Senin, 09 Desember 2013

Dua Saudara

   
Subhash
Udayan
Kakak-adik
Tubuh mereka serupa, namun tak sama
Begitu juga dengan perilaku dan nasib

Subhash 
Selalu berhati-hati
Sifatnya tenang
Menjadi sahabat sang ibu
Mematuhi orang tua adalah kewajiban baginya  
Mendapat hadiah papan catur 
Saat diterima kuliah Ilmu Kimia di Jadavpur
Selalu pulang ke rumah lebih dulu
Memutuskan sekolah lebih lanjut di USA
 
Udayan
Sejak kecil sering menghilang
Berlaku seenaknya
Berani meminta tanda tangan aktor
Tak takut membantah  guru
Mendapat hadiah radio 
Saat diterima kuliah Ilmu Fisika di Presidency
Selalu pulang ke rumah belakangan
Mengajar di sekolah teknik dekat Tollygunge
 
Sepertinya kehidupan kedua anak manusia 
Telah berjalan sesuai kodrat
Masing-masing menjalankan perannya 

Hingga.....
Sebuah telegram dengan dua kalimat
Mengubah segalanya
Udayan terbunuh
Pulanglah kalau memungkinkan
Udayan mengorbankan hidup
Bagi pergerakan yang salah jalan
Subhash yang harus membereskan
Semua kekacauan yang ada
Dua saudara
Dua dunia
Dua kehidupan
Namun hanya ada satu cinta
--------------------->
Dari buku 
Penulis : Jhumpa Lahiri

Penerjemah: Anton WP
ISBN: 978-979-1032-75-9

Halaman: 68
Penerbit: Penerbit Katta

Harga: Rp.15.000






Lahir di London pada 11 Juli 1967 dengan nama
Nilanjana Sudeshna Lahiri.

Beberapa penghargaan yang diterima antara lain:
1.  1999 – O Henry Award  for short story "Interpreter of Maladies"
2.  1999 – "Interpreter of Maladies" selected as one of Best American Short Stories
3.  2000 – "The Third and Final Continent" selected as one of Best American Short Stories
4.  The New Yorker's  Best Debut of the Year for "Interpreter of Maladies"
5.  2000 –  Pulitzer Prize for Fiction  for her debut "Interpreter of Maladies"
6. 2009 –   Asian America literacy Award for "Unaccustomed Eart

Bagi saya kalimat menawan dalam buku ini ada di halaman 31, "Perang akan membawa revolusi, revolusi akan menghentikan perang."  Serta topik menyampul buku pada halaman 47-48. Hal yang sama juga mengusik saya, mengapa di beberapa negara tidak menyampul buku mereka. Belakangan saya memang jarang menyampul buku, padahal punya beberapa gulung besar sampul plastik yang setiap sampulnya cukup untuk 100 buah buku. Kesibukan yang membuat saya begitu, meski kadang menyesal juga saat melihat sebuah buku rowak-rawik akibat sering dibawa guna menuntaskan isi tanpa disampul.

Sekedar pertanyaan pada penerbit. Pada halaman 54 disebutkan saat Udayan ditangkap ia diperintahkan membungkuk dan menyentuh kaki orang tuanya. Lalu ada kalimat. " Apa yang harus kami maafkan? ayah mertuanya bertanya" Bukankah peristiwa tersebut ada di rumah keluarga Udayan dan disebutkan di depan ada ayah mertua, ibu mertua dan Gauri? Lalu bagian mana yang menyebutkan ada ayah Gauri, ayah mertua Udayan? Pada bagian lain ada kalimat, " Anakmu mengkhianati negaranya..." Mungkinkah "ayah mertua" pada bagian itu seharusnya ditulis "ayah" saja?

Akhir yang memberikan banyak dugaan membuat kisah ini semakin layak untuk dibaca. Kadang sebuah fakta disampaikan secara samar, tersembunyi dengan baik. Pembaca yang peka bisa mengungkapnya, yang tidak akan mengira-ngira.

Tak selalu yang murah itu
ringan isinya.
Harga buku ini jelas sangat ringan, begitu juga dengan halamannya, namun pesan yang dikandungnya jelas tidak ringan. Ada kisah tentang bagaimana kentalnya rasa persaudaraan, revolusi bisa mengubah segala hal, cinta yang terlarang, adat yang dilanggar serta optimisme menghadapi masa depan
Tengok bagian saat keduanya memasuki bangku perguruan tinggi.  Kakak-adik,Subhash dan Udayan menunjukan kerja keras membuahkan hasil yang membanggakan. Saat keduanya lulus diterima di perguruan tinggi, sang ayah tidak pernah bisa keluar rumah tanpa mendapat ucapan selamat dari tetangga. Dari lingkungan mereka, hanya kedua anak ini yang diterima di universitas. Bukan sembarang uiversitas, tapi universitas terkemuka. Sang ayah yang tak memiliki ijasah sarjana tak bisa menutupi rasa bangga akan keberhasilan kedua putranya. Rasa bangga yang menular ke seluruh warga sekitar.

Mungkinkan kelak seri ini dibuatkan semacam boxset? Sehingga pembaca bisa menikmati seluruh seri dengan lengkap? Ditunggu kabar dari penerbit.


Sumber Gambar:
 http://www.gradesaver.com/author/jhumpa-lahiri/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar