Jumat, 10 April 2015

2015 # 42: Beyond Sherlock Holmes

Penulis: M. Esfand
Edtor: lis Sutinah
Proof Reader: Tim Redaksi visimedia
Editor Grafis:RNuruli KWM
ISBN: 979-065-216-X
Halaman: 158
Cetakan: Pertama-2014
Penerbit: Visimedia
Harga: Rp 41.500
Tidak ada yang ganjil dalam kasus ini. Kau akan melihat bahwa dengan alasan inilah misteri ini dianggap gampang, padahal seharusnya dianggap sulit mencari solusinya
~Edgar Allan Poe~ 

Kisah detektif menjadi sahabat saya sejak kecil. Ada Lima Sekawan, empat saudara yang sibuk memecahkan sebuah misteri diantara liburannya. Pasukan Mau Tahu, sekumpulan anak-anak yang mengisi liburan sekolah dengan aneka kegiatan penyelidikan dan bersaing dengan polisi desa. Trio Detektif yang mempergunakan paduan otak,otot dan riset dalam memecahkan misteri. Berkelana bersama sel-sel kelabu guna memecahkan sebuah misteri. 

Petualangan Tintin, wartawan yang berusaha memecahkan aneka kasus makin meramaikan bacaan saya.  Tintin atau kisah para pengacara yang sibuk memecahkan kasus, mungkin bukan kisah detetif bagi banyak orang. Tapi bagi saya pribadi, kisah yang mengandung unsur memecahkan sebuah misteri, keanehan atau teka-teki adalah kisah detektif.

Buku ini, menjawab beberapa pertanyaan dasar saya tentang aneka kisah detektif yang pernah saya baca. Pertama, apakah kisah-kisah yang mereka buat terinspirasi dari kisah nyata yang ada di masyarakat. Kedua bagaimana jika mereka, para penulis kisah detektif dihadapkan pada sebuah kisah nyata, apakah mereka berhasil memecahkan kasus tersebut? Jika bisa bagaimana caranya? Ketiga, bagaimana proses penulisan kisah detektif, sehingga penulis bisa membuat pembaca (kadang) tidak mengenali petunjuk yang diberikan?
Sudah tahu dong mana M Esfand

Ditemani segelas teh hangat favorit, sama seperti minuman favorit penulis (yang saya tidak kira bahwa DIALAH orangnya!-Terlalu rendah hati), mari kita simak bagaimana kiprah para penulis kisah detektif di dunia nyata.

Ada beberapa tokoh yang diulas dalam buku ini. Dari Sir Arthur Conan Doyle, Agatha Christie, PD James, Patricia Cornwell, Edgar Allan Poe hingga Steven Hodel. Khusus untuk sosok Sir Arthur Conan Doyle mendapat "jatah" dua.

Pencipta Sherlock Holmes, Sir Arthur Conan Doyle medadak dihubungi seorang pengacara yang mengaku mewakili kliennya untuk meminta bantuan. Klien tersebut bernama Oscar Slater, seorang yang cukup lama malang-melintang di dunia hitam. Oscar menjadi tersangka kasus pembunuhan yang terjadi di Queens Terrace. 

Seorang wanita kaya berusia 82 tahun, Marion Gilchrist,  ditemukan meninggal dalam kondisi yang mengenaskan di ruang duduk. Helen Lembie pelayan muda yang biasa menemaninya adalah orang yang pertama menemukan tubuh Marion Gilchrist, bersama seorang tetangganya Arthur Adams. Kakak-beradik Adams tinggal di bawah flat Marion Gilchrist

Anehnya perhiasan indah milik Marion Gilchrist aman di dalam tempat penyimpanan. Begitu juga uang tunai. Yang hilang justru beberapa berkas dan sebuah bros kecil yang harganya tak seberapa.

Oscar Slater menjadi tersangka karena ia  menggadaikan sebuah bors permata beberapa saat sebelum kejadian. Tak lama setelah Miss Gilchrist tewas, Oscar ternyata meninggalkan Skotlandia. Ia menjadi tersangka.

Fakta bahwa tidak ada tanda-tanda pelaku masuk secara paksa, pencuri mengetahui kebiasaan Helen pergi belanja setiap malam, hanya sebuah bros yang hilang, serta adanya sosok yang berpapasan dengan Helen dan Arthur, tidak membuat pihak kepolisian bergeming. Mereka sudah sangat yakin  Oscar adalah pelakunya. Penyelidikan langsung mengarah pada Oscar. 

Sir Arthur Conan Doyle diam-diam melakukan penyelidikan sendiri. Kejanggalan-kejanggalan yang ada membuatnya tergelitik. Ia menelusuri kasus dari awal. Penyelidikan mengarah pada APA YANG TIDAK ADA dalam laporan kepolisian.

Menariknya, dalam buku ini pembaca diajak mengikuti cara kerja sang detektif. Ada petisi, gambar bros yang dicuri, peta lokasi kejadian, foto TKP, hingga arsip surat kabar yang memuat berita tentang kasus Marion Gilchrist, 

Terdapat juga tempat untuk kita mencatat petunjuk yang kita temukan sendiri.  Penulis sepertinya ingin pembaca mempergunakan sel-sel kelabu dan melakukan pengamatan sendiri hingga kita tidak menemukan hal-hal apa yang harus kita cermati  saat membaca sebuah kasus.

Meski demikian, ide ini patut diajungi jempol. Buku ini sangat cocok dibaca untuk mereka yang tertarik mencoba memecahkan sebuah kasus. Berlatih menjadi seorang detektif. Semacam log book. Tidak hanya dalam kasus yang mendapat perhatian dari Sir Arthur Conan Doyle tapi juga kasus-kasus yang lain.

Beberapa penulis memberikan analisa mengenai suatu peristiwa misterius. Agatha Christie justru menjadi pelaku dari sebuah kisah misterius. Ia menghilang selama 11 hari.

384469_f260.jpgAgak aneh menemukan kalimat sebagai berikut, " Jumat pagi, 3 Desember 1926, setelah naik ke lantai atas rumahnya untuk memberikan kecupan selamat tidur kepada putri tunggalnya, Rosalind, sekitar pukul 21.45 Agatha Christie terlihat memacu mobil Morris Cowley hijau meninggalkan rumahnya di Styles.”  Menemukan sesuatu yang janggal? Betul! Kata Jumat pagi dan sekitar pukul 21.45.  

Mobil Agatha Christie  ditemukan kosong  di dekat sebuah danau yang disebut "The Silent Pool".  Akhirnya Agatha Christie ditemukan menginap di hotel Swan Hydropathic di Harrogate. Ia menginap  dengan menggunakan nama Teresa Neele. Agatha Christie mengaku menderita amnesia yang disebabkan gangguan urat syaraf setelah ditinggal ibunya dan masalah perkawinan. 

Sir Arthur Conan Doyle, salah satu sahabat Agatha Christie juga ikut bereaksi atas berita tersebut. Ia dikenal sebagai orang yang tertarik akan dunia paranormal, maka bukan hal aneh ketika ia memberikan sarung tangan Agatha Christie pada salah satu paranormal. 

Kisah lengkap menghilangnya Agatha Christie bisa disimak di http://www.ns8.kompas.web.id/2011/02/misteri-11-hari-yang-hilang-dari.html

Diantara kata yang berisi aneka petunjuk samar, terselip kalimat yang agak unik menurut saya. Kalimat tersebut berada diantara kisah Poe dan kasus Ganjil Mary Rogers di halaman 122. "Bayangan Mary mungkin saja mengalami kecelakaan mulai berkecamuk dalam kepala sang ibu. Itulah luar biasanya seorang ibu, apa-apa yang membuat buah hatinya menderita, dirasakannya dua kali lipat lebih dalam. Beri hirmat pada seluruh ibu di muka bumi."

Bagi saya kalimat tersebut tidak saja menunjukan kedekatan sang ibu dengan Mary, tapi juga menunjukan rasa sayang, penghormatan serta kedekatan si penulis dengan ibunya. 

Singkat kata,  buku ini tidak saja menambah pengetahuan kita mengenai para penulis tapi juga fakta bahwa suatu kejahatan bisa menimpa siapa pun, tanpa mengenal waktu dan tempat.  Kadang, ada juga misteri yang tidak terpecahkan. Tapi ada juga misteri yang sangat mudah dipecahkan, hanya butuh ketelitian.

Tidak ada hal yang lebih mengecoh daripada fakta yang sudah jelas
~Sherlock Holmes~

Sering kali fakta yang sudah sangat jelas ada di hadapan kita, terabaikan justru karena dianggap hal yang biasa, yang sudah sewajarnya begitu. Mulailah lebih memperhatikan sekitar, jangan-jangan kita sudah menjadi saksi  sebuah peristiwa misterius tanpa kita sadari, atau malah menemukan sebuah kasus.

Menarik!
Cocok dibaca sambil menikmati secangkir teh hangat di senja hari.

Sumber Gambar:
http://www.amazon.com
http://www.ns8.kompas.web.id

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar