halaman 481.

Perempuan mana yang tak akan tersanjung saat ia mendapat selemari penuh baju baru yang indah bahkan bertahta batu permata, selemari sepatu yang sesuai. Dibuat nyaman saat tidur. Ketika sedang menjadi manusia dan waktu terhenti Ren tidak bisa menjadi harimau. Kelsey yang terbiasa tidur dengan menggunakan tubuhnya sebagai bantal dan mendengarkan dengkurannya menjadi tidak nyaman. Untuk membuat Kelsey nyaman, Ren memeluknya dan meletakan kepala Kelsey di dadanya dan mengeluarkan suara dengkuran lembut harimau semalam suntuk! Semua dilakukan dengan sopan tanpa melakukan hal-hal terlarang.

Atau saat Kelsey kelelahan, Ren dengan lembut akan melakukan pijatan di kakinya hingga tertidur. Lalu dengan lembut membopongnya ke kamar, menyelimuti dengan lembut dan berubah menjadi harimau lalu tidur di dekat ranjangnya.  Saking menghormatinya seorang perempuan, Ren meminta ijin saat akan mencium Kelsey. Hemmmm berapa banyak pasangan yang melakukan itu sekarang.

Saat melihat buku ini beberapa tahun lalu, dalam versi aslinya saya sudah tergoda. Hanya saat kendala bahasa yang membuat saya urung memasukan buku ini dalam tas belanjaan. Beruntung ada penerbit yang berkenan mengalih bahasa kisah ini.

Sosok Ren yang digambarkan sebagai pangeran yang tegar dan santun kadang kontras dengan sosok Kelsey yang tegar namun serampangan, mungkin perbedaan budaya keduanya yang menjadikannya begitu. Namun keduanya malah mnembuat kisah ini menjadi lebih hidup.

Rentetan petualangan yang disajikan memang menawan, namun ada bagian dimana saya merasa kok begitu mudahnya Kelsey menemukan petunjuk atau memecahkan masalah. Kadang segalanya  terlihat begitu mudah padahal jika dibuat tak semua hal mudah dan semua hal berjalan di relnya akan membuat kisah ini lebih greget, lebih seru.

Oh ya ada kesalahan kecil seperti salah edit di halaman 170, " Bagus buat pe-rutmu...." pasti bisa direvisi di penerbitan kedua kelak.

Yang pasti  bacalah dan ikut menyesal kenapa kisah ini segera berakhir sementara buku selanjutnya belum beredar!

Penulis: Colleen Houck
Penerjemah: Angelic Zai Zai
Penyunting: Prisca Primasari
Proofreader:Wiwien Widyawanti
ISBN: 9789794337165/UT-151
Halaman: 634
Harga: Rp  67.000


Kamis, 25 April 2013

Posting Bersama HUT BBI: Saya dan Putri

Saat mengikuti acara untuk HUT BBI dan menemukan tugas saya harus mengenal lebih dekat sosok Putri saya sempat bingung. Selain belum pernah bertemu, jalur komunikasi dan kesibukan kantor membuat saya bingung harus bercerita apa.

Pertolongan pertama mengintip pertanyaan yang dikirim oleh Oky untuk saya, ok ada ilham nih. Sebagai pelengkap saya intip rak buku Putri di Goodreads. Hemmmm ada beberapa buku yang sama-sama kita ulas. Mendadak saya menemukan sebuah kesamaan yang unik, perihal salah satu pengarang yang mempengaruhi kebiasaan membaca saat kecil. *joget-joget ceria*

Eyang Enid Blyton sungguh luar biasa!
Bagaimana tidak, nyaris seluruh sahabat-sahabat saya di dunia maya, sesama anggota Blogger Buku Indonesia memulai kecintaan terhadap buku melalui karyanya. Saya menghabiskan masa kecil dengan berhayal berkemah ala Lima Sekawan dan menghadiri rapat rahasia ala Sapta Siaga. Hadiah  ulang tahun terhebat saya adalah tenda! Saya dan sepupu sering mendirikan kemah kagetan di pojok kebun. Impian (yang nyaris) jadi kenyataan.

Putri Utama juga begitu
Sejak SD ia sudah terpesona dengan kisah-kisah Enid Blyton yang bisa dipinjam di perpustakaan sekolah.  Konon di sana buku pelajaran malah lebih sedikit dibanding buku cerita dan ensiklopedia. Saya jadi penasaran bagaimana yah situasi disana. Jika saat SD sekolah saya punya perpustakaan seperti itu mungkin saya murid yang paling rajin berkunjung.

Jika saya sangat terpesona dengan kisah yang memacu adrenalin seperti Lima Sekawan dan Sapta Siaga, maka Putri lebih menyukai kisah ala sekolah, Mallory Towers. Kover buku dengan nuansa biru jelas hal pertama yang membuat saya memutuskan mengoleksi  seri ini. Sosok Darrell Rivers yang meledak-ledak sungguh merupakan saya dikala itu. Walau saya sangat ingin bisa menjadi seperti Alicia Johns yang pandai atau Sally Hope yang belakangan kian dewasa.  Sementara Putri lebih tertarik karena kisahnya bercerita tentang kehidupan di asrama. Cerita itu sungguh berkesan baginya, "Setiap teringat dengan sekolah berasrama khusus perempuan aku langsung teringat Mallory Towers."

Sesama penggila buku, ternyata tips menjaga buku tidak beda jauh. Sampul dan silica gel  merupakan andalan utama. Lucunya belakangan ini kami berdua sama-sama stop menyampul buku. Sejak kerja di Perpustakaan UI saya makin semangat menyampul, awalnya ^_^ Terutama karena bisa nitip-beli sampul plastik import yang ngak bakalan nempel jika ada dua buku berhimpit, harganya jauh lebih murah dari pada saya beli di toko buku. Hanya belakangan waktu juga yang membuat saya tak sempat menyampul. Putri mengakali ujung buku dengan selotip agar lebih keras hingga buku lebih terjaga. Sementara saya sangat musuhan dengan selotip. Saya pergunakan double tape dan hanya pada sisi ujung dimana plastik bertemu plastik. Hingga saat akan diganti tinggal copot.

Sejak tergabung dalam Ordo Buntelan, para pengejar buku gratisan alias buntelan pertimbangan pembelian buku saya lebih selektif lagi. Misalnya adakah kuis berhadiah buku ini, siapa penulisnya atau editornya apakah aku kenal hingga bisa "nodong" gratis. Tentunya setelah melihat kisahnya, rekomen yang sudah  membaca serta kover. Lucunya point tersebut juga yang menjadi pertimbangan Putri saat membeli buku.

Pertimbanganku:

- harga buku -> kalau kelewat mahal ogah juga. Lebih baik nunggu diskon.
- serial buku -> buku yang serial sebelumnya udah punya, biasanya dibeli lanjutannya
- sinopsis dan nama besar penulis -> tapi ini gak selalu karena aku bukan tipe pembaca yang terlalu fanatik pada satu penulis. Kalau menurutku buku barunya kurang bagus, ya gak dibeli juga
- cover dan judul buku -> aku tipe pembaca yang bisa nggak sreg membeli satu buku hanya karena cover atau judulnya. Bisa tiba-tiba nggak mood untuk ngebeli buku

Sungguh menarik!
Ternyata walau ecara fisik kami tidak pernah bertemu eh belum pernah ternyata kecintaan kami terhadap buku membuat banyak persamaan. Terima kasih sangat kepada Blogger Buku yang membuat kita punya SAUDARA diseluruh pelusuk tanah air *hug*

Kejutan masih berlanjut.
Saat kecil, aku sangat ingin bisa menjadi George, tokoh di Lima Sekawan. Cewek tomboi tapi berhati besar. Atau Paman Gober tapi tidak kikir bahkan iri dengan keberuntungan si Untung. Sementara Putri juga angan-anngan. Terpikat oleh peralatan kerja yang keren, Putri ingin  menggantikan posisi Moris, ahli forensik di serial In Death-nya J.D. Robb. Wah kalau  aku sempat kagum dengan kepandaian salah satu pembunuh bayaran wanita. Jangan-jangan kita bisa "perang" di buku ini aku jadi pembunuh bayaran lalu Putri yang melakukan investigasi, halah...!


Kadang aku merasa aku orang yang sableng. Meninggalkan kenyamanan kerja di FK dengan tunjangan yang lumayan hanya agar bisa kerja di perpustakaan dengan gaji yang standar sekali. Meninggalkan semua fasilitas hanya agar bisa mencium bau apek buku-buku tua tanpa perduli sakit asma bisa kumat, menikmati menyentuh debu-debu yang menempel di buku-buku, sensasi menemukan buku yang menawan di rak hingga terenyuh melihat buku yang butuh perbaikan. Perjalananku menuju kantor membuatku bisa memandang kantor dari sisi seberang. Hingga saat ini aku masih bisa merasakan sensasi bahagia bisa bekerja diantara buku-buku walau aku harus berada di bagian yang dulu sangat aku tidak suka, keuangan. Buatku tak masalah, sangat seimbang yang aku dapat dengan pengorbanan yang aku lakukan, lebih malah.

Putri juga sama tulalitnya^_^
Biar bagaimana urusan buku dan membaca ternyata mempengaruhi kehidupan kita tanpa disadari. Simak saja kutipan berikut, " Waktu masih pendidikan tingkat akhir dulu aku pernah memilih tempat pendidikan yang diluar kota berdasarkan keberadaan dan kelengkapan rental buku yang ada dikota itu.Karena tingkat akhir, orangtuaku ngelarang aku buat beli dan minjem buku yang tidak berhubungan dengan kuliah karena takut aku lebih milih baca buku cerita daripada textbook. Dan takut pendidikanku jadi berantakan. Satu-satunya cara supaya tetap bisa membaca buku adalah dengan cara seperti kubilang." 

Jika Putri menyebutkan mamanya sebagai orang yang "bertanggung jawab" membuatnya suka membaca plus perpustakaan sekolah saat SD, saya akan menyebut Ibu Nani guru SD kelas 1 ku. Beliau membuatku kian menyukai membaca. Senang rasanya bisa mengetahui bagaimana "bunyi" tulisan di buku yang selama ini hanya bisa kulihat saja.

Buku terakhir yang ada di blog Putri adalah Perfect Chemistry  karangan Simone Elkeles. Jika Putri membaca versi bahasa asli, maka saya membaca versi terjemahan sekitar 1-2 tahun lalu. Buku yang mengajarkan seseorang untuk mau mengejar impian dan cintanya.

Buku memang luar biasa!
Mempertemukan orang-orang yang berjauhan  secara fisik, belum pernah bertemu namun  merasa dekat di hati. 

Saat berjalan menuju tempat fotocopy, petugas toko buku Books & Beyond memanggil menginfokan program khusus. Tiba-tiba mata melirik ke salah satu buku yang tergeletak di sana. Terbesit pikiran apakah sis Putri berani mencoba sesuatu yang berbeda?

Terbit sekitar bulan Februari buku ini menawarkan sesuatu yang berbeda. Tidak sesuai dengan pakem cerita yang sudah melegenda. 

Tak ada salahnya kan mencoba sis Putri
Buktikan dirimu bernyali he he he
Semoga puas dengan cpretan yang dikebut 1 jam ini ^_^
*HUGGGGG*






Kamis, 18 April 2013

Bukan Kisah Cinderella Biasa


Judul: Confessions of an Ugly Stepsister
Penulis: Gregory Maguire
Penerjemah: Khairi Rumantati
Penyunting: Ida Wajdi
Penyelaras: Nadia Luwis
Pewajah  Isi: Aniza Pujiati
ISBN: 978-979-024-500-6
Halaman: 444

Aku tidak terlalu peduli apakah kau bahagia atau tidak. Tapi, kalau kau sedang keluar, aku merasa lebih  aman berada di dapurku. Semakin dibutuhkan, semakin pribadi. Panggil aku Cinderling-Gadis Abu Kecil.

Panggil aku Gadis Abu, Cinderella, aku tidak perduli. Aku merasa aman di dapur.


Kisah Cinderella, Upik Abu sudah melegenda. Nyaris setiap orang saat kecil pernah mendengar, membaca, menonton  kisah itu. Minimal satu kali dalam kehidupannya.  Ceritanya mengenai seorang anak perempuan cantik yang baik hati bernama Cinderella. Ia tinggal bersama ayah,ibu tiri serta dua saudara tirinya.  Setelah ayahnya berpulang, Cinderella dipaksa mengerjakan pekerjaan rumah tangga sebelum matahari terbit hingga matahari terbenam. Sementara kedua saudara tirinya justru bermalas-malasan.

Dan seterusnya…
Buku ini justru menawarkan hal yang berlawan dengan kisah itu. Saudara tiri Cinderella terasing karena kecantikannya dan ketenarannya.  Mereka saling menyayangi namun dengan cara yang unik. Tak satu pun diantara kedua saudara tiri itu yang menyiksanya dengan pekerjaan rumah tangga atau minta dilayani. Justru Cinderella sendiri yang melakukan seluruh pekerjaan dan menututi dirinya dengan abu dapur.

Berawal dari keinginan mengunjungi kakeknya Pieter ten Brock , Margareth membawa anak-anaknya Ruth dan Iris mengarungi  samudra menuju Belanda dari Inggris. Kabar  kematian sang suami  Jack Fisher  merupakan salah satu alasan ia harus mengunjungi sang kakek.  Celakanya saat mereka tiba dengan letih dan lapar serta kehabisan uang pastinya,mereka baru tahu sang kakek sudah meninggal beberapa tahun lalu dan rumah itu ditinggali oleh bukan apa-apa mereka. Tak ada kewajiban bagi para penghuni rumah itu untuk membantu orang asing yang kelaparan.

Sebagai seorang ibu, Margareth berusaha mencari cara agar ia dan kedua putrinya bisa mendapat tempat berteduh dan makan.  Bukan hal yang mudah. Berbagai cara ditempuhnya hingga berteriak di setiap pintu rumah penduduk. Keberuntungan kecil membawanya ke rumah seorang pelukis berbakat, The Master. Margareth bertugas menjadi semacam pengurus rumah tangga sementara kedua anaknya juga mendapat tugas selain harus membantu ibu mereka.

Setiap hari Iris harus duduk di kursi yang terkena cahaya utara hingga Master bisa mengawati wajahnya dan membuat lukisan.  Iris memang memiliki wajah menarik dengan kecerdasan yang terpancar di sana. Sementara sang kakak, Ruth yang bisa dikatakan bodoh dan agak terbelakang, mendapat tugas memetik bunga dan rumput liar setiap hari.

Seorang pedagang Bunga Tulip Van Den Meer terpesona akan lukisan wajah Iris. Ia meminta Master melukis wajah anaknya, Clara. Secara fisik Clara merupakan anak yang mempersona hanya saja ia cenderung tertutup. Clara sangat percaya ia adalah Changeling. Sang ibu juga membuat keadaan kian parah dengan berusaha menjaganya seakan porselen mudah pecah.

Sang pedagang juga tertarik dengan Iris. Ia ingin menjadikan iris sebagai teman bagi Clara juga mengajarinya Bahasa Inggris. Margareth dan Ruth juga ikut tinggal disana bersama iris sebagai pengurus rumah tangga. Pada bagian ini kisah mulai menarik.

Margareth yang sejak awal kisah digambarkan sebagai sosok yang tegar, ambisus juga licik  walau saya pribadi cenderung menganggapnya pandai menemukan peluang bagi dirinya, menganggap hal ini sebagai peluang untuk memperbaiki kehidupannya serta kedua putrinya. Salah satu buktinya adalah saat ia “melompat” dari seorang kepala rumah tangga menjadi ibu tiri Clara.

Ia akan menjadi ayah tiri kalian
Karena aku dibutuhkan untuk menjadi ibu tiri Clara

Tak ada yang mengetahui bagaimana caranya ia bisa membuat Van Den Meer mau menikahinya. Atau apakah ia juga berperan dalam kematiang istri Van Den Meer mengingat ucapannya, “  Tuhan merampas satu nyawa baik untuk  menyelamatkan nyawa kita yang menyedihkan.”

Kisah ala Cinderella dimulai dari sini.
Margareth sangat terlihat ingin mengubah  Clara menjadi sosok yang berbeda. Ia memaksa Clara melakukan pekerjaan rumah tangga dengan cara yang berbeda. Misalnya sengaja membiarkan Clara bosan di rumah dan merasuki dirinya bahwa kebosanan akan hilang jika ia melakukan pekerjaan rumah tangga. Tak ada kekerasan ala kisah-kisah klasik yang  ada justru penindasan dengan gaya elegan, perang syaraf.

Sebagai ibu, Margareth akan melakukan apa saja untuk putri-putrinya bahkan dengan segala cara termasuk memaksa Iris agar mau datang ke pesta dansa seorang pangeran sementara Clara yang justru menawan dan paling cantik harus puas dengan rencana dinikahkan dengan seorang tukang jahit! Margareth akan melakukan apa saja agar tidak tinggal di penampungan setelah kebangkrutan suami barunya. Jika perlu ia akan melepas Clara pada penawaran tertinggi, asal tidak melebihi Iris tentunya.

Clara sendiri  justru menemukan rasa nyaman dengan melakukan aneka pekerjaan rumah tangga. Ia bukan lagi gadis dengan kecantikan mempesona, semuanya tersembunyi di balik debu dan asap dapur.  Karakter Clara yang awalnya terlihat lemah belakangan berkembang menjadi sosok yang tegar dan kuat. Bahkan ia tak ragu-ragu menentang Margareth dan berkata pedas di depannya.

Bukan saja karena kisahnya menawarkan versi berbeda dari kisah Cinderella yang sudah umum tapi perkembangan karakter pada tokoh membuat kisah ini memikat. Kita juga diajak mengikuti bagaimana perkembangan kehidupan masyarakat  Belanda di abad tujuh belas. Dimana aneka wabah mematikan mulai menyerang.

Ilustrasi yang disajikan juga memanjakan mata kita. Buku ini terdiri dari lima bagian dimana tiap bagiannya terdiri dari beberapa bab. Pemberian judul pada tiap bab juga mempergunakan kalimat yang mengundang rasa ingin tahu, misalnya pada bagian empat dengan judul Galeri Kekeliruan Tuhan terdapat  delapan bab antara lain berjudul  Changeking, Sihir sederhana dan lainnya.

Cinderella adalah dongeng tradisional dengan versi yang dijumpai di banyak negara, dengan berbagai variasi. Versi paling awal dari cerita ini berawal dari Cina pada 860. Dia tercatat di The Miscellaneous Record of Yu Yang oleh  Tuan Ch'ing-Shih, sebuah buku yang ada sejak Dinasti Tang. Versi paling terkenal ditulis oleh penulis Perancis charles Perrault pada tahun 1697 berdasarkan cerita rakyat ditulis oleh  Giambattista Basile      sebagai La Gatta Cennerentola pada 1634 namun film animasi dari Walt Disney Production    telah menjadi standar versi  kontemporer (http://id.wikipedia.org/wiki/Cinderella)

Kisah ini sudah diangkat ke film oleh sutradara Gavin Millar pada tahun 2002 dengan judul sama dengan buku. 
Kejutan belum berakhir!
Pembaca akan terkejut ketika mengetahui siapa yang menjadi narator kisah ini,

Gambar:

Minggu, 14 April 2013

The Notthing Hill Mistery


Hal 1/4                                                                                           


                                           MEMO


Tanggal  : 13 April  XZ12
Status    : Sangat Rahasia
Kepada   : 1. Blogger Buku Indonesia
               2. Ordo Buntelan
               3. Muthia Esfand, Lulu Fitri  Rahman-visimedia
Dari       :  Kepala  Seksi Kisah Detektif
                Perpustakaan  Federasi
Perihal   :  Buku The Notting Hill Mystery
================================================
Belum lama berselang, terjadi perdebatan antara penggemar cerita misteri perihal buku The Notting Hill Mystery.  Perdebatan tersebut mengacu pada artikel di http://mysteryfile.com/blog/?p=6959. Pihak Seksi Kisah Detektif Perpustakaan Federasi merasa perlu memastikan buku mana yang dimaksud sehingga tidak terjadi kerancuan dalam pembahasan.

Buku tersebut terbit pertama kali pada 29 November 1862 dalam bentuk serial sebanyak delapan bagian di majalah Once A Week yang terbit di Inggris.  Penulisnya menggunakan nama pena Charles Felix.  Tahun 1863  kisah  ini diterbitkan ulang  sebagai novel utuh yang terdiri dari 8 bagian. Selain keberadaan sang penulis yang menggugah rasa ingin tahu, cara bercerita yang tak bisa juga memberi nilai lebih.

Kisahnya  mengenai seorang detektif bernama Ralph Henderson  yang disewa oleh pihak asuransi. Pihak asuransi merasa perlu melakukan penyelidikan di balik polis asuransi berharga ribuan poundsterling yang diklaim kepemilikannya. Diduga ada misteri di balik kematian pemegang polis asuransi yang menguntungkan bagi sang suami. Sang tertuduh  Baron R** merupakan terapis bagi kesembuhan Mrs Andeton, putri Lady Boleton yang sejak kecil memang memiliki gangguan kesehatan. Saudara kembarnya yang diduga diculik sejak kecil oleh Gipsi ternyata merupakan asisten sang Baron. Namun tak ada yang menyadari hubungan keduanya, kecuali sang Baron. Kebetulan yang menguntungan ini dimanfaatkan oleh Baron R** untuk kepentingan pribadinya dengan menggunakan keahliannya dalam hal hipnosis, medis, dan kimia.


Hal 2/4

Jangan khawatir!
Saya bukan hendak mengganggu kenikmatan membaca dengan membeberkan kisahnya. Menariknya buku ini adalah cara bercerita yang tidak biasa digunakan pada kisah misteri. Umumnya kisah misteri memberikan petunjuk secara tersembunyi, pembaca harus jeli mencari petunjuk yang ada, merangkai kejanggalan, memastikan sebuah petunjuk hingga menentukan bagaimana sebenarnya misteri itu berlangsung. Dalam kisah ini, penulis justru perlahan mengungkapkan siapa pelaku kejahatan, siapa korban, siapa yang menjadi saksi. Berbagai fakta kejahatan justru sudah dipaparkan pada awal kisah.

Jika kisah Sherlock Holmes mengisahkan bagaimana Sherlock Holmes dibantu dr Watson mencari petunjuk, membuat kepalanya menelaah sel-sel kelabu  maka dalam kisah ini justru sebaliknya. Sel-sel kelabu justru sudah terlihat sejak awal.  Miss Marple menggunakan cara unik untuk menemukan berbagai fakta, lalu ia hanya tinggal melengkapi untuk mencari pelakunya. Jupiter Jones dari Trio Detektif menguji dugaannya sebelum mengungkapkan peristiwa sesungguhnya.

Kisah ini berbeda.Yang pembaca harus lakukan adalah menelaah bagaimana hubungan antara sel-sel kelabu itu. Pembaca sudah disodori fakta yang sudah teruji kebenarannya dan siapa pelaku, tinggal mencari bagaimana caranya pelaku melakukannya

Pengungkapan fakta-fakta dalam kisah ini juga dilengkapi bukti otentik. Misalnya perihal pernikahan tersangka dengan korban, pembaca bisa membaca Sertifikat Pernikahan keduanya pada halaman 93. Para penggemar kisah misteri bisa  mencoba menghubungkan aneka petunjuk yang menjadi catatan kaki dalam buku ini. Misalnya catatan kaki berbunyi," Bandingkan Bagian II.2 dan 5, serta Bagian III.1" pada halaman 92. Hal tesebutkan  dimaksudkan untuk menjelaskan beberapa fakta dan hubungan  beberapa tokoh.

Ibarat memasak, kita sudah disodori bahan dan masakan jadi sebagai contoh. Tugas kita adalah menemukan bagaimana memasak yang tepat agar bisa sesuai dengan contoh. Cara penyajian buku ini sungguh unik dan menantang. Apalagi mengingat saat penerbitannya yang pertama sekitar 150 tahun lalu.

Bagi mereka yang berkecimpung di dunia keamanan, sangat direkomendasikan membaca buku ini. Kadang pelaku kejahatan sudah terungkap dengan jelas hanya yang sulit adalah bagaimana membuktikannya. Sama juga dengan para petugas yang instingnya langsung tahu siapa pelaku kejahatan tapi kesulitan membuktikan keterlibatannya.  Buku ini mengajari banyak hal termasuk jangan melupakan fakta sekecil apapun. Dalam kisah ini adalah fakta bahwa salah satu tokoh yang dituduh menjadi pelaku adalah sosok kidal. 

Hal 3/4

Hal kecil jika dianggap kekurangan adalah dari pemilihan font. Terlalu kecil hingga sedikit mengganggu kenikmatan. Apalagi jika menilik bagian sinopsis. Huruf dengan font kecil berwarna putih memang kontras dengan latar belakangkover belakang yang gelap, namun juga membuat kurang nyaman mata yang membacanya. Dikhawatirkan banyak calon pembaca yang mundur karena malas membaca sinopsis, bagian penting  dalam pengambilan keputusan untuk membaca sebuah buku. 

Guna memudahkan pemahaman kisah, berikut cuplikan dalam http://privathipnotis.blogspot.com/2012/02/mengenal-hipnosis-hipnotis-hypnotism.html. "Hipnotis adalah cabang ilmu psikologi yang mempelajari pengaruh sugesti terhadap pikiran manusia. Dalam literatur barat, hipnotis disebut "hypnosis" atau "hypnotism" yang berasal kata "hypnos", nama dewa  tidur dalam mitologi Yunani Kuno. Dulu ilmu hipnotis tidak ada namanya, sampai pada tahun 1940-an seorang dokter inggris, James Braid, memberi nama "hypnotism" karena ia mengira kondisi trance itu sama dengan tidur. Namun akhirnya James Braid menyadari bahwa kondisi trance tidak sama dengan tidur. Seorang yang mengalami trance masih sadar dan masih mendengar seperti biasa yang mana hal itu tidak terjadi ketika seseorang tidur. Untuk itu, James Braid mencoba mengganti nama hypnotism menjadi monoideaism yang artinya suatu kondisi dimana seseorang sangat fokus pada suatu ide sehingga mengabaikan sekitarnya. Namun karena nama hypnotism terlanjur populer, maka istilah monoideaism menjadi tidak terkenal. Jadi, sebenarnya hypnosis atau hypnotism adalah nama yang kurang tepat untuk ilmu ini."

Sekedar mengingatkan asuransi  yang dimaksud dalam kisah ini menurut versi wikipedia adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada tindakan, sistem, atau bisnis dimana perlindungan finansial (atau ganti rugi secara finansial) untuk jiwa, properti, kesehatan dan lain sebagainya mendapatkan penggantian dari kejadian-kejadian yang tidak dapat diduga yang dapat terjadi seperti kematian, kehilangan, kerusakan atau sakit, dimana melibatkan pembayaran premi secara teratur dalam jangka waktu tertentu sebagai ganti polis yang menjamin perlindungan tersebut.  Istilah "diasuransikan" biasanya merujuk pada segala sesuatu yang mendapatkan perlindungan.

Buku menjadi koleksi perpustakaan berkat campur tangan Dina Begum, penerjemah yang karyanya bisa dinikmati di berbagai kelas dalam perpustakaan ini.

Hal 4/4        

Untuk bisa memperoleh akses membaca di Perpustakaan harap memasukan data rahasia berupa;

Nama Penulis : Charles Felix
Penerjemah : Lulu Fitri  Rahman
Penyunting : Muthia Esfand
ISBN : 979-065-122-8
Halaman: 252
Penerbit : visimedia
Jumlah point yang harus diserahkan adalah: 42.000 satuan rupiah.

Selamat membaca

Jumat, 12 April 2013

Pemakaman Rumah Bagi Nobody Owens



Judul:The Graveyard Book - 
        Cerita dari Pemakaman
Penulis: Neil Gaiman
Alih bahasa: Lulu Wijaya
Editor: Ariyantri E. Tarman
Desain Sampul: Em Te
ISBN: 978-979-22-9460-6
Halaman: 357
Penerbit: Gramedia Pusaka Utama


Anakku!
Dia mau mencelakai anakku!
Lindungilah anak lelakiku!

Seorang ibu secara naluriah pasti akan meminta perlindungan bagi buah hatinya kepada siapa saja yang dianggap mampu memberikan perlindungan. Dan siapa yang kuasa menolak kehormatan itu? Begitu juga yang terjadi terhadap Mrs Owens saat seorang ibu memohon agar ia berkenan melindungi anak lelakinya.

Sebuah permintaan yang wajar. Begitulah kasih ibu pada anaknya. Masalahnya justru pada yang meminta dan diminta. Mrs Owens adalah hantu berusia beberapa ratus tahun, sang ibu baru saja menjadi korban pembunuhan.  Sementara sang anak yang harus dijaga adalah sosok hidup! 

Lalu bagaimana bisa keluarga hantu mengasuh anak yang hidup? Justru disanakah uniknya kisah ini. Dengan piawai Neil Geiman mengajak kita menikmati suasana kekeluargaan, memahami siapa sesungguhnya keluarga kita, makna keluarga bahkan di lingkungan yang paling tak masuk akal sekalipun, pemakaman.

Nobody Owens alias Bod merupakan satu-satunya sosok yang hidup di pemakaman itu. Wajahnya tidak mirip siapa pun selain dirinya sendiri, karena itu ia diberi nama Nobody. Orang tua dan kakaknya dibunuh secara keji pada suatu malam. Ia selamat karena terbangun dan memutuskan untuk berkeliaran hingga akhirnya berada di bukit tempat pemakaman berada.



Bod secara resmi diasuh oleh keluarga Owens dengan wali Silas sosok yang digambarkan disegani dalam kisah ini. Tak ada masalah yang tak bisa diselesaikannya. Silas bisa berada di perbatasan antara dunia yang sudah ditinggalkan oleh yang lain dan dunia yang mereka jalani saat ini.  Silas membasahi bibirnya dengan air minum tapi tidak meneguknya.Tapi pada kenyataannya seluruh penghuni pemakaman berperan dalam kehidupannya. 

Terpenting Bod mendapat Kebebasan Pemakaman. Pemakaman akan menjaganya dari orang jahat, antara lain orang yang membunuh seluruh keluarganya. Ia bisa berjalan di beberapa jalan yang tidak boleh ditempuh orang hidup, melihat dalam gelap, mata orang hidup bisa dikelahui agar tidak melihatnya.

Kehidupan Bod unik. Tidak saja karena ia diasuh oleh hantu tapi cara belajarnya juga unik. Untuk urusan abjad ia belajar dengan cara meletakkan jarinya di batu-batu nisan. Sebagai latihan menulis, ia menyalin huruf dan angka yang ada di nisan, lalu pada malam hari ia akan meminta walinya, Silas untuk menjelaskan apa yang ditulisnya dan menerjemahkan bahasa latin jika ada.

Sesaat  kehidupan Bod  aman dan nyaman walau terlihat aneh bagi orang lain. Tapi bahaya masih mengancam dirinya. Belakangan sosok yang dulu membunuh keluarganya masih berusaha mencarinya. Ia dianggap merupakan bahaya bagi kelangsungan keberadaan sebuah persekutuan. Keadaan kian kacau bahkan membahayakan keselamatan sahabatnya dari masa kecil, seorang gadis bernama Scarlett.




Salah satu bagian dari kehidupan Bod adalah saat ia berurusan dengan Ghoul. 




Dengan menyebutkan Presiden Amerika ke-33, kaisar Cina serta penulis Victor Hugo adalah Ghoul membuat saya meringis. Dalam http://blogmitologi.blogspot.com disebutkan bahwa Ghoul adalah monster kanibal yang menggali kuburan untuk memakan mayat yang baru dikuburkan dan memakan daging manusia, menculik anak-anak untuk dimakan, menyerang orang yang tidak waspada, dan sering diklasifikasikan sebagai mayat hidup. Makhluk ini biasanya berhabitat di kuburan dan pemakaman. 






Sementara http://uniqpost.com/27753/7-makhluk-mitologi-dari-arab menyebutkan Ghoul adalah makhluk mitologis rakasa dari cerita rakyat Arab kuno yang tinggal di kuburan dan tempat-tempat tak berpenghuni. Kata bahasa Inggris berasal dari nama Arab untuk makhluk: غول ghul, yang secara harfiah berarti “setan”. Ghul adalah jenis jin jahat diyakini menjadi bapak iblis. Mengertikan kenapa saya meringis.




Senyaman apapun Bod tinggal di pemakaman, pada suatu saat ia harus meninggalkannya. Ia harus keluar dan beradaptasi dengan sesama manusia hidup. Tak ada yang menyadari waktunya kian dekat. Beberapa saat saat usianya menginjak akil baliq, banyak yang berubah dalam diri Bod seperti kadang ia tak bisa melihat orang mati lagi, rubah di pekuburan takut padanya. Hal itu merupakan tanda ia harus segera meninggalkan pemakaman.





Buku ini memanjakan kita dengan kisah yang menawan. Pemakaman yang sering digambarkan angker dan menakutkan justru menjadi sangat nyaman dalam kisah ini. Bod seakan memiliki rumah yang sangat luas dimana ia bisa berlindung dengan aman dan nyaman. Saya yang biasanya merinding saat melewati atau memasuki area pemakaman ikut merasakan kenyamanan Bod di sana.





Banyak hal kocak juga yang diakibatkan karena keluguan Bod. Sepanjang hidup ia hanya berurusan dengan hantu, maka saat ia bersahabat dengan Scarleet hingga memasuki sekolah banyak kejadian yang menyentuh. Atau saat ia berurusan dengan orang jahat karena ingin membeli nisan bagi hantu sahabatnya. Bod sama sekali tak tahu ia dalam bahaya, yang ia tahu hanyalah bagaimana mewujudkan keinginan sahabatnya.





Aneka makhuk dan hantu membuat kisah kian menawan. Neil Gaiman membuat mereka menjadi bagian kisah secara wajar jauh dari kesan seram. Jika mereka bertindak menakutkan dan menyeramkan, Ghoul misalnya itu karena mereka memang memiliki peran sebagai sosok yang menakutkan dan menyeramkan. Semua tergambar secara natural.





Kover buku ini jelas tidak menimbulkan kesan menyeramkan, apalagi dibandingkan dengan terbitan  lain. Apalagi pilihan  kover jatuh pada warna biru, warna kesayangan saya.  Hingga kesan yang ditampilkan menjadi meneduhkan. Siluet anak laki-laki yang duduk langsung membuat kita merasa ini adalah kisah tentang seorang anak laki-laki dan pemakaman walau tak membaca sinopsis di bagian belakang









Dalam wikipedia, pemakaman (permakaman) atau pekuburan adalah sebidang tanah yang disediakan untuk kuburan. Pemakaman bisa bersifat umum (semua orang boleh dimakamkan di sana) maupun khusus, misalnya pemakaman menurut  agama, permakaman pribadi milik keluarga, Taman Makam Pahlawan, dan sebagainya.





Pada akhirnya, kita semua akan menjadi penghuni pemakaman. Hanya tinggal menunggu kapan giliran kita tiba. Maka persiapkanlah bekal sebanyak-banyaknya.





Gambar:

http://areapublik.blogspot.com/2012/11/5-mitologi-zombie-terpopule