Sabtu, 23 Mei 2026

2025 #6: Kisah Kehidupan Oba Yozo

Penulis: Osamu Dazai
Penerjemah: Nurafifah
ISBN: 9786340491364 
ISBN 10: 6340491367
Halaman: 150
Cetakan: Pertama-Maret 2026
Penerbit: Sigma Publishing
Harga: Rp 59.000
Rating: 3.25/5

Kehidupan manusia sepertinya dipenuhi dengan kebohongan timbal balik yang murni dan ceria-ketika orang saling menipu tetapi tidak ada yang merasa dirugikan atau bahkan menyadari bahwa mereka sedang menipu.
- No Longer Human, hal 18-

Niatnya saya  sedang berusaha mengembalikan semangat membaca kemudian menulis komentar tentang buku yang dibaca. Minimal sebulan sekali membuat catatan di blog, walau tak sebanyak dulu. Kalau sekedar membaca dan memberikan komen 2-3 kalimat di GRI tetap dilakukan,  Tak sengaja menemukan buku ini ketika mengikuti klub buku di Depok.

Kisah dibuka dengan  komentar yang diberikan seseorang tentang foto wajah seorang anak laki-laki. Kemudian ia membandingkan dengan foto ketika anak laki-laki tersebut menjadi remaja, sekitar SMA. Terakhir ketika wajah dalam foto berubah menjadi wajah seorang pria tua dengan wajah datar, kesan suram terpancar dari foto tersebut.

Tokoh dalam buku-Oba Yozo memiliki keluarga yang bahagia dan memperlakukannya dengan baik. Namun ia merasa ada yang berbeda. Ia merasa kesulitan mengungkapkan keinginan dan jati diri. Ia takut dengan relasi dan intraksi yang terjadi antar manusia.

Misalnya ketika ayahnya bertanya oleh-oleh apa yang diinginkan, ia takut ayah kecewa jika ia menolak tawaran ayan. Ia juga takut telah membuat ayah kecewa karena tanpa sadar setuju untuk meminta buku sesuai saran kakak. Padahal ia ingin dibawakan semacam topeng, dan merasa ayahnya juga sangat ingin membawakannya. Dilain sisi, ia sangat suka membuat orang-orang di sekitarnya tertawa.
https://www.goodreads.com/
book/show/25026263-decl-nio-de-um-homem

Oba juga merasa tertekan jika harus mengikuti rutinitas dalam kehidupan. Berkumpul sambil makan bersama keluarga menjadi hal yang mengganggu baginya. Ia bahkan bertanya-tanya kenapa manusia harus makan tiga kali sehari? 

Seperti wajah yang ada di foto, kehidupan Oba berubah seiring bertambahnya usia. Kondisinya bisa dikatakan semakin memburuk seiring waktu. Ia bahkan mengalihkan diri pada hal-hal yang justru mengakibatkan kondisinya memburuk.. Semakin ia berusaha menjadi seperti orang lain, semakin hilang jati dirinya, semakin ia tidak "menyerupai orang".

Buku ini terbagi menjadi tiga bagian besar, yang berkisah tentang kehidupan tokoh sejak usia belia hingga meninggal. Membuat teringat tiga foto yang dibandingkan pada awal kisah. Ada yang menyebutkan buku ini semacam autobiografi bahkan wasiat sang penulis. Hal ini dikarenakan bagian akhir kisah muncul tak lama sebelum ia memutuskan bunuh diri.  Jika benar, terbayang berapa berat kehidupan yang ia jalani. 

Pada bagian pengantar dari seorang psikolog, bagaimana kehidupan suram tokoh dikupas secara tuntas dari sisi keilmuan. Mungkin, diantara kita ada yang berusaha bersikap baik-baik saja dalam menjalani hidup, padahal sesungguhnya sedang tidak baik. Begitulah kehidupan ini. 

Semula, saya merasa memilih buku tipis untuk penyemangat menulis komen adalah pilihan yang tepat. Siapa yang mengira halaman yang sedikit justru memberikan kesan menyedihkan yang mendalam. Alih-alih selesai membaca dalam sekali duduk, buku ini baru selesai dalam 2 hari membaca..
https://www.goodreads.com/book/show/
60811026-i-nsanl-m-yitirirken

Mengingat isi buku yang berkesan suram, agak heran juga menemukan kover versi bahasa Turki yang ada di laman Goodreads. Nuansa yang teduh rasanya sangat bertolak belakang dengan apa yang tercantum dalam buku.

Kover yang mengusung gambar topeng, sebagai iustrasi bagaimana Oba bersikap dalam menjalani kehidupan, memakai topeng untuk menutupi seiapa dirinya, merupakan kover yang umum dipakai dalam beberapa negara. Demikian juga dengan wajah sang penulis kisah, misalnya dipergunakan sebagai kover untuk edisi Perancis dan Italia.

Bingung juga mau mengomentari apa tentang isi buku ini. Bagi  mereka yang mencari cerita yang tak biasa, buku ini layak dipertimbangkan. Hanya saja, jangan memaksa menyelesaikan buku ini dalam waktu singkat. Nikmati saja dengan santai,

Oh ya, buku ini sudah masuk dalam domain publik sejak 1 Januari 2019. Hal ini berlaku karena  menurut undang-undang hak cipta yang berlaku di Jepang,  masa berlaku hak cipta hingga 70 tahun setelah penulisnya meninggal-penulis meninggal pada tahun  1948.

Dari seluruh kemuraman yang disajikan, ada 1 bagian yang sedikit membuat saya tersenyum. Bagian   yang menceritakan tokoh utama berlangganan lebih dari 10 majalah anak laki-laki serta membaca berbagai buku dari Tokyo secara rahasia. Sungguh jadi merasa iri! Saat saya kecil, majalah anak-anak sangat minim jumlahnya. Ketika punya anak, pilihan makin sedikit. Sempat ada koran untuk anak-anak, sudah langganan beberapa bulan eh yang terbit hanya edisi pertama! 

Menarik.

Sumber gambar:
Goodreads

Minggu, 10 Mei 2026

2026#5: Biografi Penulis Little Women : Louisa May Alcott

Judul: Scribbles, Sorrows, and Russet Leather Boots: The Life of Louisa May Alcott
Penulis: Liz Rosenberg 
ISBN-10: ‎0763694355
ISBN-13: ‎978-0763694357
Cetakan: Pertama-Oktober 2021
Halaman: 432
Penerbit: Candlewick
Rating: 3.5/5

I will do something by-and-by. Don't care what, teach, sew, act, write, anything to help the family; and i'll be rich and famous and happy before I die, see if I won't!
-Louisa May Alcott-

Biasanya saya jarang membeli buku tentang biografi seseorang, kecuali ada yang sangat spesial atau hadiah. Penulis yang satu ini, jelas sangat spesial. Little Women karyanya membuat saya sampai memiliki Puri Little Women, sebutan para sahabat untuk tumpukan koleksi saya yang berjumlah sekitar 300-an.

Buku ini juga saya peroleh via jastip BBW tahun lalu. Sang jastip mengerjakan semuanya sendiri, dari promosi, mencari buku titipan, hingga pengiriman. Jadi wajar jika butuh waktu untuk bisa sampai ke rak eh ke timbunan saya. Jadi bukan model jastip yang mengamankan sekian buku dengan harapan laku kemudian menaruh di sembarang tempat jika tidak laku.

Nyaris lupa buku ini, jika tak sengaja melihat promosi BBW dimana seorang pembaca dengan bangga memamerkan belanjaannya, boxset Little Women dan buku ini. Namanya juga saya ^_^ penganut Hukum Kekekalan Timbunan garis keras, yang penting punya dulu baca urusan belakangan.

Dalam buku setebal 432 hal ini, biografi Louisa terbagi menjadi 21 bab ditambah dengan epilog. Dimulai dengan Duty's Child Arrives, The Temple School, Heaven's So Far Away, Union Hotel Hospital, A Little Romance, Illness and Charity, dan Glimpse of Heaven. 
https://id.wikiquote.org/
wiki/Louisa_May_Alcott

Jangan berharap akan menemukan banyak kecerian dalam buku ini. Sesuai judulnya, buku ini berkisah tentang perjalanan hidup Louisa May Alcott.  Kehidupannya ketika muda bisa dikatakan serba pas, jika  kata miskin dianggap  terlalu kejam. Tapi kasih sayang antar keluarga menjadi kekuatan bagi mereka untuk bertahan hidup. Untunglah masa tuanya keadaan menjadi lebih baik. 

Pada bagian awal banyak dibahas tentang kedua orang tua Louisa. Gemes juga rasanya, untuk apa dipaparkan panjang lebar. Ternyata berhubungan dengan bab-bab selanjutnya.

Louisa May Alcott lahir pada 29 November 1832, meninggal 6 Maret 1888  dari pasangan Abigail May dan Amos Bronson Alcott. Merupakan anak kedua dari empat bersaudara. 

Agar bisa memperoleh uang. si kecil Louisa melakukan banyak pekerjaan tanpa pilih-pilih.  Pekerjaan  sebagai perawat rumah sakit saat Perang Saudara membuatnya terkena pneumonia-paru-paru basah. Pengobatan saat itu belum seperti saat ini, obat  yang ia minum ternyata mengandung merkuri. Efek sampingan yang harus ia tanggung sepanjang sisa hidup.

Kondisi tersebut tidak membuatnya putus semangat. Jika semula menulis hanya untuk sekedar mengumpulkan receh, selanjutnya ia menulis dengan sungguh-sungguh. Tak hanya demi bertahan hidup, tapi juga membantu keluarganya dan orang-orang yang membutuhkan.

Bagaimana ia bertahan pada saat sulit dan bangun kembali ketika jatuh, menjadi hal yang layak ditiru. Saya jadi teringat pada bagian kisah di mana karya Jo sempat dianggap buruk. Ia tetap bertahan menulis karena menyukai kegiatan menulis.

Salah satu bukunya yang laris adalah Little Women. Bermula dari penerbitnya-Thomas Niles yang meminta agar Louisa menulis buku khusus untuk anak perempuan. Semula Louisa ragu, namun akhirnya setuju untuk menulis. 

Little Women mengambil tokoh dari keluarga atau orang yang dekat dengannya, termasuk untuk sosok Laurie, Dan tentu saja, ia menjadi Jo dalam kisah tersebut.  Setelah Little Women diterima baik oleh masyarakat, barulah muncul kelanjutannya Good Wives, Little Men,  dan Jo's Boys.

Kisah Little Women sudah beberapa kali diangkat ke layar lebar. Belum lagi versi animasi. beberapa karya dibuat berdasarkan inspirasi dari Little Women. Jika film etrsebut dibuat saat Louisa masih hidup, bukan tak mungkin urusan naskah film juga dikerjakan olehnya.

Meski  tak banyak, ilustrasi yang ada dalam buku ini lumayan menghibur. Saya paling menyukai ilustrasi yang ada di halaman 332, sebelum Bab Marmee. Saya asumsikan ilustrasi tersebut menggambarkan Louisa sedang berbincang dari hati ke hati dengan ibunya yang biasa disebut Marmee. Mimik wajah yang dibuat  sendu, seakan menandakan ada hal serius yang mereka diskusikan.

Kalimat pembukan yang saya tulis, diucapkan Louisa pada usia yang bisa terbilang belia, lima belas  tahun. Pada usia 15, ia sudah memiliki tekat  kuat untuk menjadi suport sistem bagi keluarganya. Jadi terpikir, apa yang sedang saya kerjakan pada usia 15 tahun.

Sumber gambar:
https://id.wikiquote.org/wiki/Louisa_May_Alcott
Koleksi pribadi


 

Selasa, 21 April 2026

2026#4: Kisah tentang Kami

Penulis: Yevgeny Zamyatin
Penerjemah: Titik Andarwati
Editor: Setyaningsih
ISBN:9786238023288
Halaman: 268
Cetakan: Pertama-Agustus 2025
Penerbit: bukukatta
Rating:3.75/5

Aku... Apakah mungkin  otak-ku, sebuah mekanisme yang presisi, bersih, berkilauan seperti kronometer tanpa setitik debu pun di atasnya ini sudah ...? Ya, sekarang memang sudah di dalam otakku, seperti bulu mata di mata.
-hal 49-

Pada suatu masa, ratusan tahun setelah penaklukan dunia, di Negara Bersatu kehidupan secara matematis berjalan dengan sangat  teratur sesuai dengan jadwal yang disusun. Indivualisme dihapus, kehidupan diawasi. Segalanya sempurna.

Salah seorang insinyur mesin-kurang lebih demikan sebutannya jika hidup di zaman sekarang, bertugas merancang Integral-sebuah pesawat ruang angkasa, mulai membuat semacam jurnal.  Ia berencana untuk membawa jurnal tersebut dalam perjalanannya.
  
Jangan membayangkan jurnal tersebut seperti jurnal yang dibuat sekarang, ada aneka ornamen. Jurnalnya hanya berbentuk  catatan, tapi walau begitu dari  catatan tersebut banyak hal yang bisa diketahu tentang kehidupan saat itu. Oh ya, tokoh kita dalam kisah ini dipanggil dengan D-503.

Alih-alih mencantumkan tanggal, jurnal yang ditulisnya mencantumkan "catatan" yang diikuti dengan nomor, misalnya Catatan Dua Puluh, Catatan Tiga Puluh Enam. Pada bagian awal, terdapat 1-3 baris kalimat yang bisa dianggap sebagai inti dari catatan tersebut.  Bagi saya, kalimat-kalimat  tersebut tidak mudah dipahami, sebaiknya baca catatan yang ada secara lengkap untuk bisa paham makna dari kalimat pembuka.

Walau kehidupan terkesan menjemukan, D-503 ternyata juga memiliki kekasih! Nama untuk kekasih D-503 adalah O-90. Layaknya sepasang kekasaih, mereka juga memiliki waktu bersama, tentunya sesuai dengan jadwal yang sudah disusun terlebih dahulu.O-90 sangat ingin memiliki anak, namun karena tinggi badannya dianggap kurang, maka pemerintah melarangnya memiliki anak. 

Kehidupan sepertinya berjalan sesuai dengan yang diharapkan oleh penguasa Negara Bersatu. D-503 juga bersikap  loyal dan menjalankan kebijakan dengan antusias. Tapi, semuanya berubah sejak bertemu  dengan I-330, seorang wanita unik.

Pesona I-330 begitu kuat, ia menawarkan hal yang tak biasa. D-503 mulai mengalami mimpi, sesuatu yang dianggap sebagai penyakit. D-503 yang semula adalah warga taat berubah menjadi sosok yang berbeda. Tak hanya berhubungan dengan kaum pemberontak, tapi juga melakukan hubungan ilegal sehingga O-90 bisa memiliki anak.

Catatan Empat Puluh, merupakan catatan terakhir. D-503 mengisahkan bagaimana ia akan menjalani sebuah proses guna mengembalikan dirinya kembali menjadi warga yang taat. Juga dikisahkan bagaimana ia menceritakan pada Sang Dermawan-pimpinan tertinggi, tentang pemberontakan yang akan dilakukan oleh I-330 dan teman-temannya. 

Lalu, bagaimana nasib O-90 setelah ia dinyatakan hamil ilegal? Bagaimana juga kelanjutan perjuangan I-330 untuk menyatukan  masyarakat yang terbelah? D-503 juga sepertinya berada dalam bahaya, bagaimana kondisinya? Semuanya bisa ditemukan dalam buku ini. Beli dan baca yaaa.

Membaca buku ini, pada awalnya sekedar menikmati keseruan kisah, makin lama, emosi mulai terbawa. Misalnya saja ketika membaca tentang kegalauan hati D-530 yang tercantum pada Catatan Dua Puluh Enam.

Seandainya aku memiliki seorang ibu seperti orang-orang dulu-ibuku, milikku, yang baginya aku bukanlah Pembangun Integral, bukan D-530, bukan sekedar molekul dari Negara Bersatu, tetapi hanya sepotong manusia hidup, bagian dari dirinya sendiri, sebuah bagian yang teinjak, tercekik, yang terbuang....
-hal 250~
Seperti yang tertera di kover, buku ini digadang-gadang sebagai buku  buah karya maestro distopian. dunia. Sekedar sebagai pengingat bersama, distopia adalah  sebuah kisah dengan konsep masyarakat yang penuh dengan penderitan, penindasan, serta  ketakutan. Singkatnya, kehidupan di sana  sangat buruk.

Sekedar iseng mengunjungi situs Goodreads, menemukan  informasi bahwa rating untuk kisah ini adalah 3,88 dan sudah ada 808 versi dari kisah ini. Dalam bahasa Inggris, kisah ini diberi judul We, sementara versi bahasa Indonesia mempergunakan judul Kami. Sejauh ini, baru ada 3 versi dari penerbit lokal.
https://www.goodreads.com/
book/show/8092385-nosotros

Untuk kover, saya langsung terpesona dengan versi bahasa 
Spanish; Castilian dari penerbit  Lectorum / LD Books. Benar-benar seperti imajinasi saya tentang sosok D-503.

Pada kover versi ini,  tercantum ilustrasi yang saya asumsikan adalah tokoh utama kita D-503. Dalam versi yang saya baca, sepertinya ilustrasi yang ada di kover sengaja dibuat  agar pembaca merasa penasaran dengan sosok dengan nomor yang tertera. Untuk D-503, tidak  bisa saya katakan sesuai dengan imajinasi. Kenapa tertera O-09, bukannya O-90 ya? Kemudian ada R-13, kenapa I-330 malah tak ada ya? Padahal kalau ketiga tokoh utama (menurut versi saya) ada di sana, bisa memicu rasa penasaran.

Mengutip yang tertera di situs penerbit, Yevgeny Zamyatin, penulis Rusia yang nyaris dilupakan. Sepanjang kariernya, ia menulis esai, drama, dan fiksi pendek, yang seringkali menggunakan gaya eksperimental. Meskipun menghadapi sensor yang signifikan, ia tetap menjadi suara independen yang memperjuangkan kebebasan artistik.  Novelnya yang paling terkenal Kami, membuatnya disebut-sebut sebagai The Father of Dystopian Literature.

Sebenarnya buku ini sudah saya baca setengah, kemudian tertinggal di rumah teman. Baru beberapa hari lalu  sempat mengambil dan meneruskan membaca.

Menarik


Sumber garmbar:
https://www.goodreads.com

Rabu, 18 Maret 2026

2026 #3: Kisah Puteri Putih Salju

Diceritakan kembali oleh: Adam Saleh
Halaman: 123
Tahun terbit: 1974
Penerbit: PT Sinar Hudaya

"Wahai kaca
Kaca yang ada dekat jendela
Adakah beta
Wanita tercantik
dalam negeri?"
-hal 57-

Sepertinya tidak ada anak, yang tak mengenal kisah  Snow White. Cerita tersebut sebenarnya sudah lama dikenal di kawasan Eropa. Berkat   upaya Jacob dan Wilhelm Grimm mengumpulkan kisah rakyat dan dongeng, kisah tersebut tetap bisa dikenal  hingga saat ini. Kisah tersebut semakin terkenal sejak Disney mengadopsinya dalam bentuk buku cerita bahkan film.


Ketika penjual daring langganan saya posting buku ini, langsung gercap masukan dalam list belanja. Pertama, saya merasa ini merupakan salah satu versi awal dari terjemahan kisah Snow White yang ada di tanah air. Kedua, melihat ketebalan isi, sepertinya buku ini tidak hanya berkisah tentang bagaimana si ibu tiri mencoba membunuh dengan apel, versi yang jarang ada.

Menarik!
Kita mulai dari Prakarta, yang memuat pengantar dari penerbit. Menurut penerbit, buku ini diterbitkan memenuhi anjuran Internasional Book Year, menerbitkan bacaan yang baik dan sehat bagi anak-anak. Sosok Adam Saleh dianggap sebagai individu yang pendidik yang sudah berpengalaman mendidik anak dari SD hingga SMA. 

Ketika mencari informasi terkait buku, saya menemukan bahwa buku ini merupakan terjemahan dari bahasa Jepang dengan judul Shirayukihime, terbitan tahun 1965 dari Kodansha Ltd. Disebutkan juga bahwa ilustrasi dibuat oleh Makoto Sakurai. 

Lanjut untuk isi. Dalam buku versi ini, tokoh utama diberi nama Puteri Putih Salju, terjemahan dari Snow White. Mungkin karena buku ini diterbitkan pada tahun 1974 dimana judul diterjemahkan sesuai dengan arti sesungguhnya. 

Entahlah, tapi rasanya jarang saya menemukan  terjemahan kisah ini menjadi Puteri Putih Salju, umumnya terjemahan menjadi Putri Salju. Untuk selanjutnya, guna memudahkan  saya akan menyebut Puteri Putih Salju dengan PPS. 

Seperti yang saya duga, dalam kisah ini ibu tiri  mencoba membunuh PPS sebanyak 3 kali. Pertama dengan menyamar sebagai nenek tua yang menjual perhiasan. Semua ia menawarkan kalung cantik, namun kalung berubah menjadi tali yang mencekik PPS dengan kuat. Ketika para kurcaci berhasil melepaskan tali tersebut, PPS sadar kembali.

Kali kedua, ibu tiri menjajakan sisir yang telah diberi racun ular. Dengan dalih menyisir rambut PPS, sisir tersebut ditancapkan sampai menembus kulit kepala. Bisa ular bekerja, sang putri pingsan. Untungnya berkat pengobatan dari para kurcaci PPS bisa selamat.

Terakhir, dengan apel beracun.Sepertinya ibu tiri percaya diri ia tak akan dicurigai dengan kembali menyamar sebagai nenek penjual. Hati PPS yang lembut membuatnya bisa ditipu dengan kata manis ibu tiri yang menyamar. Agak sebal juga saya dengan PPS sudah 2 kali nyaris kelaka. sudah diingatkan untuk waspada masih juga tertipu, hadehhh.

Kali ini  segala upaya para kurcaci untuk membangunkan PPS tidak berhasil. Akhirnya para kurcaci menempatkannya dalam keranda kaca sehingga mereka masih bisa melihatnya. Belakangan, tidak hanya mereka namun binatang dan banyak orang tertarik untuk melihat PPS yang berwajah cantik seolah tertidur pulas dalam keranda kaca.  Dan seperti yang ada di film he he he, seorang pangeran tertarik padanya.

Bedanya, dalam buku ini pangeran berniat membawanya ke kerajaan. Dalam perjalanan, terjadi kecelakaan kecil yang membuat tubuh PPS terlontar keluar. Akibatnya apel beracun yang masih ada dalam mulut muntah keluar. Hal ini membuatnya menjadi sadar dan membuka mata. 

Jadi jelas ya, dalam versi ini bukan kecupan mesra pangeran yang membuatnya terbangun, tapi muntahnya apel beracun dari mulut PPS. Andai tidak ada kecelakaan dalam perjalanan, bisa saja PPS tetap dalam kondisi seperti saat ia ditemukan pangeran.
 
Akhir kisah, ibu tiri yang kejam  mengalami celaka sehingga kakinya  selop berapi alias selop yang dipanaskan dalam bara api. Ia mati tersungguh di kaki PPS. PPS dan pangeran hidup berbahagia.

Seingat saya, semoga tidak salah, dalam versi Grim Bersaudara, ibu tiri memang sengaja dipakaikan sepatu yang terbuat dari bara api sehingga ia melonjak-lonjak kepanasan-dalam buku disebut menari, hingga meninggal kelelahan,

Secara garis besar, kisah dalam buku ini lebih menyerupai versi Grim Bersaudara.  Terkesan kelam dan suram. Versi Disney dibuat selalu  untuk memberikan akhir kisah yang bahagia bagi para penikmat kisah PPS. Mungkin juga  mempertimbangkan sebagian besar pangsa pasarnya adalah anak-anak jadi perlu melakukan penyesuaian.

Beberapa kata yang dipergunakan dalam buku ini mungkin bisa dianggap kasar saat ini, namun dahulu begitulah adanya. Misalnya para kurcaci disebut sebagai orang cebol. Kata yang belakangan dihidari untuk digunakan.

Diawal disebutkan ada  ilustrastor yang ikut andil dalam buku versi asli.  Ternyata ilustrasi  tersebut juga ada dalam buku ini. Walau bukan berwarna namun cukup memberikan kesan unik. Tata letaknya juga dibuat dengan cara yang unik memberikan pengalaman membaca yang berbeda.

Sepertinya saya perlu mencari buku-buku sejenis untuk menambah koleksi.

Sumber gambar;
Buku Putri Putih Salju



Jumat, 06 Februari 2026

2026#2: Kisah Petualangan Robert Langdon dan Katherine Solomon di Praha

Judul asli: The Secret of Secrets
Penulis: Dan Brown
Penerjemah:Prisca Primasari, Yuliani Lipotu, Esti A. Budihabsari
Penyunting: Esti A. Budihabsari, Panji Haryadi, Hafizh Pragitya, Decca Pusphita Sari
ISBN: 9786024413989  
ISBN10: 602441398X
Halaman: 736
Cetakan: Pertama-2026
Penerbit: Penerbit Mizan
Harga: Rp 191.200
Rating: 4/5

Apa yang terjadi ketika kita mati?
-hal 217-

Awalnya tokoh kita-Robert Langdon sekedar menemani sang kekasih-Dr. Katherine Solomon untuk  memenuhi undangan Dr. Brigita Gessner menjadi pembicara di Praha. Siapa yang mengira perjalanan yang semula tenang berujung menjadi aksi penyelamatan. 

Saat ini, Katherine sedang melakukan penelitian tentang hakikat kesadaran manusia.  Robert berhasil merayu Katherine untuk menerbitkan bukunya di penerbit yang juga menerbitkan buku-bukunya.  Ternyata ada pihak yang merasa terancam dengan draf buku Katherine sehingga merasa perlu melenyapakan draf tersebut, bagaimanapun caranya.

Secara garis besar, pihak lawan menganggap buku yang ditulis  Katherine  bisa mengguncang stabilitas dunia. Dalam bukunya Katherine  menuliskan tentang kesadaran nonlokal.  Didasari pada premis bahwa kesadaran  bukanlah berada di otak, melainkan di mana-mana. Kesadaran meresap  di alam semesta, salah satu dari batu bata yang membangun dunia

Katherine juga membahas tentang  sebuah zat buatan yang bisa dijadikan semacam topi untuk disarungkan ke atas otak-neuron artifisial sehingga bisa memantau kesadaran manusia.  Ide itu sebenarnya sudah ia kemukakan lama dan ternyata menarik perhatian pihak tertentu dan mengembangkannya secara diam-diam.

Serangkaian peristiwa yang terjadi begitu cepat membuat Robert terpisah dengan Katherine. Panik mencari di mana Katherine berada,  sebuah surel seakan menjadi harapan Robert untuk bisa menemukannya.  Ternyata ada manfaatnya juga mereka sering bertukar ilmu pengetahuan.

Seperti kisah yang lain, pembaca akan diajak menikmati kisah dimana Robert dan Katherine harus berpacu dengan waktu jika ingin selamat dari kejaran musuh. Belum lagi campur tangan keamanan lokal yang merasa geram dengan  ikut campurnya pihak asing dalam urusan domestik.
https://www.goodreads.com/book/
show/229110417-the-secret-of-secrets

Seperti kata pepatah, musuh dari musuhmu adalah temanmu. Kedua tokoh kita ternyata juga harus berurusan dengan pihak lain yang diam-diam menaruh dendam pada Dr. Brigita Gessner. Mereka terkena imbas karena datang atas undangannya sehingga dianggap tahu terlalu banyak. Bagian ini benar-benar memberikan kejutan pada akhir kisah. 

Saya butuh waktu lebih dari 1 hari untuk menuntaskan buku ini, plus sekian hari untuk sekedar menuliskan komentar.  Selain urusan huruf yang sungguh membuat mata minus-plus saya lelah, banyak detail dalam buku yang rasanya sayang jika dihabiskan dalam waktu singkat

Sempat juga merasa ragu akan beberapa hal, namun saya teringat akan  Fakta yang tercetak di halaman awal buku. Bahwa seluruh eksperimen, teknologi, dan hasil-hasil saintifik di novel ini benar-benar terjadi. Selanjutnya disebutkan juga bahwa semua organisasi dalam novel ini sungguh-sungguh ada. Baiklah, mari dinikmati saja.

Selain urusan  upaya menghancurkan naskah dan pemburuan  Robert bersama Katherine, jika dicemati, Dan Brown juga memasukan beberapa elemen yang terkait dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya 
menyebut tentang tokoh Q dari kisah James Bond di halaman 106. Apakah semacam bentuk kekaguman pada karya Ian Fleming, mantan intelijen Inggris?
https://www.goodreads.com/book/
show/239516366-tajemstv-v-ech-tajemstv

Ketika berupa menyelamatkan diri dari musuh, Robert  melakukan suatu trik dengan mempergunakan barang yang ada di tas Katherine. Barang tersebut merupakan produk dari Procter & Gamble Kebakaran ini  disponsori oleh Procter & Gamble,  demikian yang tertera di halaman 354.   Apakah semua promosi yang sudah disepakati? atau sekedar ingatan salah satu pelanggan setia. Apapun itu, Procter & Gamble sudah mendapat promosi tingkat dunia dengan cara yang unik.

Ada nama seorang penyanyi dan salah satu film dokumenter di  platform layanan streaming berbasis langganan terbesar di dunia  dengan logo N yang ikut disebutkan dalam buku ini. Saya jadi penasaran untuk mencari tahu, ternyata yang disebutkan benar-benar ada di N.

Demikian juga perihal sang profesor memboikot kedai kopi ternama di dunia, Kedai Kopi S. Walau alasannya karena "penyalahgunaan simbol klasik yang mengerikan", namun menyebutkannya dalam buku, bisa berdampak luas. Misalnya para pengikut fanatik sang profesor juga akan ikut melakukan boikot, atau malah jadi promosi? 

Unsur dari dunia penerbitan menjadi bumbu yang saya yakini akan disukai oleh para penggila buku, Tokoh utama yang dianggap ancaman karena sedang menyiapkan sebuah buku, editor yang diculik dan mengalami penyiksaan karena dianggap menghubungkan dengan naskah, penerbit papan atas-Pinguin Random House yang berani menerbitkan buku yang tak biasa,  petugas keamanan dan IT penerbit  yang menjalankan tugasnya dengan baik, hingga jaringan pembajak buku terkenal yang dijadikan kambing hitam. 

Ditambah dengan uraian tentang Codex Gigas-dikenal sebagai Alkitab Iblis, yang diperkirakan diciptakan pada abad ke-13,  menunjukan betapa penulis kesayangan kita ini tidak main-main dalam melakukan riset demi karyanya.  

Melalui media FB saya menemukan info bahwa ternyata yang menjadi inspirasi untuk tokoh itu adalah editornya sendiri. Sedangkan tokoh duta besar mengambil sosok agennya. Menarik coba mengetahui bahwa tokoh dalam buku ternyata diambil dari sosok yang dekat dengannya.

Banyak kalimat yang menarik untuk diingat dalam buku ini. Favorit saya adalah berikut:
Pengalaman hari ini adalah hasil dari keputusan esok hari
-hal 369-
Secara keseluruhan, saya cukup menikmati kisah ini. Memang butuh sedikit memperlambat bacaan ketika sampai pada bagian yang membahas tentang draf buku Katherine. Sebagai anak jurusan sosial, walau jurusan SMA jurusan A1, butuh waktu supaya otak saya bisa mencerna dengan baik.

Buku ini diterjemahkan oleh tiga orang, walau pada beberapa bagian terasa perbedaan gaya, namun secara keseluruhan masih bisa diterima dan dinikmati. Apalagi mengingat waktu terbit antara versi asli dengan terjemahan yang bisa dikatakan lumayan dekat.

Dengan segala keseruan yang tersaji dalam buku ini, layak jika mendapatkan Goodreads Choice Award Nominee for Mystery/Thriller (2025), She Reads Best of Award Nominee for Audiobook (2025).

Seru!

Sumber gambar:
1. https://www.facebook.com/DanBrown
2. https://www.goodreads.com


Jumat, 23 Januari 2026

2026#1: Kisah 7 Anak Terpilih di Dunia Sihir Nusantara Mencari Imang

Judul asli: Archipelagos #3 - The Power of Imang in Nusantara
Penulis: Sleepinigloo
Penyunting: Eka Kurnia Chandra Dewi
ISBN: 9786347205032 
ISBN10: 6347205033
Halaman: 432
Cetakan: Pertama-2025
Penerbit: Andam
Rating: 3/5

Ngundhuh wahng pakerti
Kau harus membayar semuanya
-95-

Buku ketiga ini membuat saya banyak berpikir
Masih berkisah tentang anak-anak yang harus melawan seorang penyihir jahat. Sepertinya memang tidak berimbang, anak-anak harus berhadapan dengan  seorang manusia dewasa. 

Tapi jika diperhatikan dengan lebih teliti, faktanya adalah seorang dewasa yang menghadapi keroyokan 7 orang anak. Tidak sembarang anak, mereka adalah anak terpilih yang dibekali berbagai macam ilmu kanuragan oleh para pendahulu. Dan jika diperhatikan lebih lanjut,  usia mereka bisa dibilang sudah mulai remaja. 

Jadi jika niatnya ingin memberikan pemahaman bahwa kejahatan pada akhirnya kalah dengan kebaikan, agak terganggu dengan fakta kebaikan harus main keroyokan agar bisa menang. Tolong deh, jangan bilang ini kerja sama. Banyak cara untuk bisa bekerja sama tanpa harus maju bersama-sama melawan 1 orang. Duh! Kenapa saya jadi membahas hal yang begini.

Seperti yang sudah disebut di atas, dalam buku ini, kembali dikisahkan tentang 7 anak terpilih yang dianggap mampu mengalahkan sosok yang dianggap jahat. Selama ini keberadaan 7 anak tersebut dirahasikan dengan berbagai pertimbangan. Keamanan, salah satunya. Sepertinya hal tersebut tidak bisa dilakukan lagi. Semua sudah mengetahui siapa sebenarnya Ayu, Fuji, Drio, Bastian,  Nala, Sanja, dan Lexan.

Kali ini, untuk bisa  mengalahkan musuh, 7 anak terpilih harus memiliki kekuatan ekstra. Untuk mendapatkan kekuatan sihir-Imang, dari pendahulunya, mereka harus bertemu secara langsung. Tidak saja dengan penyihir pendiri golongan, namun juga anak terpilih sebelum mereka. 

Tentunya pertemuan tersebut terjadi di dimensi lain. Jika tidak, bagaimana bisa salah satu dari mereka bertemu salah satu pendahulu yang ternyata adalah  ibunya yang sudah meninggal? Dalam buku ini, Hayam Wuruk disebut sebagai orang terpilih  ketiga dari Ranang-penyihir senjata. Sebuah ide menarik untuk membuat pembaca muda tertarik dan kemudian mencari tahu tentang siapa sosok Hayam Wuruk sebenarnya.

Bagian ini agak membosankan buat saya. Bayangkan harus membaca 7 kali peristiwa anak-anak pilihan bertemu dengan pendahulunya. Kenapa tidak dibuat dengan lebih sederhana? Kembali, hanya komentar, semuanya kembali pada penulis.

Untungnya ada beberapa bagian yang mampu mengurangi kebosanan. Misalnya, percintaan ala remaja diantara mereka. Sosok populer di dunia luar yang mendadak menjadi murid di sekolah mereka. Kemudian ada kejutan tak terduga pada akhir kisah yang melibatkan salah satu anak. 

Oh, ya. Seperti yang pernah atau bahkan sering saya sebutkan tentang banyaknya bagian yang menggiring ingatan saya pada HP. Dalam buku ini, yang terasa sekali adalah mereka mempergunakan media untuk bisa berpindah tempat. Media yang digunakan adalah  tusuk konde. Tak terbayangkan 7 anak memegang benda seimut itu.  

Saya sibuk berdebat dengan diri sendiri, apakah kematian salah satu tokoh juga membuat saya teringat akan HP? Tapi dalam buku ini, belum jelas apakah tokoh tersebut benar-benar meninggal atau kembali dari kematian. Penulis seakan masih mempertimbangkan seberapa besar perannya dalam kisah. 

Saya juga sempat tertawa membaca kalimat di halaman 3, " Pasar di  Turangi sendiri cukup sumpek,.... ". Rasanya jarang menemukan kata seperti itu dalam sebuah buku. Kata sumpek semula  merupakan bahasa Jawa yang kemudian diserap menjadi bahasa Indonesia. Kata tersebut bahkan ada dalam KBBI. 

Salah satu kelebihan dari buku ini adalah banyaknya kearifan lokal yang diangkat oleh penulis. Coba dicermati dengan teliti. Sebuah cara penarik untuk membuat generasi sekarang tertarik dan menambahkan cinta pada kearifan lokal.

Kesempatan kali ini, buku ketiga saya peroleh dari acara semacam tukar kado buku dengan teman-teman komunitas. Untuk buku selanjutnya, saya mungkin akan mempertimbangkan dahulu, apakah lanjut membaca atau stop. 

Tapi sayang juga sudah 3 buku, saya berasumsi akan muncul 7 buku sesuai dengan jumlah tokoh. Semoga konsisten, tidak  membuat kecewa seperti sebuah buku fantasi lokal yang dulu digadang-gadang akan menjadi HP ala Indonesia adan terbit sebanyak 7 buku. Hanya muncul 1 buku dan tak ada khabarnya sekian lama.

Sekedar berbagi, jika ada yang ingin mengetahui tentang buku pertama bisa dibaca di sini. Adapun untuk buku kedua ada di sini.

Begitulah.

Sumber Gambar:
https://www.goodreads.com/