Minggu, 16 Oktober 2011

The Vampire Diaries: The Return: Shadow Souls



Penyunting: Moh. Sidik Nugraha
Penerjemah : Nengah Krisnarini
Penyelaras : Moh. Sidik  Nugroho
ISBN: 978-979-024-367-5
Halaman 710
Harga : Rp 89.000


Dear Diary,

Betapa cepatnya waktu berlalu.
Kemarin aku hanya seorang  Elena Gilbert, gadis biasa.  Banyak cowok yang menyatakan aku cewek yang paling mirip bidadari di dunia ini. Aku memanfaatkan mereka-untuk popularitas, untuk kesenangan, untuk apa pun. Aku mau jujur sekarang. AKu menganggap mereka itu mainan atau piala.

Tapi, ada sesuatu yang lain. Seumur hidupku, aku tahu hal itu akan datang-tapi aku tidak tahu apa itu, Aku merasa seakan-akan aku mencari sesuatu yang tidak bisa kutemukan dalam cowok-cowok biasa. Segala permainanku dengan mereka tidak pernah menyentuh .... lubuk hatiku yang paling dalam ..... sampai seorang cowok yang sangat istimewa datang. Seorang cowok dengan rambut kusut berwarna gelap dan bermata hijau bak zamrud. Stefan Salvatore sang vampir. Stefan benar-benar vampire yang berusia ratusan tahun. Mungkin ini gila tapi aku sungguh mencintainya!

Sekarang....,
Sudah pukul 2 pagi dan aku berada dalam mobil hadiah dari Stefan. Bukan...., bukan berjalan-jalan.
Aku sedang dalam misi penyelamatan,  Stefan  ditangkap dan dipenjara oleh roh-roh jahat yang mendatangkan malapetaka ke Fell's Church. Aku berharap entah bagaimana caranya aku bisa menemukan dan membebaskan Stefan, dengan bantuan Matt dan Damon tentunya.

Yups....! DAMON yang itu
Betul,  Matt mantan pacarku!
Sekarang ia sudah menerima bahwa cintaku hanya  untuk Stefan. Dia menjagaku sebagai sahabat dan untuk Stefan

Berada dalam sebuah mobil dengan mereka berdua bukanlah hal yang menyenangkan. Selain keduanya saling curiga, aku juga harus berhati-hati terhadap pesona Damon. Sepertinya ia selalu mencari celah untuk mengambil manfaat dariku. Seperti saat ia mempergokiku hanya menggunakan sebuah gaun tidur dengan renda di sekitar leher.

Jelas aku tak perlu khawatir gaun tidurku tembus pandang mengingat bahannya terbuat dari bahan mirip flanel. Masalahnya justru pada renda.  Bajuku ini menggunakan hiasan renda-renda di bagian leher. Damon pernah mengatakan bahwa bagi vampir, renda di sekeliling leher yang indah sama saja seperti melambai-lambaikan kain merah di depan banteng yang sedang marah.

Damon sungguh merupakan godaan!

Jujur saja dengan bibirnya yang ramun, siapa yang bisa menolak Damon? Bibir ramun Damon adalah senjata utamanya. Bibirnya adalah bibir terindah yang pernah aku lihat di wajah seseorang, mata sayunya, bulu mata yang lebat dan rahang kokohnya...Aku harus mampu bertahan!

Aku sungguh ingin bertemu dengan Stefan.....
 Aku ingin merasakan lengannya melingkar di tubuhku, Aku hanya ingin memandang wajahnya, menatap mata hijaunya denagn sorot yang khas yang hanya ditunjukan bagiku. Aku ingin dia memaafkanku dan emngatakan kepadaku bahwa dia tahu aku akan selalu mencintainya.

Khabar terakhir menyebutkan Stefan ditahan di suatu daerah kumuh di Dimensi Gelap. Kesanalah kami menuju. Menurut khabar di  dimensi itu vampir dan roh-roh jahat dapat bebas berkeliaran. Namun, manusia hidup diperbudak oleh majikan-majikan gaib mereka. Itu berarti untuk bisa masuk aku, Bonni dan Meredith harus  berpura-pura menjadi budak Damon serta memakai gelang budak..
 
 Ups... alu lupa bercerita soal kedua sahabatku itu.
Tadinya aku meninggalkan mereka di Fell's Church untuk memantau keadaan. Tapi sesuatu telah terjadi!
Mereka menyusulkan dan jujur aku sangat senang bertemu dengan mereka

Diary,
Kisah bagaimana perjuangan kami menemukan Stefan akan kuteruskan setelah kami kembali.
Juga tentang sosok anak kecil yang selalu kulihat dalam diri Damon
Sampai ketemu lagi...



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar