Senin, 30 Januari 2017

2017 #007: Petualangan Jake di Circus Maximus

Judul asli: The History Keeper: Circus Maximus
Penulis:  Damian Dibben
Penerjemah: Linda Boentaram
Penyunting: Dyah Agustine
ISBN: 9789794339916
Halaman:388
Cetakan: Pertama-Desember 2016
Penerbit: Mizan
Harga: Rp 85.000
Rating: 3.75/5


"Sejarah itu menakjubkan ..." bisiknya takzim.  
"Benar-benar menakjubkan!"

Sungguh,  ingin sekali saya bisa berkata seperti Jake. Memandang  sejarah sebagai sesuatu yang layak dikagumi. Mungkin jika saya seperti Jake, pandangan terhadap sejarah akan berbeda. Selama ini saya selalu dijejeli dengan hafalan tanggal peristiwa sejarah, bukannya makna dari sebuah peristiwa sejarah. Tentunya bagi orang yang tak suka menghafal, hal tersebut sangat tidak menyenangkan.

Jake  boleh merasa bangga menjadi anggota organisasi terbesar dan paling misterius sepanjang masa; Dinas Rahasia Penjaga Sejarah, mengikuti jejak orang tua dan kakaknya. Tapi sepertinya belum banyak hal yang dapat ia sumbangkan kepada organisasi tersebut selain berbagai kekacauan yang ia timbulkan. Begitu ada kesempatan untuk memperbaiki kesalahan dan menghilangkan citra negatif yang disandangnya, Jake akan berusaha semaksimal mungkin.

Salah satu cara adalah dengan mengikuti misi rutin mengantar atomium ke tahun 27 Masehi. Tidak semua agen dianggap mampu melakukan misi tersebut, hanya yang termasuk agen belah ketupat yang bisa melakukannya. Dan seluruh keluarga Jake termasuk dalam golongan tersebut. Kesempatan emas!
Versi Bahasa Perancis

Semula Jake dan yang lain merasa tugas itu memang hanya sekedar tugas ringan semata. Apa susahnya mengantar atomium untuk agen yang berada di suatu tempat lalu kembali lagi ke markas. Tak ada yang mengira misi rutin ternyata berubah menjadi misi yang sangat berbahaya. Mereka tidak saja harus berurusan dengan  burung-burung ganas, dikejar tentara, singa kelaparan, beruang buas yang terluka, angin puting beliung,  tapi juga ada musuh dalam selimut.

Musuh utama mereka, Agata Zeldt menemukan cara baru untuk menguasai dunia. Tidak hanya dunia sebenarnya, ia juga ingin menguasi seluruh alam semesta. Termasuk dengan mengubah nama rasi bintang menjadi namanya dan nama orang dekatnya. Sangat ambisius bukan? Untuk mencapai tujuannya ia tak segan menyandera putrinya sendiri, Topaz.

Dibandingkan buku pertama, buku ini makin seru. Meski kekonyolan Jake menjadi hal yang membahayakan. Sungguh, harus ada yang memberikan Jake pengertian untuk mengubah sikap gegabahnya. Untunglah ia belajar banyak dari hal tersebut. Meski kadang niat baiknya untuk membereskan  kekacauan tidaklah cukup berhasil, minimal Jake belajar bertanggung jawab untuk segala tindakannya. Bagi yang ingin mengingat kembali isi buku pertama, silahkan ke sini.

Bukan saja mengajak pembaca menikmati aneka petualangan seru, namun pembaca mendapat pengetahuan mengenai banyak hal. Jika diperhatikan, ucapan para agen memberikan kita informasi yang lumayan beragam. Misalnya mengenai bagaimana perkembangan busana pada suatu zaman, ciri bangunan, kehidupan masyarakat dan masih banyak lagi  hal menarik.

Circus Maximus yang dijadikan sebagai judul buku misalnya. Merupakan sebuah  stadium Roma kuno dengan peruntukan balapan kuda pada mulanya. Seiring kebutuhan,  pertunjukan gladiator dan  acara-acara hiburan bagi masyarakat banyak juga diadakan di sana. Belakangan setelah dipugar tempat ini sering digunakan untuk berbagai acara, seperti konser Rolling Stone pada tahun 2014
Versi Bahas Czech

Ada hal kecil yang mengganjal bagi saya. Pada halaman 191 tertulis, "Charlie berhenti dan mendorong kacamatanya ke atas hidung." Pada halaman 219 tertulis, "Charlie hanya memutar bola mata dan mendorong kacamatanya ke atas hidung,...." Terakhir halaman 282, "Charlie masih menggeleng-geleng,.... Dia mendorong kacamatanya ke atas hidung." Bagi orang yang mempergunakan kacamata seperti saya, kadang kita mendorong kacamata yang dirasa posisi kurang pas di atas hidung. Masalahnya bukan pada mendorong tapi pada kacamata. Penasaran, kapankah kacamata ditemukan? 

Jika tidak salah, kacamata baru ditemukan sekitar tahun 54-68 Masehi. Sementara mereka berada di tahun 27 Masehi, bukankah kacamata menjadi barang yang aneh? Apakah tidak ada yang merasa aneh melihat ada orang memakai kacamata saat itu? Bisa-bisa Charlie langsung dikerumuni banyak orang. Kenapa tidak mempergunakan lensa kontak saja? Atau saya kelewatan detail mengenai hal tersebut? Penasaran saya.

Dan kali ini saya mendapat pencerahan mengenai sebuah kata baru yang terdapat di halaman 179, jeri. Kalimat lengkapnya adalah,"Tanpa jeri sedikit pun, Agata mengulurkan tangan ke dalam dan mencengkram seekor tikus gendut..." Menurut KBBI, kata jeri bisa bermakna cemas; takut;bimbing. Artinya memang menyerupai tapi terasa beda saja nuansanya jika ditulis menjadi, "Tanpa takut sedikit pun....". Bagi saya pemilihan kata jeri menimbulkan nuansa lebih mencekam, pas dengan suasana yang akan digambarkan. Jempol buat tukang alih bahasa.

Sudahlah, saya enggan bercerita banyak. Baca dan nikmati saja kisah Jake dan sahabatnya di Roma. Bingung bagaimana mereviewnya he he he.






































Tidak ada komentar:

Poskan Komentar