Jumat, 27 Desember 2013

The Cuckoo's Calling



Penulis: Robert Galbraith 
Alih bahasa: Siska Yuanita 
Alih bahasa puisi hlm 7 dan 517: M.Aan Mansyur
Desain sampul: Marcel A.W
ISBN: 9786020300627 
Halaman: 520 
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Harga: Rp 99.000
                   

Kisahnya tentang seorang veteran perang Cormoran Strike yang mendadak ketiban durian runtuh menyelidiki kasus supermodel terkenal Lula Landry. Strike digambarkan seperti sosok veteran ala film-film. Terluka secara fisik, dalam hal ini pada kakinya yang terpaksa menggunakan kaki palsu, terluka secara bathin, kondisi keuangan terpuruk dan baru saja dicampakan oleh tunangan  yang menderita mythomania-kecenderungan berbohong setelah berhubungan sekian tahun hingga harus tidur di kantor dan numpang mandi di kampus.

Lula Landry, sang supermodel dinyatakan meninggal bunuh diri dengan cara terjun dari apartemennya. Sang kakak angkat John Bristow tidak menerima. Tiga bulan setelah Lula tewas ia memutuskan menyewa jasa seorang detektif swasta untuk menyelidiki secara tuntas kasus tersebut. Pilihannya jatuh pada Strike yang kebetulan juga sahabat adiknya, Charlie, kakak Lula yang meninggal saat kecil akibat jatuh ke dalam jurang bekas tambang saat bersepeda.

Awalnya Strike tidak tertarik pada kasus Lula. Pemberitaan di media juga jejaring sosial mengindikasi bunuh diri akibat emosi yang labil sebagai alasan utama. Semua bukti mengarah kesana, saksi mata yang ada juga menyebutkan hal senada. Keraguan yang muncul akibat kesaksian seseorang segera dipatahkan dengan latar belakangnya sebagai seorang pemadat. Kalau pun akhirnya Strike mau menerima kasus itu tidak lain karena kenangannya pada Charlie dan pembayaran dobel yang ditawarkan.

Dalam menjalankan kantor detektifnya Strike dibantu oleh tenaga sekretaris temporer Robin. Awalnya ia tidak yakin keputusannya menggunakan jasa Robin adalah benar mengingat tenaga sebelumnay hanya mampu bertahan sebentar. Belakangan Robin menunjukan efektivitas  dan kemampuannya dalam membantu pekerjaan Strike. Ide-ide briliannya sungguh luar biasa. Malah ia juga  menyelamatkan nyawa Strike!

Hemmmm bagaimana yah enaknya saya mereview buku ini.
Saya mengharapkan buku ini akan membuat saya terpesona layaknya HP dan sedikit kagum pada TCV. Mungkin harapan saya yang terlalu tinggi hingga lupa JK juga adalah seorang manusia biasa dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Seperti saat membaca buku terbaru Dan Brown, kecewa karena kisahnya hanya begitu saja dari versi saya. 

Saya menyukai kisah detektif. Bisa dilihat pada akun GRI saya. Bagi saya siapa penjahatnya sudah bisa ditebak tanpa perlu membaca tuntas buku ini. Kalau pun menuntaskannya lebih karena untuk membuktikan apakah jalan pikiran saya sesuai dengan buku, sekedar pembuktian semata.

Alur kisahnya cenderung lambat. Sangat lambat malah menurut saya. Saya baru bisa menikmatinya mulai halaman 400-an. Banyak umpatan seperti bangsat. tahi kucing,  sundal, kampret, dengkulmu ditemui dalam buku ini. Misalnya kalimat pada halaman 297, "Alibi kampret macam apa itu...." Rasanya janggal saja menemukan kata-kata itu dalam sebuah novel. 

Sebelum selesai membaca, sekedar iseng saya menjelajah dunia maya untuk mencari makna Dekut Burung Kukuk. Beberapa penulis kisah misteri kelas dunia seperti Agatha Christie memberi judul unik seperti Gajah Selalu Ingat, Iklan Pembunuhan di dalam kisahnya tercantum dengan jelas hubungan antara judul dengan kisah. Dalam Iklan Pembunuhan, dikisahkan adanya iklan tentang akan terjadinya sebuah pembunuhan. Dalam seri Trio Detektif ada Misteri Kurcaci Gaib, dimana dikisahkan adanya seseorang yang merasa terganggu dengan penampakan kurcaci, sepanjang kisah pembaca bisa menemukan benang merah dengan judul. Mungkin saya yang kurang bisa menghargai dan menikmati kisah ini manum hubungan antara judul dan kisah hanya diuraikan sangat sedikit. Perihal Cuckoo ada di halaman 300-an. 

Terlepas dari bagaimana tanggapan isi buku ini, tergantung selera dan opini tiap individu tentunya, promosi yang dilakukan oleh penerbit cukup berani. Menyediakan 100 buku gratis disusul dengan potongan 75% dan seterusnya banyak mendapat tanggapan positif. Semula saya membayangkan banyak yang menginap di depan toko agar bisa menjadi 100 orang pertama plus kehebohan lainnya. Prakteknya menurut teman-teman saya yang mengikuti acara tersebut hngga jam sembilan siang masih bisa mendapatkan diskon 75% padahal acara digelar dari jam lima.

Entah disengaja atau tidak, kabar J.K Rowling merencanakan menulis kisah misteri serta  terungkapnya fakta ia merupakan penulis asli yang menggunakan nama samaran Robert Galbraith, dimana nama itu telah ditolak oleh beberapa penerbit sudah menjadi sebuah promosi yang bagus. Pembaca setia karyanya pasti segera berburu buku ini untuk menuntaskan rasa penasaran. pencinta  karya J.K Rowling di tanah air pasti menyambut buku ini dengan antusis sekali, secara teori. Faktanya kisah buku ini cenderung biasa-biasa saja.

Ada dua hal yang bisa saya tarik kesimpulan. Pertama pembaca di tanah air belum terlalu bersemangat menyambut kehadiran sebuah buku. Promosi sudah dikemas sedemikian rupa, bahkan cukup menjanjikan bagi mereka yang suka berburu buku gratis. Namun animo masyarakat seakan kurang. Kasus ini mirip dengan launching HP yang digelar tengah malam. Memang ada pesertanya tapi tidaklah seheboh yang diperkirakan orang.

Kedua nama besar seorang penulis tidak berpengaruh mutlak pada keinginan membeli sebuah buku. Saya jadi ingat kejadian lelang buku salah satu buku  dengan tanda tangan penulis terkenal pada IRF 2012 yang lalu, hanya laku Rp 600.000 (kalau tidak salah) padahal hanya  tersedia sedikit buku itu di seluruh penjuru dunia. Rekan-rekan di Pembaca Novel Fantasi malah masih sibuk bertanya baguskah kisahnya?

Buku ini terdiri dari beberapa bagian dimana disetiap awal bagian kita akan menemukan kalimat inspiratif. Cukup bisa dijadikan petunjuk mengenai apa isi bagian tersebut.

Berbicara soal bintang, saya akan memberikan bintang tiga alias biasa saja. Salah saya yang terlalu berharap akan membaca sebuah kisah detektif menawan ala Sherlock Holmes dengan sel-sel kelabunya dengan adaptasi kondisi saat ini.  Setidaknya kita patut memberi acungan jempol pada J.K Rowling yang mampu keluar dari bayang-bayang kesuksesan HP dan mencoba hal lain. kendala terbesar untuk menikmati kisah ini adalah font yang kurang nyaman. Hal ini ternyata juga merupakan pendapat beberapa sahabat saya.

Walau bagaimana juga, layak dikoleksi.





6 komentar:

  1. aku ngasih 4 bintang buat buku ini Mbak Truly. bukan karena kasusnya, tapi karena transisi penulisan yang mulus dari buku anak yang biasa ditulisnya ke buku detektif ini :)
    aku sudah cukup sering membaca buku-buku kriminal dari penulis yang baru pindah genre, dan biasanya aku nemuin banyak hal yang absurd dan dangkal. dan menurutku keahlian J.K. dalam membuat karakter yang kuat masih tetap menjadi poin unggulan.
    reviewku untuk buku ini bisa lihat disini mbak : http://irasbooks.blogspot.com/2013/07/the-cukcoos-calling-by-robert-galbraith.html

    BalasHapus
  2. Review yang jempolan, di saat selebtwit blg brilian, mbak truly dgn "jujur" menilai disini. reviewku bisa dibaca disini http://goo.gl/w9xI29

    BalasHapus
  3. evy nunggu buku obralannya aja deh kalo gitu taun depan hehe... beli yang baru keluar gini mahal juga ternyata ya. tapi memang selera orang beda2 sih ya. kalo buku Dan Brown terbaru saya malah suka banget mbak, sampe ngasih bintang 4 hihi.

    BalasHapus
  4. @Rie iya makanya aku bilang jangan2 aku yang terlalu berharap bakalan nemu buku seheboh HP
    sampai luka JK kan juga manusia biasa

    @Steven: meluncurrr

    BalasHapus