Minggu, 19 Juni 2011

Wither: Layu Sesaat Setelah Berkembang

Hal 1/5


                                                              MEMO

Tanggal   :  19 Juli XZ11
Status     :   Umum
Kepada  : 1. Para Pembaca Kisah Fantasi Kode Merah ( Usia 18 th +)
                2. Ordo Buntelan
                3. Bloger  Buku Indonesia
                4 Goodreads Indonesia
Dari       :  Kepala  Kearsipan Perpustakaan  Fantasi  Federasi
Perihal   :  Buku The Chemical Garden Trilogy #1 - Wither (Layu)

================================================

Sehubungan dengan permintaan bahan referensi guna Acara Konferensi Kisah  Fantasi sejagat, berikut disampaikan resensi dan sebuah buku yang dapat dipergunakan sebagai acuan  guna mempelajari perkembangan kisah fantasi terutama sekali sebelum masa kekacauan di bumi.

Buku ini merupakan buku pertama. Oleh karenanya beberapa bagian  mungkin masih bersifat misterius. Alurnya bahkan cenderung lambat di pada bagian tertentu. Penulis seakan ingin memberikan gambaran lengkap mengenai latar belakang tokoh yang ada dalam kisah ini. Lokasi kejadian juga sangat sempit, sebagian besar hanya  disekitar rumah tinggal  para tokoh

Namun secara keseluruhan kisahnya cukup menarik. Seandainya pembaca saat itu mau mengambil hikmah dari buku ini, tentunya keadaan bumi tidak sekacau sekarang. Namun dari pada menyesalkan apa yang sudah terjadi, mari kita sebarkan pesan moral yang ada dalam buku ini sehingga generasi selanjutnya bisa belajar dari kesalahan dari generasi kita. Uraian bisa  dibaca secara lengkap  dalam resensi yang tersimpan pada chip terlampir

Buku kedua sedang dirapikan. Penyimpanan sebuah buku selama sekian ratus tahun membutuhkan penanganan khusus saat akan dikeluarkan untuk dibaca. Setelah buku kedua siap akan segera dikirimkan data terkait.

Semoga bermanfaat.
Selamat Membaca

 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Hal 2/5

Takdir telah menyatukan kita
Takdir, kupikir, mirip seorang pencuri

Mana yang lebih menyeramkan?
Hidup berpoligami dengan saudari-istri  yang tinggal 1 rumah bahkan kamar kalian hanya berjarak sekian meter, hidup dengan kesadaran penuh usia kalian sebagai kaum perempuan hanya sampai pada 20 tahun? Pilihan yang  membingungkan dan menakutkan!  Jika bisa tak ada yang mau memilih keduanya. Bayangkan jika  kalian mengalami keduanya seperti Jenna, Cecily dan  Rhine!

Dunia konon kian kacau saat itu.  Perang dunia ketiga  telah terjadi. Semua negara telah musnah, kecuali Amerika Utara, benua yang memiliki teknologi paling maju. Kemajuan ilmu pengetahuan telah menciptakan generasi pertama yang tangguh, nyaris abadi. Suatu generasi dengan embrio-embrio yang dikembangkan dengan sempurna menjamin suatu populasi yang sehat dan berhasil. Tak ada yang mengantisipasi efek mengerikan, generasi pertama memang tangguh tetapi  generasi berikutnya sangat lemah dan berusia sangat pendek.

Para pria hanya berusia sampai 25 tahun lalu secara otomatis akan meninggal. Para gadis harus 'dibuahi" sebelum mereka meninggal diusia 20 tahun. Usia 13 tahun dianggap cukup dewasa  untuk mengandung seorang bayi. Hal itu perlu dilakukan jika ingin mempertahankan kelangsungan ras manusia di muka bumi.  Sungguh berbeda dengan kehidupan saat ini, dimana kehamilan diusia 13 tahun sangat tidak dianjurkan!

Dunia bukan tempat yang aman bagi para gadis! Rhine berusia 16 tahun saat ia diculik, dipisahkan secara paksa dari saudara kembar identiknya Rowan.  Sebagai penderita Heterochromia yaitu kelainan genetic yang disebabkan jumlah melanin yang berbeda pada setiap iris mata sehingga menyebabkan mata seseorang berbeda warna, ia memiliki mata berwarna biru dan cokelat. Itu yang membuatnya  terpilih sebagai pengantin.

 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Hal 3/5

Sang pria kaya yang membeli mereka bertiga, Linden  Ashby, merupakan satu-satunya anak dari generasi pertama. Usianya juga sudah melewati 20 tahun. Sang ayah, dipanggil dengan Kepala Rumah Vaughn membutuhkan cucu untuk meneruskan keturunan. Itu sebabnya ia megatur pembelian ketiga pengantin bagi anaknya.

Dari mereka bertiga, sepertinya hanya Cecily yang menikmati perannya sebagai istri. Ia berusaha keras agar Linden sering mengunjungi dibandingkan saudari-istri lainnya. Ia berharap dengan membiarkan dirinya menjadi hamil dan melahirkan anak maka ia akan menjadi kesayangan di rumah itu. Bagi Cecily pernikahannya adalah sejenis hubungan yang hanya melibatkan aku mencintaimu dan anak-anak. Bagi Jenna rumah Linden  hanyalah suatu tempat mewah baginya untuk meninggal. Sementara untuk Rhine merupakan sebuah kebohongan.

Selain Linden suami bersama,  yang harus mereka waspadai adalah Sang Kepala Rumah Vaughn. Ia  bekerja tanpa henti sejak  kelahiran putranya. Ia mencari suatu antidot. Dibantu staf yang bekerja tanpa henti, ia optimis suatu saat bisa menemukan sesuatu sehingga putra dan para istrinya bisa  berumur panjang. Suatu saat, entah kapankah itu.Semoag sebelum waktunya terlambat.

Jika Rhine  bersumpah untuk melakukan apapun asal bisa  melarikan diri,  Jenna melakukan apa saja yang bisa membuat Linden terluka. Mereka berdua menjadi dekat karena perasaan yang sama, sakit hati. Ancaman  Kepala Rumah Vaughn saat mengetahui rencana pelariannya sama sekali tidak dianggap. Keuletan Rhine untuk mencari jalan keluar sungguh patut diacungi jempol. Ia memang hidup dalam kemewahan, tapi hanya satu yang dia dambakan, kebebasan. Dan apa pun yang terjadi, dia akan berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan kebebasan itu ....

Tapi........,
Siapa yang mengira, Rhine justru menemukan cinta disana. Cinta  dari seseorang yang sangat tak diduga. Cinta sejati seperti kedua orang tuanya. “ Aku akan memberitahu kalian sesuatu tentang cinta sejati. Tidak ada hal ilmiah di dalamnya. Cinta sejati sealmiah angkasa.” Kata sang ayah suatu saat. Rhine menikmati kebersamaan mereka, sentuhan sekilas, bahkan tatapan matanya mampu membuat Rhina merasa hidup.

Secara keseluruhan buku ini memiliki kisah yang unik. Perpaduan antara keinginan untuk mempertahankan ras manusia dengan cara apapun, keinginan hidup bebas dan pencarian cinta sejati.  Selain The Road, buku ini menggambarkan dengan baik bagaimana nasib dunia jika benar-benar terjadi perang dunia ketiga. Unsur suram dan menyedihkan mampu digambarkan dengan baik oleh sang penulis.

 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Hal 4/5
 Bagaimana ketiga saudari-istri menjalani kehidupan dalam sangkar emas mampu mengaduk emosi pembacanya. Disuatu saat mereka bertiga asyik bermain air dengan aneka virtual yang menyenangkan. Lain waktu mereka duduk bersama membaca sebuah buku di perpustakaan. Mereka juga kompak jika mengerjai Linden. tapi dilain waktu mereka ramai bertengkar untuk hal yang tak penting.

Walau bagaimana ada hal yang  membuat saya bingung. Misalnya disebutkan bahwa para wanita diculik untuk dijual kepada para  pemuda yang mampu membelinya. Lalu kenapa mereka yang tidak dipilih dalam kasus Rhine malah ditembak? Kenapa tidak coba “dijual” ke orang lain jika memang dianggap sebagai komediti yang langka? Beberapa pengumpul katanya bermurah hati menjadikan mereka yang ditolak sebagai prostitusi. Entah mana yang lebih menakutkan, ditembak mati  atau hidup menjadi prostitusi.

Bukan saya mau mendukung prostitusi, saya jelas menentangnya. Tapi jika mengikuti kisah si penulis alasan mereka diculik adalah untuk dijadikan pengantin dengan harapan mengandung anak, hingga bisa menambah jumlah manusia bukannya mereka lebih berguna dari pada dibunuh? Duh kayaknya wanita hanya  dimanfaatkan sebagai sarana berkembang biak demi kelangsungan ras

Lalu disebutkan kalau rumah yatim piatu selalu mendapat pasokan bayi dalam jumlah besar. Dari mana datangnya bayi-bayi itu? Jika dari para pengantin jelas tidak mungkin. Pria yang membeli mereka adalah orang kaya sehingga mampu menyediakan kebutuhan sang bayi. Lagi pula mereka tidak akan sebodoh itu menyerahkan bayi yang  ibunya mereka dapat dengan susah payah  ke panti asuhan.

Jika mereka mendapatkan dari prostitusi, lalu  bagaimana bisa  tetap ada pasokan? Suatu saat ketika berusia 20 tahun para wanita itu akan meninggal. Artinya berkuranglah jumlah pekerja prostitusi . Tentunya pihak panti tidak sebodoh itu mengirim perempuan baru kesana.   Bukannya lebih menguntungkan jika dijual ke pria yang mampu membelinya? Lalu darimana pasokan bayi itu berada? Jika dari wanita yang tidak diculik dan pria biasa-biasa saja tentunya  jumlahnya tidak banyak.

 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Hal 5/5

Tata letak yang tidak biasanya  dari Penerbit Kantera, membuat buku ini tampil menggoda. Sayangnya entah kertas  yang digunakan terlalu tipis atau tinta yang digunakan terlalu tebal sehingga  tulisan yang ada pada sisi baliknya mengganggu saat membaca.

Pada http://id.wikipedia.org/ menyebutkan bahwa dalam  antropologi sosial, poligami merupakan praktik pernikahan kepada lebih dari satu suami atau istri (sesuai dengan jenis kelamin orang bersangkutan) sekaligus pada suatu saat (berlawanan dengan monogami, di mana seseorang memiliki hanya satu suami atau istri pada suatu saat).

Terdapat tiga bentuk poligami, yaitu poligini (seorang pria memiliki beberapa istri sekaligus), poliandri (seorang wanita memiliki beberapa suami sekaligus), dan pernikahan kelompok (bahasa Inggris: group marriage, yaitu kombinasi poligini dan poliandri). Ketiga bentuk poligami tersebut ditemukan dalam sejarah, namum poligini merupakan bentuk yang paling umum terjadi.

Walaupun diperbolehkan dalam beberapa kebudayaan, poligami ditentang oleh sebagian kalangan. Terutama kaum feminis menentang poligini, karena mereka menganggap poligini sebagai bentuk penindasan kepada kaum wanita.

Lauren DeStefano lahir di New Haven, CT, Amerika Serikat, pada 13 Oktober 1984. Sejak kecil, dia sudah menyukai membaca dan menulis cerita. Dia  menyukai dan terinspirasi karya Vladimir Nabokov dan T. S. Eliot (http://www.penerbitkantera.com/)

Lauren menyelesaikan pendidikannya di Albertus Magnus College di New Haven, CT pada tahun 2007. Wither, buku pertama dari trilogi The Chemical Garden, adalah karya perdananya. Dan Penerbit Kantera adalah negara kedua di dunia yang mengakuisisi hak terjemahannya.  Lebih detail tentang Lauren DeStefano, sila kunjungi : http://LaurenDeStefano.com/http://www.thechemicalgardentrilogy.com/ atau profil Facebook-nya: http://www.facebook.com/pages/Lauren-DeStefano

2 komentar:

  1. sepertinya tampilan dari buku ini sangat tidak lazim ya; banyak terdapat garis dan lingkaran atau kotak yang saling tindih layaknya bagan. dari tampilan buku yang sedemikian tak biasa ini saya rasa untuk menangkap pesan dari buku ini menjadi tidak mudah dilakukan

    BalasHapus
  2. Sepertinya sih itu hanya untuk seni saja. Pesan moralnya masih sedikit terungkap, mungkin karena kisahnya amsih biasa saja, kita lihat saja di buku dua ^_^

    BalasHapus