Selasa, 29 Maret 2011

Kisah Cinta Berkelas ala O. Henry

Judul            : Cinta yang Hilang
Penulis          :  O. Henry
Penerjemah   : Sunaryono Basuki K.S
Penyunting    : Dian Pranasari & Anton Kurnia
ISBN             : 978-979-024-241-8
Halaman        : 118
Penerbit        : Serambi
Cetakan        : I, Februari  2011
Harga            : Rp 30.00



Sungguh ku tahu....
Aku bukan yang terbaik menurutmu
Namun ijinkan  aku memberikan yang terbaik bagimu
Karena kau adalah yang terbaik bagiku

Ijinkan aku menjadi orang yang terakhir kau lihat saat pergi tidur
Serta menjadi orang yang pertama kau lihat saat esok hari
Biarkan aku menjadi  orang yang kau cari pertama saat kau sedih
Dan menjadi orang terakhir yang kau cari saat bahagia

Andai bisa
Biarkan aku menjadi bayanganmu
Sehingga dimanapun kau berada, aku juga ada
Biarkanlah namamu mengalir dalam darahku
Berhamburan melalui desahan napasku

Kau memang layak mendapatkan yang terbaik
Mungkin bagimu dan semua orang bukan aku
Hanya saja....
Jika kau bersedia memberikan kesempatan
Akan ku buktikan, aku yang terbaik bagimu

Selama satu minggu ini
Sudah kulatih kata-kata singkat yang bermakna dalam
Entah mengapa, setiap  matamu menatapku  bibirku mendadak kaku
Aku semakan  galau....
Tidak ingin menjadi seorang pengecut
Tapi hingga pesawatku berangkat pun tak bisa mulutku berbicara

Sebelum aku kehilangan akal sehatku dengan terbang kembali ke Jakarta
Dengan segala hormat dan kerendahan hati, ijinkan ku tempuh cara ini
MAU KAH KAU MENJADI ISTRIKU.................................?
Agar hidupku mempunyai  arah yang lebih nyata
Agar aku tak harus selalu ketakutan saat kau jauh
Agar impianmu memiliki gaun pengantin berwarna hijau  segera terwujud

XXXX


Anda percaya kebetulan?
Saya tidak!
Bagi saya semuanya memang sudah diatur begitu harusnya.....

Bait-bait kata di atas saya temukan secara tidak sengaja saat sedang membongkar berkas-berkas saat  kuliah dulu. Untaian kata-kata yang entah saya rajut dari mana sumbernya merupakan pesanan salah seorang sahabat saya saat akan melamar seseorang. Entah apa yang ada di kepalanya saat itu sehingga untuk urusan  sepenting ini diserahkannya  pada rajutan kata-kata ngawur saya. Andai saja saat itu saya bisa mengabadikan wajah perempuan yang menerima seikat bunga, cincin dan surat ini.

Esok harinya, Ibu Peri Buku yang Budiman dari Serambi memberikan buku berjudul Cinta yang Hilang. Sekali lagi seputar cinta. Kebetulankah...? Mungkin  tidak, mungkin sudah waktu  kita berbicara  soal cinta. Buku tipis ini menemani perjalanan  pulang saya dari Acara Ramah Tamah dengan Penerbit Serambi.Cepat selesainya, namun saya masih ingin menikmati efek yang ditimbulkan saat selesai membacanya, alih-alih segera membuat ulasan isi buku.

Bicara soal cinta memang tiada habisnya! Setiap sisi kehidupan pasti dibumbui dengan urusan yang satu ini.. Jika menilik kisah-kisah yang ada dalam sebuah buku, pasti adalah sedikit unsur percintaan. Hanya saja, para pengarang sering  membatasi urusan  kisah cinta hanya untuk kekasih atau pasangannya. Padahal cinta juga bisa dihubungkan dengan cinta saudara, cinta keluarga besar, cinta sahabat, bahkan cinta pada hewan peliharaannya.

Banyak cara untuk mengungkapkan  rasa cinta. Ada yang mengirimi bunga, coklat memberikan hadiah saat ulang tahun, selalu berada  disisi orang terkasih hingga membuat tato di badan. Setiap individu memiliki cara tersendiri untuk mengungkapkan rasa cintanya. Setiap kisah cinta pasti memiliki keunikan  dan menarik untuk disimak.

Demikian juga dengan kisah cinta yang dituturkan oleh O. Henry. Melalui kumpulan cerpen berjudul Cinta yang Hilang, kita akan disuguhi kisah cinta yang tidak biasa, sebuah kisah cinta yang berkelas.  Ada lima buah kisah yang dimuat dalam buku ini, yaitu Cinta yang Hilang, Hadiah  Kejutan, Bukti Cerita,  Semata-mata Bisnis, Kenyataan adalah Sandiwara, Perempuan dan Suap Menyuap,  serta Demi Cinta.

Dalam setiap kisah yang disajikan, O. Henry selalu memberikan kejutan yang sungguh tidak bisa saya tebak! Terus terang, saya bukan penggemar novel bergenre romantis. Bukan alergi atau membenci, namun saya jarang menemukan sebuah novel percintaan yang dikemas dengan apik dan tidak  menye-menye (meminjam istilah Adrian)

Buku ini membuat saya kena batunya! 
Tebakan saya seputar alur cerita yang berada  dalam buku ini melesat semuanya! padahal biasanya saya bisa dengan mudah menebak alur sebuah cerita romance. Tokoh yang dipilih dalam cerita umumnya adalah sosok yang bisa  kita temui disekitar kita, bahkan sosok yang kadang kita tidak sadari keberadaannya. Karakter setiap tokoh begitu kuat. Kesedihan dan kegembiraan yang ada digambarkan dengan sangat menyentuh. Emosi kita akan diaduk-aduk saat membaca buku ini. Akhir yang terjadi sungguh luar biasa dramatis! Kisah yang awalnya berkesan biasa-biasa saja justru kian kebelakang kian menjadi tidak biasa.

Kisah Cinta yang Hilang memberikan gambaran betapa kuatnya tekat seorang lelaki muda untuk mencari sosok gadis impiannya yang menghilang. Ia berusaha tanpa kenal lelah untuk menemukan belahan jiawanya. Penulis sukses membuat saya ikut merasa sedih kehilangan sosok gadis yang bernama Eloise Vasher. Ikut berdebar saat megira ada sosok Eloise di dekat si pemuda yang tak pernah putus aja mencarinya. Sekedar halusinasi atau......

Dari kelima kisah yang ada, kisah favorit saya adalah Hadiah Kejutan. Selesai membaca kisah ini saya baru sadar, sudah beberapa kali saya membacanya, tapi ketidakmampuan saya mengingat nama seseorang membuat saya sering lupa siapa yang menulis kisah itu. Cerita ini memberikan gambaran betapa mencintai seseorang harusnya dilakukan tanpa pamrih sekecil apapun. Semuanya harus dilakukan dengan hati iklas, tanpa menghitung rugi-untungnya sebuah hubungan kasih. Semua  dilakukan demi pasangannya tanpa pernah memikirkan apakahkah yang sudah  pernah dilakukan pasangannya untuk dirinya. Usaha iklas setiap orang  untuk membuat pasangannya bahagia  pastilah akan berbuah sesuatu yang manis.

Dari keseluruhan buku yang menarik ini, sepertinya bintang 3,5 (dibulatkan menjadi  4)  layak diterima. Hanya saja saya masih penasaran akan arti kata  merimakannya  pada halaman 33. Maklum KBBI saya adalah milik kantor dan diletakkan di lemari kantor, sehingga saat membuat ulasan ini di rumah saya tidak bisa membukanya. Mau mencoba yang online kok yah dari tadi error terus. Biasanya saya bisa bertanya pada Silvero, tapi entah kenapa saat ini dia menjadi sulit dihubungi. Kover buku yang dibuat berkesan ala jadul, justru memperkuat waktu terjadinya kisah yang ada dalam buku ini. Ciamik.............!

O. Henry adalah nama pena yang dipakai William Sydney Porter. Nama tersebut merupakan nama seorang sipir penjara dimana ia pernah ditahan. William lahir di Greensboro, 11 September 1862 ,  meninggal di New York City, 5 Juni 1910.  Semasa hidupnya ia telah menghasilkan 381 kisah pendek, bisa  dikatakan ia adalah penulis yang cukup produktif.  Namanya diabadikan guna penghargaan tahunan paling bergensi untuk cerpen terbaik di Amarika Serikat, O. Henry Award.

Cinta
Love
Amore
αγάπη
liefde
Apapun penyebutannya itu pastilah akan selalu berada dalam hati setiap insan
*mendadak melo*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar