Selasa, 04 Oktober 2016

2016 #107: Kisah Tentang Ma dan Jack

Judul asli: Room
Penulis: Emma Donoghue
Penerjemah: Rina Wulandari
Penyunting: Jia Effendi
ISBN: 9786023851362
Halaman: 420
Cetakan: Pertama-Agustus 2016
Penerbit: Noura Books
Harga: Rp 79.000
Rating4.5/5


Sebenarnya  tempat ini awalnya adalah rumah kebun. Hanya ruang baja dua belas kali dua belas ditutup dengan plastik. Tapi dia menambah Jendela Langit kedap suara dan banyak banyak busa yang menutupi dindingnya, ditambah selapis timah, karena timah bisa mematikan semua suara. Oh, dan pintu dengan kode pengaman. Dia menyombongkan diri tentang betapa rapinya hasil kerjanya.

Bip bip....

Tanda di pintu berbunyi. Itu tanda Nick tua datang. Jack harus sudah berada dalam lemari dan Ma tidak boleh muncul sebelum pintu ditutup. 

Jack merupakan anak laki-laki berusia lima tahun berambut panjang yang tinggal bersama ibunya, dipanggil Ma, dalam sebuah kamar berukuran tiga kali tiga meter. Ia sangat menyukai Dora, baginya kehidupan yang ada ia lihat di televisi tidaklah nyata. Kehidupan nyata adalah sebatas tempat ia dan Ma tinggal saja. Bisa dimaklumi karena sejak lahir, ia sama sekali tidak pernah meninggalkan ruangan itu.

Ma diculik ketika masih belia. Si penculik dipanggil dengan nama Nick Tua. Ma sempat melahirkan seorang anak namun meninggal sebelum akhirnya ia memiliki Jack. Bisa dikatakan  Jack jarang bertemu dengan Nick Tua.  Ia sengaja disembunyikan dalam lemari oleh Ma karena takut dilukai. Setiap kali Nick Tua datang dan menderitkan tempat tidur, Jack menghitung berapa banyak deritan yang ia timbulkan. Terbayangkan bagaimana perkembangan psikologisnya.

Semula Ma sudah putus asa, menerima kondisinya sebagai "tahanan" hingga suatu ketika  Nick tua menyebutkan bahwa ia sudah tidak bekerja alias dirumahkan selama enam bulan. Ia bahkan pernah mematikan aliran listrik selama beberapa hari. Ma menjadi khawatir, ia harus segera berusaha mencari jalan keluar guna menyelamatkan diri bersama Jack atau menghadapi resiko suatu ketika ada yang menemukan mayat mereka berdua.

Sebuah rencana pelarian disusun. Jack merupakan kunci utama keberhasilan pelarian mereka. Adegan menegangkan saat Jack berusaha melarikan diri dan mencari pertolongan guna menyelamatkan Ma hanya terdiri dari beberapa lembar saja. Namun sangat menegangkan dan mengharukan. 

Bagi anak berusia lima tahun yang hanya hidup dalam ruangan sempit, mendadak harus berada di lingkungan luas tentunya agak menakutkan. Bisa dikatakan ia mengalami disorientasi. Berkat tekat kuat menyelamatkan sang ibu serta keberuntungan dipihak mereka,  akhirnya Jack bisa mampu bertahan dan mencari pertolongan.  Mereka berhasil diselamatkan oleh pihak berwenang dan mendapat pertolongan secara medis dan psikologis.

Salut juga akan kerja polisi yang sangat baik sehingga bisa cepat menemukan tempat di mana Ma berada. Dengan mengandalkan keterangan Jack yang minim informasi mereka berhasil menemukan Ma. Juga para pekerja di bidang medis yang merawat dan menjaga mereka selama masa pemulihan.

Saya langsung teringat beberapa kasus penculikan serupa yang ada di luar negeri. Entah apa yang ada dalam benak para penculik sehingga nekat melakukan hal tersebut. Termasuk mengintimidasi para korban untuk tidak melarikan diri. Kasihan. 

Selanjutnya sisa buku ini mengisahkan mengenai bagaimana ibu dan anak berjuang menyesuaikan kehidupan di luar kamar yang selama ini mengurung mereka. Bagi  Joy Newsome, nama asli Ma, ia hanya perlu menyesuaikan diri. Tapi bagi  Jack  ini merupakan hal baru dalam kehidupannya. Beberapa hal yang ia lihat melalui televisi ternyata tidak semuanya sama. Sikap orang tua Ma yang mengakui Jack sebagai cucu tanpa memikirkan siapa bapaknya juga turut membuat haru. Mereka dengan sabar mengajarkan Jack tentang banyak hal.


Kisah yang disampaikan melalui sudut pandang Jack sangat menggugah rasa kemanusiaan pembaca. Unsur psikologis memegang peranan yang lumayan besar dalam buku ini. Bagaimana Ma bersikap terhadap rasa ingin tahu Jack, lalu kreativitas Jack dalam mengisi hari-harinya dengan berkhayal berbagai rupa. Termasuk sikap melindungi Ma pada Jack.

Buku ini menunjukan bahwa untuk membuat sebuah kisah yang menarik, tidak perlu mempergunakan aneka kata-kata yang jelimet. Ide cerita yang sudah menarik membuat penulis tak perlu susah untuk bercerita.  Jika buku lain memiliki lumayan banyak bab, buku ini hanya terbagi menjadi  5 bab saja. Dari Kini, Bongkar Kebohongan, Sekarat, Kemudian, dan diakhiri dengan Hidup. Tapi hal tersebut tidak mengurangi keseruan kisah. Semuanya mengalir dengan indah.

Pembaca akan merasa bersyukur akan kebebasan yang dimiliki selama ini. Juga makin menghargai lingkungan sekitar. Setiap hari kita bisa melihat pohon, merasakan hembusan angin, dan tanah di kaki. Bayangkan betapa terkejutnya Jack saat pertama kali merasakan semua hal itu. Ia memang bisa melihat awan tapi hanya itu yang ia bisa tahu.

Saya agak penasaran dengan beberapa kata yang ditulis dengan huruf besar pada awal kata, misalnya Tempat Tidur. Lengkapnya mengenai Nick tua yang menderitkan Tempat Tidur. Adakah makna khusus? Setiap orang dewasa sudah bisa menduga apa yang dimaksud dengan kalimat tersebut.

Kata mimik juga sempat membuat saya berdiskusi dengan tukang alih bahasa. Apakah maksudnya ia sedang minum asi? Tapi untuk anak berusia lima tahun apakah mungkin? Baru di belakang, rasa penasaran saya terjawab. Apa lagi yang bisa mereka kerjakan dalam ruangan sekecil itu?

Berbagai pengakuan terhadap buku ini sudah lumayan banyak. Ada Man Booker Prize Nominee (2010), Orange Prize Nominee for Fiction Shortlist (2011), Pennsylvania Young Readers' Choice Award Nominee for Young Adults (2013), ALA Alex Award (2011), Indies Choice Book Award for Fiction (2011), Bord Gáis Energy Irish Book Award for Hughes & Hughes Irish Novel of the Year (2010), Canadian Booksellers Association Libris Award for Fiction Book (2011), Abraham Lincoln Award Nominee (2014), Galaxy National Book Award for WHSmith Paperback of the Year (2011), Commonwealth Writers' Prize for Best Book in Caribbean and Canada (2011), Trillium Book Award Nominee for English-language (2011), UC Book of the Year (2014), Eason Novel of the Year (2010), Rogers Writers' Trust Fiction Prize (2010), Ontario Library Association Evergreen Award (2011), Goodreads Choice Award for Fiction, Nominee for Favorite Heroine (2010).


Kisah ini juga sudah menjadi film drama independen Kanada-Irlandia  pada tahun 2015 dengan disutradarai oleh Lenny Abrahamson dan diproduseri oleh Ed Guiney dan David Gross. Naskah film ini ditulis oleh Emma Donoghue  sendiri. Film ini dibintangi Brie Larson, Jacob Tremblay, Joan Allen, Sean Bridgers dan William H. Macy. Film Room ditayangkan secara perdana di Festival Film Telluride pada tanggal 4 September 2015 dan dirilis di Amerika Serikat pada tanggal 16 Oktober 2015 secara terbatas dan 22 Januari 2016 secara luas.

Sekedar saran, awasi anak dengan bijaksana, karena kita tak pernah tahu bahaya apa yang mengancam. 

Sumber gambar: 
https://www.goodreads.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar