Selasa, 01 Desember 2015

2015 #99: Spy Hunter

Penulis: L. Ron Hubbard
pewajah sampul: Apung Donggala-Ufukreatif Design
Ilustrasi sampul: Roni Setiawan
Pewajah isi: EMW14@Ufukreatif Design
Penerjemah: Lulu Rahman
Proofreader: Helena Theresia
ISBN: 9786029346459
Halaman: 193
Cetakan: 1-Februari 2012
Penerbit: ufuk fiction
Harga: Rp 29.900



Para penulis majalah picisan, yang terbaik dari mereka, tidak menulis untuk para kritikus atau berusaha menyenangkan pengiklan yang malu-malu. Tanpa perlu menanggapi siapa pun selain pembaca mereka, mereka menulis tentang manusia hingga ke bagian-bagian yang tidak diketahui, ke daerah-daerah baru yang di masa depan akan dijelajahi. Merke menulis tentang apa yang akan terjadi pada kita, bukan tentang apa yang pernah kita alami.

Paragraf itu saya ambil dari Pendahuluan yang ada pada buku ini. Dengan judul Kisah-kisah dari Masa Keemasan Fiksi Picisan, buku ini makin mencuri perhatian saya.

Ceritanya saat bongkar-bongkar rak buku pada bagian yang terjauh (ehem) menemukan buku mungil ini tergeletak di bagian belum dibaca. Otomatis saya langsung berpikir, kenapa buku ini saya beli dan akan dibaca suatu saat, jika belum juga dibaca kenapa masih ada dalam timbunan. Pasti ada sesuatu yang istimewa. Maka memutuskan untuk mulai membaca.

Kisahnya tentang seorang pelaut yang cepat marah bernama Kurt Reid. Ia dijebak berapa di tempat terjadinya pembunuhan, maka tak heran jika ia dituduh melakukannya. Demi berusaha menyelamatkan diri, ia lari ke Cina.

Alih-alih selamat, ia malah menjadi tahanan lagi. "Dari satu penjara ke penjara lain," kata Kurt. "mestinya dari awal kubiarkan saja mereka menggantungku." Lepas dari satu bahaya, malah berhadapan dengan bahaya yang lain. Ia dituduh merupakan mata-mata oleh pihak yang bertikai.

Reid terjebak dalam pertikaian politik tingkat tinggi. Jika ingin bebas, maka ia harus melakukan yang diperintahkan oleh pihak lainnya. Jika ia melakukannya, ia terancam dihabisi oleh pihak lainnya. Rumit. Ia harus pandai-pandai bertindak. Menentukan siapa kawan dan lawan.

Sepertinya kisah agen rahasia lainnya, tentunya ada tokoh wanita cantik dalam plot. Tapi untuk versi ini sangat jauh dari urusan esek-esek. Penulis menampilkan sosok wanita sebagai lakon pendamping dengan otak dan kemampuan diri yang tinggi. Wanita itu bernama Varinka Savischna, seorang Rusia dan mata-mata.

Selanjutnya kita akan disajikan kisah bagaimana upaya Reid membersihkan namanya. Ada juga pertempuran ala mata-mata dan pastinya banyak adegan pertumpahan darah.

Secara garis besar, kisahnya cukup menghibur. Mengingatkan saya pada kisah agen rahasia dari negara tetangga yang menyebut semua nama adegannya dengan awalan 00, dalam versi singkat-sopan-tanpa ada unjuk kehebatan alat dengan teknologi moderen. Tokoh kita, sepertinya hanya mengandalkan akan keberuntungan semata.

Ternyata saya masih bisa tertipu juga hi hi hi. Sejak awal membaca saya merasa ada yang aneh dengan salah satu tokoh. Tapi entah apa. Saya terus menikmati keberadaannya hingga akhir, dimana sebuah rahasia besar dirinya terungkap. Cukup cerdik!

Meski hanya terdiri 100-an halaman, buku ini juga memberikan ilustrasi yang lumayan banyak. Ada ilustrasi yang dibuat satu halaman penuh guna memperkuat sebuah peristiwa atau adegan yang sedang berlangsung. Sementara itu, pada bagian pojok halaman setiap bab, juga terdapat sebuah ilustrasi yang tidak begitu besar. Entah apa maknanya, yang saya duga terkait dengan aktivitas interogasi seorang pria Cina terhadap seorang wanita. Hal ini didasarkan pada penampakan seorang pria yang mempergunakan jubah Cina dengan desain naga serta seorang wanita yang seorlah-olah berada di depannya. Kenapa gambar ini dibuat masih tanda tanya bagi saya.

Pemilihan judul membuat saya berusaha mencari apa hubungan antara judul dengan kisah Mata-mata Pemburu. Memang kisah ini ada kaitannya dengan mata-mata. Tapi jika mata-mata pemburu, sepertinya bermakna tentang seorang mata-mata yang sedang bertugas memburu sesuatu atau seseorang. Sementara tokoh dalam kisah ini, Reid terpaksa menjadi mata-mata demi mendapatkan kebebasannya. Tapi jika memburu, sepertinya tidak. Malah penafsiran saya ia yang diburu untuk dibunuh. Entahlah, mungkin saya yang kurang piawai menikmati kisah ini.

Buku ini juga memiliki glosarium pada akhir kisah. Buat saya ini berguna untuk menemukan jawaban mengenai beberapa istilah yang saya kurang paham maknanya. Misalnya arti taicho adalah pemimpin kelompok kecil dalam bahasa Jepang. Sementara taisho adalah kolonel dalam bahasa Jepang.Colt.45 adalah pistol otomasti kaliber 45 yang dibuat oleh Colt Firearms Company of Hartford, Connecticut. 

Kata Picisan yang dipergunakan dalam buku ini membuat saya ingin lebih tahu mengenai maknanya. Mungkin secara harafiah kita sering menggunakan kata itu untuk mencemooh sebuah karya yang kita anggap kurang bermutu. 

Picis sebenarnya adalah penyebutan untuk mata uang dengan nilai nominal 10 sen, berbentuk logam. Nilainya sangat rendah sehingga sering diabaikan. Novel atau roman yang disebut sebagai picisan bisa saja menggambarkan betapa kurang bermutunya novel itu. Baik dari sisi isi atau cetakan.

Menurut informasi, sebenarnya ada 80 buku yang memuat 153 kisah dalam serial Perpustakaan Kisah-kisah dari Masa Keemasan.Semacam kaleidoskop kisah yang menampilkan setiap genre yang dapat dibayangkan; fiksi ilmiah, fantasi, dunia barat, misteri, thriller, horor bahkan roman. Penasaran, bagaimana nasib serial ini ya sekarang ^_^

Lafayette Ronald Hubbard lahir pada  13 Maret 1911 di Tilden, Nebraska, Amerika.  
Meninggal pada 24Januari 1986.  Ada lumayan banyak halaman yang mengulas tentang penulis dalam buku ini. Bisa dibaca setelah glosarium. Bagian yang memuat banyak foto Ron ini juga mengetengahkan bagaimana peran aktifnya dalam dunia penerbitan. 

Samar saya ingat.  Buku ini saya simpan karena  tergoda akan bentuknya yang kecil dan tipis. Lalu kovernya yang tidak biasa, serta nama pengarangnya yang sama dengan buku yang belum lama saya dan sahanat diskusikan. saya dan beberapa sahabat sedang mendiskusikan tentang sebuah  buku dengan judul Dianetika Evolusi Sebuah Sains. Belum ada diantara kami yang membaca buku itu. Yang menjadi bahan diskusi justru wujud fisik buku. Dengan kertas yang menarik dan warna kover yang lumayan menggoda mata. 

Belakangan dengan munculnya buku ini, kami justru membeli karena ingin tahu seperti apa karyanya. Apa lagi saat itu sedang ramai dihebohkan tentang aktor rupawan Tom Cruise yang konon adalah penganut ajaran yang dibuat oleh  L. Ron Hubbard.

Seperti yang diuraikan dalam pembukaan buku ini, karena dicetak dengan kertas murah yang mengandung asam yang tinggi, maka fiksi picisan tidak maksud untuk bertahan lama.  Hemmm..., minimal kisah ini  pernah saya baca. Bukunya saya simpan hingga entah kapan berpindah tangan. Karena karya yang katanya picisan ini justru sudah menjadi buku yang agak langka ditemukan.
















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar