Minggu, 10 April 2011

Lomba Resensi Buku Serambi 2011: Jangan Pernah Melupakan Alessandra

Judul           : A Golden Web
Penulis         : Barbara Quick
Penerjemah : Maria M. Lubis
Penyunting  : Ida Wajdi
ISBN          : 978-979-024-472-6
Halaman      : 274
Penerbit       : Atria
Terbit          : Maret 2011
Harga          :  Rp. 40.000,00


"Aku ingin pergi ke Universitas Bologna, Papa. Aku ingin mempelajari kedokteran!"

"Astaga, Alessandra, kau terlalu cerdas hingga nyaris membingungkan"

Satu lain buku yang berkisah bagaimana laki-laki dan perempuan mendapat perlakuan yang sangat berbeda. Untungnya perbedaan itu sekarang kian menipis. Saya pribadi bukan menentang perbedaan, atau mendukung emansipasi yang kebablasan tanpa rem. Hanya  saja,  miris rasanya jika  dengan alasan perbedaan jenis  kelamin  seseorang  menjadi tidak bisa maju.

Alessandra salah satu contohnya. Tidak ada yang bisa  memungkiri kepandaiannya. Alessandra sangat pintar, lebih cerdas dan berani dibandingkan siapa pun kecuali sang ayah diseluruh penjuru Persiceto. Sayangnya ia seorang gadis yang memiliki keterbatasan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan diri. Ia bahkan sempat dikira ditukar oleh changeling  hanya karena sudah mampu mengucapkan kata  ”Delizioso!” saat kecil.

Agar bisa mempelajari banyak hal Alessandra  melakukan pengamatan dengan teliti. Baginya keajaiban hanyalah sebagian kecil dari hasil pemikiran akal sehat seseorang yang gemar mengamati segala hal. Keahliannya dalam bengkel kerja keluarganya yang memiliki percetakan juga tak bisa dipandang remeh. Ia mampu melakukan pekerjaan apa pun di dalam bengkel kerja dan menguasainya dengan baik, tidak seperti kakak laki-lakinya Nicco.

Alessandra tidak cukup puas dengan membaca buku-buku yang ada di perpustakaan keluarganya. Ia ingin pergi ke Universitas Bologna untuk  mempelajari kedokteran. Hal itu sangat mengejutkan ayahnya mengingat pada kurun waktu tersebut sangat jarang, bahkan nyaris tidak ada perempuan yang menjadi cendikiawan.

Sang ayah, Carlo sebenarnya dalam hati mengakui kemampuan anak perempuannya. Alessandra memiliki seluruh kapasitas yang dibutuhkan untuk menguasai tujuh seni liberal; tata bahasa, logika, retorika, aritmatika,  geometri, musik bahkan astronomi. Alessandra merupakan sosok cendikiawan alami dan pemikir orisinil, sayangnya ia terlahir sebagai  perempuan.

Sang ibu tiri berusaha keras menyingkarkannya dengan cara segera mencarikan jodoh. Jelas ini bertentangan dengan keinginannya untuk bersekolah. Semakin ia dikekang, maka semakin ia berusaha keras untuk mewujudkan impiannya. Segala cara ditempuh oleh sang ibu tiri guna memaksakan kehendaknya bahkan mengurung Alessandra di dalam rumah.

Tapi bukan Alessandra namanya jika ia tidak berhasil menemukan cara untuk mendapatkan keinginannya. Dengan berbagai cara ia berhasil kabur dari pengawan keluarga dan dengan  menyamar sebagai laki-laki ia berhasil ikut kuliah. Setelah merasa menguasai materi dengan baik, ia segera mengatur jadwal untuk diuji. Dengan demikian selama sembilan bulan pertama di Bologna  ia sudah lulus ujian tahun pertamanya, tahun kedua dan tahun ketiga. Segera khabar tentang seorang pemuda cerdas dan misterius beredar.

Entah kenapa kisah ini bagi saya kurang terasa gregetnya. Konflik ibu tiri versus anak tiri perempuan harusnya bisa diangkat lebih lagi. Bagaimana proses Alessandra belajar juga bisa diperluas dan diperdalam pembahasannya. Selain itu kisah cintanya dibuat seakan-akan sebagai  kebetulan yang berkesan agak konyol buat saya.  Buku ini jadi terasa amat ringan karena  hanya mengungkap kulit luar kehidupan Alessandra. Entah karena kesulitan dalam mencari referensi atau memang penulis merasa sudah cukup konflik yang diangkat.

Alessandra dengan tekun mempelajari anatomi manusia sebagai persiapan untuk menjadi mahasisawa kedokteran. . Anatomi manusia atau antropotomi ialah sebuah bidang khusus dalam anatomi yang mempelajari struktur tubuh manusia, sedangkan jaringan dipelajari di histologi dan sel di sitologi.

Salah seorang ilmuwan kedokteran Yunani kuno yang yang karyanya masih diakui hingga sekarang. Adalah Hippokrates . Ia adalah seorang dokter pada akhir abad ke-6 SM atau awal abad ke-5 SM. Hippokrates telah dapat memahami ilmu dasar mengenai sistem rangka dan otot, dan awal pemahaman lebih dalam akan kerja organ seperti ginjal.


Pada abad ke-4 SM, Aristoteles memulai penelitian yang lebih baik mengenai sistem tubuh melalui pembedahan tubuh hewan. Ia berhasil membedakan pembuluh balik (vena) dengan pembuluh nadi (arteri) dan hubungan organ-organ yang lebih akurat.Penggunaan tubuh mati manusia atau mayat untuk penelitian ilmu anatomi dimulai pada abad ke-4 SM, saat Herophilos dan Erasistratus mempertunjukkan pembedahan mayat di Iskandariyah di bawah bantuan dinasti Ptolemais. Herophilos adalah orang yang pertama kali mengembangkan ilmu anatomi berdasarkan struktur asli tubuh manusia.

Sumpah Hippokrates masih dijunjung hingga saat ini. Isinya adalah :
  •  I swear by Apollo Physician and Asclepius and Hygieia and Panaceia and all the gods and goddesses, making them my witnesses, that I fulfil according to my ability and judgement this oath and this covenant.
  • To hold him who has taught me this art as equal to my parents and to live my life in partnership with him, and if he is in need of money to give him a share of mine, and to regard his offspring as equal to my brothers in male lineage and to teach them this art-if they desire to learn it-without fee and covenant; to give a share of precepts and oral instruction and all the other learning of my sons and to the sons of him who instructed me and to pupils who have signed the covenant and have taken an oath according to medical law, but to no one else
  • I will use treatment to help the sick according to my ability and judgment, but never with a view to injury and wrongdoing. neither will I administer a poison to anybody when asked to do so, not will I suggest such a course.
  • Similarly I will not give to a woman a pessary to cause an abortion. But I will keep pure and holy both my life and my art. I will not use the knife, not even, verily, on sufferers from stone, but I will give place to such as are craftsmen therein.
  • Into whatsoever houses I enter, I will enter to help the sick, and I will abstain from all intentional wrongdoing and harm, especially from abusing the bodies of man or woman, slave or free.
  • And whatsoever I shall see or hear in the course of my profession, as well as outside my profession in my intercourse with men, if it be what should not be published abroad, I will never divulge, holding such things to be holy secrets.
  • Now if I carry out this oath, and break it not, may I gain for ever reputation among all men for my life and for my art; but if I transgress it and forswear myself, may the opposite befall me.
 Sementara itu dunia kedokteran Indonesia juga mengenal Sumpah Dokter Indonesia. Sumpah Dokter Indonesia adalah sumpah yang dibacakan oleh seseorang yang akan menjalani profesi dokter Indonesia secara resmi. Sumpah Dokter Indonesia didasarkan atas Deklarasi Jenewa (1948) yang isinya menyempurnakan Sumpah Hippokrates. Lafal Sumpah Dokter Indonesia pertama kali digunakan pada 1959 dan diberikan kedudukan hukum dengan Peraturan Pemerintah No.69 Tahun 1960. Sumpah mengalami perbaikan pada 1983 dan 1993.

Lafal Sumpah Dokter adalah sebagai berikut: 
Demi Allah, saya bersumpah bahwa :
  • Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan perikemanusiaan;
  • Saya akan memberikan kepada guru-guru saya penghormatan dan pernyataan terima kasih yang selayaknya;
  • Saya akan menjalankan tugas saya dengan cara yang berhormat dan ber­moral tinggi, sesuai dengan martabat pekerjaan saya;
  • Kesehatan penderita senantiasa akan saya utamakan;
  • Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena pekerja­an saya dan karena keilmuan saya sebagai dokter;
  • Saya akan memelihara dengan sekuat tenaga martabat dan tradisi luhur jabatan kedokteran;
  • Saya akan memperlakukan teman sejawat saya sebagai mana saya sendiri ingin diperlakukan;
  • Dalam menunaikan kewajiban terhadap penderita, saya akan berikhtiar dengan sungguh-sungguh supaya saya tidak terpengaruh oleh pertimbang an keagamaan, kebangsaan, kesukuan, politik kepartaian atau kedudukan sosial;
  • Saya akan menghormati setiap hidup insani mulai dari saat pembuahan;
  • Sekalipun diancam, saya tidak akan mempergunakan pengetahuan ke­dokteran saya untuk sesuatu yang bertentangan dengan hukum perikemanusiaan;
  • Saya ikrarkan sumpah ini dengan sungguh-sungguh dan dengan memper­taruhkan kehormatan diri saya.
Kisah ini ditutup dengan sanggahan terhadap Aristoteles, hasil pemikiran Alessandra tentunya.  Menurut Aristoteles keberanian seorang lelaki tampak dalam caranya memerintah, dan keberanian seorang perempuan tampak dalam caranya mematuhi. Mengingat kelakuannya yang lebih sering memberontak dari pada mematuhi, maka menurutnya teori itu salah. Namanya juga igauan yang tak masuk akal orang sakit....
 
Lalu berhasilkan Alessandra belajar ilmu kedokteran.....?
baca saja sendiri...^_^

Foto-foto dari : wikipedia

----------------------------------
Buat Sis Bea...
Simak baik-baik halaman 253. Antusias  sangat dibutuhkan dalam belajar hanya saja kehati-hatian juga perlu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar