Sabtu, 07 Mei 2016

2016#50: The Miracle of Tea


Penulis : Mark "Dr.TEA"Ukra
Penerjemah: Arfan Achyar
Penyunting: Laura Khalida
Penyelaras aksara: Nuning Zuni Astuti
Penata aksara: elcreative
ISBN : 9786029225051
Halaman: 330
Cetakan: Pertama-2011
Penerbit : Qanita
Rating: 3/5

Buku tentang teh sepertinya sudah banyak kita temui dijual. Tapi ada ulasan khusus kenapa saya tertarik dengan buku ini. Apa lagi tahun terbitnya sudah bisa dikatakan agak lama.  Selain mengupas tentang teh, buku ini juga memberikan paduan tentang diet dengan teh secara lengkap. Berbagai petunjuk seputar diet teh diuraikan dengan bahasa yang mudah dipahami namun sangat informatif.  Terdapat juga 14 menu yang disarankan guna membuat sarapan, makan siang dan makan malam.

Disebutkan juga bahwa dalam rencana penurunan berat badan ala The Ultimate Tea Diet, ada beberapa hal yang sebaiknya diminum. Pertama minumlah teh sepanjang hari. Juga sebelum, saat, dan di antara jam makan. Kedua, tak masalah jenis teh apa yang diminum selama itu teh asli. Jika minum teh yang bukan asli, maka tambahkanlah teh asli dalam minuman guna mendpatkan manfaat yang dapat menurunkan berat badan dan kesehatan. Terakhir, kenali dan belilah teh yang berbeda-beda untuk menggantikan kudapan/cemilan, hidangan penutup, dan makanan kesukaan

Beberapa kisah mengenai mereka yang berhasil menjalankan diet teh juga bisa ditemukan dalam buku ini. Mereka disebut sebagai  Teman Minum Teh. Profil serta bagaimana dan apa yang mereka lakukan seputar diet teh yang mereka lakukan dicetak dengan tata letak khusus. Hal ini membuat kisah mereka bisa terlihat dengan jelas.

Meski semua teh berasal dari satu tanaman, Camellia Sinensis, tapi penikmat teh perlu mengetahui tentang Tisane. Secara garis besar, Tisane merupakan istilah yang dipergunakan dalam industri untuk apa saja yang menyerupai teh namun tidak berasal dari tumbuhan teh. Seterusnya yang disebut teh hanyalah empat   kategori utama teh yaitu teh putih, hijau, oolong dan hitam.

Kunci utama dari manfaat teh adalah kombinasi zat yang terkandung dalam teh yang tidak dimiliki oleh tanaman lainnya. Zat tersebut adalah kafein, L-theanine, dan EGCG. Ketiga zat tersebut bersinergi sehingga dapat memberikan banyak manfaat bagi yang meminumnya. Misalnya saja meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menurunkan gula darah dan koletrol, melindungi otak dan mengurangi risiko struk hingga 69%, melindungi kulit dan memperlambat proses penuaan dan masih banyak lagi.
 
Ada tiga fakta mengenai teh yang disebutkan memiliki tiga unsur mengagumkan yang mempengaruhi proses kimiawi tubuh dalam meningkatkan metabolisme, menurunkan selera makan dan membantu menstabilkan gula darah. 

Mungkin yang perlu diingatkan walau minum teh sangat dianjurkan, tapi perhatikan juga untuk gula yang dikonsumsi. Teh manis sepertinya menjadi minuman yang paling akrab dengan masyarakat di tanah air. Memang tidak ada larangan untuk minum teh manis hangat atau es teh manis. Tapi ingat penggunaan gula. 

Tentunya jika akan melakukan diet teh perihal gula harus diperhatikan. Penulis sepertinya membuat buku ini dengan mempertimbangan situasi serta pengalaman mengelola toko teh di Los Angeles, Amerika Serikat. Untuk di tanah air tentunya akan terdapat beberapa hal yang perlu mendapat perhatian khusus.

Gambar cangkir teh dengan nomor yang menandakan nomor halaman di bagian tubuh cangkir membuat buku ini seakan mendapat sentuhan khusus. Seakan memberikan tekanan bahwa ini memang buku yang hanya membahas segala hal tentang teh. Posisi yang diletakkan di bagian pinggir tengah sisi kanan dan kiri kertas menambah sentuhan manis. Biasa nomor halaman ada di pojok kanan atau kiri bawah.

Sayangnya keseluruhan isi buku ini mempergunakan warna tinta hijau, demikian juga dengan tata letak dimana beberapa bagian diberi latar dengan warna nuansa hijau juga. Dengan kertas yang berwarna agak coklat,  warna tinta hijau menjadi kurang nyaman dibaca. Secara artistik mungkin indah, tapi untuk dibaca menjadi tidak nyaman dimata.

Ditambah dengan ketebalan kertas yang sepertinya agak minim sehingga kadang saat membaca kita seakan bisa melihat tulisan yang ada di baliknya. Hal ini membuat pembaca bisa merasa tidak nyaman membaca. Bukan tidak mungkin mereka memutuskan untuk tidak meneruskan buku yang mereka baca. Hal ini tentunya akan sangat disayangkan.
Hem... jadi penasaran ingin mencoba.
Minum teh tanpa campuran apapun untuk diet.
Kira-kira sukses tidak ya.
Dicoba ah, siapa tahu jodoh he he he. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar