Rabu, 20 Desember 2023

2023 #33: Kisah Cinta Shahrzad dan Raja Khalid (Buku 2)

Judul: The Rose and The Dagger
Penerjemah: Mustika
Penyunting: Katrine Amadis Mawa
ISBN: 9786024241803 
Halaman: 486 halaman
Penerbit: POP 
Rating: 4/5

"Aku adalah putra ayahku-seorang monster dalam darah dan hak." Suara Sang Khalif tetap dingin, meskipun kata-katanya terdengar panas. "Aku tidak mengumbar ancaman kosong. Kau akan mengingatnya dengan baik."
-The Rose and The Dagger, hal 311-

Buku kedua ini jelas sangat berbeda dengan buku pertama. Pada buku pertama, penekanan pada pengenalan para tokoh dan ditutup dengan Shahrzad yang terpaksa mengikuti Tariq meninggal Khorasan  demi menghindari kekacauan lebih lanjut lagi.

Secara fisik Shahrzad memang berada dekat dengan Tariq, yang dianggap cintanya. Namun begitulah, cita cinta sudah ikut campur dalam kehidupan seseorang. Bukan Tariq yang ada dalam benaknya, namun Khalid.

Kejutan! Ternyata Shahrzad memiliki kemampuan sihir. Bagian  Shahrzad menaiki karpet terbang,  begitu dekat dengan Kisah 1001 Malam. Sayangnya urusan sihir ini hanya sedikit dikisahkan dalam buku. Sepertinya hanya sekedar melengkapi persyaratan disebut kisah fantasi. 

Misalnya bagian ketika Shahrzad menaiki karper terbang untuk menemui salah satu penyihir yang dia kira bisa membantu menghilangkan kutukan pada diri, hanya menghabiskan beberapa lembar saja jika dijumlah. Kalah jauh dengan urusan percintaan para tokoh utama. Urusan roman seperti lebih banyak berperan.

Justru kisah tentang ayah Shahrzad-Jahandar yang digambarkan melakukan sihir kuat dengan bantuan buku sihir kuno lebih banyak diceritakan. Dikisahkan, karena terdorong oleh rasa sayang seorang ayah pada anak perempuannya,  Jahandar mencuri sebuah buku sihir kuno. 

Dengan pengetahuan yang diperoleh dari buku tersebut. ia berniat menghancurkan seluruh Khorasan.  Seluruh bagian kota memang hancur cukup parah. Bahkan sang Khalif tak sungkan untuk membantu dan memberikan sumbangan bagi warga untuk membangun rumahnya kembali. Untunglah saat peristiwa tersebut terjadi Shahrzad sudah pergi bersama Tariq.

Sihir itu sungguh luar biasa hingga untuk mematahkan kutukan, juga diperlukan pengorbanan yang luar biasa. Begitulah cinta seorang ayah. Ketika ia tahu bahwa perbuatannya telah melukai hati sang putri, memisahkan dirinya dengan cinta sejatinya, maka tak ragu untuk menebus segala kesalahan demi kebahagian sang putri.

Mertua Khalid dulu mengutuknya karena dianggap ia telah membuat putrinya menderita. Selanjutnya ayah Shahrzad, juga melakukan hal yang sama. Sepertinya Khalid memang kurang beruntung jika berurusan dengan hubungan menantu-mertua.

Suatu peristiwa membuat Shahrzad, Khalid, dan Tariq harus bekerja sama. Dari kekasih menjadi sahabat, dari musuh jadi sahabat, dari dendam menjadi cinta. Sungguh perubahan yang tak terduga. Hidup memang unik.

Secara garis besar, kedua buku ini memang memukau, penulis piawai memainkan kata-kata. Sebagai pembaca saya cukup terbius dalam kisah cinta segitiga antara Shahrzad-Khalid-Tariq, hingga melupakan sedikitnya unsur fantasi dalam kisah ini.

Kisah intrik yang terjadi dalam kehidupan kerajaan, menjadi bumbu yang luar biasa dalam menikmati kisah ini. Cinta seorang ayah pada anaknya perempuannya yang begitu luar biasa, tapi dilain sisi juga ada ayah yang bersikap masa bodoh pada anaknya.  Demikian juga dengan urusan perebutan kekuasan, di mana-mana sama saja. Ada pihak yang merasa berhak dibandingkan yang lain.

Untunglah, kisah ini ditutup dengan hal manis. Setidaknya pembaca bisa merasakan ada kegembiraan dari ksiah yang cenderung berkesan suram ini.

Buku ini saya peroleh dari hibah seorang sahabat buku yang sedang beberes rak buku. Suatu keberuntungan buku ini bisa menjadi milik saya.
 


Minggu, 10 Desember 2023

2023 #32: Kisah Cinta Shahrzad dan Raja Khalid (Buku 1)

Sudah lama rasanya saya tak mengalami sensasi membaca seperti ini. Begitu terpukau dengan buku pertama hingga langsung menyabar buku kedua. Hanya memberikan jeda waktu beberapa menit setiap sekian jam, sekedar untuk memberikan mata istirahat.

Padahal, awalnya saya agak ragu membaca buku-buku ini, lihat saja ketebalannya. Buku tipe buku yang bisa dibaca sambil lalu, maksudnya dibaca sebentar lalu diletakkan dan baca lagi kapan-kapan.  Ternyata saya salah! Buku yang membius pembacanya!

Bisa dikatakan ini merupakan retelling dari Kisah 1001 Malam. Dalam kisah karangan Renee Ahdieh ini, terdapat 2 buku dengan kover berbeda.  
Buku pertama berjudul The Wrath & The Dawn dan buku kedua berjudul The Rose and The Dagger.  Karena tebal, komen dibagi menjadi 2 bagian ya,

Judul buku:
The Wrath & The Dawn
penerjemah: Mustika 
Penyunting Katrine Amadis Mawa
ISBN: 9786026208743 
Halaman: 447  
Cetakan: Pertama- April 2016 
Penerbit: POP 
Rating: 4/5

Ada perbedaan besar antara bermaksud melakukan sesuatu dan benar-benar melakukannya.
-The Wrath & The Dawn, hal  262-

Pada buku pertama-The Wrath & The Dawn,  bisa dikatakan  baru memperkenalkan para tokoh. Ada  Raja Khalid,  Shahrzad,  Tariq, Rahim, dan lainnya. Anggap saja buku ini merupakan pintu masuk menuju kisah yang sesungguhnya.

Shahrzad, bisa kita sebut sebagai tokoh utama perempuan, begitu marah bercampur sedih ketika mengetahui sahabatnya, Shiva,   telah menjadi salah satu  pengantin  Khalid Ibnu al-Rashid, Khalif Khorasan.

Umumnya  wanita akan berbahagia dan merasa bangga jika dipilih menjadi pengantin dari penguasa. Keluarga sang pengantin wanita akan melepas dengan tangis bahagia. Tapi tidak jika pengantin prianya adalah  Khalid. Para wanita justru berdoa agar tidak terpilih, sementara jika sampai terpilih maka keluarga akan melepas dengan berderai air mata kesedihan. 

Hal tersebut, bukannya tanpa sebab.  Setiap pagi, pengantin wanita meninggal dengan lilitan tali sutra di lehernya. Tak ada yang tahu alasan kenapa Khalid melakukan hal tersebut.  Dengan niat untuk membalas dendam,  Shahrzad mengajukan diri untuk menjadi pengantinnya.

Begitu mengetahui  hal tersebut, ayahnya-Jahandar, dan saudara perempuannya melarikan diri ke rumah Tariq, kekasih masa kecil Shahrzad guna mencari perlindungan. Tapi Tariq sudah pergi bersama temannya Rahim untuk melihat apakah dia bisa menghentikan kematian Shahrzad.

Seperti kisah 1001 malam, pada malam pernikahan, Khalid mendatangi Shahrzad menjelang fajar, dan dia mulai menceritakan kisah menarik kepadanya. Ketika fajar tiba, dia berhenti dan menolak untuk menyelesaikannya sampai malam berikutnya. Dia mendapat tambahan 1 hari untuk meneruskan kisahnya.

Perlahan, Shahrzad  menemukan ada sesuatu yang tersembunyi dari Khalif Khorasan itu. Tidak ada  monster yang berada dalam tubuh  pria berusia 18 tahun, hanya seseorang yang begitu kesepian dan menderita. 

Tanpa disadari mulai tumbuh cinta dalam hati Shahrzad, apalagi mata emas Khalid selalu menatapnya dengan hangat. Hubungan mereka semakin membaik, akhirnya terungkap alasan kenapa Khalid membunuh begitu banyak wanita.

Meski belum banyak memberikan informasi mengenai bagaimanakah kisah ini akan berlanjut, sepertinya rating 4/5 layak diberikan. Sebagai pembuka, buku ini sudah mampu membius saya selaku pembaca. Tidak ada detail yang bertele-tele, semua hal ada kaitannya. 

Kalimat favorit saya dalam buku ini ada di halaman 237, "Kita cukup kuat untuk menggenggam dunia dengan tangan kosong, tapi kita membiarkan laki-laki bodoh membuat kita gila." Begitulah cinta memang mampu membuat seseorang berubah menjadi orang lain.

Saya beramsumsi, warna merah sebagai kover dipilih karena dalam buku ini dikisahkan bahwa awalnya Shahrzad begitu marah dan menaruh dendam pada Khalid.  Merah adalah perwakilan rasa amarah Shahrzad,  juga amarah Khalid pada nasib yang harus ia jalani saat itu.

Kenapa Khalid merasa marah pada nasibnya? Silakan cari tahu dengan membaca buku ini he he he.