Selasa, 31 Januari 2017

January Party & Markituka

Banyak cara untuk membuat hidup menjadi lebih  menyenangkan. Salah satunya dengan memberi hadiah pada diri sendiri dan bertukar hadiah dengan sesama. Dalam kasus saya, sesama penggila buku tentunya,

Pada tahun 2017 ini, ada dua kegiatan heboh terkait urusan hadiah buku. Saking hebohnya, saya sampai lupa membuat GA di blog sendiri. Hadeh.... faktor U memang tidak bisa dilawan.  Meski ada dua kegiatan, namun keduanya masih terikat dengan BBI alias pesertanya dari BBI.

Oh ya sampai lupa cerita. Pertama adalah Januari Party, pesertanya adalah teman-teman BBI yang berulang tahun pada bulan Januari. Jadi semacam saling memberi kado ulang tahun. Kedua adalah Markituka alias Mari Kita Tukar Kado (jangan tanya saya siapa yang punya ide kreatif memberi nama) sesama anggota BBI di Jabodetabek. Mekanisme keduanya nyaris sama. 

Pertama,  saya dan mereka yang ingin ikut harus membuat  daftar buku yang ingin dimiliki dengan maksimal harga Rp 150.000 diluar ongkos kirim. Sebaiknya dibuat agak banyak mengantisipasi ketersediaan buku di toko dan dana pengirim. Selanjutnya ada semacam admin (bisa disebut bandar ^_^) yang bertugas mengatur siapa target yang harus dikirimi buku sesuai keinginan. Hanya si admin ini yang tahu siapa target dan siapa pengirim, plus sebagai tempat perantara jika ada yang ingin disampaikan  antara pemberi dan penerima hadiah. Nah,  si target tidak hanya menerima buku tapi juga menerima semacam petunjuk yang harus dipecahkan agar bisa menebak siapa yang mengirim buku.  Jika teman-teman BBI pernah ikut kegiatan Secret Santa pasti paham dua kegiatan di atas.

Bodohnya saya!
Saking terlalu bersemangat dan bergembira menerima buku impian, saya jadi lupa mana buku yang berasal dari Januari Party, dan mana yang dari Markituka. Tidak hanya buku, petunjuknya pun saya nyaris tertukar. Hadeh. berkat ilmu ala-ala Conan KW bisa membedakan dan memecahkan misteri yang ada *semoga benar*

Baiklah, mari kita bahas satu-persatu paket misterius yang mendarat. Paket pertama lumayan tebal, ternyata isinya Sycamorerow. Agak sebal juga dengan pak petugas dengan pedenya mempergunakan steples hingga nembus buku. Untung bukunya tipe bantal jadi tidak terlalu berpengaruh.
Kebetulan saya masih menyimpan kertas bungkusnya, maka saya bisa menemukan tulisan Markituka. Ok artinya ini paket dari salah satu teman di Jabodetabek. Abaikan nomor ponsel yang ada, pastilah sudah ada jebakan batman di sana ^_^

Untuk menyakinkan saya coba pasang kertas bungkus paket pada kedua buku, ternyata untuk buku Racketter ukurannya terlalu tebal. Positif sudah, buku dari Markituka adalah buku bantal

Selanjutnya baca petunjuk yang ada. Nah lho....... hobi membaca kisah detektif tidak berguna kalau gini. Ingat ada teman yang sering diamnggap kembaran, namun mendadak lupa satu nama yang juga sering dianggap sama. Lalu meras apenasaran dengan kata di bagian bawah. Sepertinya mengarah pada blog teman-teman BBI. Mulai iseng menelusuri daftar blog yang tergabung dalam BBI hingga akhirnya menemukan satu nama yang seperti pas, Ferina.

Selanjutnya melipir pada  kertas berisi gambar yang membuat meringis. Hem... apa hubungannya kartu dengan buku ya. Meski tidak yakin dengan nomor telepon yang ada di kertas pembungkus, tetap saja penasaran. Ada tulisan Surabaya selain nomor ponsel. 

Pada ingatan saya, hanya Nina yang tinggal di Surabaya dalam January Party. Tapi sepertinya tidak mungkin Nina, karena saya sudah pernah ketiban memecahkan petunjuk dari Nina dan gayanya bukan seperti ini (sok tahu sekali). 

Mendadak saya ingat seorang sahabat yang hobi bermain dan mengoleksi kartu. Langsung saya tanya apa yang ia bayangkan jika menerima gambar tersebut. Sebelas, jawaban yang ia berikan.

Saya langsung membongkar chatt di ponsel saya. Sialnya ponsel saya rusak sehingga harus ganti dan percakapan tidak terlihat (jangan tanya kenapa saya gaptek urusan begini). Setelah berjuang super duper semangat saya bisa mengaktifkan ponsel lama dan mulai mencari riwayat percakapan dalam group. 

Di sana saya menemukan bahwa nomor urut kesebelas dari peserta January Party adalah Mide. Tapi..... saya agak ragu, apakah ia berasal dari Surabaya. Bongkar FB, daftar anggota BBI dan menemukan fakta bahwa Mide juga berasal dari Surabaya. Baiklah, saya menebak Mide adalah orang yang bertanggungjawab membuat kepala saya cekot-cekot.

Kesimpulan sementara, Ferina dan Mida adalah orang yang membuat impian saya memiliki kedua buku di atas terwujud. Begitulah saya, sibuk belanja buat kantor, lalu  lupa untuk diri sendiri ^_^

Oh ya pada salah satu paket saya menemukan bonus kopi dalam kemasan. Makin mumet kan saya. Masalahnya saya bukan penyuka kopi jadi bingung mau diapakan kopi instant tersebut. Tapi kopi itu berguna untuk mencari inspirasi he he he












Tidak ada komentar:

Poskan Komentar