Jumat, 08 April 2011

Pelajaran I Bagi Pencopet : Jangan Mencopet Seorang Magister Sihir

Pengarang            : Sarah PrineasPengalih Bahasa   :  Diana Angelica
Penyunting           ; Caecilia Dian Pratiwi
Halaman               : 343
Penerbit               : PT Bhuana Ilmu Populer


Kalau bicara urusan perut, apapun bisa terjadi

Demi kelangsungan hidupnya, Connwear,biasa dipanggil  Conn,  terpaksa mencuri.Biasanya sebagai ahli membuka kunci dan memiliki kecepatan tangan ytang hebat, ia tidak pernah  gagal.  Suatu saat tanpa sengaja ia mencopet seorang lelaki tua yang ternyata adalah Nevery, penyihir yang terbuang 20 tahun silam.. Ia kembali karena merasa pengaruh sihir yang mulai menurun.Celakanya ia tak sengaja menyentuh locus magicalicus  milik Nevery. Biasanya orang akan mati, namun tidak bagi Conn. Rasa penasaran itu yang membuat Nevery menjadikan Conn muridnya.

Sebelum saya lupa, locus magicalicus adalah sebongkah baru yang digunakan untuk menfokuskan dan menghasilkan sihir. Dalam buku ini, keterangan apa yang dimaksud dengan locus magicalicus   tidak akan kita temui. Tidak ada kalimat yang berbunyi  "locus magicalicus  adalah..."

Saya memang sering tidak membaca bagian belakang sebuah buku dengan teliti, agar buku itu masih memiliki unsur menarik dan menggeltik rasa penasaran saya. Namun efeknya, untuk beberapa saat saya dibuat bingung mengenai soal  locus magicalicus . Apa yang dimaksud  oleh penulis,  lalu wujudnya seperti apa.Hanya karena iseng membaca ulang sinopsis di halaman belakang saya jadi mengerti.

Untuk bisa menjadi murid seorangpenyihir, Conn juga harus memiliki sebuah locus magicalicus.  Ia diberi waktu untuk mencari locus magicalicus  yang cocok bagi dirinya. Masalahnya mencar isebuah locus magicalicus  buikanlah hal yang mudah. Kadang, batu seorang penyihir tidak lebih dari sebuah krikil kecil yang bisa ditemui di tepi jalan. Namun kadang kala, berbentuk batu permata.

Sang penyihir hanya perlu memandang dan menyentuh sebuah batu untuk bisa mengetahui bahwa batu itu adalah  locus magicalicus-nya.  Celakanya locus magicalicus  milik Conn justru baru bisa  ditemuinya pada  hari terakhir. Dan wujudnya juga bukan batu biasa. Nyaris ia celaka saat berusaha memperoleh batu itu.Sesaat saya jadi teringat pada kisah pemilihan tongkat sihir di HP. Sang tongkat yang memilih tuannya sendiri.

Menjadi murid seorang magister  sihir ternyata tidak gampang. Banyak hal yang harus dipelajari oleh Conn. Apalagi ternyata ia buta huruf.  Sebelum bertemu Nevery ia tidak pernah memikirkan hal selain makan dan tempat hangat untuk tidur. Sihir adalah kehidupan dari satu tempat, dan menarik orang-orang supaya kota tumbuhberkembang di atas nodus-nodus sihir.
Selain mengisahkan kehebohan Conn mencari locus magicalicus, buku ini juga mengisahkan bagaimana Conn dan Nevery harus menghadapi berbagai ancaman yang mengakibatkan sihir menghilang. Tentunya bukan hal mudah, apalagi mengingat betapa uniknya hubungan kedua orang tersebut.

Buku ini merupakan buku pertama dari sejumlah rangkaian seri yang ada. Yang membuat buku ini menarik adalah adanya kalimat yang penggunaan tulisan kuno Wellmet di beberapa catatan harian milik Nevery.
Saat ini saya sedang berusaha menterjemahkannya. Selain itu di halaman belakang, ada  uraian mengenai para tokoh serta keterangan tempat terjadinya peristiwa. Tentunya ini membantu membaca peta yang diletakkan di awal buku.
Namun entah kenapa, saya kurang merasakan greget sebuah buku. Kecuali rasa penasaran ingin mengartikan tulisan yang menggunakan  huruf Wellmet.  Konflik yang diajukan serasa hampar. Tokoh yang ada kurang digali peranannya. Semuanya berkesan datar biasa-biasa saja. Semua masalah bisa diselesaikan dengan berbagai kebetulan serta kemudahan.

Dan buat saya, banyak hal yang entah secara kebetulan atau memang disengaja jadi mirirp dengan HP. Walau tidak bisa dipungkiri kesuksesan HP telah mempengaruhi kisah ceritan fantasi. Mulai dari kisah batu sihir yang menyerupai tongkat sihir. Lalu rumah tinggal Conn dan Nevery sangat mirip dengan asrama sekolah di HP, tepat dengan pohon di halamannya.

Untuk mengenal buku ini lebih lanjut, silahkan mengintip www.magicthief.com
Kira-kira ada kejutan apa yang di buku selanjutnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar