Jumat, 08 April 2011

The First Day, Awal Kehidupan di Dunia


Judul :The First Day
Pengarang : Marc Levy
Penerjemah : Sylvia Christyanti
Penyunting : Yudith Listiandri
Perancang Sampul : Tyo
Pemeriksa Aksara : Pritameani
Penata Aksara : gores_pena
ISBN : 978-60-8811-08-8
Halaman : 488
Terbit : Agustus 2010
PT Bentang Pustaka

Siapa sebenarnya ayah kita
Dari mana fajar berawal

Dua pertanyaan yang selalu membayangi kehidupan Keira dan Adrian. Keduanya berusaha mencari jawaban atas pertanyaan tersebut. Keira mencari jawaban secara arkeologi , sementara Adrian mencari jawaban melalui astronomi. Keduanya membentuk perpaduan yang unik
 
Adrian yakin bahwa masa depan kemanusiaan tidak hanya bergantung pada pemahaman manusia tentang planet bumi dan samudranya, namun juga mengenai angkasa luas. Pemahaman tentang bagaimana dunia ini berawal sangat diperlukan untuk memahami kehidupan pada masa depan. Sementara Keira dengan caranya sendiri terus berusaha mencari awal kehidupan di dunia ini.
 
Keira bertemu dengan Harry, seorang anak yatim piatu saat melakukan penggalian di Lembah Omo, Afrika. Selama beberapa tahun, Keira mengurusi Herry layaknya anggota keluarganya sendiri. Suatu saat Herry menemukan sebuah benda yang diserahkan kepada Keira untuk dibuat liontin. Liontin itu ditemukan di tengah-tengah danau, beberapa kilometer dari segitiga Ilemi.
 
Liontin itu ternyata bukan liontin biasa. Benda itu mengungkap sepotong langit yang tidak sesuai dengan langit masa sekarang. Angkasa itu adalah angkasa 400 juta tahun lalu, menurut skala geologi merupakan awal permbentukan bumi ini. Tergambar juga posisi Nebula. Nebula adalah tanah kelahiran bintang-bintang, sebentuk awan yang tersebar di mana-mana, terdiri dari gas-gas dan butiran debu, terletak diantara dua galaksi,

Dalam wikipedia. Disebutkan bahwa Nebula (Latin: "kabut"; pl. nebulae atau nebulæ, dengan ligatur) adalah awan antarbintang yang terdiri dari debu, gas, dan plasma. Awalnya nebula adalah nama umum yang diberikan untuk semua obyek astronomi yang membentang, termasuk galaksi di luar Bima Sakti (beberapa contoh dari penggunaan lama masih bertahan; sebagai contoh, Galaksi Andromeda kadang-kadang merujuk pada Nebula Andromeda).
 
Nebula yang lain terbentuk oleh kematian bintang. Sebuah bintang yang sedang mengalami transisi ke tahap katai putih menghembuskan bagian terluarnya untuk membentuk planetary nebula. Nova dan supernova dapat juga menciptakan nebula yang dikenal sebagai nova remnant dan supernova remnant.
 
Sebuah kalimat di halaman 89 membuat ketegangan saya saat membaca cerita sedikit mencair. Kalimat berikut, “ Sampaikan salamku kepadanya. Katakan bahwa ini pertolongan terakhir yang aku lakukan, dan sampaikan salam permusuhanku kepada “kau-tahu-siapa” mengingatkan saya pada sebuah buku fantasi anak-anak.

Buku ini tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai astronomi dengan cara yang mudah dipahami orang awam, namun juga menawarkan petualangan, kisah konspirasi tingkat tinggi serta tentunya bumbu percintaan yang romantis. Penjabaran keindahan alam tempat mereka bertualangan sungguh mengangumkan! Saya seakan bisa merasakan dinginnya suhu di pegunungan, panasnya Afrika hingga keindahan hamparan bintang-bintang di malam hari. Pantaslah jika telah diterjamahkan dalam 17 bahasa. Menunggu The First Night, sekuelnya dengan tidak sabar…Bintang empat sepertinya tidak berlebihan.
 
Marc Levy lahir pada di Perancis pada 16 Oktober 1961. Seluruh buku-bukunya telah diterjemahkan dalam 41 bahasa dan mencapai angka 20 juta kopi. Ia adalah penulis Perancis yang paling digandrungi saat ini. Situs resminnya adalah http://www.marclevy.info/
 
Sebuah adegan romantis menutup buku ini, “ Aku akan tetap bersamamu, Cintaku. Hingga akhir hidupku, aku akan selalu menemanimu, bahkan sesudahnya. Aku tidak akan meninggalkanku. Aku menciummu saat air Sungai Kuning menenggelamkan kita dan aku memberi napas terakhirku kepadamu. Udara dalam paru-paruku adalah udaramu. Kau menutup mata saat air menutup wajah kita. Aku tetap membukanya sampai saat terakhir, Aku pergi mencari jawaban atas pertanyaan masa kanak-kanak hingga bintang yang paling jauh, dan kau ada di situ, tepat di sampingku. Kau tersenyum, lenganmu menggelayut di pundakku dan aku tidak lagi merasakan kesakitan. Cintaku. Tali yang mengungkungmu telah terlepas, dan itu adalah saat-saat terakhirmu bersamamu. Cintaku. Aku kehilangan kesadaran saat kehilangan dirimu.” 100% saya yakin Silvero akan menyukai adegan ini
 
Ada beberapa kalimat favorit saya dalam buku ini,"Kehilangan orang yang kita cintai adalah menyakitkan, tetapi yang lebih menyakitkan adalah tidak pernah berjumpa dengannya" lalu, " Apa yang disebut kecil tak terhingga dan apakah yang disebut waktu nol, waktu saat bermula"
 
Sebuah paragraf di halaman 484 membuat saya teringat pada buku Rahim besutan Fadh Benar-benar sebuah kemiripan yang mengharukan…!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar