Jumat, 24 April 2015

2015 #46: Pajak E-Commerce

 


Penulis: Dr. Nufransa Wira Sakti, S.Kom., M.Ec.
Penyunting : Zulfa Simatur.
ISBN: 979-065-220-8  
Halaman: 244
Penerbit: VisiMedia Pustaka 

Harga: 60.000


Belanja online ada pajaknya ngak sih?

Pernah punya pertanyaan seperti itu? Saya pernah. Ketika baru membeli beberapa buku import dari toko buku online, terbesit di benak saya pertanyaan tersebut. 

Memang untuk buku ada ketentuan tersendiri, tapi bagi saya yang biasa berkecimpung dengan urusan keuangan, tentunya ada rasa penasaran mengenai pembelian melalui online. Minimal soal materai yang bisa ditemuikan dalam bukti pembayaran. Apa lagi belakangan ini, jenis produk yang dijual juga beragam, harganya lumayan tinggi. 

Pertanyaan saya, serta mungkin juga pertanyaan banyak orang terjawab dalam buku ini. Memang tidak semua pertanyaan bisa  terjawab di sini, tapi minimal membuat kita lebih melek akan apa yang dimaksud dengan e-commerce dan urusannya dengan pajak.

Bagian pertama menguraikan tentang  Internet dan E-Commerce. Banyak versi atau pandangan mengenai pengertian kata e-commerce. Tapi secara garis besar penulis menyebutkan bahwa e-commerce adalah sebuah rangkaian kegiatan usaha perdagangan yang sebagian atau seluruhnya menggunakan media internet sebagai media komunikasinya.

E-commerce bisa dikategorikan dalam business to business, yang merupakan perdagangan elektronik yang dilakukan oleh dua perusahaan.   Business to customer, antara perusahaan dengan perorangan serta customer to customer yaitu perdagangan yang dilakukan oleh 2 orang menggunakan sarana internet. 

Tanpa disadari kegiatan jual beli melalui aneka sosial media merupakan wujud salah satu kegiatan e-commerce. Jangan-jangan menjual koleksi buku saya bsia termasuk dalam kategori ini, waduh.

Seputar Dampak E-Commerce pada Administrasi Perpajakan bisa kita temui di bagian kedua. Ada dua hal utama yang  menjadi masalah perpajakan karena transaksi e-commerce.  Pertama masalah pajak tidak langsung yang terdiri dari masalah transaksi e-commerce yang tanpa batas,  serta bagaimana mendeteksi transaksi barng digital agar dapat menerapkan kepatuhan perpajakannya.

Selanjutnya masalah pajak langsung, menyangkut tentang pembentukan bentuk usaha tetap/BUT, menentukan negara mana yang berhak untuk menetapkan pajak atas penghasilan yang diperoleh dari transaksi e-commerce, kategori penghasilan sehubungan dengan transaksi e-commerce, serta urusan administrasi pajak.  Bingung? Jangan takut, uraian lengkapnya ada di halaman 29-39. 

Untuk lebih memahami perlakuan pepajakan terhadap e-commerce  juga terdapat contoh penerapannya di beberapa negara, seperti Singapura, Thailand, Uni Eropa dan lainnya.

Sementara perihal Aspek Perpajakan pada Transaksi E-Commerce di Indonesia ada di bagian ketiga.  Bagian ini memberikan uraian mengenai kewajiban sebagai wajib pajak yang terdiri dari pendaftaran, penghitungan, pembayaran serta pelaporan. Lalu tentang prnrgasan ketentuan perpajakan atas transaksi e-commerce.

Terpenting, bagian ini juga menguraikan mengenai kegiatan transaksi. Pertama online marketplace, situs yang disediakan oleh penyelenggara jsa internet kepada para penjual untuk dapat menjajakan dagangannya melalui dunia maya. Penasaran? Silahkan intip halaman sendiri ya. Terdapat  aneka tabel yang memudahkan memahami.

Kedua adalah Classified Ads, merupakan situs tempat berkumpulnya para penjual melalui iklan yang dipasangbya di situs pennyelenggara jasa. Merupakan kegiatan menyediakan  atau kegiatan menyediakan tempat dan/atau waktu untuk memajang konten (teks, grafik, video penjelasan, dan informasi) barang dan/atau jasa bagi pengiklan untuk memasang iklan yang ditujukan kepada pengguna iklan melalui situs yang disediakan oleh penyelenggara Classified Ads. Contoh yang disajikan tentunya memudahkan pemahaman kita.

Selanjutnya adalah Daily Deals, yang merupakan kegiatan menyediakan tempat kegiatan usaha berupa situs daily deals sebagai tempat penjual. Situs  daily deals  menjual barang dan/atau jasa kepada pembeli dengan menggunakan voucher sebagai sarana pembayaran.

Tekahir, Online retail, situs yang menjual langsung barang dan/atau jasa dalam bentuk berwujud atau tidak berwujudu kepada pelanggannya.  Situs ini dikelola langsung oleh penyedia produk. 

Sedangkan bagian keempat berisikan perihal  Pajak dan E-Commerce di Indonesia. Penulis juga memasukan pandangannya yang tertuang dalam aneka artikel seputar pajak. Dalam buku ini, bagian tersebut dibuat dengan warna dan latar yang berbeda, dalam semacam kotak.  

Secara garis besar, buku ini layak dibaca dan dipahami oleh para pelaku di dunia usaha. Apalagi jika mengingat kita akan memasuki pasar bebas, tentunya akan banyak transaksi yang dilakukan melalui dunia maya. Akan sangat membantu jika para pelaku usaha memahami dan mengerti tentang E-Commerce. 

Penulis menjadikan buku ini sebagai bahan bacaan yang menarik dan tidak membosankan meski sarat dengan hal baru seputar  E-Commerce. Apalagi penulis tidak saja memberikan teori tapi juga contoh kasus.

Bagian yang paling seru bagi saya justru adalah lampiran. Lampiran dimulai dari halaman 177 hingga 241, nyaris menghabiskan 1/4 bagian buku. Tapi justru di bagian ini kita bisa lebih banyak tahu perihal pajak e-commercer dengan lebih jelas. Empat bagian di muka memberikan uraian mengenai e-commercer, bagian lampiran memberikan dasar hukum serta bagan arus  guna mempermudah pemahaman.  Sayangnya saya mengalami kesusahan saat mencoba memasukan scan bagan arus tersebut dalam review ini,  bagi yang penasaran mending beli saja ^_^.

Beberapa pertanyaan saya sudah terjawab. Namun masih ada yang belum.  Supaya tidak penasaran, besok saya akan ikut acara seputar pembahasan isi buku ini di Perpustakaan UI jam 10.00 WIB.

Ikut yuk!


















Senin, 20 April 2015

2015# 45: The Atlantis Gene




Judul : The Atlantis Gene (Gen Manusia Atlantis)

Pengarang: A.G Riddle

Penerjemah : Ahmad Alkadri

Editor : Merry Riansyah

Pemeriksa Aksara : Abduraafi Adrian
ISBN:  9786020900223
Halaman: 592

Cetakan: Pertama-Januari 2015

Penerbit: Fantasious      


Pertama marilah kita berikan jempol sebanyak-banyaknya untuk usaha penulis membuat kisah dengan setting tanah air tercinta ini.Memang tidak semua bagian dari kisah, tapi lumayanlah porsinya.

Urusan seputar Atlantis memang topik yang menarik buat dibicarakan dan dijadikan latar sebuah novel. Apalagi Sejak penelitian Dokter Santos mengenai lokasi Atlantis yang diperkirakan berada di wilayah kepulauan Indonesia, aneka perdebatan muncul. 


Sepertinya kedekatan emosilah yang membuat pembaca di tanah air tertarik pada buku ini,  kedekatan yang diwakili dengan lambang Monumen Nasional di kover depan. Warna biru memberi kesan kuat pada kata Atlantis yang selama ini dianggap sebagai kota bernunasa air. 


Buku ini terbagi menjadi tiga bagian besar. Bagian pertama, Jakarta Membara, memberikan  landasan mengenai kisah ini. Aneka aksi laga bak film berseliweran dalam bab ini.

Seorang ilmuwan Amerika, Kate Warner berupaya mencari obat bagi penderita autisme. Sebuah lembaga multinasional yang selama ini mendukung penelitiannya mendadak sangat menginginkan laporan mengenai perkembangan obat tersebut. Mengapa dan untuk apa merupakan msiteri bagi Kate.


Di sisi lain, seorang agen rahasia, David  Vale  dalam misi anti-terorisme di Jakarta, mendapati suatu petunjuk besar mengenai aksi terorisme global yang akan segera terjadi. Kemungkinan besar aksi tersebut, yang diberi nama Toba Protocol, dimulai dari Jakarta. Ternyata misi tersebut tidak seperti yang ia harapkan.

Tak heran jika kemudian David dan Kate bertemu dan bersama-sama menghadapi bahaya besar. Tidak saja di Jakarta, tapi juga di tempat-tempat yang tak terduga. Menghadapi lawa-lawan yang kejam, berpacu dengan waktu dan mempergunakan segala daya upaya agar bisa selamat.

Bagian ini agak membosankan bagi saya, karena isinya lebih banyak menonjolkan urusan kekerasan fisik semata. 

Permadani Tibet, merupakan judul dari bagian kedua. David dan Kate berada di Tibet  dalam sebuah biara yang terisolir dari dunia luar.  Ternyata para biksu yang ada dalam biara tersebut merupakan pewaris atlantis yang tersisa. Saat banjir besar yang menenggelamkan Atlantis datang, mereka yang selamat mengunci ke dataran tinggi seperti puncak-puncak gunung guna membangun kehidupan baru.

Mereka merawat David yang terluka parah dan membantu Kate memulihkan kondisinya. Kate juga mendapat sebuah jurnal yang harus ia baca. Jurnal tersebut terkait dengan segala hal yang terjadi belakangan ini. 

Selain berkisah mengenai para biksu, terdapat juga uraian mengenai sebuah senjata rahasia. Konon getaran  senjata tersebutlah yang menyebabkan Flu Spanyol yang melanda pada pertengahan abad 20.

Bagian ini agak mulai menarik perhatian saya, alurnya lebih menyenangkan buat dibaca dan dinikmati. Hal-hal yang semula samar kian terlihat jelas dalam bagian ini. 

Pada bagian ketiga,  kita diajak menuju Makam Atlantis. Dalam kisah ini disebutkan Gilbraltar merupakan pintu menuju atlantis. Kejutan ternyata sudah menanti mereka di sini.


Ada sebuah senjata rahasia lagi di sana terkait dengan Gen Atlantis. Itulah sebenarnya Toba Protocol, bukan sekedar mencari Gen Atlantis tapi menciptakan bangsa Atlantis, bangsa yang kebal terhadap senjata rahasia tersebut. Juga ada tentang tabir masa lalu Kate.  


Bagaimana kelanjutan kisah Kate dan David? Dibaca saja ya....


Sepertinya buku ini tidak berjodoh dengan saya, dari pemilikannya yang gagal maning, gagal maning hingga akhirnya merampok sis Jenny untuk bisa membaca. Ternyata saya tidak bisa menikmati kisahnya.  Dua tiga minggu sejak saya mulai membuka halaman pertama, ditambah sekian hari rehat sekedar mengumpulkan tenaga untuk menuntaskan buku ini. Hanya karena prinsip sekali dibaca harus sampai tamat , maka bertahanlah saya membaca buku ini. SEMANGAT!!!


Bermula dari nama tokoh pada awal kisah, David Vale dan Keegan. Jelas kedunya bukan nama lokal. Pastinya akan sangat mencolok melihat ada bule berkeliaran di Stasiun Manggarai. Bahkan turis dengan carrier di punggung pun akan menjadi pusat perhatian di sana. Lalu bagaimana David bisa begitu terkesan yakin dirinya tidak menjadi pusat perhatian.

Untuk dua agen lainnya pada halaman 10, saya asumsi mereka adalah orang kita, jika tidak bagaimana mungkin mereka bisa tidak dikenali diantara keramaian.  "Satu duduk di bangku panjang di tengah-tengah keramaian. Satu lagi memperbaiki lampu di dekat toilet....Kedua agen tersebut sangat bagus, mereka agen terbaik dari Markas Jakarta; David hampir tak bisa mengenali mereka di antara keramaian."


Selanjutnya perihal New York Times di Stasiun Manggarai. Setahuku saja tidak ada kios koran di sana. Tapi baiklah namanya juga cerita bisa khan dibuat seolah-olah ada. Tapi tetap saja, berapa banyak rakyat biasa yang membeli koran New York Times? Lebih baik jika penulis menyebutkan nama koran yang lebih masuk akrab di telinga pembaca, bisa saja nama karangan. Misalnya Gemar Membaca, Jaya, Koran Kita dan lainnya. Manfaatkan aplikasi guna alih bahasa jika ada kendala bahasa. 

Senang juga mengetahui mata pelajaran Bahasa Inggris yang dipelajari sejak SD hingga Sekolah Menengah Atas berguna. Pada halaman 137 disebutkan David bertanya pada istri penolongnya apakah ia bisa berbahasa Inggris, dijawab :Ya sedikit, karena aku harus menjual ikan di pasar." Saya baru tahu butuh keterampilan berbahasa asing untuk bisa menjual ikan hasil tangkapan dari Sungai Pasanggrahan.


Kalimat yang paling mengganggu saya adalah, "Itu sebabnya aku memilih Jakarta-kota besar terdekat dari Gunung Toba. Kupikir ini referensi tempat yang akan mereka gunakan untuk memulai serangan." (halaman 71) Jakarta merupakan kota terdekat dari Gunung Toba, waduh dihitung dari manaini?  Gunung Toba, sekarang menjadi Danau Toba terjadi akibat letusan gunung ketiga  kalinya yang terjadi 74.000 tahun lalu. Jika tetap mengambil lokasi Gunung Toba maka kota terdekat adalah Medan bukan Jakarta.
Kemudian di halaman 111 tertulis, "Itulah salah satu alasan aku mendirikan cabang operasi di Jakarta, 96 km dari Gunung Toba." Aneh bukan, sebuah kesalahan yang dilakukan oleh seseorang yang dalam buku ini digambarkan gemar membaca dan menyukai sejarah. Pastinya ia akan tahu mana kota terdekat yang ada sejak Gunung Toba meletus dan menjadi Danau Toba.


Banyaknya sosok yang menjadi tokoh dalam buku ini juga membuat saya bingung. Bisa dipastikan tokoh utamanya adalah Kate dan David, selain itu ada beberapa tokoh lainnya yang meski peranannya penting hanya muncul sesekali saja hingga tamat. Jika ia sungguh penting harusnya porsinya berimbang dengan Kate dan David. 

Meski demikian, buku ini memberikan tambahan pengetahuan bagi pembacanya. Misalnya tentang Adam kromosom Y, asal muasal manusia pertama, misteri punahnya manusia Neanderthal, manusia Devonian, dan Homo floresiensis. Dan pastinya mengenai Autis. 

Beberapa  typo juga ditemukan dalam buku ini. Entah kesalahan mengetik seperti yang ada di halaman 60, "Mereka berjalan ke bagian desa yang lebih salam, melewati rumah-rumah yang lebih bagus." Atau sekedar salah pemutusan kata di halaman 385, "...matahari te-ngah...." Sebenarnya saya sangat solider dengan typo. Tapi kalau sampai menganggu saya pastilah sangat mengganggu bagi yang lain.


Dan sampai akhir kisah saya masih bingung, jadi Gan Atlantis itu yang bagaimana? Yang kebal terhadap senjata rahasiakah? Lalu apa hubungannya dengan anak-anak authis yang diteliti Kate? Apakah maksudnya sesungguhnya mereka juga mengandung Gen Atlantis?


Sungguh, buku ini sepertinya tidak berjodoh dengan saya. Mungkin berjodoh dengan yang lain, mengingat sudah diterjemahkan ke dalam 18 bahasa.







Sumber gambar:
https://maps.google.co.id

Minggu, 19 April 2015

2015#44: 3 2S


Judul Asli: 3 Sisi Susi
Penulis: Fyra Fatima
Penunting: Zulfa Simatur, Fitria Pratiwi, Lis Sutinah
Pendesain sampul & penata letak: EM. Giri
Ilustrasi sampul: Aminudin Hadinugroho
ISBN: 9790652399
ISBN-13:9789790652392
Halaman: 172 
Cetakan: Pertama-2015
Penerbit: VisiMedia Pustaka
Harga: Rp 45.000


Ada Menteri, Ibu Susi dalam daftar undangan ibu. Mohon bantuan untuk mengatur segala sesuatu jika beliau jadi hadir.

Kalimat singkat yang disampaikan pihak penerbit saat rapat persiapan launching buku Ratna Sarumpaet membuat saya dan salah seorang rekan sekantor saling melirik penuh tanda-tanda kolaborasi.

Kami berdua sama-sama mengagumi sosok menteri yang satu ini. Saya mulai mengagumi sejak pesawat Susi Air mendarat di Aceh. Jika tidak salah ingat, beliau terlihat sedang berjalan menggandeng salah satu keluarga korban tsunami menelusuri sebuah perumahan yang porak-poranda. Sikap melindungi terlihat sekali.

Saat pengumuman kabinet, sosok beliau yang berbeda dengan yang lain menarik perhatian saya (lagi). Apa lagi sejak informasi mengenai latar belakang pendidikan, kebiasaan merokok serta tato yang  ada di tubuhnya ramai dibicarakan di sosial media. Buat saya yang penting bagaimana menteri yang satu ini membuat sebuah perubahan nyata. Sisanya merupakan urusan pribadi seorang Susi.

Terdiri dari tiga sisi kehidupan Susi, buku ini menawarkan hal-hal baru yang mungkin belum banyak diketahui orang. Andai ada yang sudah diketahui, buku ini memberikan gambaran lebih lengkap lagi mengenai sosok Susi. 

Tidak ada maksud untuk memberikan kultus sosoknya, seperti kata penulis. Lebih untuk menjadi penambah semangat kaum wanita untuk mau berkarya. Serta mengajak anak muda untuk mau bersemangat membangun bangsa dengan bercermin dengan dirinya.

Sisi 1  mengisahkan tentang sosok Susi dan keluarganya.Bagaimana Susi menghabiskan waktu dengan keluarganya. Ternyata sejak kecil Susi sudah menyukai membaca. Bacaannya luar biasa. Jika anak lain memilih membaca dalam bahasa Indonesia, Susi justru membaca buku dalam bahasa Inggris.

Dalam hal pendidikan Susi bisa dikategorikan cerdas, hanya ia merasa sekolah tidaklah cocok untuk dirinya, hingga saat SMA ia memutuskan keluar dari sekolah tanpa sempat mengantongi ijazah. Namun ia selalu berpesan agar apa yang ia lakukan jangan dicontoh. Sekolah merupakan investasi masa depan.

Kepulangan Susi ke Pangandaran dari Yogyakarta tempatnya bersekolah SMA, bermula akibat kepalanya terbentur tembok dinding sekolah saat tergelincir tangga hingga tubuhnya menggelinding ke bawah. Hal tersebut membuatnya sakit berkepanjangan hingga memutuskan kembali ke kampung halaman.

Karena pada dasarnya Susi adalah sosok yang mandiri,maka  ia berusaha mencari uang dengan berjualan. Mulai dari menjajakan bed cover  hingga akhirnya menjadi bakul ikan. Beratnya dunia usaha memberikan pengalaman serta pemahaman yang luar biasa bagi Susi.  

Menurutnya, jangan pernah berpikir bahwa dunia akan memberimu tempat istimewa karena kamu seorang prempuan. Menurutnya, perempuan terkadang berpikir bahwa mereka merasa memiliki hak istimewa atau dispensasi untuk tidak melakukan beberapa hal karena mereka perempuan (halaman31).Dalam dunia bisnis tidak seperti itu. Dalam bisnis semua dianggap sama  

Bagaimana Susi jatuh bangun mendirikan usaha ada dalam Sisi 2, Perempuan Sukses yang membeli pesawat demi lobster. Diceritakan lebih detail bagaimana Susi saat menjadi bakul ikan. Mulai dari belajar menaksir harga ikan, hingga distribusi ikan yang ia peroleh. Semuanya tidak begitu saja bisa ia lakukan. Ia belajar dengan keras termasuk harus mengalami kerugian akibat salah taksir harga ikan.

Kegagalan tidak membuat Susu mundur, ia justru kian terpacu. Selain menjadi bakul ikan, ia juga mulai menyewakan perahu pada nelayan. Hasil yang diperoleh nelayan dibelinya dengan harga bagus. Belakangan Susi mulai melirik lobster.

Bagian ini mengisahkan bagaimana Susi berupaya menyediakan lobster segar pada pembeli. Bukan hal mudah mengingat jarang yang harus ditempih dari pangandaran ke lokasi. Hal ini merupakan cikal bakal berdirinya pabrik.

Saat menonton film Habibie & Hainun, saya ingat ada adegan dimana Pak Habibie menyebutkan cita-cita ingin membuat pesawat kecil yang bisa menghubungkan aneka pulau di tanah air. Secara tak langsung Susi sudah melakukannya.

Semula tujuan Susi memiliki pesawat adalah agar bisa mengangkut lobster dengan cepat. Namun sejak peristiwa tsunami,  sebuah divisi  penerbangan lahir dengan nama Susi Air. Hingga 2012 sudah sekitar 113 destinasi dan 160 rute.

Dikisahkan juga bahwa Susi belajar manajemen bisa dari siapa saja, tidak harus dari orang pintar maupun sarjana. Suatu saat Susi melihat disetiap meja terdapat rokok, tisu dan air putih. Ternyata hal tersebut dilakukan oleh asisten rumah tangganya. Hal tersebut dilakukan agar pekerjaan si asisten rumah tangga tidak terganggu pekerjaannya oleh panggilan Susi yang membutuhkan rokok, tisu atau air putih. 

Kebijakan, tindakan serta kiprah Susi sejak menjadi menteri ada di Sisi 3 Perempuan Berani. Secara garis besar dikisahkan tentang bagaimana Susi bertugas sebagai menteri. Gebrakan seperti mengubah jam kerja serta menenggelamkan kapal membuatnya makin ramai dibicarakan orang.

Ada satu bagian yang mengharukan bagi saya. Sebagai seorang single, saat pelantikan sebagai meteri, Susi hadir didampingi Solichin G.P
membuat ia menggenakan kebaya dan mengecat  sosk yang sudah seperti ayah bagi Susi.  Persyaratan yang diberikan selain harus bertugas dengan baik adalah menggunakan kebaya. Secara halus juga disebutkan bahwa tidak ada anak beliau yang memiliki rambut berwarna merah, itu sebabnya Susi mengubah rambutnya sedikit hitam. Ternyata walau terkesan galak dan blak-blakan, Susi termasuk orang yang menghormati dan menurut pada orang tua.
Secara garis besar, buku ini menarik dan perlu dibaca oleh anak muda. Agar mereka bisa mengetahui bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika kita berusaha dan konsisten dengan apa yang kita lakukan.

Apa lagi di bagian belakang buku ini terdapat surat terbuka yang dikirim Susi bagi seluruh generasi muda pada saat Hari Sumpah Pemuda 2014 yang lalu. Sebuah penyemangat yang layak dibaca dan diikuti.

Bagi kalimat yang dirasa penting untuk diketahui, akan dicetak dalam satu halaman besar. Beberapa ada yang berwarna namun ada juga yang tidak berwarna. Ada baiknya untuk keindahan dimuat berwarna.

Demikian juga untuk pergantian bagian atau sisi, akan lebih menarik jika dibuat berwarna. Hingga berkesan efklusif, selain sebagai pembatas. 

Pada kover, sosok Susi digambarkan dengan mempergunakan seragam SMP sedang memegang semacam buku. Mungkinkah maksudnya sebagai peringatan bagi kita bahwa belajar itu tidak mengenal batas usia, bisa kapan saja dan dari mana saja. Ada juga gambar kopi dan gorengan. Agak aneh karena dalam buku ini yang disebutkan ada di setiap meja di rumah Susi adalah rokok, air putih dan tisu. Kenapa tidak air putih dan tisu yang digambar?


Susi  Pudjiastuti lahir pada 15 januari 1965 du Pangandara.  Ayahnya bernama Haji Ahmad Karlan dan ibunya bernama Hajjah Suwuh Lasmina. Susi juga merupakan pemilik dari ASI Pudjiastuti Marine Product yang bergerak dalam bidang eksport hasil perikanan serta PT ASI Pudjiastuti Aviation yang bergerak dalam bidang penerbangan.  Penghargaan yang diterima Susi yaitu:

  • Pelopor Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat tahun 2004
  • Young Entrepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia tahun 2005
  • Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter 2005 dari Presiden Republik Indonesia.
  • Metro TV  Award for Economics-2006,
  • Inspiring Woman 2006 dan Eagle Award 2006 dari Metro TV, Indonesia
  • Berprestasi Award dari PT Exelcomindo
  • Sofyan Ilyas Award dari Kementrian Kelautan dan Perikanan   pada tahun 2009
  • Ganesha Widyajasa Aditama Award dari ITB 2011
  • Award for Innovative Achievements, Extraordinary Leadership and Significant Contributions to the Economy, APEC 2011
  • Tokoh Wanita Inspiratif Penggerak Pembangunan, dari  Gubenur Jawa Barat tahun 2008
  • Kanjeng Ratu Ayu (KRAY) Susi Pudjiastutiningrat,  dari Keraton Surakarta Hadiningrat 2015.

Nasehat dari para orang tua adalah untuk mengambil teladan dari sisi baik dan keberhasilan seseorang serta tidak perlu mengumbar kekurangannya. Mari kita ambil keteladanan dari Susi, sosok perempuan mandiri, tegas, mau belajar dan cinta keluarga.

Sumber gambar:
http://profile.metrotvnews.com/read/152/susi-pudjiastuti

Sabtu, 18 April 2015

2015# 43: Serial Grandni: Jangan Takut Memilih, Move On Dong!


Pojok Bumi 20XZ

Waktu berjalan dengan cepat tanpa kita sadari. Lihat saja cucu kesayangan grandni. Usianya saat ini sudah memasuki masa remaja. Urusan jatuh cinta dengan lawan jenis tentunya sudah mulai dialami olehnya.  Pertengkaran dengan sahabat terkait urusan hati juga mulai dialami.

Bagi  grandnie itu merupakan salah satu tahap kehidupan yang harus dilalui sang cucu. Bagian dari sekolah kehidupan. Ia hanya mengawasi dan memberikan pengarahan jika perlu.

Contohnya, kejadian pada senja yang indah kemarin. Sang cucu mampir ke perpustakaan pribadi grandni untuk bercerita tentang kegalauan hatinya. Memilih diantara dua gadis, mana yang terbaik baginya.

Ia begitu bersemangat berkisah. Seakan-akan dunia akan runtuh jika ia tidak segera mengambil keputusan. Ada satu yang ia sukai. Semuanya sepertinya sempurna, dalam ukuran anak ABG tentunya. Hanya saja..., jika ia melabuhkan hatinya sang cucu bisa saja kehilangan persahabatan dengan salah satu sahabatnya sejak kecil. Sahabatnya itu kebetulan perempuan.


Unsur cemburu? Sempat terlintas pikiran d jangan-jangan sahabatnya itu juga menaruh hati pada cucu kesayangan grandni. Tapi melihat keakraban dan bahasa tubuh  mereka sepertinya  tidak. Namun siapa sih yang bisa menduga isi hati seseorang?

"Jadi susah grand, aku suka berdiskusi buku, makan, jalan, nonton bareng dengannya. Tapi setiap kali sahabatku tahu aku baru saja bertemu dengannya pastilah sahabatku berubah segalak macam. Judes tingkat dewa! Jangankan bertemu, semua pesan tidak ada yang dibalas. Minimal dua hari dia begitu." Cerita sang cucu panjang lebar. Sementara grandnie hanya mendengarkan sambil tersenyum-senyum simpul. Bagaimana itu judes tingkat dewa.

"Persis kisah grandni saat SMA." Sahut seorang pria tengah baya yang ternyata diam-diam memasuki perpustakaan. Spontan grandni dan sang cucu menoleh.

"Hush, kangmas ini kok hobi bergosip sekarang." Sungut sang grandni. Sementara sang cucu tertawa-tawa gembira, ternyata grandni juga pernah mengalami situasi seperti dirinya.

"Eh kamu tahu, Pameran Patah Hati di Yogya? Cepat-cepat pria paruh baya itu mengalihkan pembicaraan ketika dilihatnya wajah tak suka grandni. Siapa pun pasti tidak suka bagian dari masa lalunya diungkit. Apa lagi dibongkar di depan cucunya sendiri.

"Pameran yang di Yogya ya eyang? Kemarin teman-teman juga ramai membicarakannya. Katanya pameran tersebut sudah masuk agenda pariwisata. Pameran itu menjual aneka barang peningkalan mantan si penjual. Harganya lumayan terjangkau, hasilnya  untuk kegiatan sosial. Jadi sambil belanja juga bisa beramal." Jawab sang cucu panjang lebar. 

"Betul. Tapi tahukah kamu kalau sebenarnya ide pameran tersebut berasal dari sebuah buku dengan judul Pameran Patah Hati? Di dalamnya ada sebuah bagian yang mengisahkan tentang kedua tokoh yang mengikuti pameran untuk amal. Benar, barang yang dijual adalah barang kenang-kenangan dari mantan." Terang pria paruh baya.

"Wah seru! Bukunya masih dijual eyang? Di mana aku bisa beli?" Sang cucu bertanya dengan antusias.

Sambil tertawa pria yang yang dipanggil eyang itu memberikan lirikan ke arah grandni. Sang grandie sepertinya mengerti kode yang diberikan, ia bergegas berdiri menuju ke rak buku khusus bertanda tangan.

"Eh grandni punya? Boleh aku lihat?" Tanya sang cucu dengan penuh harap melihat grandni membawa sebuah buku di tangannya.

Sang grandni tersenyum sambil memberikan sebuah buku yang dibungkus plastik. Salah satu cara grandni menjaga buku-buku adalah dengan memasukan ke dalam plastik sebelum ditaruh di rak.  
Penulis : Mini GK
Editor: Diaz
Proofreader: Miz
Tata sampul: Ann_Retiree
Tata isi: Violet V.
Pracetal: Endang
ISBN: 9786022558361
Halaman: 204
Cetakan: Pertama-Maret
2015
Penerbit : Ping!!!
Harga: Rp 36.000


"HAH! penulisnya Kak Mini GK! Yang sering mengirimi grand buku-buku. Yang selalu menjadi tamu kehormatan di Pameran Patah Hati. Yang..." Celoteh semangat sang cucu begitu melihat buku yang diberikan grandni. Sungguh ia tak mengira.

"Iya...iya.., Kak Mini yang itu.Beliau baru saja mengirim undangan pameran ke keluarga kita. Jika tidak ada halangan, biasanya salah satu dari keluarga kita pasti datang ke sana. Siapa tahu tahun ini kamu bisa pergi." Jawab grandni sambil tertawa lepas.

"Sebenarnya buku ini tentang apa sih grand?" Tanya sang cucu dengan penasaran sambil membolak-balikan halaman.

"Sebaiknya kamu lihat book trailer di
https://www.youtube.com/watch?v=Xnw7aBC2d54&feature=youtu.be " Jawab grandni sambil menuliskan link yang dimaksud. Sang cucu bergegas mengeluarkan telepon genggam canggihnya dan mulai berselancar di dunia maya.

"Bagaimana? Sudah bisa menebak kira-kira kisahnya tentang apa? Tanya grandni begitu dilihatnya sang cucu mengangkat pandangan dari layar telepon genggam.

"Sudah grand. Kisahnya kurang lebih mengenai dua orang yang putus cinta  namun akhirnya menemukan kebahagian bersama.  Tapi aku ada beberapa pertanyaan setelah melihat  book trailer ini." Jawab sang cucu bersemangat.

"Apa yang mau kamu tanyakan?" Tanya grandni. Selama ini ia memang mengajarkan sang cucu untuk bersikap kritis dalam menelaah sebuah buku. Tak ada buku yang salah, yang ada mungkin saja buku itu tidak sesuai dengan selere pembacanya.

"Pertama soal lagu. Pada endorsement dicantumkan band legendaris, Jikustik. Tapi kenapa dalam book trailer malah lagu yang dijadikan latar bukan salah satu lagu mereka? Kedua kenapa grandni disebut semakin berkilau? Tanya sang cucu penasaran.

"Untuk dua hal itu, grandni tidak bisa menjawab. Ada baiknya kamu tanyakan langsung pada Kak Mini. Bukannya kalian sudah memiliki kontak satu sama lain?" Jawab grandni. Sang cucu memberikan anggukan dengan cepat tanda setuju dengan apa yang dikatakan grandni.

"Secara singkat, buku ini mengajak kita untuk tetap melanjutkan hidup meski pernah terpuruk dalam urusan cinta. Hidup harus terus dijalani meski urusan putus cinta menghampiri." Papar eyang menambahkan. Sang cucu mendengarkan sambil membalik-balik halaman untuk membaca sekilas.

"Sebenarnya grandni penasaran dengan kalimat 
Ode mengelus-elus hamster di pangkuannya di halaman 16. Kok bisa? Sementara hamster yang kita dipelihara sejak lahir saja tidak bisa sejinak itu. Tapi ini baru tiga hari dipelihara bisa sejinak itu." Kata grandni. Biasanya sebelum sang cucu membaca, ia memberikan beberapa pengarahan agar sang cucu bisa menelaah buku dengan lebih baik.

"Grand aku agak aneh dengan kalimat di halaman 22, Ever menimpuk kepala Yosinta dengan ponsel, bagaimana bisa?" Tiba-tiba sang cucu bertanya. Rupanya ia menemukan sebuah kalimat yang menurutnya agak aneh.

"Ponsel kan benda keras. bukannya berbahaya melempar benda seperti itu pada seseorang?" Lanjut  sang cucu dengan heran. Baginya membayangkan benda sekeras itu mengenai kepala orang cukup menyeramkan.

"Iya betul, agak aneh memang. Sebenarnya grand kurang suka dengan sosok Yosinta. Apa yang dilakukan oleh Yosinta bisa dikategorikan penindasan, kekerasan. Seharusnya dia dibawa ke psikolog mengingat rasa kesalnya sudah mengarah perbuatan kriminal" Ujar grandni.

"Ini juga agak aneh, kalimat di halaman 34, Kariernya tengah melejit sebagai seorang staf di Novotel. Kenapa harus menyebutkan nama hotel?" Tanya sang cucu lagi.

"Betul, grandni setuju. Sebaiknya hanya menyebutkan sebuah hotel di kawasan x. Kecuali jika memang buku ini mendapat dana penerbitan, atau sponsor dari hotel tersebut. Takutnya banyak pembaca yang mengira ada sosok seperti yang digambarkan dalam buku." Jawab grandni.

"Jadi, bagaimana kalau kamu yang mewakili keluarga kita menghadiri pameran. Kamu bisa berdiskusi dengan Kak Mini mengenai buku ini. Nanti eyang yang mengatur." Tanya eyang sambil tersenyum.

"Wah mau sekali eyang." Jawab sang cucu dengan gembira. Merupakan kesempatan emas baginya bisa berdiskusi dengan seorang penulis buku sukses seperti Kak Mini.

"Kamu boleh ajak 2 orang teman, kebetulan kita mendapat beberapa undangan. Biar grandni yang bicara dengan papimu" Kata grandni.

Wajah sang cucu mendadak berubah. Aura bahagia berubah menjadi kebingungan. "Siapa yang aku pilih grand? Wah bingung aku" Ujarnya.

"Jangan khawatir, ikuti kata hatimu." Kata Eyang sambil tertawa. Ternyata urusan pergi saja membuat sang cucu bingung.

"Ingat kata Kak Mini dalam buku ini. Katanya, orang yang benar-benar mencintai itu pasti akan bahagia kalau melihat orang yang dicintainya bahagia.Ya, meski kebahagiaan dia bukan bersama kita. Artinya kalau sahabatmu mencitaimu sebagai sahabat ia harus menerima orang yang membuatmu bahagia. Atau jika kau tetap memilih sahabat dan melupakan gadismu, sang gadis harus menerima bahwa kau sangat berbahagia menikmati persahabat dengan sahabatmu. Atau bahkan jika kamu memutuskan menjauh dari keduanya agar tidak menyakiti salah satunya. Apapun pilihanmu, mereka berdua harus menerima dengan lapang dada." Eyang memberikan nasehat panjang lebar. Belakang untuk urusan hati gradni menyerahkan tugas itu pada eyang. Man to man talk, kurang lebih begitu menurutnya.

"Lalu aku harus bagaimana? Memilih gadis yang aku suka, memilih tetap menjaga hubungan persahabatan, atau mencari gadis lain? Tanya sang cucu lagi meminta saran. Ia sepertinya masih ragu harus bagaimana bersikap.

" Nak, seperti kata Kak Mini, kepada siapa cintamu kamu berikan, cinta tidak pernah salah. Karena, pada kenyataannya memang tidak ada yang salah dalam cinta. Hanya saja, waktu yang kamu punya belumlah tepat untuk mengartikan sebuah cinta. Saat ini bersahabatlah dulu dengan banyak orang. Jangan membuat hal yang sederhana menjadi rumit. Ikuti kata hatimu. Grandni yakin kamu sebenarnya sudah tahu harus bagaimana."Papar grandni panjang lebar.

"Tapi susah melupakan gadis itu, aku merasa nyaman dengannya." Tanpa sadar sang cucu  sebenarnya sudah memiliki keputusannya.

" Jangan kuatir nak, kamu masih muda. Waktu masih panjang. Move on dong." Sang eyang memberikan semangat.

"Kamu tahu, grandni pernah ikut pameran dengan menjual surat dari mantan grand yang sekarang menjadi pejabat. Hasilnya lumayan tinggi lho. Grandni-mu masih menyimpan surat-surat dari fansnya" Lanjung eyang sambil melirik grandni. Sementara yang dilirik melotot dengan sebal.

"Loh grandni ngak sayang? Kenang-kenangan dari mantan, apa lagi sekarang dia pejabat?" Tanya sang cucu penasaran.

"Sebelum ikut pameran grandni sudah bicara dengan dia. Dan dia juga sudah bicara dengan keluarganya. Kami sepakat itu merupakan bagian dari masa lalu yang tak perlu diingat. Anggap sebagai sebagian dari perjalanan hidup.  Kak Mini juga berkata dalam buku ini, jika kita tidak bisa melupakan mantan, itu bukan karena kita tidak mampu melakukannya karena kitalah yang masih berusaha mengingatnya. Lagi pula ini untuk amal kok." Jawab sang grandni panjang lebar.

"Baiklah. Aku tahu bagaimana sekarang harus bersikap. Aku tahu siapa 2 orang yang akan aku ajak ke yogya. Terima kasih grandni, eyang." Sang cucu berkata sambil berdiri. Wajahnya menunjukan kebulatan tekat. Sebelum keluar perpustakaan, ia memberikan pelukan ringan pada pasangan paruh baya yang duduk di depannya.

Kedua sosok paruh baya itu memperhatikan sang cucu berjalan keluar sambil berbicara dengan seseorang melalui telpon genggam. Ia berhenti sejenak di teras perpustakaan sambil tetap berbicara.

"Memang jeng tidak cerita tentang masa muda jeng? Saat bingung mau menerima cinta siapa?" Tanya pria itu sambil tertawa jahil. Sekarang hanya tinggal merela berdua sehingga ia merasa bisa lebih bebas menggoda puja jiawanya.

"Lho ada apa dengan aku kangmas? Aku sepertinya tidak segalau dia kok." Tanya grandni dengan heran.
"Pacarku cuma sedikit kok, khan kangmas tahu sendiri." Lanjut grandni.

"Ha ha ha masih tidak mau mengakui berapa jumlah fans dan mantan? Kadang aku masih suka senewen jika  mereka-mereka mengirim ucapan selamat ulang tahun, Lebaran, tahun baru, atau sekedar menyapa jeng saat bertemu." Ucap pria paruh baya itu sambil tertawa renyah.

"Halah kangmas ini, sudah sepuh kita masih saja cemburu." Jawab sang grandnie sambil mencubit mesra pinggang pria itu.

"Tapi itu yang membuat hidup ini penuh warna jeng. Yang membuatku selalu bersyukur mendapatkan dirimu sebagai bayanganku." Kata pria paruh baya itu sambil merengkuh grandni dalam pelukannya.

Tanpa keduanya sadari, sang cucu masih berada di teras perpustakaan dan sempat mendengarkan percakapan mereka. Sadar berada di tempat dan waktu yang salah, ia bergegas berjalan menuju rumah induk.

"Hebat. Sudah seusia ini keduanya masih bisa mesra. Urusan cinta memang luar biasa." Ujarnya dalam hati. Keputusan sudah diambil, sekarang tinggal eksekusinya.