Minggu, 05 Juni 2011

Kisah Pertemuan Viola dan Slaven


Judul                       : Aggelos
Penyunting              : Nuraini Mastura
Penyelaras Aksara  : Eka Mustamar
ISBN                     : 978-979-433-588-8
Halaman                 : 515
Penerbit                  : Mizan Fantasi
Harga                      : Rp 58.000

"Sepertinya aku bisa disebut sebagai malaikat," bisiknya dengan sangat lembut. "Malaikat yang terbuang."

"Apa aku tidak salah dengar,  Viola? Mereka berdua sedang memperebutkanmu?"

Buku ini justru saya baca setelah terbuai oleh adiknya, Tetra Mars.
Dalam buku ini dikisahkan bagaimana Viola Mondru bertemu pertama kali dengan  Slaven Dulton.

Viola  sedang dirundung kesedihan  Cita-citanya untuk tampil sebagai balerina di tempat bergensi pupus. Persyaratan baru  telah diumumkan, ia membutuhkan seorang pengiring. Namun ia belum juga menemukan seseorang yang mampu memainkan musik indah. Musik yang mampu membuat dirinya terbuai  dan menyatu dalam untaian nada.

Tanpa sengaja ia bertemu dengan Slaven. Pertemuan, mereka awalnya justru kocak dan penuh perselisihan. Siapa yang mengira cowok yang menyebalkan itu justru mampu menggubah sebuah musik indah yang belum pernah di dengar Viola.  Saat mendengar musik yang digubah Slaven, kaki-kaki Viola bergerak dengan lincahnya seakan menyatu dengan musik. Viola menari dengan sangat indahnya seakan ia dilahirkan hanya untuk menari saja.

Sungguh seru!  Adegan awal pertemuan Slaven dan Viola membuat saya tertawa lepas. Dahulu pertemuan saya dengan seseorang juga berawal dari makanan. Beliau dengan percaya dirinya mencomot konsumsi yang disediakan untuk tim fotografi saya yang bertugas meliput  PSAU! Bayangkan panas-panas di lapangan eh dengan tenangnya dia membiongkar air minum, buah  dan cemilan tim saya. Sebagai ibunya anak-anak, otomatis saya segera mencegah pencurian itu. Dengan wajah heran dia malah mendengarkan saya yang sedikit mengomel,  alih alih minta maaf. Sejak itu pesona pe de saya  (katanya lho) yang membuat ia ingin tahu lebih jauh soal saya.

Sudah....sudah,  kembali ke Viola yah....Viola sendiri sudah mempunyai kekasih sehingga ia tidak terlalu menanggapi kelakuan aneh Slaven. Slaven seakan ingin  selalu mendominasi Viola. Ia selalu berupaya membuat Viola memilih antara Daniel sang kekasih atau Slaven. Segala cara ditempuh Slaven untuk memisahkan Daneil dan Viola. Di lain sisi Karen sepupu Viola dan para sahabatnya terus berlomba mencari perhatian Slaven. Namun sepertinay hati Slaven sudah tertutup untuk gadis lain.

Banyak kejadian aneh yang menimpa Viola, Slaven yang mendadak memiliki sayap namun menyangkal pernah terbang menyelamatkannya, guru yang menentang kisah kasihnya, hingga gagalnya usahanya untuk mempertunjukkan balet yang telah dilatihnya selama ini. Viola menuntut Slaven memberikan jawaban atas kejanggalan-kejanggalan yang dialaminya. Usaha keras Slaven menutupi segala kejanggalan sia-sia belaka. Ia terpaksa membuka jati dirinya.

Semuanya menunjukkan satu hal pasti, Slaven adalah seorang malaikat, Aggelos. makhluk suci. Slaven sedang menjalankan tugas khusus saat ia mendadak kehilangan ingatan. Untunglah ada Zero, Cupid yang setia menemaninya dan membantunya saat ia kebingungan.

Dibandingkan buku kedua. Buku ini jelas berbeda. Bisa dianggap buku ini adalah dasar saja. Dengan membaca buku ini, kita akan lebih memahami berbagai macam strata malaikat yang dibangun oleh Harry. Apa berbedaan diantaranya, bagaimana dunia manusia di mata mereka dan sebagainya.

Harry terilhat sangat berkembang di buku keduanya.  Saya seakan membaca dua buku dari dua penulis yang berbeda namun mengusung kisah yang sama. Harry rupanya  belajar dari kekurangan sehingga dalam Tetra Mars dan buku-buku selanjutnya (semoga) ia bisa  lebih berespresi dan mengeksplorasi konflik dengan manis

Di buku pertama ini Harry sudah menunjukkan tanda-tanda kisah yang  akan berkembang kian menarik dan menegangkan. Hanay saja, tidak bsai dipungkuri caranya bertutur dalam buku ini belum sepiawai dalam buku kedua.

Walau bagaimana buku ini layak dibaca.

Foto dari :
http://melorot.blogspot.com/2011/01/wujud-dari-penampakan-malaikat-jibril.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar