Rabu, 30 Maret 2011

Daddy-long-legs:Surat-surat untuk Donatur Misterius


Pernah membaca tentang David Copperfield, Ivanhoe, Robinson Crusoe? Atau kisah tentang Cinderela dan Alice in Wonderland? Jika pernah, maka anda lebih beruntung dari pada Jerusha Abbot, yang lebih suka dipanggil Judy. Hingga remaja, ia belum pernah membaca mengenai hal tersebut. Namanya saja diambil dari buku telepon dan nisan orang yang telah meninggal.

Judy adalah seorang gadis berusia 16 tahun yang hidup di Panti Asuhan John Grier. Seharusnya usia maksimal untuk tetap tinggal di panti adalah 14 tahun, berarti Judy udah melewati umur maksimal, sudah kadaluarsa untuk tinggal di panti! Banyak peristiwa yang terjadi selama ia tinggal disana, misalnya saat melarikan diri saat berusaha kabur di usia 9 tahun karena tak mampu menahan lapar lalu mencuri kue kering ketika harus mengambil pisau di dapur

Karena prestasi sekolahnya yang gemilang terutama dalam hal tulis-menulis, seorang donator bersedia membiayai biaya pendidikannya. Persyaratan yang diajukan juga sangat sederhana, walau sedikit aneh. Judy hanya perlu menulis surat yang berisikan laporan kemajuan yang telah dicapai beserta detail kehidupan sehari-hari. Surat-surat harus dialamatkan ke Mr. John Smith sebagai nama alias, yang kemudian akan dikirim melalui sekretarisnya.

Untuk pertama kalinya ia merasa dibutuhkan ”Saya sering sekali memikirkan Anda selama musim panas ini. Karena ada yang menaruh minat pada saya setelah sekian lama,saya merasa seperti menemukan keluarga saya. Saya seolah-olah menjadi milik seseorang, dan rasanya sungguh menyenangkan”

Judi tidak pernah mengenal siapakah sosok Mr John Smith sebenarnya. Selain dianggap tidak menyukai anak perempuan, ia hanya sempat melihat bayangannya saja saat meninggalkan panti asuhan. Bayangan itu memiliki tungkai kaki dan lengan yang sangat panjang, yang menjulur di sepanjang lantai dan terus merambati dinding koridor. Bentuknya mirip laba-laba berkaki panjang yang bergoyang, dalam Bahasa Inggris disebut daddy-long-legs. Berbagai pertanyaan seputar wujud fisik yang diajukan melalui surat tidak pernah dijawab. Ia sama sekali tidak bisa membayangkan bagaimanakah wujud asli daddy-long-legs.

Terlihat sekali Judy sangat menikmati kehidupan barunya di universitas. Belajar dengan tekun, mengikuti perlombaan, dan berkumpul bersama teman-temannya. Perkembangannya pelajarannya juga sangat pesat, surat-suratnya mulai disisipi tulisan  dalam Bahasa Perancis, tata cara penulisan untuk tugas, menghayal menjadi tokoh tertentu. Judy juga merasakan asyiknya membelanjakan uang sakunya untuk keperluan pribadi dan mendapat kembaliannya.

Perkembangan kepribadian Judy juga terlihat. Ungkapan-ungkapan yang ditulisnya dalam surat, menunjukkan kedewasaannya. Beberapa kalimat berikut ini menunjukkan kedewasaan Judy, "Kita membutuhkan karakter yang kuat bukan cuma untuk menghadapi masalah-masalah besar dalam hidup ini. Setiap orang bisa bertahan terhadap terpaan krisis dan hantaman tragedi dengan keberanian. Namun, untuk mampu menghadapi gangguan-gangguan kecil sehari-hari dengan gelak tawa—menurut saya hal itu benar-benar membutuhkan semangat baja” Atau pada kalimat, ”Yang terpenting bukanlah kenikmatan-kenikmatan berskala besar, melainkan bagaimana kita mampu mengeskploitasi yang kecil-kecil secara maksimal”

Saat mendapat kesempatan megunjungi rumah temannya Sallie, ia merasa sangat bahagia. Rasa keinginan tahuannya tentang bagaiman rasanya tinggal di rumah yang megah terjawab sudah. Segala sesuatunya terasa nyaman, tenang dan membuat betah. Ia berjalan dari satu ruangan ke ruang lainnya dan menikmati semua perabotan yang ada.

Daddy-long-legs sangat menginginkan Judy menjadi seorang penulis. Dan ternyata Judy memiliki bakat dan kemauan yang keras. Kemampuan mengarangnya berkembang pesat. Judy memenangkan berbagai hadiah. Dari sejumlah uang hingga beasiswa. Bahkan ia sudah berhasil mendapat $ 1.000 untuk sebuah cerita berseri yang dijadiian 7 bagian.

Pada akhirnya, Jerusha Abbot telah berkembang menjadi seorang wanita yang terpelajar, mandiri, tetap rendah hati, serta memiliki rasa berterima kasih yang besar. Hal tersebut bisa terlihat saat ia berusaha mengembalikan beasiswanya. Perhatikan juga kalimat, ” Jangan merasa menyesal karena anak asuh Anda ingin belajar mandiri. Anak ayam ini sedang tumbuh menjadi seekor ayam betina kecil yang penuh energi dengan kotekan penuh tekad dan bulu-bulu tebal nan indah (semuanya berkat Anda)”

Ternyata Daddy-long-legs adalah...... Kejutan yang menyenangkan untuk Judy.

Ketertarikan di awal dikarenakan kisah ini mengingatkan pada sebuah kisah komik di masa kecil, Candy-candy. Candy diasuh oleh seseorang yang tidak ia ketahui wujudnya. Baru belakangan ia tahu siapa orang yang selama ini menjadi orang tua asuhnya.

Ternyata walau berkesan ringan, banyak pelajaran moral yang disampaikan.

1 komentar: