Rabu, 30 Maret 2011

The Girl Who Played With Fire : Sepak Terjang seorang gadis

Pengarang    : Stieg Larsson
Penerjemah : Nurul Agustina
Penyunting   : Nur Aini
Halaman      : 904
Penerbit       : Qanita (PT Mizan Pustaka)

Akar dari sebuah persamaan adalah sebuah bilangan yang jika dimasukkan ke dalam persamaan akan mengubah persamaan menjadi sebuah identitas. Akar tersebut dikatakan memenuhi persamaan, Memrcahkan sebuah persamaan sama saja dengan mencari semua akar-akar persamaan tersebut. Sebuah persamaan yang selalu benar, untuk berapa pun nilai variabel yang ada di dalamnya, disebut sebuah identitas

(a+b)2 + a2 + 2ab+b2



Untuk seseorang yang memiliki latar belakang pendidikan formil yang tidak terlalu tinggi, kemampuan analisis dan matematika Lisbeth Salander sungguh menakjubkan. Ia bisa dengan cepat memecahkan persamaan yang rumit. Bahkan bacaanya belakangan ini adalah Dimensions in Mathematics karya Dr. L.C Parnault

Setelah Skandal Wenerström, sepertinya Salender ingin menjauh dari kehidupan Blomkvist. Ia mengubah nomer teleponnya, serta tidak menjawab e-mail. Bahkan saat tanpa sengaja berpapasan di sebuah stasiun kereta api, Salander seakan tidak mengenal Blomkvist. Persahabatan mereka sudah berakhir!

Kehidupan Salander ternyata tidak setenang yang dibayangkan orang. Dianggap sinting, punya kecenderungan membunuh, gila dalam arti sebenarnya, pembuat onar yang tidak pernah berpikir panjang serta dianggap s#u#n@*l. Ia harus berurusan dengan Blomkvist, penjahat bersama Nils Bjurman yang kebetulan adalah walinya, lalu seseorang misterius yang dikenal dengan nama Zala. Belum lagi dirinya dicari sebagai tersangka dari tiga kasus pembunuhan yang tidak dilakukannya.

Dag Svensson serta Mia Johansson dibunuh sesaat setelah bertemu dengan Salander. Mereka berdua sedang meneliti mengenai trafficking. Hasil penelitian Mia akan berguna guna menyelesaikan program doktornya, sementara Dag berencana menerbitkannya dalam sebuah buku, yang rencananya akan diterbitkan oleh Millennium.

Di lokasi kejadian ditemukan sebuah senjata api milik walinya. Namun di senjata api itu ditemukan sidik jari Salander. Polisi tidak menemukan hal-hal yang janggal di tempat kejadian, kecuali sebuah komputer yang hilang! Sebuah laptop. Pihak kepolisian menjadikan Salander tersangka utama.

Sementara itu, kebaikannya untuk mengajak Mimmi Wu tinggal di apartemen mewah miliknya tenyata malah mengakibatkan sahabatnya itu celaka. Selain harus menjawab pertanyaan dari pihak kepolisian, dijadikan sasaran target oleh para wartawan, terutama saat tersebar ia adalah pacar lesbinya Salander, ia juga nyarik kehilangan nyawa!

Buku ini seakan biografi dari Salander. Banyak sisi lain dari dirinya yang diungkapkan dengan gamblang. Selain memang sudah dikenal sebagai jago komputer serta memiliki photographic memory, disini kehandalannya dalam seni beladiri bertinju terbukti menyelamatkan jiwanya. Yang tidak ketinggalan, nasib baik yang mengiringinya. Ia bisa membuat dua anggota Svavelsjö M.C perkumpulan mantan narapidana menjadi seakan setumpuk daun kering. Melawan saudara tirinya... seru khan

Setiap permasalahan yang ada, ternyata bisa dipecahkan dengan mudah. Benang yang kusut bisa diuraikan dengan cepat. Mulai halaman 720-an setiap misteri menemukan jawabannya Benar-benar membuat penasaran.

Di beberapa negara,buku ini telah meraih best seller. Seandainya sang pengarang masih hidup, mungkin ini bisa menjadi kisah seri yang selalu dinantikan.

Ingatlah selalu pesan Lisbeth Salander, " Tidak ada orang yang tidak bersalah. Yang ada hanyalah perbedaan derajat tanggung jawab"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar