Selasa, 11 Oktober 2011

Upaya Menemukan Artefak Ketiga




Judul : Fablehaven #3: Grip of The Shadow Plague
Penulis : Brandon Mull
Penerjemah ; Reni Indardini

Penyunting :  Rina Wulandari
ISBN : 978-979-433-648-9
Halaman: 622
Penerbit : Mizan  Fantasi
Harga Rp 79.000


Kalian bertiga, para pemula, dilantik sebagai kesatria hari ini

Semua sudah sangat  mafhum   akan sifat Seth yang cenderung teledor, semauanya dan tak berpikir panjang. Grandpa sampai harus memberikan petuah khusus,  “Kebodohan adalah ketika mengambil resiko tanpa alasan bagus. Keberanian adalah ketika kita mengambil resiko yang sudah diperhitungkan dalam rangka mencapai sesuatu yang penting.” 

Tapi siapa yang bisa mengira, akibat sikap bengalnya membuat perjanjian dengan   Newel dan Doren sepasang Satyr   justru membuahkan  sebuah info penting.

Ada sesuatu yang janggal dengan makhluk-makluk ajaib di Fablehaven. Biasanya makhluk merupakan makhluk baik atau jahat. Tapi di Fablehaven makhluk-makhluk tergolong ke dalam kategori terang atau gelap. Ada yang terlahir sebagai pembangun, ada yang sebagai perusak, ada yang sebagai penipu. Sebagian menyukai cahaya, sebagai menyukai kegelapan. Mereka terlihat agresif dan ingin menyakiti yang lainnya. Makhluk-makhluk berubah wujud menjadi gelap . Perubahan paling terlihat pada nipsie dan peri.

Nipsie adalah  makhluk yang terkecil  di antara kaum peri. Berkerabat dengan brownie hanya lebih mungil. Nipsi memperbaiki dari awal sekali, mengandalkan sumber daya alam untuk memperoleh bahan mentah. Nipsi mengagumi logam dan batu yang berkilau, dan punya keterampilan menemukannya. Biasnaya mereka cinta damai, mendadak Nipsi berkeinginan menyerang kerajaan lainnya.

Peri adalah makhluk terang, maka penampilan serta perilakunya bertransformasi menjadi makhluk gelap. Peri yang diselubungi bayangan menggunakan sihir mereka untuk melayukan dan merusak alik-alih menyuburkan serta mempercantik.Kawanan peri membuat semak mawar menjadi semak-semak berdaun coklat dan kelopak hitam.

Usut punya usut, kelakuan Seth (lagi-lagi Seth) mencabut paku pada musim panas yang lalu berdampak besar bagi Fablehaven. Wabah baru berwujud bayangan melanda. Entah kenapa sepertinya Seth cenderung digambarkan sebagai anak yang ceroboh, tidak mau sabaran. Ingat saja saat ia dengan santainya membuka jendela padahal sudah dilarang. Memang pada akhirnya Seth menunjukkan kebesaran jiwadan keuletannya nya dalam membantu menyelesaikan masalah yang ditimbulkannya. tapi sepertinya Seth  memiliki daya pikat sendiri bagi datangnya masalah

Untuk mengatasi masalah tersebut, mereka harus menemukan   The "Chronometer",  artefak yang mampu menguasai ruang dan waktu. Artefak itu akan membawa mereka ke saat sebelum wabah melanda. Dari 5 suaka, Australia, Brazil, Arizona dan Connecticut serta suaka kelima  yang tidak  tahu dimana letaknya, kemungkinan besar  The "Chronometer ada di Arizona.

Mereka harus bergegas! Jangan sampai  Wabah Bayangan  berhasil menghilangkan seluruh cahaya yang ada di Fablehaven. Fablehaven adalah rumah, tempat tinggal untuk   berbagai makhluk ajaib.  Sebuah perjanjian ajaib melindungi semua makhluk,  asalkan hukum perjanjian dipatuhi.

Kendra harus mengarungi benua menuju ke Arizona, ke  Lost Mesa sebuah suaka rahasia.  Disana Kendra rombongannya harus mengambil sebuah artifek di Painted  Mesa, sebuah bukit yang hilang saat suaka didirikan. Bukit itu hanya muncul pada saat tertentu.

Mereka harus bergegas! Jangan sampai  Wabah Bayangan  berhasil menghilangkan seluruh cahaya yang ada di Fablehaven

Dalam buku ini nuansa fantasi lebih terasa kental. Ada
burung hantu keemasan berwajah manusia disebut Astrid. Rumput  Putri-Putus-Asa, yaitu  rumput langka yang mengandung toksin dragonsbane, satu-satu zat yang dapat meracuni naga. Serta tak ketinggalan Chekepod  berwujud umbi yang melayang. Mereka saling tolak menolak. Namun jika kita menyentuhnya Chekepod akan meledak dan melepaskan gas beracun. Racun tersebut tidak hanya mematikan namun juga melelehkan tubuh kita.

 
Ada sebuah kalimat yang janggal, menurut saya. Disana tertulis, “ Si kuda meleleh dibawah Kendra dan Garvin, hingga  mrereka pun berdiri di samping Neil di tengah hujan.”   Saya terbayang adegan kuda-kudaan. Bukannya berarti saat Neil meleleh kembali menjadi manusia maka Kendra dan Gaevin duduk di atas punggungnya? 

jangan lupamengintip  ke http://brandonmull.com/http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_Magical_Items_in_Fablehaven

Beberapa waktu yang lalu, sosok dua kakak beradik itu bukan siapa-siapa. Tidak saat ini.

Kendra,

Dapat mengisi ulang artefak.
Berurusan dengan  kachina, makhluk halus.
Dilantik menjadi  kesatria pelindung suaka-suaka  rahasia.

Berkenalan dengan seorang menjinak naga termuda, Garvin
Menyaksikan betapa kekuatan yang dimilikinya mampu memaksa makhluk lain agar menuruti perintahnya. Sungguh mencengangkan, bahkan menakutkan.

Seth,
Dibalik sikap semaunya tersimpan jiwa yang pantang mundur dan penuh kasih sayang. 
Mampu melihat bayangan-berjalan.
Mampu mendengar suara-suara para tahanan dari penjara yang tinggal di bawah rumah utama.
Berbicara dengan bahasa makhluk magis.
Menjadi pembuka brangkas artefak termuda dalam sejarah.

Dunia magis dan suaka rahasia bergantung pada mereka berdua......

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar