Rabu, 30 Maret 2011

Berusaha Keras Meraih Mimpi Walau dengan Cara yang Tidak biasa

Pengarang : Margaretha Astaman
Penyunting : Jie Effendie
Halaman    : 231
Penerbit    : Penerbit Atria

Buatku membaca buku bisa bermanfaat banyak. Bisa untuk menambah ilmu, untuk menambah kocek saat diminta membantu membuat sesuatu, untuk menambah teman bahkan untuk hiburan. Buat yang terakhir, saat membaca buku dan merasa terhibur, saya bisa menerima kekurangan akan pemilihan cover, penulisan yang salah, cetakan yang minus. Asal cukup menghibur yang lain bisa dimaklumi.

Buku ini jelas menghibur mulai dari kedatangan hingga isinya. Saat berhujan-hujan pulang sambil berusaha melindungi beberapa buku yang dibawa, buku ini terletak dengan manis di meja. Sungguh menghibur disaat sedikit kesal akibat kehujanan. Setelah dibuka, covernya langsung menarik hati. Maklum sebagai orang yang maniak warna biru, cover ini jelas menarik.

Sambil lalu halaman demi halaman mulai dibuka secara acak. Aneka karikatur yang tersedia bahkan kadang menghabiskan satu halaman penuh sungguh menarik, beberapa langsung membuat saya tertawa lepas. Sepintas saya langsung bisa menebak apa inti dari bab tersebut.

Saat menunggu Prince Manoharun di TMBookstore, sebetulnya saya datang 1 jam lebih cepat dari waktu perjanjian , saya putuskan untuk memulai membaca buku ini. Sambil mendengarkan siaran radio bedah buku Libri di Luca, buku ini menemani saya menghabiskan waktu.

Dibuka dengan sebuah pertanyaan sederhana, " Pernahkah kamu sangat menginginkan sesuatu?" Tentunya setiap orang pasti pernah begitu sangat menginginkan sesuatu. Maka bergulirlah cerita mengenai seorang Marella yang dengan keras hati ingin mewujudkan mimpinya, walau kadang dengan cara yang konyol, mimpianya hanya ingin berlayar dengan kapal pesiar.

Sejak kecil, Marella sangat menginginkan berlayar dengan kapal pesiar. Dengan gaji yang hanya sekian, tentunya mimpi itu harus dikubur sejauh mungkin. Namun namanya mimpi, tetaplah mimpi. Kadang timbul lagi mengganggu kehidupan seseorang. Setelah sekian lama memendam mimpi, suatu saat Marella melihat sebuah kesempatan untuk mewujudkan mimpi tersebut.

Sebuah kontes foto romantis dengan hadiah belayar dengan kapal pesiar diikutinya. Karena satusnya yang jomblowati, maka ia mengirimkan foto dirinya dengan Jonas mantan pacarnya dua tahun lalu. Masalah mulai timbul ketika ia dinyatakan sebagai pemenangd an hadiah harus diambil berdua. Mau diambil dengan siapa, sudah sejak 2 tahun lalu ia kehilangan jejak Jonas.

Berbagai cara sudah diupayakan untuk menemukan Jonas,dari cara biasa hingga cara konyol yang sangat tidak masuk akal. Namun sepertinya dewi kebentungan berada di pihak Marella, justru saat ia tidak mencari, sosok Jonas hadir dihadapannya plus bonus kekasih baru Kiera Larasati sang bintang film muda nan cantik

Ceritanya sudah bisa ditebak, akhirnya juga.Yang menarik adalah bagaimana usaha keras Marella untuk mewujudkan impiannya. Walau kadang konyol, namun harus diakui jika kita menginginkan sesuatu, maka kita mungkin akan bertindak seperti dirinya. Misalnya saja saat panitia meminta fotokopi surat kawin. Jelas Marella dan Jonas tidak bisa memenuhi permintaan itu, maklum mereka sudah putus sejak 2 tahun lalu. Namun Marella dengan segala cara terus mengupayakan persyaratan yang diminta. Kebulatan tekat untuk bisa mewujudkan mimpinya terlihat jelas dalam beberapa kalimat. " ... kamu belum tahu betapa gigihnya aku memperjuangkan untuk mendapatkannya. Aku akan menebas segala rintangan demi kapal pesiar! Jadi kalau kamu tidak mau meminjamkan pas foto, berarti kamu menghalangiku. Dan itu berarti, aku akan menggunakan energi yang ada untuk menebas kamu"


Walau pada akhirnya Marella bisa memperlihatkan semacam surat kawin, tidak ada orang yang bisa menebak dari mana ia bisa mendapatkannya. Dan sungguh cap yang menandakan keabsahan dokumen ternyata berarti sesuatu yang membuat saya tertawa keras sehingga mendapat lirikan heran dari mbak-mbak bagian penyampulan di TM Bookstore. Kok bisa sih tulisan dalam Bahasa Indonesia namun dicap dalam Bahasa Mandari dan diakui dikeluarkan di luar negeri. Duh Mbak panitia enggak teliti yah..?

Usaha keras dengan jalan apapun untuk menggapai impian walau dengan cara yang kadang aneh ternyata juga dilakukan oleh Keira Larasati.Mau tidak mau membuat saya menutar memori otak sambil mencari-cari adakah kelakuan saya yang seperti mereka. Dan mungkin saja disekeliling kita banyak Marella-Marella yang lain.Walau musti diakui, dia cukup mampu menahan cemburu dengan mengijinkan pacarnya pergi selama 11 hari dengan perempuan lain yang kebetulan mantan pacarnya, dengan alasan apapun juga

Aneka plesetan nama koran, siaran televisi hingga nama selebiritis bertebaran di sini. Sekilas kita bisa menebak plesetan dari nama apa. Semuanya diracik menjadi bumbu yang menyegarkan. Sekilas pembaca akan dibuat ini adalah ksiah nyata mengenai Marella.

Saya menemukan ada sedikit kekurangan, namun karena buku ini cukup menghibur maka seperti biasa saya maklumi. Namun setelah "SUHU" saya memberikan instruksi untuk mulai sedikit bersikap galak pada kekurangan, dengan tujuan membantu pembelajaran bagi penulis, maka saya uraikan juga kekurangan menurut versi saya.

Di sebuah cerita, disebutkan bahwa Safira sepupu sekaligus Boss Marella yang mendatangi apartemen Jonas untuk memberikan dukungannya kepada Marella. Biasanya hubungan Marella dengan Safira tdiak harmonis. Entah apa yang mendadak membuat Safira mau bersusah payah mendatangi apartemen Jonas dan membujuknya untuk membantu Marella.

Satu lagi mengenai Kiera. Cuman saya tidak mau mengulasnya, biar teman-teman menilai sendiri yang menilainya ^_^


Buat saya sendiri, saya mendapat tambahan motivasi hidup untuk berusaha keras meraih apa yang iinginkan dalam hidup ini.

2 komentar:

  1. tentang safira ...
    barangkali karena mereka sepupu?

    BalasHapus
  2. Mungkin....
    Tapi maksudku enggak diceritakan apa-apa. Misalnya si Safira sebel karena Marella jadi kacau balau kerjanya or apalah. Mendadak aja dia berbuat begitu

    BalasHapus