Jumat, 08 April 2011

The Wizard of Oz, Kisah Persahabatan yang Unik


Pengarang          : L. Frank Baum
Penerjemah        : Alva Indriani
Penyunting          : Jia Effendie
Penyelaras          : Ida Wajdi
Pewajah  Isi       : Aniza
ISBN                 : 978-979-024-459-7
Halaman            : 206
Terbit                : Oktober 2010
                            Penerbit Atria

 Ep-pe, pep-pe, kak-ke
Hil-lo, hol-lo, hel-lo
Ziz-zuy, zuz-zy, zik

Selamat datang di tanah para Muchiklin, wahai Penyihir paling mulia.
Kami sangat berterima kasih padamu karena telah membunuh Tukang Sihir Jahat dari Timur,
dan karena telah membebaskan kami dari belenggu

Suatu hari angin puting beliung menerbangkan rumah paman Dorothy,  dimana ia tinggal selama ini. Rumah itu diterbangkan dari padang rumput yang indah di Kansas  ke tempat yang tak pernah ia bayangkan.Ia terdampar di sebuah negeri yang mungkin tak ada di peta, Negeri Oz. Untunglah Toto anjing kecil yang selama ini menjadi temannya ikut terbawa terbang,  sehingga ia tidak sendiri di daerah yang asing itu.

Alih-alih ketakutan Dorothy malah mengagumi keindahan negeri itu. Kanan kiri jalan dibatasi pagar yang terbentang rapi, dicat dengan warna biru cantik. Ladang gandum tumbuh subur dan sayur mayur berlimpah ruah. Rupanya Kaum Muchiklin cukup pandai bercocok tanam.

Rumah Kaum Muchiklin juga terlihat ganjil namun nyaman. Bentuknya bundar dengan kubah besar sebagai atapnya. Semuanya dicat warna biru. Karena itu adalah warna fovorit negeri Timur ini. Pilihan warna yang bagus! Sepertinya. saya akan senang tinggal  bersama Kaum Muchiklin. Hidup warna biru!  he  he  he

Walau menyukai suasana di sana, Dorothy tetap bersikeras ingin kembali ke Kansas. Hanya satu cara untuk bisa kembali ke kota asalnya yaitu dengan meminta bantuan Oz sang Penyihir Agung.  Oz berada di Kota Zamrud. Jalanan  menuju kota itu berlapis bata kuning hingga mudah dikenali. Namun walau begitu perjalanan yang harus di tempuh Doroty bukanlah perjalanan yang singkat dan aman.  Dorothy tak punya pilihan, ia harus menemui Oz

Dalam perjalanan, Dorothy bertemu dengan Boneka Jerami yang menginginkan otak, lalu Tin  Woodman  manusia kaleng yang berprofesi sebagai penebang kayu, menginginkan hati. Serta seekor Singa penakut yang menginginkan keberanian. Bersama-sama mereka berjuang  mencapai Kota Zamrud demi mewujudkan impiannya masing-masing.

Perkenalan pertama saya dengan cerita ini justru berawal dari sebuah film lama yang diputar di televisi swasta. Film yang diputar merupakan versi paling awal dari cerita ini. Saya terkagum-kagum  melihat rangkaian adegan yang disajikan. Saat disebutkan bahwa film itu dibuat berdasarkan sebuah buku, saya sudah bersemangat untuk mencarinya. Rupanya  baru berjodoh hari ini  terima kasih..............!*peluk-peluk Penerbit Atria & pasukannya*

Film yang dbuat berdasarkan buku ini pada tahun 1939 itu   dimainkan oleh Judy Garland sebagai Dorothy, Frank Morgan sebagai Penyihir Oz, Ray Bolger sebagai Boneka Jerami, Bert Lahr sebagai Singa Pengecut serta Jack Haley sebagai singa

 Saya juga tertawa lepas saat membaca buku ini. Dorothy sungguh anak yang serba beruntung! Banyak kemujuran yang diperolehnya tanpa sengaja. Walau kadang keberuntungan Doroty membuat saya sebal, namun harus diakui cukup membuat buku ini menghibur. Kejutannya juga membuat saya tertawa lepas. Ternyata Oz adalah.........

Alam khayalan yang ditawarkan oleh L Frank Baum sungguh luar biasa. Idenya mungkin sederhana namun tak pernah terpikirkan oleh orang lain . Padahal jika ditilik lebih   mendalam, sebuah kejadian, tokoh fantasi serta gambaran yang diberikan merupakan hal yang ada  disekitar kita, dekat malah. Hanya saja kita tidak  pernah mengira hal-hal tersebut bisa diramu menjadi sebuah cerita yang apik.

Tengok sosok Tin Woodman. Menyebut namanya  saja kita sudah bisa merasakan ada hubungan antara timah , secara harafiah diartikan sebagai kaleng dan tukang kayu .Lalu bagaimana ia bisa  mendapatkan tubuh kalengnya, serta apa yang terjadi  jika ia menangis, hal-hal kecil  menjadi daya tarik buku ini.

Selain pesan moral mengenai persahabatan dan tentunya semangat berusaha, masih banyak hal-hal lain yang juga terkandung dalam buku ini. Misalnya perdebatan antara Boneka Jerami yang menginginkan otak  dengan Tin Woodman yang menginginkan hati.

Orang bodoh tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan hati jika ia memilikinya” kata Boneka Jerami. Sementara Tin Woodman berpendapat,” Karena otak tidak membuat seseorang bahagia dan kebahagiaan adalah hal yang terbaik di dunia” .

Biasanya  saya menyukai  keberadaan ilustrasi dalam  sebuah buku. Karena selain merupakan selingan yang menyegarkan, illustrasi  bisa dianggap menvisualisasikan apa yang ditulis sang pengarang. Sehingga pembaca semakin bergairah menuntaskan isi buku tersebut. Entah kenapa, untuk buku ini saya berkali-kali mengerutkan kedua alis saat melihat ilustrasi yang ada.

Sebenarnya sih hal kecil,  tapi entah kenapa jadi mengganggu buat saya. Dikisahkan di awal  perjalanan menuju Kota Zamrud,  Dorothy membawa sebuah keranjang yang berisi bekal.  Saat bertemu dengan Boneka Jerami, keranjang itu dibawa oleh Boneka Jerami. Namun  ilustrasi yang ada hanya menggambarkan Dorothy, Toto dan Boneka Jerami sedang berjalan tanpa ada keranjang yang dibawa! Demikian juga setelah bertemu dengan Tin Woodman.  Kemanakah  keranjang itu.........?




The Land of Oz merupakan sekuel dari The Wizard of OzSekuel ini dibuat terutama sekali karena L Frank Baum hanya mendapat pertanyaan juga keluhan seputar kelanjutan Buku The Wizard of Oz. Buku ini ditulis saat ia berusia 44 tahun. Sementara versi musiknya ditulis pada tahun 1902

Menurut informasi dari pihak terpercaya,  The Land of Oz akan diterbitkan jika tanggapan atas buku The Wizard of Oz menggembirakan.Hayuh dukung Penerbit Atria menerbitkan The Land of Oz. Masak sih tidak ada yang penasaran akan bagaimana nasib Oz sang Penyihir Agung,  Glinda atau Boneka Jerami?
*nyodorin petisi*

Sumer gambar:
http://www.imdb.com/title/tt0032138/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar