Sabtu, 24 Oktober 2015

2014 #83: Kisah Pembakar Buku

Judul asli: Fahrenheit 451 
Penulis:  Ray Brandbury
Alih bahasa: Celcilia Ros
Editor: Alodia Yovita
ISBN 10: 602021320X 
ISBN 13: 9786020213200
Halaman: 232
Penerbit: Elex Media Komputindo

"Sudah berapa lama kau bekerja sebagai petugas pemadam kebakaran?"
"Sejak umur dua puluh, sepuluh tahun lalu."
"Apakah kau pernah membaca salah satu dari buku yang kau bakar?"
Ia tertawa. "Itu melanggar hukum!"

Guy Montag adalah seorang pemadam kebakaran. Tapi  tugas seorang pemadan kebakaran di era saat itu bukanlah memadamkan sesuatu yang terbakar, justru mereka bertugas untuk menimbulkan dan membakar rumah yang menyimpan buku-buku. Saat itu pemerintah melarang warganya menyimpan atau membaca buku, untuk itulah jasa seorang pemadam kebakaran sangat dibutuhkan.


Awalnya ia menikmati pekerjaan itu. Ada sensasi sendiri saat ia menyalakan api dan memandang api yang menghanguskan buku.Ia menikmati kalimat, "Baiklah, anak-anak, mari kita bakar buku-buku itu." Sudah sepuluh tahun ia menikmati pekerjaannya itu. Dan akan ada sekian tahun lagi andai saja tidak ada peristiwa yang membuatnya berpikir lain.

Suatu saat sepulang kerja ia bertemu dengan Clarisse McClellan, gadis tetangga. Mereka berjalan pulang bersama. Sepanjang perjalanan itu, pembicaraan yang terjadi diantara mereka membuat Montag mulai memikirkan hidupnya dari sisi yang berbeda.

Ketika bertugas, ia melihat seorang wanita yang tak mau diselamatkan dan dijauhkan dari rumahnya yang dibakar. Rumah penuh buku tentunya. Ia lebih rela terbakar hidup-hidup bersama buku-bukunya dari pada menyelamatkan diri. Hal ini membuat Montag berpikir.

Ia menyadari bahwa  beberapa orang mungkin saja membutuhkan waktu seumur hidup untuk menulis pemikirannya, mencari ke seluruh dunia dan kehidupannya. Lalu dalam sekian menit ia menghancurkannya.

Tanpa disengaja, sebuah buku terbawa olehnya. Sejak itu kehidupan Montag tidaklah sama. Ia mulai ragu akan hal yang selama ini disenanginya, ia tak merasa kenal dengan wanita yang mengaku istrinya, bahkan ia merasa tak memahami dirinya sendiri.

Secara garis besar buku ini membuat saya merasa sedih. Kedekatan saya secara emosial dengan koleksi buku membuat saya merasa akan sangat membenci seseorang seperti Montag. Dan saya pastilah akan menjadi salah satu pelanggar hukum yang menyimpan buku-buku di loteng rumah dan dimana saja yang memungkinkan untuk itu.

Namun untuk urusan ide, penulis patut diacungi jempol. Jika biasanya kisah tentang seseorang yang begitu merawat koleksi buku tapi dalam kisah ini justru tentang bagaimana buku dihancurkan. Serta bagaimana perjuangan orang-orang yang begitu mencintai buku menjaga dengan gigih 'isi buku'

Menulis mampu membuat pembaca, terutama penyuka buku larut dalam kisah yang disusun dengan baik. Seperti kisah destopia yang lain, tentunya pembaca akan dibawa pada sebuah zaman yang berbeda dengan saat ini.

Untuk urusan kover, sebenarnya sudah memberikan imajinasi tentang sesuatu yang dibakar tapi bagi saya kurang spesifik menunjukkan sebuah atau beberapa buku yang dibakar. Mungkin malah lebih mengarah pada kertas yang dibakar bukan buku. Pada sisi kiri sepertinya dianggap sebagai buku yang terbakar tapi bagi saya malah jadi sesuatu yang membingungkan.

Sementara dengan membaca judulnya saja pembaca bisa menduga bahwa isi buku ini pasti berhubungan dengan urusan bakar-membakar. Kata Fahrenheit sudah cukup dikenal sebagai satuan suhu selain Celcius dan Kelvin. Nama Fahrenheit diambil dari nama penemunya Gabriel Fahrenheit yang menemukan skala ini pada tahun 1724

Entah dengan edisi aslinya, bagi saya edisi terjamahan ini agak berat untuk dipahami karena ada kata-kata yang terasa "berat" pada beberapa bagian. Meski demikian secara garis besar saya cukup menikmati kisahnya.

Buku ini merupakan karya  Ray Bradbury (22 Agustus 1920-5 Juni 2012) yang paling baik. Terbit pertama kali tahun 1953. Beberapa penghargaan yang telah diterima buku ini yaitu The Nasional Book, Foundation's Medal for Distinguished Contribution to American Letters, serta "Retro" Hugo Award.

-------------------------
Entah kenapa buku yang mengusung tema buku ini lolos dari keranjang belanja saya. Saat melihat buku ini pada lelang BBI saya sudah mulai mengincarnya, sayang tidak berjodoh.

Justru seorang pedagang buku ol menjualnya dengan harga murah sekitar Rp 18.000 plus ongkir. Entah ia tahu atau tidak tapi untuk buku seperti ini seharusnya harga bisa lebih mahal apa lagi kondisinya masih baik. Rezeki saja kalau begitu ^_^







2 komentar:

  1. Penerbitnya Elex Media mbak, bukan Gramedia (meski masih saudara) ... (^_^)

    BalasHapus