Senin, 23 Maret 2015

2015 # 38: Scary Tales #3: Good Night, Zombie





Penulis: James Preller
Penerjemah: Nuraini  Mastura
Penyunting: Noor H. Dee
Penyelaras aksara: Lian Kagura, Novia  Fajriani
Penata aksara:Aniza Pujiati
Perancang sampul: Papersand Studio
ISBN: 9786020989419
Halaman: 114
Cetakan : Pertama-2015
Penerbit: Noura Books
Harga: Rp 34.000


Kau datang untuk menolong kami," ujar Esme. 
"Mengapa?" tanya Esme
Pria tua itu memandangi kabut. "Aku adalah petugas jaga malam,' ucanya, seakan-akan itu sudah cukup menjelaskan semuanya.

Sekitar 120 tahun yang lalu Sekolah Dasar Buzz Aldrin  didirikan. Lokasi tempat sekolah itu berada sungguh sempurna, sebuah padang rumput lapang di atas sebuah bukit. Hanya.... ada sebuah masalah yang menyebabkan malapetaka setiap 18 tahun. Ada sebuah kuburan terbengkalai di dekat lapangan bermain sekarang, kuburan tersebut terusik oleh pembangunan sekolah. Maka, setiap 18 tahun arwah yang mati bangkit untuk menghantui sekolah. Zombie. Hanya satu malam selama 18 tahun.Esok hari, begitu fajar menyingsing, kutukan tersebut akan hilang hingga 18 tahun lagi. Begitu seterusnya.

Carter, Esme dan Arnold tidak saling mengenal. Mereka memiliki kesamaan berada pada waktu yang salah di sekolah karena ingin mengambil benda yang tertinggal. Carter mengambil sepatu basket, Esme mengambil tugas sekolah, sementara Arnold mengambil buku pelajarannya. Mereka tanpa sengaja terkunci justru saat arwah-arwah tersebut bebas berkeliaran.

Mereka berusaha menyelamatkan diri dengan segala daya, termasuk nekat mengirim Carter untuk pergi mencari bala bantuan. Sayangnya mereka nyaris celaka akibat gagak yang mematuk kepala Carter dan menemukan darah serta daging segar di sana. Tak ada yang bisa mereka lakukan kecuali bertahan hingga pagi hari.

Untunglah, seorang penjaga sekolah bernama Mr Van Der Klemp berada di sana membantu mereka. Ia yang menceritakan tentang kutukan tersebut. Ia juga yang membantu menyelamatkan Carter yang nyaris tertangkap Zombie. Sepertinya Mr Van Der Klemp sudah pernah berada dalam situasi serupa sehingga mampu bersikap sangat tenang.

Semula mereka mengangap Mr Van Der Klemp hanya mengarang cerita guna menakuti-nakuti mereka. Ketika tanpa sengaja mereka melihat beberapa sosok berjalan dalam kegelapan dengan menggunakan pakaian model lawas seperti untuk pergi ke pemakaman dengan beberapa burung gagak yang sibuk mematuki kepala, barulah mereka sadar bahwa  Mr Van Der Klemp tidak berbohong.

Ketiga anak tersebut harus mampu bertahan hingga matahari muncul dari peraduan. Bukan hal yang mudah mengingat mereka terkunci sejak pukul enam sore. Jika tidak.... ah jangan dibayangkan apa yang bakalan terjadi menimpa mereka. 

Semula bersembunyi di sekolah merupakan hal teraman menurut ketiganya. Apalagi setelah upaya Carter mencari bantuan gagal. Ternyata para zombie mengetahui keberadaan mereka yang menyerbu sekolah. Sekolah porak-poranda akibat peristiwa itu.
Dibandingkan dengan buku pertama, saya lebih menyukai kisah pada buku pertama. Lebih terasa kengeriaannya. Mungkin karena faktor U juga. Kisah dalam buku ini memang cukup seru, tapi kengerian yang ditimbulkan akibat rasa ketakutan selama satu malam kurang terasa. Aura menyeramkan dalam kisah ini tidak begitu terasa seperti kisah pada buku pertama, meski tetap seram.
Ilutrasi tetap menjadi hal yang menawan. Nuansa hitam putih yang dipadukan dengan aksen hijau makin membuat suasana menyeramkan yang diharapkan timbul tercapai.

Zombi yang biasanya terkesan menakutkan justru kurang begitu digambarkan menyeramkan. Keberadaan kawanan gagaklah yang membuat suasana menyeramkan terbangun.

Saya malah terusik dengan keberadaan sosok Mr Van Der Klemp yang bisa begitu tenang menghadapi keributan yang terjadi. Agak aneh saja. Bagi saya justru sosok yang seperti itu yang harus membuat kita waspada.

Disebutkan juga tentang Klaustrofobia  yang diderita oleh salah satu dari tiga anak tersebut.  Klaustrofibia adalah ketakutan terhadap tempat-tempat sempit dan berada di dalanya. Misalnya takut berada dalam lift, berada dalam peti dan sebagainya. Ketakutan tersebut akan hilang secara perlahan ketika penderita sudah tidak berada dalam kondisi yang menakutkannya. 

Sebagai bonus, terdapat bocoran buku keempat.
Penasaran seperti apa yaaa.
Menegangkan.






















-




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar