Senin, 11 April 2011

The Tar Man: Penjahat dari Masa Silam (The Gideon Trilogy #2)

Read in May, 2009

"Apakah tidak ada penunggang kuda di kota ini?”serunya kepada seorang pria muda yang duduk di balik kemudi sebuah Mini Cooper Hitam.

"Mati aku!” dia berseru nyaring, ”Mesin itu telah membawaku ke masa depan! Bagaimana aku akan pulang?”

Banyak hal yang membuat Tar Man, sang penjahat tangguh abad 18 merasa akrab sekaligus asing berada di London! Bahkan Berkeley Square yang dulu sangat dikenalnya juga berubah. Padahal baru sebulan yang lalu ia mengawal Lord Luxon kesana.

Pada awalnya, banyak hal-hal baru yang membuatnya terheran-heran sekaligus kagum! Misalnya melihat wanita menggunakan celana panjang dan berambut pendek, gadis-gadis memamerkan mata kaki, sensasi minum bir dingin. Atau bahkan kebingungannya saat harus menyantap spageti

Diabad 21 , Tar Man bertemu dengan seorang gadis, Anjali yang dianggapnya berbakat dan bisa menjadi penuntunnya. Sepak terjangnya di dunia hitam di abad baru itu berkembang kian pesat! Apalagi setelah ia tanpa sengaja juga mengetahui teknik memudar yang sering digunakan oleh Kate.

Saat ia ditangkap dan berada dalam mobil polisi, ia berhasil menghilang dan kembali di tempat lain. Tar Man yang merampok bank dan menghilang, membuat kehebohan baru, mendapat julukan Houdini baru, Belakang agar bisa masuk ke lingkungan tertentu, Tar Man yang dikenal dengan nama Mr. Vega Rianza, bahkan menunjukkan kebolehannya dengan berada di balkon Buckingham Palace, kemudian menghilang, padahal disaat yang bersamaan, keluarga kerjaan juga berada disana

Sementara Tar Man asyik melebarkan sayapnya di abad baru. Dr Dyer dan Dr. Pirretti masih berdebat mengenai upaya membawa Peter kembali ”Jika kau tahu secara pasti, bahwa perjalanan menembus waktu memiliki potensi untuk menghancurkan alam semesta dalam cara yang tidak terbayangkan, apakah menempatkan seluruh umat manusia dalam bahaya demi menyelamatkan seorang anak laki-laki yang tidak bersalah merupakan langkah yang tepat? Itu adalah pertanyaan yang terus meneus menggangguku-dan aku tidak tahu jawabannya” Kata dr. Piretti. Namun sudah bisa ditebak akhirnya semua pihak setuju untuk membawa Peter kembali.

Kedatangan Kate dan Mr Schock, ayah Peter diabad 18 seperti mengundang perhatian masayrakat umum. Mereka tidak ingin kehadirannya dirahasiakan, malah membiarkannya untuk dipublikasikan secara luas. Peter yang membaca kehadiran Kate dan ayahnya terkejut sekaligus senang.

Peter yang mereka cari segera bergegas menuju ke Middle Harpenden, tempat mesin waktu tersebut berada. Peter merasa perlu melihat Kate dan ayahnya, Masalahnya yang mereka cari adalah Peter yang berusia 12 tahun, bukan dirinya. Namun kenyataan Peter yang ada dijaman itu telah tumbuh manjadi seorang pria dewasa! Rupanya Kate tidak melihat dengan benar waktu yang dikatakan ayahnya saat melakukan perjalanan waktu!

Saat bertemu dengan Kate dan ayahnya yang sama sekali tidak berubah, Peter mengaku bernama Joshua Seymour, adik tiri Gideon Seymour. Tanpa ada maksud tertentu, Peter mencuri salah satu Coca-cola milik Kate.

Guna memperbaiki mesin waktu yang rusak, Kate dan Peter yang menyamar harus menyeberangi lautan hingga ke Perncis saat revolusi sedang berlangsung. Mereka bertujuan memohon bantuan Marquis de Montfaron, seorang ilmuan terkenal untuk memperbaiki mesin waktu tersebut. Tentunya dengan imbalan mengajak ia mendatangi abad 21!

Buku ini seusai dengan judulnya memang sebagian besar isinya bercerita mengenai Tar Man yang terbawa ke abad 21. Hanya makin kebelakang kok saya merasakan ketegangannya mulai menghilang, semua seakan-akan menjadi hambar, sudah bisa dipastikan. Misalnya mesin waktu yang membawa Dr Dyer diceritakan dengan sendirinya berhasil membawa pulang Peter. Lalu dengan begitu saja, Kate dan Peter bertemu lagi di perkebunan! Walau adegan Tar Man yang menggoda Lord Luxon dengan trik menghilangnya sempat membuat saya penasaran kemana alur cerita akan dibawa.

Namun ternyata saya salah! Ada adegan seru saat Tar Man membawa kembali Peter dan Kate ke abad 18. Untung saja Peter berhasil membawa Kate menuju ke rumah Gideon.
Tapi, yang paling menyejutkan dari seluruh isi buku ini adalah pengakuan dari seorang pawang anak buah Lord Luxon, bahwa Tar Man dan Gideon adalah saudara! Bayangkan kedua kepribadian yang berbeda jauh adalah sepsang saudara, kejutan yang hebat!

Ia mengatakan ayahnya, pernah mengenal seorang pria yang mengetahui bahwa Seymour menikahi seorang janda dari Somerset. Wanita itu baru saja meninggalkan desa bersama anak-anaknya setelah putra tertua, yang masih berusia remaja dihukum gantung gara-gara mencuri. Desas-desus yang beredar mengatakan, bahwa anak itu diturunkan terlalu cepat dari tiang gantungan, berhasil lolos!

Ada satu kalimat yang membuat saya menasaran, Pada hal 244 , Kate berkata, “ Tapi, Joshua. Aku harus menemui Joshua.” Bukan seharusnya Aku harus menemui Gideon.

Selesai membaca buku ini, saya jadi berpikir , diluar cerita sebenarnya. Beberapa bulan belakangan ini. sudah ada 2 buku yang menyinggung Coca Cola, Brand minuman ringan. Pertama di The Road, sekarang di Tar Man. Kayaknya kedepan siapa tahu penulis bisa minta sponsor untuk menerbitkan bukunya dengan imbalan dalam alur cerita menyebutkan brand. Seperti salah satu film yang produksi Ari Sihasale, dimana pemeran utama terlihat sedang menyikat gigi dengan menggunakan pasta gigi salah satu brand, lalu mandi dengan menggunakan brand lainnya...

Jangan diambil hati yah..., namanya juga ide iseng!terutama setelah membaca curhat beberapa penulis yang kesusahan mencari penerbit

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar