Senin, 20 Juli 2015

2015 #62: House Of Secrets : Battle Of The Beasts

Chris Columbus & Ned Vizzini

Penulis: Chris Colombus & Ned Vizzini
Penerjemah: Putro Nugroho
Penyunting: Lisa Indriana Yusuf
Penyelaras aksara: Nunung Wiyati
Penata aksara: chickencavalry
Perancang sampul: Vinsen  
Chris Columbus & Ned Vizzini
ISBN: 9786020989754
Halaman: 452
Cetakan: Pertama-29 Jun 2015
Penerbit: Noura Books
Harga: Rp 79.000

Hati-hatilah jika menginginkan sesuatu. Pikirkan terlebih dahulu dampaknya bagi dirimu dan orang disekitarmu.
Begitulah kurang lebih pesan moral yang bisa didapat dari film Marsha sore ini (efek liburan ngak tahu mau ngapain).

Dan seharusnya nasehat  itu juga yang diingat oleh  Eleanor sebelum ia menuliskan keinginan dan memasukannya dalam Kitab Petaka dan Hasrat waktu itu.

Elenor menulis dengan jelaga keinginannya yaitu; Pernyihir Angin akan pergi ke tempat terburuk, dan anak-anak Walker kembali ke rumah. Kembali ke malam segalanya dimulai. Dengan orangtua yang masih hidup; Kembalikan Will Draper juga; keluarganya  menjadi kaya dengan uang sebesar sepuluh juta dollar di rekening ayahnya.

Sepertinya semua berjalan baik, sesuai dengan yang ditulis Eleanor serta yang diharapkan oleh anak-anak Walker lainnya. Sampai aneka peristiwa aneh terjadi.

 
Orang tua mereka memang kembali dalam kondisi hidup, seperti tidak terjadi apa-apa. Uang sejumlah sepuluh ribu dollar mendarat  ke rekening ayahnya, diduga itu adalah uang perdamainan.  Tapi kehidupan keluarga tersebut menjadi aneh. Ibu mereka membeli sebuah kompor gas yang harganya lebih mahal dari mobil lexus, sementara sang ayah memiliki telepon genggam lain yang tidak diketahui anggota keluarga.

Will memang ikut terbawa kembali. Tapi butuh waktu lama bagi Will untuk kembali menemui  Cordellia, yang sedang sibuk panik karena terkena gejala berubah menjadi nenek-nenek. Kulitnya menjadi keriput. Giginya mulai goyang, bahkan beberapa sudah tanggal. Celakanya peristiwa itu terjadi disaat seorang cowok populer mengajaknya kencan. Bisa ditebak, kencan berakhir sebelum dimulai. Cordelia juga mulai tidak suka buku lagi. Gawat!

Brendan yang berharap menjadi populer mendadak mengalami aneka peristiwa yang membuat segala usahanya sia-sia. Ia bahkan sudah mengeluarkan uang banyak. Alih-alih menjadi populer, ia justru mendapat perlakuan tidak nyaman dari beberapa murid di sekolah.

Eleanor merasa diikuti oleh bayangan hitam. Ia merasa tidak  nyaman. Firasatnya itu ternyata benar! Raja Badai  menculik dan membawanya ke Bohemian Club. Tindakan tersebut membuatnya bertengkar dengan Aldrich Hayes, pemimpin Penjaga Hikayat. Tindakannya itu dianggap bisa membahayakan kelangsungan seluruh operasi. "Bohemian Club telah membentuk dunia! Kita yang memilih presiden! Kita mempengaruhi politik dunia! Dan, kita berhasil hanya karena satu alasan... kerahasiaan." 

Perkumpulan tersebut mengingatkan pada khabar mengenai sebuah perkumpulan yang dianggap menguasai dunia. Mereka konon bisa menentukan kondisi ekonomi, bahkan  siapa yang menjadi presiden sebuah negara adidaya. Penulis sengaja memasukan dalam kisah untuk mengingatkan pembaca bahwa banyak hal yang tidak kita ketahui berlangsung di sekitar kita.

Dan mulailah petualangan seru mereka untuk kedua kalinya, tentunya juga melibatkan Will dan Rumah Kristoff. Seperti buku pertama, dikisahkan rumah tersebut melayang tanpa ada yang tahu tujuannya. Mereka mendadak berada di waktu dan tempat yang menakutkan, tapi pastinya bagian dari salah satu kisah dalam buku yang ditulis Kristoff.

Selain kisah petualangan seru, sebenarnya pembaca juga diberikan pengetahuan, meski dalam porsi yang tidak banyak. Dalam buku ini, kita akan bertemu dengan penguasa Roma yang menyukai aksi gladiator di koloseum, Nazi, monster pemakan manusia serta biksu.

Saya sangat yakin, setiap pencinta buku pasti merasakan sensasi yang menyenangkan plus menegangkan saat membaca kisah di halaman 216-221.  

Serius! Tidak percaya? Simak kutipan berikut ini,
Sebuah rak buku.
Benda itu mirip rak kayu apung yang mereka lihat di petualangan terdahulu. Rak itu benar-benar berada di bawah permukaan air kolam. Dan di setiap raknya, terlihat jelas meski berada dalam air, berjejer lusinan manuskrip.
Sebuah rak penuh buku berada di bawah air tanpa merusak buku! OK saya mau pesan satu zat atau mantera apalah yang bisa membuat koleksi saya menjadi seperti itu. Lumayan, menghemat tempat penyimpanan.

Selain disajikan adegan baku hantam, adu kecerdikan, ada juga bagian yang mengisahkan tentang mereka saling mengungkapkan perasaannya.  Bagian dimana Will menyatakan perasaannya sungguh mengharukan, dibanding yang lain. 

Meski hanya berupa karakter dalam buku,  namun sosoknya sudah sangat melekat dalam hati anak-anak Walker.  Setiap hari Will terus berupaya melupakan bahwa dirinya bukan manusia yang memiliki daging dan darah.

"Kurasa persamaan di antara kita...kita yang berasal dari buku-buku ini...adalah perasaan terperangkap. Entah kita bertempur dalam peperangan yang sepertinya tidak pernah berakhir, atau berkelahi di arena selama berhari-hari...rasanya semua akan terus dan terus berlangsung, sama sekali tidak ada tanda-tanada akan usia. Ini agak mirip dengan kutukan...kita semua merindukan sesuatu yang lebih daripada kristoff tulis." Maka tak heran jika kemudian Will melakukan hal yang tak kita duga. Sepertinya saya akan merindukan gaya  sopan Will kelak.

Mungkin konyol, tapi satu adegan membuat saya tertawa plus penasaran. Awas ini spoiler sedikit yaa. Ada sebuah bagian yang menyebutkan Brendan berada di koloseum menjadi gladiator, tentunya dengan kostumnya, cawat. Ehh bukan itu yang membuat saya tertawa. Tapi adegan ketika  cawat Brendan tertarik dan ia menjadi telanjang! Lalu kalimat berikut,"Brendan memanjat naik ke kereta luncur. Luar biasa kelelahan. Aman. Dan, telanjang."

Penasaran, tidak disebutkan bagaimana selanjutnya Brendan. Maksud saya apa yang ia pakai menjadi baju? Di kereta luncur tentunya tidak banyak pilihan. Hal kecil tapi membuat saya penasaran saja, terutama ketika mendadak Brendan yang disebutkan telanjang bisa dengan santainya duduk di kereta luncur. Selama itu ia telanjang? Baru di halaman 393 dituliskan, "Setelah buru-buru memungut mantel bulu yak yang dibuang oleh seorang biksu, Brendan pun memeluk Felix."

Pada halaman 128 tertulis, "..., diam-diam Cordelia mendekati pajangan armadillo yang diawetkan." Sementara itu, di halaman 129 juga tertulis, " Namun sayang, pada saat yang sama Cordelia memukul punggungnya dengan bingkai armadillo."
 
Penasaran juga saya, seperti apa yang dimaksud dengan Armadillo itu sebenarnya. Kenapa tidak ada catatan kaki mengenai hal itu. Padahal sebelum halaman 128, jika tidak salah sudah ada 6 catatan kaki yang memuat mengenai hal yang belum umum diketahui. Atau memang hanya saya saja yang tidak cukup tahu mengenai Armadillo itu. Gambar serta keterangan lebih lengkap mengenai Armadillo bisa dilihat di http://animals.sandiegozoo.org

Untuk urusan kover, saya lebih menyukai yang menggambarkan Rumah Kristoff  mendarat di tengah koloseum. Bukan karena kover yang didominasi dengan warna biru, namun karena kesannya lebih dramatis. Selain itu, kover tersebut mencerminkan bagian kisah yang lumayan panjang.


Kover versi yang beredar di tanah air juga bagus, hanya saja kesan petualangannya kurang, malah bagi saya lebih mengusung kesan horor. Jika tidak salah itu merupakan bagian dari kisah di Bohemian Club, bagian yang memang tidak begitu panjang tapi merupakan cikal bakal petualangan ini. Tapi semuanya tergantung pada selera pembaca mana yang mereka suka.
 
Sungguh buku yang menghibur. Dibandingkan dengan buku pertama, dalam buku ini para karakter mulai berkembang. Brendan meski masih bersikap konyol namun sudah mulai berubah menjadi lebih dewasa. Beberapa keputusan penting dan tindakan berani dilakukan oleh Eleanor, padahal di bagian awal kisah ada adegan yang menyebutkan ia menangis ketakutan. Cordelia sudah mulai mampu menekan sikap egoisnya, terutama berurusan dengan cinta.  

Catatan kaki lumayan membantu pembaca. Sekitar 12 catatan kaki ada dalam buku ini. Jangan melihat angka, tapi lihatlah manfaatnya. Meski begitu, sayangnya sumber yang dijadikan acuan adalah wikipedia. Bukan apa-apa, saya jadi teringat pesan seorang dosen agar tidak mencantumkan wikipedia sebagai sumber saat membuat sesuatu. Sebagai tambahan pengetahuan boleh, namun untuk surmber tulisan sebaiknya jangan. Menurut beliau karena di wikipedia tidak jelas siapa yang menuliskan hal tersebut, sehingga secara akademis tidak bisa dipertanggungjawabkan. Mungkin lain waktu, penerjemah bisa mencari sumber-sumber lain selain wikipedia. Jika faktor kemudahan, tentunya selain wikipedia banyak situs yang bisa dikunjungi. Sekedar saran saja ^_^ toh saya juga suka berkunjung ke sana.

Salah satu adegan Brendan menyanyikan Glory Days di kolosium sungguh spektakuler, hayuh kita ikutan bernyanyi biar semangat menunggu kisah selanjutnya

"Glory Days"
I had a friend was a big baseball player
back in high school
He could throw that speedball by you
Make you look like a fool boy
Saw him the other night at this roadside bar
I was walking in, he was walking out
We went back inside sat down had a few drinks
but all he kept talking about was

[Chorus:]
Glory days well they'll pass you by
Glory days in the wink of a young girl's eye
Glory days, glory days

Well there's a girl that lives up the block
back in school she could turn all the boy's heads
Sometimes on a Friday I'll stop by
and have a few drinks after she put her kids to bed
Her and her husband Bobby well they split up
I guess it's two years gone by now
We just sit around talking about the old times,
she says when she feels like crying
she starts laughing thinking about

[Chorus]

My old man worked 20 years on the line
and they let him go
Now everywhere he goes out looking for work
they just tell him that he's too old
I was 9 nine years old and he was working at the
Metuchen Ford plant assembly line
Now he just sits on a stool down at the Legion hall
but I can tell what's on his mind

Glory days yeah goin back
Glory days aw he ain't never had
Glory days, glory days

Now I think I'm going down to the well tonight
and I'm going to drink till I get my fill
And I hope when I get old I don't sit around thinking about it
but I probably will
Yeah, just sitting back trying to recapture
a little of the glory of, well time slips away
and leaves you with nothing mister but
boring stories of glory days

[Chorus (repeat twice)]
 


Eh... nganu,  ternyata mereka semua memang tidak bisa dipisahkan ya. Anak-anak keluarga Walker, Raja badai serta Penyihir Angin. Selamanya mereka akan saling berhubungan. Bukan main! Kejutan di akhir kisah hi hi hi *kabur sebelum dituduh spoiler*



Sumber gambar:
https://www.goodreads.com
http://animals.sandiegozoo.org

Sumber teks lagu:
http://www.azlyrics.com/
79.000#sthash.Yszq4xuH.dpuf
79.000#sthash.Yszq4xuH.dpuf
79.000#sthash.Yszq4xuH.dpuf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar