Jumat, 08 April 2011

Apa yang kamu inginkan dalam hidup ini?

Judul          :  Feel, What I Want in Life
Pengarang : Wulan Guritno & Adilla Dimitri
Halaman    : 239
Penerbit     : Edelweiss

Cinta
Persahabatan
Dua kalimat sederhana namun bisa berarti dalam bagi kehidupan seseorang. Persahabatan dengan seseorang, membuat kita mencintainya dengan sepenuh hati. Seseorang yang dihubungi pertama saat bersedih, yang selalu diajak untuk  tertawa bersama serta menerima kekurangan dan kelebihan kita sebagai sebuah paket. Kala kita mencintai seseorang, ia akan menjadi sahabat terbaik yang akan akan kita terima apa adanya. Tak ada perhitungan rugi laba, semuanya dianggap impas.

Persahabatan Kanya, seorang putri tunggal kolomerat dengan Tammy, putri  tunggal seorang pegawai yang bersahaja justru dimulai dengan permusuhan. Sikap keduanya yang bertolak belakang justru saling mengisi, membuat persahabatan mereka terjalin hingga dewasa. Pahami orang lain sebelum meminta orang lain memahami dirimu. Tuntut dirimu sebelum menuntut orang lain, merupakan kunci langgengnya persahabatan mereka. Persahabatan mereka hanya dipisahkan oleh satu hal: kematian....!

“Apa yang kamu ingnkan dalam hidup ini?”
Sepenggal pertanyaan singkat yang dilontarkan Tammy mampu meluluhlantahkan dunia nyaman Kanya. Demi mencari jawaban atas pertanyaan itu, serta menyembuhkan kesedihan hatinya akibat kehilangan Tammy, Kanya memutuskan untuk tinggal di Pulau Bali selama 3 bulan, pulau yang sejak sepeninggal ibunya, dijauhi oleh keluarganya. Kanya berhenti bekerja serta meninggalkan tunangannya di Jakarta guna menemukan sebuah jawaban.

Di Bali, Kanya berkenalan dengan Ida Bagus Gala Santosa, seorang penyanyi dengan prinsip yang kokoh. Gala menolak permintan penonton untuk memainkan lagu tambahan karena jatah jam  manggungnya telah selesai, bahkan jika dibayar sekalipun. Sebenarnya Gala sudah lama mengenal Kanya, terutama karena keluarga Kanya tinggal dalam area rumah keluarga Gala. Hanya saja dahulu orang tuanya melarang Gala bergaul dengan Kanya dengan alasan perbedaan kasta.

Lewat  Gala, Kanya banyak memahami arti kehidupan ini. Mulai bisa menerima jika kematian merupakan bagian dari sebuah proses kehidupan, menerima kepergian ibunya dan Tammy sebagai sebuah proses yang harus dijalaninya. Kanya berubah dari seorang gadis manja, keras kepala, egois dan selalu minta dilayani, menjadi seorang gadis yang menghormati perasaan dan jerih payah orang lain, bersikap lebih dewasa dan tegar. Yang terpenting, Gala mampu membantu Kanya menemukan jawaban atas pertanyaan Tammy, apa yang kamu inginkan dalam hidup ini.

Siapa yang tak kenal Wulan Guritno. Sepak terjangnya  di dunia seni peran sudah tak diragukan lagi. Buku ini merupakan bukti kebiasaannya di bidang selain seni peran.  Peran sang suami, Adilla Dimitri dalam proses pembuatan buku ini juga tak kecil. Dilla bertugas mengisi kekosongan di beberapa sisi cerita sekaligus memperindah jalinan benang merah cerita

Menilik sosok perempuan yang ada di cover  berwarna biru (yes..... biru!) langsung membuat saya menyebutkan itu  adalah sosok Wulan. Walau menurut pihak penerbit mereka tidak berniat menjadikannya sebagai sosok Wulan. Hadiah CD berisi lagu menjadi daya tarik tambahan dari buku ini.

”Bila aku harus mati, dengan cinta untukmu...” sepenggal bait lagu yang ditulis dan dinyanyikan Anang sepertinya mampu merefleksikan bagaimana perasaan hati Gala terhadap Kanya. Sangat salah jika beranggapan novel ini berakhir dengan kisah bahagia antara Kanya dengan Gala atau Kanya dengan tunangannya. Novel ini lebih menekankan pada pencarian jati diri Kanya, pencarian jawaban atas pertanyaan Tammy. Pada bab awal, novel ini berkesan biasa saja, seperti novel romance pada umumnya, namun mulai bab 5, banyak kejutan-kejutan yang dihadirkan.

Saat melepas lelah dari kepenatan aktivitas seharian, coba cari posisi membaca yang nyaman, sediakan secangkir minuman hangat, camilan, pasang CD  yang didapat saat membeli buku ini. Maka tidak hanya kenyamanan yang diperoleh, namun juga pencerahan jiwa.  Pertanyaan Tammy, ” Apa yang kamu inginkan dalam hidup ini?”  sepertinya juga bisa kita tujuan pada diri kita sendiri.

Sekedar  masukan untuk cetakan kedua. Pada halaman 7  paragraf ke tiga tertulis, ”... hingga  Mama Tammy...” seharusnya tertulis, ”... hingga Mama Kanya...”. Pada halaman 94 tertulis, ”... tersebutakan...” seharusnya ”...tersebut akan...”, pada halaman 210 pada paragraf  ketiga tertulis ” Tammy semakin sedih...” seharusnya ” Kanya semakin sedih..” serta pada halaman yang lain, sebuah kata tetap ditulis tetep.

Secara keseluruhan buku ini cukup menghibur, membangunkan macan tidur yang ada di diri kita masing-masing. Walau secara logika, sangat jarang bisa ditemui sosok gadis seperti Kanya. Jika bukan berasal dari keluarga yang teramat sangat mapan, bagaimana mungkin ia rela meninggalkan jabatan empuknya demi perenungan  di Bali. Biarpun  jabatan itu diperoleh atas dasar ”Anak Boss” Lalu sedemikian mudahnya novel buatannya diluncurkan dalam jangka waktu yang sesingkat itu, sudah punya banyak penggemar pula. Teringat nasib beberapa rekan penulis yang nasib bukunya terkatung-katung.

Menurut kedua penulis, tidak menutup kemungkinan buku ini akan difilmkan. Rasanya tidak sabar menunggu filmnya jadi. Wulan cocok menjadi Kanya, lalu siapa yang menjadi Gala dan Tammy yah...?

Sepertinya saya juga harus mulai merenung mencari jawaban “Apa yang kamu ingnkan dalam hidup ini?”
Hem........................
 
Note :
Bukan sedang melo, namun saat mendengarkan lagu yang ada dalam CD, kok yang terbayang adalah seorang perempuan muda berjalan menyusuri pantai. Langkahnya terlihat gontai. Sesekali ia menghentikan langkah dan menatap matahari yang mulai tenggelam di kejauhan.
Tidakkkkkkkkkkkkkkkkkkkk! Kok kayak sinetron sih!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar