Jumat, 16 Januari 2015

2015 #14 :Hari Ibu, Sebuah Kisah Lawas

Judul asli: Mendjelang Hari Ibu
Disusun oleh: Sokartijah Martoatmodjo
Gambar kulit: Wied Suroso
Halaman: 16
Cetakan: 1-1964
Penerbit: P. N Balai Pustaka

Buku yang lebih tua dari usia saya he he he.

Hari ini saya kedatangan salah satu penggila buku, Aldo Zirzov di kantor. Sambil mengawal melihat buku, iseng saya mampir ke  rak  800 yang penuh dengan aneka buku sastra menawan. Mata saya langsung tergoda melihat buku dengan warna hijau cerah di banding buku yang lain. Judulnya juga mengundang rasa ingin tahu, Menjelang Hari Ibu. Segera buku ini masuk dalam daftar pinjam.

Tulisan  "16" di pojok kanan  menandakan berapa banyak halaman dalam buku ini. " PN BP" pastinys adalah P. N Balai Pustaka. Sementara kata "Pr" masih belum bisa saya temukan maknanya. Apakah "Produk" yang menandakan buku ini merupakan sebuah produk dengan 16 halaman. Atau "Pekerjaan Ruman" dengan makna isi buku ini harus dibaca dan diulas, jumlah halamannya 16. Penasaran.

Kisahnya tentang sebuah keluarga yang memiliki dua orang anak, Nina dan Kanto. Kedua anak tersebut berencana membuat kejutan bagi ibu di Hari Ibu. Sang ayah dan keluarga yang lain mendukung keinginan mulia kedua anak tersebut. Bahkan guru dan teman-teman di sekolah juga berpartisipasi memberikan masukan mengenai bagaimana sebaiknya kejutan tersebut dilakukan.

Ternyata keduanya tidak hanya ingin memberi kejutan untuk Hari Ibu saja. Ninda dan Kanto berkeinginan untuk terus membantu ibunya setiap pagi dengan cara menyediakan sarapan bagi seluruh keluarga.  

Meski hanya enam belas halaman, kisah dalam buku ini mengandung unsur pendidikan yang penting. Penulis menyampaikan pentingnya sarapan pagi bagi kesehatan, terutama bagi pertumbuhan anak-anak. Otak juga lebih bisa menyerap pelajaran dengan lebih baik.

Melalui sosok Bu Guru Jeani, penulis juga mengajar tentang menu seimbang 4 sehat 5 sempurna serta aneka macam zat yang dibutuhkan oleh tubuh seperti lemak, protein, aneka vitaman serta sumber makanan yang mengandung zat tersebut.

Buku ini masih mempergunakan ejaan lawas, dimana "Y" ditulis dengan "J", "C" masih ditulis "TJ" dan sebagainya. Meski begitu,  keasyikan saya membaca tidak mengalami kekurangan. Justru seru rasanya menemukan huruf yang masih mempergunakan ejaan lama. 

Simak beberapa kalimat di bawah ini: "Ja, susu buat kita semuanja, tetapi buat Ibu dan Ajah diberi kopi dan kamu berdua baiklah diberi tjoklat," kata Ajah.

"....Rentjana hidangan tersebut dikumpulkan dan kita kutip, setelah diperiksa oleh Ibu Jani...."

"Nina menjalin beberapa matjam hidangan jang sederhana."

"Paman Tato sangat setudju dan sudah ingin lekas mengetjap masakan Nina dan Kanto"

Karena kita sudah terbiasa dengan beberapa kata yang dipergunakan, dengan melihat saja kita langsung membacanya dengan mudah. Kata "Matjam" misalnya, lalu terbaca menjadi "Macam" demikian juga dengan kata "Retjana" langsung terbaca "Rencana"

Membaca "Tjontoh Hidangan Makan Pagi" yang disusun kedua anak itu membuat saya agak meringis. Selain menu yang sangat sederhana untuk ukuran saat ini, panganan Nasi Jagung sepertinya sudah agak jarang kita temui di kota besar. 

Nasi Jagung sesuai dengan namanya mempergunakan jagung sebagai bahan baku. Jagung yang digunakan dalam membuat nasi jagung adalah jagung yang sudah tua atau dikenal dengan istilah jagung pipil. Di pasaran jagung pipil tersebut mudah ditemukan karena harganya yang relatif murah dibandingkan dengan harga jagung manis atau pun jagung muda. Nasi jagung sama dengan nasi putih biasa dimakan dengan lauk-pauk lainnya. Nasi Jagung dinilai memiliki nilai gizi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan nasi beras. Nasi Jagung lebih kaya akan vitamin (Vit. A, B1, B6, B12, C dan E), mineral  dan serta serat.  Dibandingkan dengan nasi beras, harganya memang lebih murah.

Dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Nasi_jagung disebutkan bagaimana cara membuat nasi Jagung:

  • Tumbuk Jagung sampai menjadi beras jagung.
  • Cuci beras jagung sampai bersih dan rendam dalam air selama tiga hari tiga malam
  • Cuci kembali beras jagung yang telah direndam dan ditiriskan
  • Tumbuk beras jagung hingga menjadi halus
  • Campur beras jagung dengan air sesuai takaran (Jika menggunakan 1 kg maka airnya 500ml)
  • Masak beras jagung hingga matang

Setelah matang, nasi jagung yang dihasilkan akan lebih pera dan lebih kering dari nasi beras biasa. Walaupun demikian, hal yang perlu diperhatikan dalam memasak jagung ialah sifat jagung yang banyak menyerap air sehingga takaran air yang digunakan harus dipertimbangkan, yakni diberikan lebih banyak.

Hari Ibu yang dimaksud oleh Nina dan Kanto adalah hari yang kita peringati setiap tanggal 22 Desember. Biasanya  pada hari itu seorang ibu dibebastugaskankan dari tugas sehari-hari, seperti memasak, mengurus  rumah tangga lainnya. Aneka lomba yang dibuat juga mengusung tema tentang tugas dan kewajiban seorang ibu seperti memasak yang dilakukan oleh para bapak. Maksudnya agar lebih menghormati jerih payah seorang ibu untuk mengurus keluarga dan rumah tangga.

Sementara di Amerika, Australia, Singapura dan  beberapa negara lain, Mother's Day dirayakan setipa minggu kedua bulan Mei. Sementara beberapa negaar Eropa dan Timur Tengah memperingati International Women's Day  setiap tanggal 8 Maret.
Sejarah Hari Ibu bermula dari berkumpulnya para pejuang perempuan 12 kota di Jawa dan Sumatra dan mengadakan Konggres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta. Salah satu hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani). 

Namun demikian, penetapan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Bahkan, Presiden Soekarno menetapkan tanggal 22 Desember ini sebagai Hari Ibu melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959.

Hadiah Hari Ibu dari saya dan Jagoan adalah satu set badcover polkadot ungu-putih. Sementara hadiah dari jagoan untuk saya adalah kue tart (hiks bikin mamski meninggi ke samping  nih) dan tidak jadi tukang buka pintu selama beberapa hari. 

Apa hadiah Hari Ibu Kalian?

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar