Selasa, 24 Mei 2016

2016 #54: Kisah Seputar Planet Mars














Untung masih menemukan buku ini! 
Meski untuk membawa pulangnya penuh dengan perjuangan dikarenakan efek hujan dan plastik sobek berbanding lurus dengan kesulitan karena berat dan ukuran buku. Tapi terbayar dengan kenikmatan membuka lembar demi lembar isi buku.

Semula,  saat melihat pertama kali di pameran Big Bad  Wolf, saya masih merasa ragu untuk membelinya. Pertimbangannya apakah buku ini berguna sebagai bahan referensi ketika mereview buku. Serta sebagai acuan dalam memberikan tambahan informasi yang bisa saya bagi.


Saat kunjungan kali kedua, dengan pertimbangan matang dan  berbekal contekan dari situs OL, maka pindahlah buku ini ke keranjang saya. Lumayan banyak yang tertarik sepertinya. Entah karena terpesona melihat perbedaan harga jual rekomendasi yang tertera di kover dengan harga jual versi BBW yang ada di pojok kiri atas. Padahal itu harga saat buku baru terbit beberapa saat lalu, sekarang sudah agak menurun. Mungkin juga karena bentuknya yang mengesankan, atau memang karena isi. Singkat kata, buku ini memang menawan untuk dibawa pulang.


Kembali, butuh tenaga ekstra untuk membaca buku ini. Dengan ukuran yang lumayan besar, menurut saya setara tabloid, plus berat yang lumayan, buku ini harus diletakan secara khusus di meja atau tempat datar lainnya sebelum kita mulai membaca. Saya memilih membaca sambil meletakan buku ini di atas tempat tidur. 

Lembar pertama langsung membuat saya jatuh cinta. Langsung dimanjakan dengan foto satu halaman penuh. Dengan mempergunakan warna hitam sebagai latar belakang, tentunya membuat foto-foto yang dipergunakan sebagai ilustrasi menjadi kian terlihat kontras. Konon ada sekitar 200 buah foto dalam buku ini. Ada beberapa gambar yang menghabiskan satu halaman penuh, bahkan ada juga yang sampai dua halaman.

Oh ya, hati-hati membalikan lembar buku ya. Dengan ketebalan halaman dan ukuran yang lumayan lebar, butuh tenaga ekstra plus kehati-hatian agar halaman tidak sobek atau melukai tangan. 

Untuk urusan huruf juga tak main-main! Dibuat dengan ukuran yang lumayan besar sehingga seimbang dengan ukuran buku yang lumayan besar. Kalau mempertimbangkan hal itu, serta tahun terbit, harga buku ini menjadi murah sekali. Makin tidak merasa menyesal membeli buku ini.
Bahkan bagian Appendix  juga mampu membuatku terpesona dengan membagi dua bagian menjadi Appendix: Missions to Mars dan  Appendix: Observing Mars. Lengkap dengan aneka gambar yang tak kalah menarik. 

Seluruh isi buku ini, terbagi menjadi 4 bagian utama. The Fasciantion of Mars, World of Wonders, An Atlas of Mars serta pastinya Explorers on The Red Planet. Tiap bagian tentunya terdiri dari beberapa bab terkait dengan topik yang dibahas. 

Pada The Fasciantion of Mars, pembaca akan mendapat info tentang  seputar pengenalan awal manusia dengan planet ini. Bagaimana legenda tentang Mars, serta pengamatan dengan mempergunakan teropong. World of Wonders menguraikan tentang bagaimana  Mars dalam solar system. Mulai dari asla mula terbentuknya planet, struktur kondisi planet serte perkembangannya.

Bagian favorit saya ada pada Mapping Mars. Bagian ini menyajikan foto-foto tentang Mars dari berbagai sudut pandang. Ada Tharsis Rise 1.60N , 112.60W, Aram Chaos 2.60N , 21.50W, Olympus Mons 18.70N, 133.80W, Valles Marineris 13.90S, 59.20W dan masih ada beberapa lagi. Benar-benar mengagumkan. 

Saya paling suka pada foto Arabia Terra  19.80N, 300E yang bisa dilihat di halaman 115. Ketertarikan saya karena gambar yang disajikan mengusung waran bernuansa biru yang indah dengan bercak kuning sebagai aksen. Kerenlah pokoknya.  Aduh, serasa melihat pameran lukisan, indah dan menawan sekali. 

Pembaca tidak perlu takut buku ini cepat rusak, karena penjilidan dilakukan dengan cara dijahit bukan di lem. Hal ini akan membuat lembar yang ada disatukan dengan lebih buat. Meski demikian, tetap perlu hati-hati saat membuka halaman agar tidak robek.

Bagi mereka yang menyukai segala hal tentang planet, buku ini bisa dijadikan referensi yang menarik. Sementara bagi teman-teman penulis, bisa saja ada ide yang muncul setelah membaca dan melihat foto yang banyak terdapat dalam buku ini. Kadang ide muncul dengan cara yang unik.

Mars merupakan planet yang diberi nama dari Dewa Perang Romawi, Mars. Lambang Mars sering digunakan sebagai lambang bagi gender pria, hal ini seiring dengan anggapan bahwa Mars merupakan lambang kejantanan dan kemudaan. Pernah dengar ungkapan men are from Mars, Women are from Venus? 

Planet keempat dari Matahari ini juga sering dijuluki Planet Merah, karena tampak dari jauh berwarna kemerah-kemerahan. Ini disebabkan oleh keberadaan besi (III) oksida di permukaannya.  Di permukaan Mars, terdapat lembah, gurun, serta kawan gunung berapi. 

Periode rotasi Mars, menyerupai Bumi. Lingkungan Mras juga lebih bersahabat bagi kehidupan dibandingkan dengan Venus. Meski demikian, planet ini belum layak untuk dihuni mengingat udara yang belum bisa dihirup. 

Sempat juga dibahas mengenai Hukum Gerakan Planet Kepler. Bagi yang belum tahu, hukum ini ditemukan oleh seorang matematikawan yang juga merupakan seorang astronom Jerman yang bernama Johannes Kepler(1571-1630). Penemuannya didasari oleh data yang diamati oleh Tycho Brahe(1546-1601), seorang astronom terkenal dari Denmark.  Isi hukum ini adalah:
1. Setiap planet bergerak dengan lintasan elips, Matahari berada di salah satu fokusnya.
2. Luas daerah yang disapu pada selang waktu yang sama akan selalu sama.
3. Perioda kuadrat suatu planet berbanding dengan pangkat tiga jarak rata-ratanya dari Matahari. 

Pada tahun 1601 Kepler berusaha mencocokkan berbagai bentuk kurva geometri pada data-data posisi planet Mars  yang dikumpulkan oleh  Tycho Brahe hingga tahun 1606.  Kepler mendapatkan orbit planet Mars. Menurut Kepler, lintasan berbentuk elips  adalah gerakan yang paling sesuai untuk orbit planet yang mengitari  matahari. Pada tahun 1609, dia mempublikasikan Astronomia Nova yang menyatakan dua hukum gerak planet. Hukum ketiga tertulis dalam Harmonices Mundi yang dipublikasikan sepuluh tahun kemudian.    

Hemmm, supaya berimbang, saya harus menceritakan kekurangan dari buku ini. Apa ya.... Ah! Kekurangan ternyata juga menjadi kelebihan. Buku ini memang menarik untuk ditaruh di meja tamu atau rak buku dengan mempertimbangkan bobot dan ukuran. Namun hal itu juga yang menjadikan buku ini agak susah dibaca, buku tempat luas dan tenaga ekstra. Hanya mereka yang benar-benar tertarik dan ingin membaca yang akan bersedia meluangkan waktu dan tenaga untuk membaca buku yang berbobot ini, dalam arti isi dan fisik ^_^ Ratingnya bintang 4,5 dari 5.








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar