Jumat, 02 Januari 2015

2015#2-4: Can't stop loving you Lucky Luke II

 I'm poor lonesome cow boy....
And a long long way from home....

Begitulah bait lagu yang sering dinyanyikan oleh Lucky Luke, koboi pengelana, yang mampu menembak lebih cepat daripada bayangannya. Dia menunggang kuda berwarna putih Jolly Jumper yang dijuluki  "kuda terpandai di dunia" Dalam petualangannya, terutama jika berurusan dengan musuh bebuyutan Dalton Bersaudara, Lucky Luke sering didampingi oleh Rantanplan, "anjing terbodoh di alam semesta". Saking kocaknya kelakukan Rantaplan, ia sampai dibuatkan seri sendiri.

Belakang aneka komik Eropa  kembali bermunculan. Selain Smurf, Lucky Luke merupakan komik yang saya tunggu. Belakangan karena harga yang lumayan saya agak mengurangi mengoleksi, cukup puas dengan "numpang baca" di toko buku. Tak heran ketika ada yang menawarkan membeli langsung sambar kesempatan he he he. Berikut tiga komik Lucky Luke yang mendarat di lemari saya.

1. Kaisar Smith
Kisah: R. Goscinny
Gambar: Morris
Alih bahasa: Fandi Achmad Shofwan
Editor: Niken Djokosuratno S.
Desain sampul: Aji Yudotomo
ISBN/EAN: 9786020206363 / 9786020206363
Halaman: 48
Cetakan: 1-27 Februari 2013
Penerbit: PT  Elex Media Komputindo
Harga: Rp 30.000

Dalam pengembaraannya Lucky Luke tak sengaja bertemu dengan Kaisar Smith di Grass Town. Kaisar Smith bukanlah kaisar dalam arti sesungguhnya. Ia adalah seorang petani kaya bernama Dean Smith yang terobsesi menjadi Kaisar Amerika Serikat. Ia menganggat dirinya menjadi Kaisar Smith I.

Penduduk tidak menganggapnya bahaya meski sang kaisar menyewa pasukan bersenjata sebagai pengawal. Mereka justru menjadikannya bahan tertawaan. Bahkan mengakui dirinya sebagai kepala negara dari seluruh dunia. Koran lokal setempat mempublikasi Deklerasi Kemerdekaannya.

Namun  ternyata seorang penjahat mengambil kesempatan guna kepentingan pribadinya. Ia mencoba mempengaruhi Smith untuk merampok bank dengan memanfaatkan pasukan yang dimilikinya.

Meski aneh ternyata kisah Kaisar Smith benar-benar berdasarkan kisah nyata. Fakta tersebut disajikan pada bagian belakang kisah ini. Salah satu orang eksentrik yang bermimpi mengubah Republik Amerka menjadi monarki adalah Joshia A. Norton. Ia pindah ke San Fransisco pada tahun 1949 untuk berusaha.

Mulanya Norton cukup berhasil dalam usaha perumahan dan barang import. Namun kegagalan akan bisnis sereal membuatnya kehilangan akat sehat, Dalam kondisi jiwa yang sakit ia mengangkat dirinya sebagai Norton I Sang Kaisar Amerika Serikat. Karena ia tak lagi memiliki uang maka ia tak bisa membentuk pasukan dengan persenjataan. Bahkan ia tak bisa hidup dengan gaya mewah.Warga San Fransisco tidak menganggapnya sebagai ancaman. Ia cukup disukai warga, terbukti saat meninggal pada 8 Januari 1880 kurang dari 10.000 orang menghadiri pemakamannya.

Kasiar Smith merupakan judul ke-60 dari seri Lucky Luke.

2. Daisy Town
Kisah: R. Goscinny
Gambar: Morris
Alih bahasa: Fandi Achmad Shofwan
Editor: Niken Djokosuratno S.
Desain sampul: Aji Yudotomo ISBN/EAN : 9786020214429/ 9786020214429
Halaman: 48 
Cetakan: 1-19 Juni 2013
Penerbit: PT  Elex Media Komputindo
Harga: Rp 30.000
Sebuah kota baru terbentuk. Bermula dari  para pendatang berbondong-bondong mencari tempat tinggal baru. Salah satu anggota rombongan tertarik pada keindahan bunga dan lingkungan sekitar hingga memutuskan untuk mendirikan kota di sana, Daisy Town.

Daerah yang semula gersang berubah menjadi sebuah kota kecil yang penuh dengan keceriaan penduduknya. Seiring dengan berkembangnya kota, para pejabat juga mulai berdatangan dan menimbulkan kekacauan. Kota membutuhkan seorang penegak hukum, sherif.

Namanya juga kisah, Lucky Luke terpilih karena berada di saat yang tepat. Ia dengan mudahnya mengalahkan bandit-bandit yang mengacau kota. Sebagai hukuman mereka mendapat ter dan bulu bebek.


Ternyata ada Daisy Town juga menggoda perhatian musuh lama, Dalton bersaudara. Sekali lagi Lucky Luke harus berurusan dengan mereka. Dan Kulit Merah menjadi musuh yang menakutkan seluruh isi kota. Daisy Town berubah menjadi arena peperangan. 

Daisy Town merupakan kisah ke-64

Versi film kartun juga tersedia dan bisa dilihat di 
http://youtu.be/behATRtihnw

 3. Daily Star

Kisah: X. Fauche & J. Leturgie
Gambar: Morris
Alih bahasa: Fandi Achmad Shofwan
Editor: Niken Djokosuratno S.
Desain sampul: Aji Yudotomo ISBN/EAN: 9786020218793/ 9786020218793
Halaman: 48
Cetakan : 1-Agustus 2013
Penerbit: PT  Elex Media Komputindo
Harga: Rp 30.000
Kisah kali ini mengenai seluk-beluk koran. Mulai dari mencari berita, penerbitan, penjualan koran hingga mengatasi upaya sabotase dari pihak yang ingin menghalangi kebebasan pers.

Horace P Greeley sejak kecil sudah menyukai dunia surat kabar. Bermodal mesin cetan Woshington Imperial Versi ketiga, ia pergi ke barat dan memulai karier sebagai wartawan. Korannya Daily Star kadang mendapat kecaman dari beberapa orang yang kurang suka dengan berita yang dimuatnya. Pembaca yang marah karena ketajaman isi berita biasanya melakukan segala hal guna membungkam kebebasan pers.

Lucky Luke menemani Greeley hingga ke Dead End City, Kota tersebut sepertinya membutuhkan koran yang bisa memberikan informasi pada setiap warganya. Ternyata tidak semua warga kota bersedia menjadi narasumber. Dan tak kalah banyaknya yang tak suka akan isi berita, di sisi lain juga tak sedikit yang menikmati koran tersebut.

Segala upaya dilakukan oleh berbagai pihak yang merasa terancam untuk menutup Daily Star. Mulai dari sabotase kertas, tinta hingga jalur distribusi. Untunglah Lucky Luke berada dipihak Daily Star.

Menurut wikipedia, Daily Star adalah sebuah koran tabloid setiap hari yang diterbitkan di Britania Raya. Koran pertama kali diterbitkan pada 2 November 1978

Lucky Luke memang menarik. Dan ketiga buku di atas selalu diakhiri dengan gambar Lucky Luke yang bernyanyi sambil berkuda menuju matahari tenggelam.

Daily Star merupakan kisah ke-66

Saya sempat mendapat info mengenai komik gratis. Komik-komik tersebut tersedia dalam bentuk pdf dan bisa diunggah secara gratis. Silahkan mengunjungi:
http://komikgratisanonline.blogspot.com/2013/10/lucky-luke_17.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar