Senin, 20 Mei 2024

2024#10: Misteri di Desa Bokudi

Judul asli: Vermilion Rain
Penulis: Kai Elian
Penyunting: Vania Adinda
Ilustrasi sampul: Kesampulan
Ilustrasi isi: Kai Elian
ISBN: 9786020669724
Halaman: 296
Cetakan: Pertama-2024
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Harga: Rp 89.000
Rating: 4/5

Dia membuka mulutnya. Kupikir anak itu akan berbicara, tapi lagi-lagi cairan merah seperti darah mengalir dari mulutnya
-hal 73-

Apa yang Anda rasakan jika mengalami hujan tiada henti? Mungkin merasa kondisi kesehatan yang menurun, mobilitas yang terganggu, hingga emosi yang menjadi lebih sensitif. Singkatnya, walau hujan dibutuhkan dan dirindukan, namun mengalaminya dalam waktu lama tanpa henti bisa menimbulkan rasa khawatir.

Bayangkan yang terjadi di Desa Bokudi di lereng Gunung Morui! Sembilan puluh hari hujan turun tanpa henti. Jika tidak segera diatasi, lereng gunung akan longsor dan mengubur seluruh desa. 

Sebuah ekspedisi dibentuk, terdiri dari Elang Langit, seorang pakar klimatologi; Asayana Brahma-Asa, ahli meteorologi yang banting stir menjadi disaster hunter yang juga sahabat Elang; Wicky dari Basarnas; Dito, ahli geologi; dan Jose, seorang dokter. Mereka harus menyelidiki fenomena tersebut dan melakukan evakuasi warga untuk menghindari tertimpa longsor.

Banyak informasi awal yang mengejutkan mereka. Ternyata hujan sudah berlangsung berkepanjangan selama 7 tahun. Setiap Februari, hujan akan terus turun selama 5 bulan. Selain itu, kondisi fisik penduduk desa yang memprihatinkan. Ada yang kakinya berkelojotan, tangan tertekuk, jari-jari bengkok, dan berbagai kondisi lainnya.

Situasi semakin runyam dengan adanya sosok yang dianggap sebagai kepala adat setempat. Meski ada kepala desa, penduduk sangat menghormati dan mengikuti arahannya, bahkan cenderung lebih menaatinya. Khusus untuk Asa, ada tambahan sosok lain yang selalu muncul di dekatnya. 

Kisah ini memicu adrenalin pembacanya. Belum lagi berbagai misteri yang menarik untuk dipecahkan. Kenapa ada pohon beracun yang justru ditanam di halaman puskesmas? Siapa sosok yang sering mengikuti Asa? Siapa dalang penyebab kematian anggota rombongan tersebut? Dan bagaimana hujan bisa turun sekian lama di sana? Menarik!

Ada beberapa hal yang membuat saya penasaran. Dalam suatu bagian, dikisahkan bagaimana Asa menghubungi anak dan istrinya melalui telepon genggam. Ada dua hal yang aneh bagi saya. Pertama disebutkan tidak ada listrik di desa tersebut, lalu bagaimana cara Asa bisa menjaga baterai telepon genggamnya?

Soal tidak tersedianya jasa layanan 
saya mengasumsikan ia mengunakan telepon satelit, walau agak ragu juga jika membaca uraian yang ada. Tapi bukannya hal tersebut tidak mungkin dilakukan.

Kedua, Asa digambaran bisa berbicara denga istrinya, namun ada saja alasan yang dibuat sang istri  sehingga Asa tidak bisa berbicara dengan anaknya. Sesibuknya sang anak, tentunya  akan  diluangkan waktu untuk berbicara dengan  ayahnya yang sedang bertugas jauh.

Kemudian, bagaiman telepon yang ditambatkan  di ikat pinggang diduga terjatuh, kemudian di halaman lain sudah dipergunakan lagi. Padahal dugaan lokasi jatuhnya bukan daerah yang bisa dilalui dengan mudah, jadi bagaimana bisa dengan mudah menemukan barang hilang.  Ternyata jawabannya ada di halaman 12X

Saya memang tipe yang kurang memperhatikan aneka tulisan di kover ketika memutuskan untuk membeli sebuah buku. Judul yang unik serta premis yang menarik, menjadi alasan saya membeli buku ini. Perihal penulisnya memenangkan juara ketiga dalam Lomba Novel Thriller GPU x GWP, baru saya sadari ketika sedang mengagumi kover.

Pada bagian awal kisah disebutkan ada 5 anggota tim serta seorang kepala desa yang  membantu. Tapi dalam kover hanya ada digambarkan 4 orang. Seseorang yang mendayung, saya asumsikan adalah kepala desa. Lalu kemana 1 orang lagi? Hem.... misterius sekali!

Wajah seorang gadis yang yang tersenyum ramah dari balik pohon, lumayan kontras dengan tatapan mata yang diberi warna merah, menyeramkan. Seakan melihat makhluk jahat yang sedang tersenyum ramah, kontras.

Ilustrasi dalam buku terkait lokasi kisah dalam buku ini juga tak kalah menarik. Melihatnya seakan menambah rasa ketegangan dalam menikmati kisah. Duo ilustrator yang layak mendapat acungan jempol.

Selain memberikan hiburan, buku ini juga memberikan tambahan seputar cuaca, limbah industri yang beracun, serta Vermilion yang disebutkan dalam judul. Riset yang dilakukan penulis tidak kaleng-kaleng.

Menurut situs berikut  arti Vermilion adalah merah terang atau ver·juta·lion [ver-mil-y uh n]. Lebih lanjut dijelaskan bahwa menurut  kata benda berarti (1)warna merah tua yang cemerlang; (2)pigmen berwarna merah cerah dan tidak larut dalam air yang terdiri dari merkuri sulfida, yang dulu diperoleh dari cinnabar, sekarang biasanya dihasilkan melalui reaksi merkuri dan belerang.
 
Adapun manfaat serta perkembangan Vermilion bisa dibaca secara rinci di sini. Disebutkan bahwa Saat ini, vermilion  sering digunakan dalam seni dan desain untuk menciptakan gambar yang berani dan bersemangat. Demikian juga dalam membuat pakaian dan aksesoris, serta sering digunakan dalam riasan untuk menciptakan tampilan yang berani dan dramatis.

Pada bagian akhir, penulis menyebutkan bahwa kisah ini terinspirasi dari kisah nyata. Informasi terkait kasus yang diolah penulis bisa dilihat pada situs Kementrian Lingkungan Jepang. karya ilmiah dari Noriyuki Hachiya. Serta dari wikipedia.  

Dokumentasi kasus keracunan merkuri di Pulau Kyushu didokumentasikan oleh Eugene dan Mioko Smith pada tahun 1970 dan diangkat menjadi film dengan judul Minamata pada tahun 2021 dengan bintang Johnny Depp.

Penulis menyebutkan bahwa dari hasil riset, ada kasus pencemaran  lingkungan akibat limbah beracun di Teluk Buyat, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Dicurigai, limbah berasal dari area pertambangan emas di Kecamatan Ratatotok, Minahasa Selatan.

Seru!





Senin, 13 Mei 2024

2024#9: Dee Lestari Dan Kisah-Kisah 98 #2

 Lanjut bagian kedua. Kisah Perempuan Tanpa Gunung dari Aldi A. menyuguhkan makna yang dalam tentang arti persahabatan dan cinta kasih dari tiga orang sahabat yang memiliki latar belakang keluarga berbeda.

Nuraga nekat meninggalkan Jakarta menuju Makasar untuk mencari sahabat almarhum ayahnya hanya dengan berbekal sebuah foto lawas milik ayahnya yang sudah mulai memudar.  Sucipto-ayah Nuraga, Diah, dan Anming adalah sahabat baik. Mereka bersahabat tanpa membedakan latar belakang keluarga.

Sayangnya, peristiwa 98 membuat keberadaan mereka terpisah.  Nuraga hanya mendapatkan informasi minim dari buku harian sang ayah. Tak ada informasi lebih lanjut tentang Diah, sementara Aming dibawa ayahnya mengungsi ke Makasar.  

Buah kepergian Nuraga bukanlah menemukan sahabat-sahabat ayahnya, tapi terkuaknya rahasia yang selama ini dirahasiakan rapat oleh sang ayah. Termasuk siapa sebenarnya ibu kandungnya.

Salah satu bagian mengisahkan bahwa tanpa Nuraga sadari, ia telah bertemu dengan Aming. Suatu kebetulan yang sangat terjadi di dunia nyata, mengingat luasnya kota Makasar. Hanya saja, Aming dihadapannya adalah sosok yang berbeda,ia adalah Perempuan Tanpa Gunung.

Atas dasar kemanusia pula, bercermin dari apa yang dilakukan oleh Sucipto, Nuraga kembali ke Jakarta untuk menemui kekasihnya. Wanita yang sempat ia lupakan keberadaannya. Saat ini. hanya ia yang bisa membantu kekasihnya menjalani kehidupan sebagai korban kekerasan seksual.

Kenapa Aming tidak mengaku pada Nuraga dirinya adalah Aming? Apakah ia malu akan kondisinya? Apakah rasa malu mengalahkan keinginan untuk mengetahui kabar sahabatnya? Kenapa dalam catatannya Sucipto tidak pernah menyinggung tentang keluarga orang yang selama ini dianggap ibu oleh Nuraga? Setidaknya bisa membuat kisah berkembang.

Kisah terakhir dalam buku ini adalah Manusia Laron dari Dewanto Amin Sadono. Meski diletakkan pada bagian terakhir, namun kisah ini juga tak kalah unik.

Entah apa yang terjadi, namun Herman selalu merasa ada manusia laron yang akan datang dan menuntut balas pada dirinya. Maka, rumahnya dibuat bagaikan benteng tanpa celah. Gembok besar dipasang untuk melengkapi pertahanannya. 
Dengan demikian diharapkan tak ada manusia laron yang bisa masuk. Meski tingkahnya dianggap aneh, namun perbuatannya tidak merugikan orang lain.

Anak dan menantunya tinggal di tempat yang berbeda. Sang anak merasa ayahnya mengalami halusinasi, kekhawatiran berlebih. Menantunya menganggap begitulah jika orang yang sudah berumur, justru mereka harus memaklumi dan meningkatkan perhatian. Hanya sang cucu yang setuju dan percaya pada sang kakek.

Selanjutnya dikisahkan tentang bagaimana seseorang yang ditugaskan untuk melakulan pengintaian pada beberapa tempat, belakangan menjadi target penjarahan. Ia sengaja berputar di kota untuk memastikan target memang tepat sasaran,

Penulis memberikan latar belakang tentang beberapa tokoh. Meski agak terlalu panjang, namun hal ini perlu dilakukan agar pembaca bisa mengetahui bagaimana hubungan antara tokoh-tokoh yang ada, 

Jika saya tidak salah tangkap, orang yang ditugasi melakulan penjarahan berapa di salah satu kota di Jawa. Kenapa kota itu? Bukankah ada banyak kota lain yang bisa dijadikan sasaran? 

Pada bagian penutup, disebutkankan bahwa tokoh yang selama ini menjaga Herman, besok akan pergi berziarah pada korban kebakaran salah satu toserba di daerah K,Jakarta. Kenapa keterkaitannya dengan Peristiwa 98 tidak diracik lebih dalam sehingga membuat kisah semakin seru?

Dari 4 kisah dalam buku ini, sepertinya hanya karya  Dewanto Amin yang tidak menampilkan sumber informasi dalam kisahnya. Shan Patricia menyelipkan koran dan foto  sebagai sumber informasi karya wartawan senior yang juga merupakan salah satu tokoh dalam kisahnya. Aliurridha membuat tokohnya yang juga seorang penulis membaca surat elektronik  yang dikirimkan oleh  Lisa.  Kisah dari Aldi  A. memuat catatan harian Sucipto yang selama ini tersimpan rapi, kemudian ditemukan dan dibaca oleh Nuraga.

Selain itu, dari keempat kisah yang ada, hanya karya Shan Patricia yang  mengambil beberapa korban Peristiwa 98 sebagai tokoh kisah.  Sementara yang lain, mengetengahkan dampak peristiwa tersebut bagi satu tokoh saja. 

Secara keseluruhan, ada beberapa buku dalam seri ini. Penulis-penulis ternama memberikan rekomendasi kisah mana yang kayak masuk dalam buku. Saya baru membaca rekomendasi Dee, belum buku lainnya.

Buku yang menarik.

Jumat, 10 Mei 2024

2024#8: Dee Lestari Dan Kisah-Kisah 98 #1

Foto: Shan Patricia
Judul asli: Sepotong Kisah Di Balik 98: Cerita Pilihan Dee Lestari
Penulis: Shan Patricia, dkk
Penyunting: Ika Yuliana Kurniasih
ISBN: 9786026714916
Halaman: 400
Cetakan: Pertama-Januari 2024
Penerbit: PT Falcon Interactive
Harga: Rp 99.000
Rating: 4,25/5

Apa yang Anda ingat tentang peristiwa 98? Bagi saya, ingatan yang muncul adalah proses melahirkan yang maju, paniknya kondisi di rumah sakit akibat genting yang dilempari batu karena dianggap bagian dari milik penguasa saat itu, upaya mencari persediaan sembako dan susu bayi sementara jahitan belum juga kering.

Ketika peristiwa 98 terjadi, mungkin Shan Patricia, Aliurridha, Aldi A, serta Dewanto Amin Sadono-para penulis kisah dalam buku Sepotong Kisah Di Balik 98,  belum lahir atau masih berusia belia, sehingga kurang mendapat gambaran bagaimana suasana saat itu.

Tapi  informasi bisa diperoleh dari berbagai sumber, tinggal bagaimana mereka melakukan riset dan  mengolah hasil riset menjadi sebuah kisah menarik berdasarkan perspektif masing-masing.

Buku ini merupakan wujud dari hasil olah informasi yang mereka lakukan. Empat kisah terkait Peristiwa 98 yang bisa Anda baca.  Ada Kisah Dalam  Remboelan, Lisa Menjadi Lumba-Lumba, Perempuan Tanpa Gunung, serta Manusia Laron. Tiap kisah menarik! Supaya tidak terlalu panjang, dijadikan dua bagian ya ^_^.

Kisah Dalam Remboelan dari Shan Patricia mengisahkan tentang bagaimana beberapa penyintas Peristiwa 98 bertemu dan menuntaskan urusan masing-masing yang belum selesai. Ada seorang PSK, kakak yang kehilangan adiknya, anak perempuan yang lupa siapa keluarganya, dan seorang jurnalis. Pertemuan mereka diprakarsai oleh pemilik dan dilakukan di Kedai Teh Remboelan.

Sumber: Buku Sepotong Kisah Di Balik 98:
Cerita Pilihan Dee Lestari

Membaca kisah ini seakan-akan mendengarkan seorang sedang menceritakan peristiwa yang terjadi pada dirinya, serta beberapa orang yang terhubung dengannya melalui cara yang unik.

Saya penasaran, bagaimana cara  bisa menemukan para penyintas ? Ada beberapa pengunjung kedai teh yang digambarkan sering berkunjung dan merupakan Penyintas  98 juga. Jika para tokohnya memang ditemukan dengan cara yang unik. Namun bagaimana dengan para penyintas yang lain? Bagaimana mereka bisa mengetahui tentang kedai tersebut?  

Aliurridha melalui kisah dengan judul Lisa Menjadi Lumba-Lumba. sukses membuat bulu kuduk saya berdiri ketika membaca bagaimana rumah Lisa kecil dijarah. Lalu ada seorang bule yang merelakan kepala bercucuran darah demi melindungi anak-anaknya dari amukan warga. Serta bagaimana upaya warga memberikan perlindungan bagi mereka yang nyaris terkena lemparan batu tiada henti dari warga lain yang mengamuk.

Narator kisah ini-Alif, berteman dengan Lisa sejak sekolah dasar. Hubungan putus-sambung memberikan kesan tersendiri, terutama karena Lisa merupakan warga keturunan. Peristiwa 98 tidak hanya membuat kehidupan Lisa dan keluarganya menjadi berantakan, namun ternyata juga mengungkap rahasia kelam keluarga yang selama ini disembunyikan.

Setelah lama tak bersua, suatu ketika Lisa mengimkan surel pada Alif. Agar bisa terus berkomunikasi, Alif perlu menjawab pertanyaan yang dikirim melalui surel. Dalam kisah ini, pembaca seakan membaca surat yang disampaikan oleh Lisa. Penulis dengan apik mampu membuat perbedaan mana narasi yang disampaikan oleh Alif, serta mana yang disampaikan oleh Lisa. 
Sumber: Buku Sepotong Kisah Di Balik 98;
Kisah Pilihan Dee Lestari

Trauma akan peristiwa yang ia alami pada tahun 98, membuat Lisa bertekat mencari tahu siapa dalang atas peristiwa itu. Didorong rasa kagum pada penolongnya, Lisa bergabung di Angkatan Laut. Ditambah dengan kemahirannya berenang sehingga seperti lumba-lumba, seakan memuluskan keinginannya. 

Bersama dengan rekan-rekan sepemikiran, Lisa menyelidiki Peristiwa 98. Bukti-bukti yang diperoleh dikirimkan melalui surel ke Alif  untuk disebarluaskan. Sayangnya Lisa sendiri mengalami musibah ketika bertugas, sehingga tidak bisa mengetahui apakah  informasi yang ia dikirim  sudah dipergunakan oleh Alif. 

Hem..., saya jadi malah memiliki banyak pertanyaan. Antara lain, bagaimana jika ternyata Alif yang  menerima surel itu bukanlah Alif yang Lisa tuju? atau bagaimana jika jawaban pertanyaan Lisa tidak bisa dijawab dengan benar? Apakah hasil penelitian Lisa akan tersimpan sia-sia? 

Perjuangan lisa untuk bisa menjadi anggota juga tentunya tidak mudah, mengingat latar belakang keluarga. Seandainya diuraikan lebih, bisa menjadi nilai plus lagi.

Sisanya harap ditunggu.

Sumber Gambar:
Buku Sepotong Kisah Di Balik 98: Cerita Pilihan Dee Lestari
                              


Senin, 22 April 2024

2024#7: Kasih Tak Terlarai

Penulis: Suman H.s
Editor: Tim Editor Balai Pustaka
ISBN: 9786022601364
Halaman: 72
Cetakan: Keenam-2018
Penerbit: Balai Pustaka
Harga: Rp 250.000
Rating: 3/5

Bagaimana yang di hatimu, Taram, demikianlah di hatiku
-hal 13-

Taram adalah anak sulung dari tiga bersaudara dalam keluarganya. Kasih sayang kedua orang tuanya seakan tertumpah pada kedua adiknya. Entah kenapa tapi begitulah adanya. Bisa jadi karena Taram adalah anak sulung, atau karena dianggap sudah besar, tak ada yang tahu alasannya.

Bahkan, dalam sepanjang kehidupan Taram, hanya 2 kali mendapat pujian dari orang tuanya. Pertama, ketika sang ayah membawa sebuah kacamata. Taram yang memiliki hidung mancung, menjadi yang beruntung! Karena pada dirinyalah kacamata tersebut terlihat bagus.

Kali kedua, ketika Taram mengikuti suara bilal yang sedang mengumandangkan azan. Sang ayah mengagumi akan kemampuan Taman meniru bang bilal di mesjid. Bahkan kedua adiknya yang juga ikut mencoba menirukan bang bilal, hasilnya tidak sebagus Taram.

Selanjutnya pembaca akan diajak mengikuti bagaimana perjalanan kehidupan Taram hingga mencapai usia yang sudah patut untuk memiliki pasangan hidup. Ternyata hatinya sudah terpikat pada Sitti Nurhaida, anak Encik Abas-orang yang hartanya paling banyakdi kampung. Gayung pun bersambut, sang gadis juga memiliki perasaan sama.
Kedua pemuda itu telah sekata akan lari meninggalkan kampung halaman, pergi ke negeri asing. kawin. di rantau. Keras sungguh perjanjian itu. Dengarlah!
-hal 25-
Begitulah cinta.  Kisah cinta mereka ternyata tak seindah yang mereka harapkan. Jika ingin bersama, maka keduanya harus meninggalkan kampung halaman tercinta. Membaca bagaimana Taram dengan cerdik menipu orang-orang yang mengejar mereka berdua, sungguh menghibur.
https://www.goodreads.com/book/
show/36443717-kasih-tak-terlarai

Keduanya memang bisa dikatakan sukses di Singapura, namun kerinduan akan tanah kelahiran tetaplah muncul.  Utusan Encik Abas yang mencari keduanya berhasil merayu  Nurhaida untuk ikut pulang kampung. Tinggal mencari waktu yang tepat.

Kesempatan emas yang ditunggu tiba jua. Taram harus pergi ke Johor untuk beberapa waktu. Segera mereka bertolak ke kampung halaman. Selama 8 bulan di sana, lamaran untuk Nurhaida pun datang. Tak akan diterima tentunya. Hingga seorang musafir  Arab yang selama 2 bulan menjadi guru ngaji di sana mengajukan lamaran. Syekh Wahab namanya. 

Pembaca sudah bisa menebak akhir kisah yang berujung kebahagian.  Taram dan Nurhaida menemukan kebahagiannya. Encik Abas mendapat mantu idamannya. Tentang siapakah sosok misterius Syekh Wahab, bisa ditemukan jawabannya dalam kisah ini.

Jika ada beberapa hal yang dianggap tidak sesuai atau janggal, perlu diingat bahwa ketika kisah ini dibuat, hal tersebut merupakan hal yang berbeda dengan saat ini. Jadi dinikmati saja. 

Buku ini dipajang pada lobi Perpustakaan UI    depan thematic garden. Kover dengan dominan warna biru jelas membuat hati saya tergoda untuk  membawanya sebagai bahan bacaan akhir pekan. Jika melihat ketebalan buku (saat itu belum melihat isinya), mungkin tidak butuh waktu lama untuk menuntaskannya.

Sempat penasaran mencari informasi lebih lanjut tentang kisah ini pada buku Ringkasan dan Ulasan Novel Indonesia Modern oleh Maman S. Mahayana,  Oyon Sofyan, dan Achmad Dian. Dan buku Ichtisar Roman Untuk Sekolah Menengah oleh Asis Safioedin, tidak ditemukan juga informasi yang dibutuhkan.  Bis juga karena mata minus saya yang terlewat membaca.
https://jv.wikipedia.org/wiki/Soeman_Hs
Sebelum menikmati kisah ini. pembaca akan disuguhi  Kata Pengantar dari Maman S. Mahayana, yang menyambut cetak ulang  buku ini dengan format baru. Menurut beliau, membaca karya sastra hakekatnya membaca keadaan masyarakat dan budaya yang terungkap  dalam karya itu.

Pada bagian Tentang Pengarang, disebutkan bahwa Suman Hasibuan  lahir di Bemgkalis pada tahun 1904, meninggal pada 8 Mei 1999 di Pekanbaru, Riau.  Beliau banyak terlibat dalam kegiatan kependidikan, sebagai guru, kepala sekolah, penilik, hingga Ketua Umum Yayasan Lembaga Pendidikan Riau. Bahkan beliau juga ikut aktif  bergerilya hingga diangkat sebagai  Komandan Panggalan Gerilya do Rokan dan anggota Staf  Gubenur Militer Riau. 

Buku ini pertama kali diterbitkan pada tahum 1930 oleh Balai Pustaka. Sedangkan yang saya baca merupakan cetakan keenam. Artinya sejak tahun 1930 hingga 2024, dalam kurun waktu 94 tahun telah ada 6 kali cetak ulang. Sebuah upaya konsisten untuk merawat karya sastra anak anak bangsa.

Sumber Gambar:
https://www.goodreads.com/
https://jv.wikipedia.org

Rabu, 17 April 2024

2024#6: Misteri Sumur Anjing Gila


Judul asli: Sumur Anjing Gila
Penulis: Yudhi Herwibowo
Penyunting: Fidyastria Saspida
ISBN: 9786230056888
Cetakan: Pertama-2024
Halaman: 153
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
Harga: Rp 75.000
Rating: 4.25

"Yang bersemayan dalam kegelapan, tak kan abadi dalam cahaya, yang menghancurkan jiwa-jiwa manusia, akan dikembalikan kepada kegelapan, kegelapan yang paling sempurna...."
-hal 129-

Di dekat ujung desa-desa lain, berbatasan dengan hutan di wilayah tebing yang agak tinggi, terdapat sebuah desa dimana sedang berlangsung proyek pembangunan jalan, Desa Suka Maju namanya. 

Pembangunan proyek tersebut ternyata tidak berjalan seperti yang direncanakan, banyak penduduk desa yang mendadak mengundurkan diri karena merasa enggan bekerja meratakan tanah di dekat sebuah sumur tua.

Konon, sumur tersebut merupakan tempat pembuangan mayat anjing-anjing yang dibantai ketika kasus anjing gila sedang marak. Lokasi sumur tua tersebut  berada di dekat rimbunan bambu merah. Keberadaan tanaman bambu merah yang sering dianggap sebagai salah satu sarana guna mendatangkan energi positif, semakin memperkuat kesan angker sumur tersebut.

Sebenarnya sudah lama penduduk desa menjauh dari area dekat sumur tersebut, terutama karena kisah menyeramkan yang beredar, tentang terdengarnya gonggongan anjing tanpa wujud di sana.

Semula pihak kontraktor merasa  ketakutan para pekerja tak beralasan, hingga suatu ketika mandor yang nekat memimpin  mengalami serangan. Awalnya terdengar suara gonggongan nyaring, kemudian muncul asap hitam yang keluar dari sumur  dan berubah menjadi anjing-anjing berbulu hitam yang menyerang mandor,  Meski berhasil selamat, tapi mandor mengalami luka cabikan yang parah.

Belum selesai urusan mandor yang diserang, situasi  berkembang menjadi upaya kepala desa yang ingin mengambil sesuatu dari dalam sumur tersebut. Suatu hal yang dianggap perbuatan tak masuk akal alias nekat oleh warga.

Kepala Desa Madajatra merupakan anak kepala desa terdahulu. Ia sangat membenci istri kakak dan keponakannya. Ketika mengetahui bahwa sang kakak menghilang dan mendapat informasi bahwa keponakannya yang membunuh kemudian membuang mayatnya ke dalam sumur, ia segera membayar orang untuk mengambil mayat sang kakak. 

Begitulah, karena begitu mencintai sang kakak dan sangat membenci keponakan hingga ingin memberikan hukuman seberat mungkin, Kepala Desa Madajatra menjadi gelap mata. Ia tak peduli lagi dengan aneka kejadian serta kisah menakutkan tentang sumur tua itu. 

Dengan harta yang ia miliki, bukan hal sulit mencari orang yang mau masuk ke dalam sumur tersebut. Gagal satu, masih banyak orang yang bisa ia bayar untuk masuk dalam sumur.

Semula, saya menduga kisah dalam buku ini akan berujung pada pemecahan misteri siapa sesungguhnya dalang dibalik kemunculan anjing-anjing dari dalam sumur serta kasus dugaan pembunuhan.

Ternyata urusannya tak sesederhana itu. Ada peristiwa kelam masa lalu yang terkuak, sejarah perubahan nama desa, asal mula sumur, hingga ditemukannya sepasang kerangka manusia dalam dasar sumur. 
“Jika sebuah mata harus dibalas dengan sebuah mata, hanya akan membuat seluruh dunia ini buta”
-Mahatma Gandhi-

Andai  Sadarra-keponakan yang sangat dibenci kepala desa mengamini ajaran Gandhi, tentunya tak akan ia menjadi tersangka pembunuhan. Ia dan ibunya tak bisa membagikan tanah milik keluarga pada pelayanan yang setia, serta memulai hidup baru, bebas dari kekejaman keluarga kepala desa.

Mereka akan tetap menjadi samsak bagi keluarga kelapa desa. Ibu Sadarra tak akan pernah pulih dari kelinglungannya dan terbebas dari KDRT. Sadarra selalu dicela dan direndahkan. Kezaliman akan menang!

Dibandingkan dengan buku-buku Mas Yud yang lain, deskripsi mencekam dan kengerian dalam buku ini merupakan yang paling menakutkan. Tanpa sadar, saya menghembuskan napas panjang setelah selesai menamatkan buku ini. Seakan saya yang mengalami kejadian menyeramkan. Cerita yang mengalir deras menghanyutkan saya dalam banjir kengerian!

Bagaimana tidak, kondisi sumur yang digambarkan mencekam ternyata menyimpan misteri kelam. Asap hitam yang keluar dari sumur berubah menjadi penampakkan wujud seorang pria pada orang tertentu. 

Jika teman-teman pernah membaca buku dari Abdullah Harahap, tentunya paham bahwa dalam tiap kisah ada unsur mistis yang ikut berperan kuat. Terutama untuk menciptakan kengerian. Bisa dalam bentuk benda atau kekuatan supranatural.
Lokasi: Gramedia Matraman

Dalam buku ini, memang ada unsur mistis, namun menurut saya lebih sebagai pelengkap semata, hanya untuk membangun kengerian. Sedangkan untuk misteri, ternyata bisa dipecahkan dengan sederhana.

Menjelang akhir kisah, saya merasa Mas Yud menyelesaikan dengan agak buru-buru. Kisah bisa diakhir dengan lebih klimaks, namun tentunya dengan tidak ala sinetron lokal he he he. Atau memang sengaja dibuat seperti itu karena akan ada lanjutannya, atau pengembangan kisah dari salah satu tokoh? Mari kita tunggu saja.

Oh ya, ada pesan moral yang perlu diingat. Sebaiknya, kita tidak sembarangan mengambil barang orang lain, karena  bisa saja barang yang kita ambil  berakhir dengan menjerumuskan kita dalam kesenggsaran. Tak sebanding dengan kenikmatan dan kemasyuran yang dijanjikan. Seperti salah satu tokoh dalam buku ini.

Buku yang menarik. Direkomendasikan bagi para penyuka kisah triller. Saya menyarankan agar dibaca saat hari gelap jika ingin merasakan sensasi mencekam. Ketika membaca, saya bahkan bisa membayangkan bagaimana kengerian Sadarra ketika mendekati sumur tua, bagaimana takutnya dia ketika disapa penjaga sumur tersebut yang tak pernah ia lihat. Seram!
 



Minggu, 07 April 2024

2024#5: Ketika Penulis Detektif Memecahkan Kasus Di Dunia Nyata

Penulis: Muthia Esfand
Penyunting: Tim TSP
ISBN: 9786238853991
Halaman: 159
Cetakan: Pertama-Februari 2024
Penerbit: Bukuditeras
Harga: Rp 99.000
Rating: 3.25

Sebelum berkenalan dan menyukai kisah fantasi, bacaan masa kecil saya diwarnai dengan aneka kisah Trio Detektif, Imung, Lima Sekawan, Pasukan  Mau Tahu, Petualangan, Sapta Siaga, dan buku-buku sejenis. Makin bertambah usia, giliran Poirot, Miss Marpel, Duo Holmes-Watson, Kapten Kosasih-Gozali, dan beberapa tokoh lainnya.

Ketika sebuah misteri atau kasus selesai, saya menutup buku dengan perasaan puas berlimpah jika dugaan saya tentang siapa tokoh jahat, atau bagaimana akhir kisah, ternyata betul. Jika tidak, cukup puas karena saya mendapat pengetahuan baru dan hiburan.

Kadang, saya bertanya-tanya. Apakah para penulis kisah tersebut pernah terlibat dalam masalah serupa dalam kehidupan nyata? Apakah mereka bisa memecahkan kasus yang benar-benar terjadi dalam masyarakat? Dalam beberapa literatur, saya mendapatkan jawaban atas rasa penasaran tersebut. Salah satunya melalui buku ini.
Sumber: https://encyclopediavirginia.org/8885-068bb7d0f136420/

Terdapat 6 kisah dalam buku ini. Mulai dari Sir Arthur Conan Doyle dan Skandal Great Wyrley, hingga Poe dan Kasus Ganjil Mary Rogers. Plus tambahan info tentang penulis. Ada dua kasus yang melibatkan Sir Arthur Conan Doyle, masing-masing satu kasus terkait Agatha Christie, PD James, Patricia Cornwell, serta Poe.

Walau mereka dikenal sebagai penulis kisah detektif, upaya mereka dalam memecahkan sebuah kasus dalam kehidupan nyata, tidaklah selalu   diterima dengan baik. Bahkan dalam menjalankan penyelidikan, juga muncul kendala, tak semulus kisah  penyelidikan karangan mereka.

Kasus pertama yang disajikan adalah kasus yang ditangani oleh Sir Arthur Conan Doyle.  Dikenal dengan Skandal Great Wyrley, kasus tersebut  mengenai seorang pengacara keturunan India yang berhasil dibebaskan dari vonis bersalah. Dengan memperhatikan detail yang terlewatkan oleh orang lain, Doyle membuktikan bahwa pihak kepolisian telah salah tangkap. Mendadak jadi ingat novel John Grisham yang mengisahkan tentang salah tangkap.

Walau ada saja pihak yang tidak suka dengan keikutsertaan Doyle dalam melakukan penyelidikan, namun kasus tersebut ternyata membawa perubahan besar bagi sistem peradilan di Inggris. Pengadilan banding untuk perkara pidana didirikan pada tahun 1907, sebagai dampak dari kasus tersebut.
https://artuk.org/discover/artworks/sir-arthur-
conan-doyle-18591930-301313

Ternyata penulis kisah detektif  juga bisa membuat "kisah misteri" dalam kehidupan nyata. Kasus yang paling heboh adalah menghilangnya Agatha Christie yang hingga saat ini belum terpecahkan. Dalam buku Agatha Christie: A Biography, diuraikan bagaimana kronologi peristiwa tersebut. 

Situs berikut menyebutkan ada 1.000 orang polisi yang dikerahkan untuk mencarinya. Sedangkan dalam buku ini disebutkan  lebih kurang 500 orang anggota kepolisian. Mungkin bukan hal penting, namun perbedaan jumlah ini saja juga sudah menimbulkan tanda tanya.

Ternyata peristiwa menghilangnya Agatha Christie juga mendapat perhatian dari  Doyle. Seru juga, penulis detektif yang mencoba memecahkan kasus yang menimpa penulis detektif lainnya.

Pada tiap awal sebuah kasus, pembaca akan menemukan semacam ungkapan  terkenal dari tokoh yang diciptakan  oleh masing-masing penulis, atau penulis sendiri. Misalnya dalam kasus terkait Doyle mengusung ungkapan dari Sherlock Holmes. Sementara pada kasus Patricia Cornwell, ungkapan Jack the Ripper yang disajikan.
"Tidak ada hal yang lebih mengecoh  daripada fakta yang sudah jelas."
-Sherlock Holmes-
Selain aneka informasi terkait kasus yang bisa diperoleh dari berbagai sumber, terdapat juga informasi tambahan dari penulis yang disajikan dengan tata letak berbeda. 

Disediakan juga lembar kosong yang berguna sebagai catatan. Anggap saja diri Anda adalah seorang detektif yang sedang melakukan penyidikan, dan buku tersebut adalah buku catatan penyelidikan Anda.

Para penyuka kisah detektif disarankan untuk membaca buku ini. Selain bisa mengetahui bagaimana polah penulis kisah detektif dalam kehidupan nyata, bagi yang belum tahu bisa mengenal penulis detektif selain Doyle dan Agatha Christie. 

Apalagi terdapat semacam sambutan dari seorang penulis kisah-Tsugaeda, yang memberikan informasi tentang manfaat membaca kisah fiksi. Sayangnya tidak ada informasi mengenai apa judul prolog tersebut.   

Ukuran buku yang memudahkan untuk dibawa-bawa sebenanya sangat membantu pembaca untuk menikmati di mana saja. Hanya sisi yang berada di bagian penjilidan terlalu rapat sehingga agak merepotkan untuk membaca apa yang tercetak di sana.  
https://www.instagram.com/p/C5PmFlMBQvD/?img_index=1


Untuk urusan kover,  saya memiliki persepsi sendiri. Gambar kunci yang ada menyiratkan adanya sebuah misteri yang perlu di"buka" alias dipecahkan. Warna biru-kebetulan warna favorit saya ^_^, sering dianggap sebagai warna yang menenangkan. Misteri perlu dipecahkan dengan ketenangan. Tapi, silakan saja jika ada yang memiliki persepsi sendiri.    

Penulis buku ini, Muthia Esfand, adalah seorang penggiat literasi dan pemilik toko buku di Depok-Bukuditeras. Head mentor di Tisapinkluv Creative Class ini merupakan kolektor buku Sang Alkemis karangan Paulo Coelho dari berbagai bahasa. 

Sumber Gambar:
https://encyclopediavirginia.org
https://www.instagram.com
https://artuk.org


Selasa, 26 Maret 2024

2024#4: Kisah Unmong Sang Housemaker

sumber: https://www.goodreads.com/












Judul: Unmong, a Youngman Become a Housemaker
Penulis: Kang Seonwoo
Penerjemah: Dewi Ayu Ambar Rani
Penyunting: Romana A.
ISBN: 9786238371129
Halaman: 312 
Penerbit: Penerbit Baca
Harga: Rp105.000,-
Rating: 3.25/5

Saat saya remaja, puluhan purnama lalu, tak terhitung berapa kali saya mendengarkan komentar tentang pembagian pekerjaan dalam rumah tangga. Istri mengurus keluarga dan rumah, seperti  memandikan anak, menemani belajar, memasak, mencuci, membersihkan rumah, dan aneka pekerjaan domestik lainnya. Sementar suami, bertugas mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Tak terhitung juga, berapa kali saya berkomentar tentang bagaimana pembagian pekerjaan jika sang istri juga bekerja? Beragam jawaban yang saya terima.  Namun sebagian besar menganggap pertanyaan saya aneh. Jika perempuan juga bekerja dan membantu perekonomian keluarga, maka ia harus pandai-pandai membagi waktu sehingga tetap bisa mengurus semua "tugasnya", begitu kebanyakan jawaban yang saya terima. 

Waktu berlalu, belakangan pekerjaan domestik rumah tidak hanya menjadi urusan perempuan. Urusan domestik juga sudah merupakan hal yang biasa jika dikerjakan oleh kedua belah pihak. Sudah dianggap menjadi keahlian dasar untuk hidup.

Mungkin, sosok pria yang alih-alih menjadi pencari nafkah, malah mengurus rumah, masih merupakan hal yang tak lazim dilihat orang di sini. Tapi sepertinya demikian juga dengan sosok Unmong di Jepang.

Dalam buku ini, kita diajak berkenalan dengan Unmong, si tokoh utama kisah. Sebagai satu-satunya anak laki-laki dan bungsu pula, sang ibu menaruh harapan besar padanya. Ia diharapkan menjadi seorang pengacara sukses. Demi memenuhi harapan sang ibu, Unmong belajar giat hingga diterima di Seoul Nasional University-SNU, salah satu universitas bergengsi di Korea.

Sayangnya,  Unmong malah tertarik dengan dunia teater. Masalahnya, rasa ketertarikan dengan kemampuan adalah dua hal yang berbeda. Unmong bisa diakui sebagai orang yang tertarik dan menikmati teater, namun untuk kemampuan, bisa dikatakan biasa saja jika buruk dianggap kata yang kejam

Bersama Senior Jang dan beberapa rekan lain mereka berencana untuk mengadakan sebuah pertunjukan teater. Soal dana untuk persiapan melakukan pementasan diperoleh dari patungan   Sepertinya keberutungan belum berpihak pada mereka. Bendahara yang bernama Woo Chanhee malah membawa kabur uang tersebut.
https://www.goodreads.com/
book/show/205477644

Pada suatu kesempatan, tak sengaja ia melihat Woo Chanhee dan segera mengejar. Celakanya Unmong tertabrak mobil! Siapa yang bisa mengira kebetulan yang terjadi. Mobil tersebut berisi Jaeyoung-kakak yang selama ini bermusuhan dengannya, dan sahabatnya-Kangseo. 

Sambil menunggu kesembuhan dirinya, Unmong tinggal di rumah mereka. Karena merasa tidak enak menumpang gratis di rumah itu, keseharian  ia habiskan dengan membersihkan rumah. Ditambah, ia merasa gemas melihat kondisi rumah, kedua gadis tersebut bisa dikatakan tidak tahu bagaimana cara membereskan rumah.

Hasil beres-beres rumah menunjukkan bahwa ternyata ia berbakat dalan urusan mengurus rumah. Ternyata sejak kecil Unmong sudah biasa mengerjakan pekerjaan rumah, terutama ketika Ibu berbaring sakit.

Kejutan! Unmong juga bisa menulis. Bukunya telah diterbitkan walau tidak sukses. Lumayan untuk menambahkan informasi dalam resumenya. Pada akhirnya Unmong harus mengakui bahwa ia memang tidak cocok dengan dunia teater, dan tak akan kuliah hukum lain. Ia memutuskan bahwa menjadi homemaker adalah hal yang paling tepat untuknya.

Meski banyak tokoh yang muncul, seluruhnya memiliki benang merah yaitu Unmong. Mereka semua terhubung dengan Unmong dengan berbagai cara. Ada yang memang adalah kakak kandung, tapi ada juga yang melalui pertemanan.

Tidak hanya tentang bagaimana kehidupan Unmong, kehidupan para tokoh juga menjadi bacaan yang menarik. Minimal, pembaca bisa mendapat inspirasi dari bagaimana orang menjalani kehidupan. Kegagalan dan duka adalah hal yang harus dihadapi dengan tegar, karena merupakan bagian dari kisah hidup.

Perihal kesehatan mental juga diselipkan dalam buku ini. Ternyata apa yang terlihat baik-baik saja tidaklah demikian adanya. Tentang kasih ibu juga beberapa kali diungkapkan dalam kisah. Terutama mengingat bagaimana perlakuan Ibu pada Unmong. Dan bagaimana  sahabat kakaknya yang menjadi orangtua tunggal berusaha ibu terbaik bagi anaknya.
"Ini baru permukaan. Bisakah aku menjadi ibu yang baik dan bukan hanya menyandang status sebagai seorang ibu?"
"Semua ibu pada akhirnya menjadi ibu yang baik, karena mereka seorang ibu ...."
     -hal 159-
Pada halaman 275 tertulis nama kota Balikpapan. Salah satu tokoh menceritakan bahwa ia tertarik dengan nama kota itu kemudian pergi ke sana. Di Balikpapan, ia bekerja menjadi barista pada malam hari dan melukis pada pagi hari. Pemandangan kafe yang digambarkan, menimbulkan rasa nyaman. 

Entah kenapa, saya merasakan agak kesusahan menikmati kisah. Bisa karena kisahnya seakan hanya berpusat pada Unmong, atau karena bahasanya yang seakan datar bagi saya. Butuh waktu agak lama bagi saya untuk menuntaskan buku ini.

Sumber Gambar:
https://www.goodreads.com/















Senin, 04 Maret 2024

2024#3: Kisah Calon Pengantin Dewa Laut Terakhir

Judul asli: The Girl Who Fell Beneath The Sea
Penulis: Axie Oh
Penerjemah: Airien Kusumawardani
Editor: Grace Situngkir
ISBN: 9786230046155
Halaman: 325
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
Harga: Rp 115.000
Rating: 4/5

Rasanya mustahil aku bisa tertidur dengan ketegangan berdengung menyakitkan di balik kulitku. Namun, pada akhinya, aku dibuai dalam tidur yang penuh kedamaian, setiap debur  jantungku menggemakan debar jantung Shin.
-The Girl Who Fell Beneath The Sea, hal 184- 

Seperti gadis lainnya di desa tempat tinggal Mina, ia percaya bahwa  gadis yang terpilih sebagai pengantin Dewa Laut merupakan sosok yang spesial. Pemilihan calon penganti dilakukan dengan seleksi yang ketat.

Siapa yang terpilih, mengemban tugas meredakan kesedihan dan amarah Dewa Laut, sehingga badai berlalu serta  tidak ada lagi banjir. Sebuah kedamaian baru dimulai.  Tugas yang berat. Sebagai pernghormatan atas pengorbanannya, warga desa memperlakukan keluarga gadis terpilih dengan penuh hormat.

Mina tak mengira, saat prosesi pengantaran Pengantin Dewa Laut, ia terlibat dengan pelanggaran tiga peraturan.  Pertama, hanya seorang gadis yang boleh berada dalam perahu yang mengantarkan Pengantin Dewa Laut, Mina berada di kapal, Kedua, tidak boleh ada senjata,  Mina membawa pisau warisan sang nenek, Terakhir tidak boleh ada pendekar, tapi Joon-kakak Mina yang juga menjalin hubungan dengan si calon pengantin, diam-diam ikut ke kapal.
https://www.goodreads.com/book/show/
95558609-the-girl-who-fell-beneath-the-se
a

Rasa kasih sayang Mina pada sang kakak membuatnya ikut berada dalam perahu. Rasa kasih sayang jualah yang membuatnya merelakan dirinya menjadi Pengantin Dewa Laut,  meski dari sisi penampilan, ia jauh dibawah Shim Cheong-Pengantin Dewa Laut yang terpilih. ia tak ingin kakaknya bersedih kehilangan kekasih.

Ternyata menjadi Pengantin Dewa Laut tidak sesederhana yang Mina kira. Baru tiba di Istana Dewa laut, Mina sudah berurusan dengan beberapa Dewa yang menginginkan jiwanya dengan alasan untuk menyelamatkan Dewa laut. Berada di Dunia Arwah sebagai manusia memang membuat Mina menjadi rentan akan bahaya.

Kondisi Dewa Laut sendiri saat itu bisa dikatakan menyedihkan. Benang merah takdir yang menandakan jodoh antara Mina dan Dewa laut memang bisa diputuskan, tapi suatu keanehan terjadi. Benang merah takdir berubah begitu Mina menyentuh Shin, Panglima Perak yang menjadi penjaga Dewa Laut. Benang merah takdir sekarang mengikat Mina dan Shin.

Sampai segala urusan selesai, mulai dari mencari tahu siapa yang berniat mengambil jiwa Mina, kenapa begitu banyak arwah yang menyerang, hingga bagaimana menyadarkan Dewa Laut, Mina berada dalam perlindungan Shin. Ia bahkan menyebutnya sebagai pengantinya.

Dalam dunia paralel, Mina bisa bertemu dengan leluhurnya dengan persyaratan tertentu. Kehidupan di sana nyaris menyerupai kehidupan di alam manusia. Ada pasar, pekerja, istana, rumah para dewa, dan tentunya ada juga makhluk mitologi yang hidup.
Di bawah laut, naga terlelap
Apa yang diimpikannya?

Di bawah laut, naga terlelap
Kapankah dia terjaga?

Pada sebutir mutiara naga
Permohonanmu 'kan dibangkitkan

Pada sebutir mutiara raga
permohonamu 'kan dibangkitkan
Selain tentang kebudayaan Korea, diberikan juga informasi tentang makhluk mitologi. Pada halaman 149 misalnya, diterangkan tentang  berbedaan antara Imugi dan naga. Menurut buku Kitab Monster dan Makhluk-Makhluk Ajaib dari Penerbit Liliput, dalam dunia binatang fantasi, naga merupakan makhluk yang unik karena memiliki aneka variasi bentuk yang sangat kaya.

Sementara pada sebuah laman, menyebutkan bahwa Imugi membedakan dirinya sebagai entitas mirip ular yang memesona dan penuh teka-teki. Sering digambarkan sebagai ular raksasa. 

Beberapa pendapat lain menyebutkan bahwa Imugi adalah calon naga yang hidup hingga ribuan tahun, jika sudah waktunya maka ia akan berubah menjadi naga. 

Unsur roman berperan besar dalam kisah ini. Bagaimana Mina mengalami kebimbangan untuk memilih. Antara hatinya yang sudah tertambat pada Shin, atau Dewa Laut yang dianggap mampu menyelamatkan desa dan keluarga terkasihnya.

Kecintaan pada  keluarga juga diangkat sebagai tema dalam kisah ini. Kecintaan pada sang kakak membuat ia rela mengorbankan diri. Ada juga bagian yang mengisahkan bagaimana Mina dan kakaknya membuat sebuah tempat tidur bayi dari pohon favorit untuk hadiah bagi kakak tertua mereka. Ketika bayi itu lahir dan hanya menangis satu kali kemudian terdiam selamanya, mereka berdua membakarnya agar istri kakak tertua tidak teringat pada bayinya ketika melihat tempat tidur itu.

Bahkan, ketiga sosok yang selalu siaga membantu Mina dalam tiap kesempatan juga menunjukkan bagaimana kasih sayang bisa melewati rentang waktu. Sejak awal saya sudah menduga bahwa ketika pasti memiliki hubungan dengan Mina, dan ternyata benar. Senang rasanya mengetahui ada yang selalu menjaga kita.

Secara garis besar, buku ini mengajarkan bahwa hidup adalah pilihan.  Dalam menjalani kehidupan ini setiap orang memiliki hak untuk memilih. Mina berhak untuk memutuskan apakah menerima atau menolak lamaran kaisar. Dewi Bulan dan Kenangan memilih menjadi Dewi Perempuan dan Anak-Anak. Demikian juga dengan  Shim Cheong  yang memutuskan untuk merelakan cinta sejati demi keselamatan dan kehidupan warga desa, dan kesembuhan ayahnya.

Buku ini juga mengajarkan bahwa tak ada salahnya selalu berharap, karena harapan merupakan kekuatan yang mampu membuat seseorang untuk bertahan dan melakukan banyak upaya untuk meraih harapannya.

Sayangnya, karakter Mina, Shin, serta beberapa tokoh lagi kurang dikembangkan sehingga berkesan datar. Mini hanya digambarkan sebagai gadis yang merelakan dirinya untuk menjadi Pengantin Dewa Laut, dan berusaha menciptakan kedamaian di dunia arwah, tidak lebih. 

Sementara Shin, hanya dikisahkan sebagai seorang dewa yang sibuk menyelamatkan Mina, dan sering bertindak seolah-olah tidak memiliki perasaan. Bahkan pertempuran yang terjadi dimana kedua pengawal Shin terlibat, seakan dikisahkan datar, kurang menimbulkan efek ketegangan.

Saya nyaris memberikan bintang tiga, hingga sadar bahwa saya sudah membaca 2 bab terakhir lebih dari 3 kali. Bab-bab penutup ini ditulis dengan menarik, bisa dibilang menyentuh perasaan, sehingga saya menjadi terenyuh. Baiklah, bintang bisa nambah 1 nih. 
 
Dalam kisah ini, disebutkan Mina beberapa kali bercerita untuk menghilangkan kesedihan Dewa Laut. Dengan demikian kisah ini bisa dikategorikan dalam kisah berbingkai. Kisah tentang Tukang Kayu dan Bidadari, mengingatkan pada Legenda Joko Tarub.

Menurut sebuah laman, Cerita berbingkai adalah cerita yang di dalamnya mengandung cerita lain (pelaku atau peran dalam cerita itu bercerita).

Ketika sedang membaca buku ini, tak sengaja menemukan sobekan kertas yang diselipkan oleh pembaca sebelum saya. Buku yang saya baca merupakan milik Perpustakaan UI, sehingga bisa dipastikan pembaca sebelumnya adalah mahasiswa UI, yang menyukai kisah dalam buku ini dan memberikan rekomendasi.

Saya bisa paham kenapa ia melakukan hal tersebut. Ukuran huruf dalam buku ini terbilang kecil sehingga kurang nyaman untuk mata, apalagi untuk mata minus. Mungkin, dengan menulis komentar tersebut ia berharap pembaca akan terus melanjutkan hingga tuntas.

Buku ini layak dibaca untuk usia 18+. Terutama bagi mereka yang menyukai kisah fantasi dengan latar belakang budaya Korea. Para mahasiswa jurusan Sastra Korea juga disarankan untuk membaca, demikian juga para penyuka kebudayaan Korea.

Kisah ini yang dikategorikan dalam adaptasi bebas dari kisah rakyat Korea, The Tale of Sim Cheong, mendapatkan Goodreads Choice Award Nominee for Young Adult Fantasy & Science Fiction  pada tahun 2022 lalu.

Menghibur.