Minggu, 10 April 2011

Lomba Resensi Buku Serambi 2011: Hati-hati Hawthorne! Charlotte ”ghostgirl” Usher Telah Kembali.......!

Judul              : Ghostgirl : Lovesick
Penulis           : Tonya Hurley
Penerjemah    : Berliani M. Nugrahani
Penyunting     : Ida Wajdi
Pewajah Isi    : Aniza Pujiati
ISBN            : 978-979-024-455-9
Halaman        : 371
Penerbit        : Penerbit  Atria
Cetakan        : Pertama, Februari 2011


Kalian akan kembali ke tempat asal kalian, Hawthorne” 
 Charlotte mendadak tersengat!

Untung ia sudah meninggal, jika tidak bisa-bisa ia meninggal karena tekejut.
Di “alam sana” Charlotte sudah menjalan kehidupannya dengan lebih bahagia. Ia mempunya dua orang sahabat, Prue dan Pam. Setiap hari mereka berjalan bersama ke kantor dimana mereka magang. Charlotte juga sedikit terobsesi dengan seorang cowok bernama Eric. Erick memang bukan Damen, cowok yang membuatnya meninggal tersedak perman karet. Namun Erick sudah mendominsi waktu luangnya.

Suatu saat,  kantor magang mendapat kejutan yang menyenangkan. “Para pekerja magang, tugas kalian di sini sudah selesai ” kata  Mr  Markov. ”Kalian sudah merampungkan masa magang kalian dan sekarang, inilah waktu kalian untuk melakukan sedikit praktik,” Mr Markov menambahkan. Masalahnya sedikit praktik yang dimaksudkan oleh Mr Markov adalah kembali ke tempat asal mereka, kembali ke Hawthorne.

Kembali ke ke  Hawthorne merupakan hal terakhir yang ingin dilakukan oleh Charlotte. Tidak hanya harus kembali ke Hawthorne, mereka juga harus  mendampingin satu orang anak. Dan bisa  ditebak siapa yang harus didampingi oleh Charlotte, Damen Dylan cowok yang membuatnya mati tersedak perman karet. Dan supaya ceritanya lebih seru, sang penulis membuat Erick, cowok yang sedang melakukan penjajakan  ke  Charlotte menjadi pendamping sahabat Charlotte,  Scarlet Kensinton!

Charlotte memang secara teori sudah menjadi hantu. Namun keberadaannya ternyata masih berpengaruh pada banyak pihak. Dalam Wikipedia disebutkan, Hantu secara umum merujuk pada kehidupan setelah kematian. Hantu juga dikaitkan dengan roh atau arwah yang meninggalkan badan karena kematian. Definisi dari hantu pada umumnya berbeda untuk setiap agama, peradaban, maupun adat istiadat.

Meskipun secara umum hantu merujuk pada suatu zat yang mengganggu kehidupan duniawi, dalam banyak kebudayaan, hantu tidak didefinisikan sebagai zat yang baik maupun jahat. Sebutan setan, iblis, genderuwo, dan sebagainya, lebih umum digunakan untuk merujuk kepada hantu yang jahat. Sedangkan hantu yang baik yang dianggap mempunyai kemampuan untuk menolong manusia, disebut dengan bermacam nama yang berbeda, seperti sebutan untuk Datuk, Te Cu Kong (penguasa tanah, dalam agama Kong Hu Cu), dan lainnya. Tetapi di dalam kebanyakan agama, meminta hantu untuk membantu manusia adalah dilarang.

Secara umum, beberapa orang memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan hantu. Ada yang mampu berkomunikasi seperti Scarlet dan Charlotte, namun ada juga yang hanya bisa mengenal dan merasakan keberadaan hantu. Buku ini penuh dengan adegan percakapan antara Scarlet dan Charlotte. Penulis seakan ingin mengajarkan bahwa kita tidak perlu takut terhadap hantu! Ajaran yang perlu diterapkan pada anak-anak, mengingat para orang tua di lingkungan kita sering menakuti anak-anak dengan  perkataan “Awas hantu…”

Dalam masyarakat Indonesia dikenal beberapa jenis hantu antara lain, kuntilanak, sundel bolong, tuyul, pocong  genderuwo,  kemangmang, orang hunian, leyak, kuyang, jin, jenglot, kuyang dan masih banyak lagi. Belakangan serbuan drakula, werewolf, vampire dan  zombie meramaikan dunia makhluk halus. Lalu kira-kira Charlotte masuk golongan hantu yang mana yah…..

Di dunia nyata, Scarlet sangat merindukan Charlotte. Pertemanan mereka merupakan hubungan terakrab yang pernah dimiliki Scarlet. Tanpa Charlotte, Scarlet sama sekali tidak memiliki teman untuk berbagi. Sosok Charlotte dalam wujud patung  canntik yang berada di atas makamnya juga berkat campur tangan Scarlet. Hanya  Scarlet yang mampu membuat hiasan pesta dansa menjadi  upacara pemakaman fantasi khusus bagi ”Charlotte ”ghostgirl” Usher. Tanpa Scarlet,  Charlotte hanya sekedar kisah hantu yang menyedihkan di sekolah.

Dengan Charlotte menjadi pendamping Damen dan Erick menjadi pendamping Scarlet banyak hal yang harus diluruskan. Charlotte harus menahan dirinya melihat keakraban Erick dan Scarlet. Sementara ia sendiri harus bertahan dari pesona Damen yang ternyata masih kuat menghipnotisnya. Tugas yang tidak mudah bagi mereka berdua.

Selain berputar di urusan kisah cinta tiada akhir antara  Charlotte, Damen dan Scarlet. Kita juga akan disuguhi misteri perubahan sikap  Petula Kensinton, kakak Scarlet. Sejak tersadar dari koma,  Petula berubah! Secara fisik ia telah pulih. Namun ia merasa bukanlah orang yang sama. Dia terus- menerus memikirkan, merasakan sesuatu yang benar-benar asing baginya. Dia lebih memperhatikan dunia di sekitarnya dan jauh lebih perduli dan bersimpati pada orang lain serta masalahnya. Bagi Petula ini sungguh menjengkelkan.

Namun berderma menjadi inti perilaku tak menentunya dan dilema filsafat yang semakin besar. Ia bahkan meminta ijin meminjam sebagian baju bekas Scarlet  untuk dijadikan bahan prakarya. Setiap malam, Petula melakukan kegiatan misterius yang membuatnya dicoret dari daftar undangan setiap acara, ia dianggap tidak ada! Sungguh ironi, dari seseorang yang punya banyak penggemar menjadi seseorang yang dianggap tidak ada.

Perubahan dratis  Petula sempat membuat keluarganya cemas. Untunglah urusan misteriusnya ternyata masih seputar mode busana, hal yang paling dikuasainya. ” Orang-orang ini boleh kelaparan atau apa pun, tapi mereka masih bisa tampil keren” pikir Petula.

Dengan aneka ragam keanehan dan peritiwa yang terjadi, mendadak semuanya menjadi masuk akal bagi Charlotte. Dia dikirim kembali kemari untuk mengwasi Damen, untuk mencegahnya melakukan sesuatu yang bodoh dan menyakitkan dan mungkin akan berdampak  permanen bagi dirinya dan scarlet

Buku yang ditujukan bagi kaum ABG ini juga mengajarkan moral selain urusan model pakaian dan pesta.  Setiap individu  memiliki kepribadian yang berbeda, dan setiap individu memiliki cara sendiri untuk membuktikan keberadaan dirinya.  Di kalangan ABG sering terjadi proses pencarian jati diri secara imitasi, si ABG meniru habis-habisan tokoh idolanya agar bisa diterima dalam sebuah komunitas.  ”Orang-orang mengharapkanmu menjadi orang tertentu,” kata Chatlotte, ”berpandangan tertentu , berpikir  dengan cara tertentu. Dan jika kau tidak bisa melakukannya, mereka tidak akan menerimamu,’ lanjutnya

Padahal dengan menjadi diri sendiri sesorang malah bisa menemukan jati dirinya dan lebih dihargai oleh lingkungannya. ”Kalau begitu, mereka tidak layak menerima perhatianmu,” kata Damen dengan santai. ”Siapapun yang benar-benar memedulikanmu tidak akan mengharapkanmu berubah demi mereka” tambahnya.

Seluruh rangkaian kisah dalam buku ini dipenuhi nuansa Valentine. Bunga, coklat, kartu dan hadiah-hadiah menarik lainnya. Suasana juga dibuat seromatis mungkin dengan aneka nuansa merah muda, warna yang melambangkan cinta kasih.

Banyak versi mengenai sejarah  Hari Valentine, yang disebut juga Hari Kasih Sayang. Menurut tarikh
 kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari adalah Gamelion, bulan yang dipersembahkan khusus untuk pernikahan suci Dewa Zeus dan Dewi Hera. Banyak versi yang beredar, namun versi yang terkenal adalah ksiah mengenai seorang Pendeta bernama Valentinr. Valentine  adalah seorang pendeta yang hidup di Roma pada abad ke-III. Ia hidup di kerajaan yang saat itu dipimpin oleh Kaisar Claudius yang terkenal kejam. Claudius berambisi memiliki pasukan militer yang besar, ia ingin semua pria di kerajaannya bergabung di dalamya. Tentunya keinginan ini banyak mendapat tantangan.  Para pria enggan terlibat dalam peperangan. Karena mereka tak ingin meninggalkan keluarga dan kekasih hatinya. Hal ini membuat Claudius marah, dia segera memerintahkan pejabatnya untuk melakukan sebuah ide gila, melarang  adanya pernikahan. Pasangan muda saat itu menganggap keputusan ini sangat tidak masuk akal. Karenanya St. Valentine menolak untuk melaksanakannya.

St. Valentine tetap melaksanakan tugasnya sebagai pendeta. Ia tetap bertahan pada prinsipnya dan mengacuhkan teguran yang diterimanya. Suatu malam, ia tertangkap basah memberkati salah satu pasangan.  St. Valentine tertangkap. Ia dijebloskan ke dalam penjara dan divonis hukuman mati dengan dipenggal kepalanya. Ternyata banyak warga yang memberikan dukungan, alih-alih membencinya. Banyak  bunga dan pesan berisi dukunga berjejer di jendela penjara dimana dia ditahan. Salah satu yang percaya adalah   putri penjaga penjara sendiri.  Pada hari saat ia dipenggal pada  tanggal 14 Februari, St. Valentine menyempatkan diri menuliskan sebuah pesan untuk gadis putri sipir penjara tadi, ia menuliskan Dengan Cinta dari Valentinemu.

Sejak itu,   Kini setiap tanggal 14 Februari orang di berbagai belahan dunia merayakannya sebagai hari kasih sayang. Orang-orang yang merayakan hari itu mengingat St. Valentinesebagai pejuang cinta, sementara kaisar Claudius dikenang sebagai seseorang yang berusaha memisahkan cinta.

Di beberapa negara, urusan Valentine menjadi topik yang mendapat perhatian khusus dari sisi pemasaran. Sebuah produsen berlian pada tahun 1980-an berhasil menamankan pesan dengan memberikan berlian maka  si pemberi dan penerima akan memproleh kenangan Valentine yang tak terlupakan. Valentine dianggap saat yang tepat untuk mempersembahkan berlian bagi orang terkasih, dan belian sebagai sahabat wanita (lagi-lagi akibat kerja keras bagian pemasaran) merupakan hadiah yang paling cocok. Sepengetahuan saya, sangat jarang ada wanita yang menolak hadiah berlian.

Tidak hanya urusan berlian yang harganya  bisa membuat meringis, coklat dan kartu juga menjadi ajang komoditi saat Valentine. The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) memperkirakan bahwa di seluruh dunia sekitar satu miliar kartu valentine dikirimkan per tahun.  Sementara itu, industri coklat berlomba-lomba memanfaatkan momen ini guna meningkatkan penjualannya.  Bahkan industri coklat rumahan juga memanfaatkan kesempatan ini.  Belakangan mulai bermunculan Whiteday, dimana mereka yang menerima coklat saat Valentine harus memberikan coklat pada saat itu. Kembali, kekuatan pemasaran berbicara dalam memajukan industri coklat.
Jika ingin mengintip lebih jauh mengenai sejarah Valentine, bisa dilihat di http://ugiq.blogspot.com/2010/01/sejarah-hari-valentine-mitos-valentine.html

Walau disambut gegap gempita di beberapa negara,  Malaysia menahan ratusan umat muslim dalam penggerebekan pada Hari Valentine 2011 yang lalu. Penggerebekan dilakukan di Kuala Lumpur dan pusat negara bagian Selangor. Otoritas Islam Malaysia mengganggap Hari Kasih Sayang mendorong "kegiatan tidak senonoh" di negara  tersebut.  Dalam liputan6.com disebutkan, "Pada kenyataannya, baik secara historis pun, perayaan Hari Valentine disamakan dengan kegiatan tidak senonoh," kata Wan Mohamad Sheikh Abdul Aziz, Kepala Departemen Pengembangan Islam Malaysia yang bertanggung jawab atas kebijakan Islami di sana. Berdasarkan sistem hukum berjalur ganda Malaysia pengadilan syariah dapat mengadili atas pelanggaran agama dan moral. Lebih dari 60 persen dari 28 juta penduduk Malaysia merupakan Muslim. Pihak berwenang keagamaan pekan lalu meluncurkan kampanye bernama "Mind the Valentine`s Day trap" atau "Waspadai Jebakan Hari Valentine" guna mengutuk perayaan tersebut dan mengatakan mereka akan menolak segala hal yang berlawanan dengan ajaran Islam

Sekarang....................,
Lebih baik kita menyanyikan lagu ciptaan Scarlet dan Erick yang dipersembahkan untuk Damen dan Charlotte

Seharusnya kau perlu di sini bersamaku
Kulihat yang kaulihat dengan caraku
Benarkah t’lah kucium habis ciumanmu?
Mau tak mau’ku berpikir saat kau jauh dariku
Bahwa kau memang tercipta untukku

Sebelum terlena mendengarkan lagu indah, jangan lupa intip  ghostgirl: Lovesick trailerdi  http://www.youtube.com/watch?v=T5RIBLJb5LA&feature=player_embedded, lalu  http://www.tonyahurley.com/  dan www.ghostgirl.com

 foto-foto dari
http://passive-agressiva.blogspot.com/2010_07_01_archive.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar