Minggu, 10 April 2011

Bagaimana Saya Membaca & Mereview Sebuah Buku

harus saya katakan sebelum ini menjadi tumor ganas. SAYA CINTA XXXX TRULY.
Saya tak berdaya setiap XXXXX membuat review. Inikah namanya Jatuh Cinta?

Jika Anda jadi saya dijamin pasti ikut tertawa
Bukan mau mentertawakan seseorang tapi kata review yang membuat saya tertawa
Bayangkan saja, review saya masih teramat sangat jauh dibandingkan dengan Mbah Endah, Suhu Tanzil juga M Iqbal D.
Coretan iseng saja malah sering dipertanyakan, jangan-jangan saya membaca dengan melewati sekian lembar halaman. Namun saat mereka bertanya mengenai isi suatu halaman  dan mendapat jawaban yang diharapkan mereka  baru percaya jika saya benar-benar membaca dari depan hingga belakang. Dari awal cerita hingga tamat.

Pertanyaan yang muncul umumnya berkisar pada dua hal, bagaimana membaca cepat dan bagaimana membuat review.

Untuk membaca cepat, jawaban saya hanya niat dan manajemen waktu.
Pertama kali saya melihat sebuah buku dan tertarik untuk membaca, saya sudah niat dalam hati bagaimana pun kelak isinya, buku ini HARUS DIBACA SAMPAI TAMAT. Jika ceritanya kurang menyenangkan, maka sebaiknya saya segera menamatkan agar tidak punya utang. Kebetulan saya paling tidak suka melihat buku menumpuk tanpa dibaca.

Manajemen waktu berkaitan dengan bagaimana saya mengisi waktu luang. Bukan rahasia umum jika lokasi dimana saya tinggal cukup jauh dari kantor dan berada di daerah yang sering matot. Setiap pagi, saya harus keluar rumah jam 05.30 paling lambat, telat sedikit bisa kacau! Butuh sekitar 45 menit sampai 1 jam untuk sampai ke kantor. Anggaplah 1 jam untuk sampai ke kantor (pukul 06.30),  maka saya punya waktu sekitar 45-1 jam untuk membaca. Pilihannya di jalan mau meneruskan tidur yang terganggu atau membaca ^_^

Jika kondisi saya sedang ok, biasanya sekitar setengah perjalanan anggaplah 30 menit saya gunakan untuk membaca. Lumayan dapat sekian bab. Lalu ritual pagi di kantor sekitar 15 menit. Maka dari jam 06.45 saya punya banyak waktu hingga jam resmi kantor mulai, jam 08.00. Saat kondisi pekerjaan sedang menumpuk, saya hanya menyisihkan sekitar 15-30 menit untuk membaca. Sisanya mulai mengerjakan tumpukan kertas.

Saat istirahat, pukul 12.00-13.00 berarti ada waktu satu jam buat urusan pribadi.Kebetulan setiap hari saya membawa bekal makan siang jadi efisiensi waktu. Sekitar 30 menit lagi untuk membaca. Jadi dari pagi hingga jam 12.00 saya sudah punya waktu selama 1,5 jam he he he he

Sekarang saat pulang kantor.  Saya butuh sekitar 2 -2,5 jam untuk sampai dirumah (bayangkan dengan kondisi pagi) Sambil menunggu transjakarta, saya bisa  berdiri sambil membaca, minimal mengurangi dosa dari  memandang dan mengomentari orang.  Makanya saya selalu berusaha mencari posisi duduk, selama perjalanan bisa dimanfaatkan untuk membaca.

Sampai di rumah, setelah semua urusan rumah selesai, jagoan neon sudah pergi ke alam mimpi, saya masih punya waktu untuk membaca. Kebetulan saya bukan penggemar sinetron, jadi ada  waktu lagi  untuk membaca. Maka dari pagi sampai malam hari sebelum tidur, saya bisa memperoleh waktu 3 jam lebih untuk membaca.

Jika buku yang  saya baca menawarkan sesuatu kisah yang menawan... bisa-bisa dari lembar pertama saya tidak mau berhenti membaca. Alhasil salah turun, mandi malam hingga tidur pagi menjadi efek yang harus ditanggung. Tapi jika seimbang dengan sensasi yang ditawarkan sebuah buku, kenapa tidak ???

Untuk urusan review jelas lebih membutuhkan energi bagi saya
Biasanya setiap membaca, saya memberikan tanda pada suatu hal yang dianggap menarik dan layak diuraikan dalam review. Mengikuti ajaran  para sesepuh, review yang saya bikin harus mengandung isi cerita secara singkat namun tidak spoiler, memberikan tambahan pengetahuan seputar buku itu,serta  penilaian seimbang. Jika buku itu adalah buntelan, biasanya saya memberikan unsur tambahan kenapa buku itu layak dibeli dan dikoleksi.

Saya berusaha menjadi si penulis dan menyelami apa yang ingin ia sampaikan. Sehingga bisa lebih menghayati saat membuat review. Itu sebabnya kenapa membuat review lebih melelahkan buat saya he he he. Masalah timbul saat buku itu tidak menawarkan sesuatu yang spesial, atau tambahan  informasi sangat sedikit. Itu artinya saya harus jungkir balik mencari sesuatu yang spesial. Itu kenapa, saat membuat sebuah review saya bisa menggelar sekian buku pendamping, padahal buku yang saya review hanya memiliki halaman yang sedikit

So..... jelaskan bagaimana cara saya membaca dan mereview sebuah buku
Bukannya direbus dan diminum....

Sumbangan-Sumbangan Karya Sains Super Dasyat Islam Abad Pertengahan



Penulis      : Diyan Yulianto dan M.S Rohman
Editor       : Abdul Azid Mutaqin
ISBN       : 978-602-978-293-6
Halaman  : 299
Penerbit   : Diva Press
                  www.divapress-online

" ...Kekuasaan dari ilmu pengetahuan, begitu luas. Tidak ada yang dapat menguasai keseluruhan kajian ilmu pengetahuan sendirian." ~ al Battani ~

Membaca buku ini membuat saya mengetahui banyak hal. Kadan banyak fakta mengenai suatu hal yang belum terungkap tanpa kita sadari. Sebuah ungkapan berbau filosofis dalam buku ini menyebutkan, "Sejarah sering dibedakan dengan apa yang tertulis. Dan sejarah yang tertulis kadang tidak menampakkan apa yang benar-benar terjadi" Sepertinya memang banyak yang selama ini tidak nampak dan akan tetap begitu jika buku ini tidak terbit Buku tipis tapi sarat pengetahuan ini membuka mata kita akan betapa banyak sumbangsih Islam dalam peradaban dunia. Umumnya karya-karya hebat tersebut sekarang sudah sering kita jumpai dalam aneka wujud.


Sebut saja soal  hasil dari C3H5(OOCR)3 + 3 NaOH -> C3H5(OH)3 + 3 NaOOCR. Tidak pernah dengar? Kalau sabun pasti semua tahu.  C3H5(OOCR)3 + 3 NaOH -> C3H5(OH)3 + 3 NaOOCR  merupakan rumus kimia sabun.
Sabun sudah dikenal di dunia Islam sejak abad 9M.  Razes atau ar-Razi merupakan orang yang menemukan resep moderen untuk membuat sabun. Campuran dasarnya saat itu adalah minyak tumbuhan, sodium hidroaksida serta bahan-bahan aromatik  Saat itu justru Bangsa Eropa masih menggunakan air seni manusia untuk mencuci pakaian yeek!


Sabun adalah salah satu senyawa kimia tertua yang pernah dikenal. Bahan pembuatan sabun terdiri dari dua jenis, yaitu bahan baku dan bahan pendukung. Bahan baku dalam pembuatan sabun adalah minyak atau lemak dan senyawa alkali (basa). Bahan pendukung dalam pembuatan sabun digunakan untuk menambah kualitas produk sabun, baik dari nilai guna maupun dari daya tarik. Bahan pendukung yang umum dipakai dalam proses pembuatan sabun di antaranya natrium klorida, natrium karbonat, natrium fosfat, parfum, dan pewarna. Jadi tidak perlu menyediakan toilet umum guna menampung air seni sebagi ramuan pencuci pakaian khan...


Kisah mengenai sebuah rumah sakit yang membebaskan ongkos berobat semua pasiennya sungguh kontras dengan kondisi dewasa ini. Rumah Sakit al-Manshuri berada di Kairo pada abad ke-13. Rumah sakit ini dibangun untuk memenuhi nadzar Raja al-Manshur Qalawun. Rumah sakit tersebut juga dilengkapi dengan 40 buah taman bunga, masjid dengan 50 pembaca al-Qur’an yang terus menerus melantunkan ayat suci selama 24 jam, kapel kecil untuk pasien kristen, perpustakaan dengan 6 pegawai serta petugas lapangan untuk mengecek kesehatan pasien rawat jalan.  Setiap pasien yang sembuh justru dibekali makanan dan uang, alih-alih membayar ongkos perawatan. Setiap harinya rumah sakit ini melayani 4.000 pasien.

Kiprah para ahli kesehatan juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Ibnu Sina merupakan ahli medis yang paling terkenal hingga saat ini.  Ibnu Sina juga merupakan orang yang mencatat dan menggambarkan anatomi tubuh manusia secara lengkap untuk pertama kalinya.  Dunia Islam memanggilnya dengan nama Ibnu Sina. Namun di kalangan orangorang Barat, ia dikenal  sebagai Avicenna. Ia merupakan seorang filsuf, ilmuwan, dan juga dokter pada abad ke-10 juga penulis yang produktif.  . Karyanya yang sangat terkenal adalah Qanun fi Thib atau The Canon of Medicine yang merupakan rujukan di bidang kedokteran selama berabad-abad.

Dalam sebuah buku mengenai seorang ahli anatomi wanita pertama dari penerbit tetangga, dikisahkan  sang tokoh mengagumi sebuah buku mengenai gambar  manusia sederhana yang menunjukkan jantung dan lainnya.  Sayangnya buku itu ditulis menggunakan abjad Hebrew atau Arab. Walau begitu ia nekat membelinya dan mengagumi gambar yang ada. Buku itu ditulis oleh Ibn al-Nafis, seorang  dokter pertama di muka bumi yang mampu merumuskan dasar-dasar sirkulasi melalui  temuannya tentang sirkulasi dalam paru-paru, sirkulasi jantung, dan kapiler.

Untuk jasanya beliau  dijuluki  ‘Bapak Fisiologi Sirkulasi’. Puncak prestasi beliau pada abad  ke-13 itu  telah mematahkan klaim Barat yang selama beberapa abad menyatakan bahwa Sir William Harvey dari Kent, Inggris yang hidup di abad ke-16 M, sebagai pencetus teori sirkulasi paru-paru. Sayangnya penulis tidak menguraikan mengenai beliau dalam buku ini.


Satu hal yang menarik perhatian saya, yaitu mengenai penemuan soft drink. Saya sempat mendapat tugas saat kuliah magister seputar soft drink. Tugasnya adalah mengupas mengenai soft drink   dan menyusun sebuah  strategi pemasaran. Andai saja saya sudah mempunyai buku ini, tentunya saya akan membuat strategi pemasaran dari sisi yang berbeda.

Soft drink  yang pertama dibuat adalah Sherbet atau sorbet. Komposisinya adalah buah yang ditumbuk, rempah tanaman herbal, dan bunga-bungaan. Penemuan ini jauh sebelum coca-cola yang sekarang identik dengan soft drink ditemukan. Demikian juga dengan yogutt yang belakangan kian gencar dipromosikan sebagai minuman kesehatan.

Secara keseluruhan buku ini membuka mata dan hati kita akan kiprah para cendikiawan muslim pada abad pertengahan. Buku ini memberi penjelasan mengenai banyak hal yang selama ini belum terungkap. Upaya Diyan dan Rohman menyampaikan hal-hal yang selama ini kurang terungkap perlu dihargai. Hanya  saja saya merasakan dua hal yang kurang  nyaman saat membaca buku ini.

Pertama, sering kali diawal kalimat menggunakan kata "Tahukah Anda...."  Mungkin maksudnya ingin bertanya atau memberi tahu , tapi entah mengapa kok jadi membuat saya tidak nyaman. Rasanya seakan digurui  atau diberitahu dengan paksa. Kondisinya seakan   saat sekolah dulu, sang guru akan berdiri di depan kelas dan  mengeluarkan kata-kata sakti, "Anak-anak tahukah kalian...." Entah mengapa pihak penulis memilih kedua kata tersebut. Apakah tidak ada kata lain yang  lebih nyaman untuk dibaca tanpa berkesan menggurui atau mempertanyakan kadar pengetahuan seseorang?

Kedua, ada beberapa bagian yang seakan  tumpang tindih membuat rancu dan berkesan dipaksakan. Misalnya saja pada saat membahas buku-buku yang menginspirasi buku-buku bestseller seperti Da Vinci dan Robinson Crusoe (hal 170)  Lalu untuk apa membahas Breaking the al-Kindi's Code secara terpisah? Bukannya topik ini bisa dijadikan satu. memang uraiannya menjadi lebih panjang, tapi mengingat temanya bisa melebar mengapa tidak? Belum lagi  jika mengacu pada halaman 67, dimana disana diceritakan mengenai buku-buku yang bestseller pada abad pertengahan. Akan  lebih nyaman jika semua hal yang berurusan dengan buku dijadikan dalam satu topik saja sehingga informasi yang akan disampaikan tidak berkesan sepotong-potong dan mengulang.


Tengok juga perihal al Jazari: Penemu Jam Mekanis Model Awal serta Siapa Penemu Jam Mekanis? Kedua topik ini nyaris membuat bingung saya. Bukankah dari model awal dikembangkan menjadi lebih baik? Lalu mengapa hal ini tidak dijadikan dalam satu topik ditambah dengan Jam Gajah Karya al-Jazari yang justru diletakkan sesudah Siapa Penemu Jam Mekanis? Sepertinya saya akan lebih nyaman menyerap informasi seputar penemu jam mekanis jika berada alam satu topik yang menguraikan secara lengkap tanpa perlu dipisah menjadi beberapa topik dimana pengulangan informasi bisa terjadi

Kasus yang sama juga berlaku untuk Sejarah Angka 1,2,3...9  pada halaman 271. Bukankah di depan penulis sudah membahas mengenai asal usul angka 0. Lalu kenapa keduanya tidak dijadikan dalam satu topik saja dengan judul Sejarah Angka.  Atau topik Rumah Sakit pertama di Dunia Islam digabungkan dengan Rumah  Sakit  Islam di Eropa. Keduanya merupakan hal yang bsia dikisahkan secara runtun, tidak perlu dipisahkan sekian halaman dans ekian topik.


Secara keseluruhan, buku yang memuat tujuh bab utama ini layak dibaca. Jika ada yang beralasan tidak memiliki waktu luang, jangan khawatir, simak saja kotak hitam yang berisi inti dari topik yang sedang dijabarkan. Kotak tersebut sepertinya merupakan ciri dari Penerbit Diva, sebab sudah beberapa buku yang saya baca pasti menggunakan tata letak  seperti ini.

Diyan "Dion" Yulianto, salah satu tukang cerita memberikan buku ini sebagai hadiah untuk saya. Saat ini Diyan berprofesi sebagai editor, penerjemah, sekaligus menulis buku-buku Islam dan Bahasa Inggris. Dion bisa dihubungi melalui dianyulianto@yahoo.com. Lulusan Universitas Negeri Yogyakarta akan merayakan hari jadinya pada 02 Juli nanti. Belakangan Diyan  Yulianto aktif bersama beberapa peresensi muda berbakat seperti Abdul Kholiq, Noval Maliki  dan tentunya  M Iqbal Dawani di Komunitas Peresensi Yogyakarta.  Terima kasih Dion he he he rayuan melalui YM ternyata manjur juga. Semoga tidak kapok membuntelin saya lagi he he he he

M. Saifullah Rahman merupakan alumnus Sastra Arab FIB UGM. Bekerja di salah satu penerbitan besar Yogyakarta sebagai editor. Beliau bisa dihubungi melalui a_saif677@yahoo.com

Rumah Seribu Malaikat

Penulis      : Yuli Badawi & Hermawan Aksan
Penyunting : Laura Khalida
ISBN        : 978-602-8767-27-9
Halaman    : 424
Penerbit     : Hikmah
Harga        : Rp 69.000


Nggak ada yang sia-sia, apalagi kalau kita melakukannya Lillahi ta'ala, apapun hasilnya kan bukan hak kita.

Sekilas, tidak ada bedanya keluarga  Yuli & Badawi dengan keluarga lainnya.
Perbedaan baru terlihat saat mereka diminta menyebutkan jumlah anak, mereka akan menjawab 16!
Bayangkan 16 orang anak! Kadang membesarkan satu atau lebih anak saja sudah membuat orang tua merasa pusing tujuh keliling. Jadi bisa dibayangkan bagaimana situasi yang dihadapi Yuli & Badawi saat membesarkan 16 anak. Namun karena semuanya Lillahi ta'ala, maka tak ada yang terasa berat.

Banyak anak memang bukan hal luar biasa di masyarakat kita apalagi dengan adanya pepatah banyak anak banyak rejei. Namun perbedaan dengan keluarga Badani adalah 16 anak itu ada yang anak pungut! malah beberapa usianya sangat berdekatan, ada yang hanya selisih sekian hari. Bermula dari rasa kasihan melihat anak yang terlantar, Keluarga Badawi memutuskan mengurus seorang anak. Dari satu anak berkembang menjadi sekian anak. Ada anak-anak yang memang tinggal bersama mereka, ada yang dicarikan orang tua asuh, serta ada yang hanya dititipkan sebentar saat keadaan sudah memungkinkan maka sang anak bisai dibawa pulang. Usia anak-anak itu juga beragam sehingga kerepotannya juga beragam.

Mereka juga tidak membeda-bedakan apakah itu anak pungut atau anak kandung. Semuanya mendapat perlakuan yang sama. Bahkan "Para Ajudan" juga mendapat perlakuan sama. Beberapa yang tertarik ikut bekerja dengan keluarga ini namun masih dibawah umur diijinkan bergabung asalkan mau tetap bersekolah atas biaya Keluarag Badami. Sungguh mulia hati mereka. Apa yang mereka punay dibagi bersama secara merata.

Mengurus 16 anak sungguh membutuhkan kemampuan yang hebat! Tidak saja dari unsur kesabaran dan tenaga, urusan keuangan juga harus mendapat perhatian. Namun jika semuanya  dilakukan dengan niat tulus maka tak ada yang mustahil. Segala macam kebetulan limpahan rejeki mengalir menghampiri keluarga ini. Perkataan setiap anak membawa rejekinya  masing-masing terbukti benar. Ada saja bantuan yang datang saat dibutuhkan dan tanpa perlu keluarga ini mengadahkan tangan untuk meminta, sesuatu yang pantang mereka lakukan. Padahal jika diukur secara matematika, entah bagimana gaji  Yuli dan usaha Badawi cukup untuk membesarkan 16 anak ditambah para ajudan. Faktanya mereka hidup dengan layak.

Kedua suami istri, Yuli dan Badawi bagi saya merupakan pasangan yang diberi rahmat luar biasa oleh Allah SWT. Mereka terus diberi kesempatan untuk memperoleh pahala dengan membesarkan anak-anak terlantar. Mereka juga tidak membeda-bedakan dari mana asalnya anak itu. Apakah anak yang sengaja diterlantarkan orang tuanya, anak hasil hasil hubungan gelap, anak hasil pemerkosaan atau anak dari keluarga tak mampu. Mereka hanya ingin membesarkan dan memberikan bekal kehidupan berupa ilmu dan landasan agama tentunya.

Keiklasan Keluarga Badawi membesarkan sekian banyak anak perlu mendapat acungan jempol, walau mereka tidak mengharapkannya. Mereka bisa saja memberikan santunan sejumlah sekian kesebuah yayasan yang mengurusi anak-anak terlantar. Tapi bukan itu tujuan mereka, tujuan mereka adalah memberikan bekal kehidupan serta kehangatan sebuah rumah bagi setiap anak.

Saking rendah hatinya, Yuli sering malu jika ada pihak media yang ingin mewawancarinya. Ia merasa apa yang dilakukannya bersama suaminya bukanlah sebuah kehebatan. Sering saat diminta menjadi bintang tamu dalam sebuah  seminar ia merasa grogi karena tak tahu harus berbicara apa, ditambah lagi perasaan minder jika menilik pendidikannya dibandingkan nara sumber lainnya.

Sungguh kontras! Di bagian lagi sisi dunia, ada orang tua yang tega membiarkan anak-anaknya terlantar, bahkan ada yang tega menghabisi nyawanya karena hal sepele. Di ujung dunia yang lain, sebuah keluarga memohon diberikan kepercayaan seorang anak tanpa mengenal lelah. Beruntungnya keluarga Badawi mendapat kesempatan berbuat baik.

Semoga keluarga ini diberikan banyak limpahan kekuatan, kemudahan dan rahmat. Demikian juga para donatur yang tanpa henti bersedia membantu, semuanya semata-mata demi para anak-anak yang tak berdosa.Jika ada yang ingin berbagi, Yuli Badawi bertempat di Komp. Kopo Permai I Blok M 8 Bandung 40227

Lomba Resensi Buku Serambi 2011: Jangan Pernah Melupakan Alessandra

Judul           : A Golden Web
Penulis         : Barbara Quick
Penerjemah : Maria M. Lubis
Penyunting  : Ida Wajdi
ISBN          : 978-979-024-472-6
Halaman      : 274
Penerbit       : Atria
Terbit          : Maret 2011
Harga          :  Rp. 40.000,00


"Aku ingin pergi ke Universitas Bologna, Papa. Aku ingin mempelajari kedokteran!"

"Astaga, Alessandra, kau terlalu cerdas hingga nyaris membingungkan"

Satu lain buku yang berkisah bagaimana laki-laki dan perempuan mendapat perlakuan yang sangat berbeda. Untungnya perbedaan itu sekarang kian menipis. Saya pribadi bukan menentang perbedaan, atau mendukung emansipasi yang kebablasan tanpa rem. Hanya  saja,  miris rasanya jika  dengan alasan perbedaan jenis  kelamin  seseorang  menjadi tidak bisa maju.

Alessandra salah satu contohnya. Tidak ada yang bisa  memungkiri kepandaiannya. Alessandra sangat pintar, lebih cerdas dan berani dibandingkan siapa pun kecuali sang ayah diseluruh penjuru Persiceto. Sayangnya ia seorang gadis yang memiliki keterbatasan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan diri. Ia bahkan sempat dikira ditukar oleh changeling  hanya karena sudah mampu mengucapkan kata  ”Delizioso!” saat kecil.

Agar bisa mempelajari banyak hal Alessandra  melakukan pengamatan dengan teliti. Baginya keajaiban hanyalah sebagian kecil dari hasil pemikiran akal sehat seseorang yang gemar mengamati segala hal. Keahliannya dalam bengkel kerja keluarganya yang memiliki percetakan juga tak bisa dipandang remeh. Ia mampu melakukan pekerjaan apa pun di dalam bengkel kerja dan menguasainya dengan baik, tidak seperti kakak laki-lakinya Nicco.

Alessandra tidak cukup puas dengan membaca buku-buku yang ada di perpustakaan keluarganya. Ia ingin pergi ke Universitas Bologna untuk  mempelajari kedokteran. Hal itu sangat mengejutkan ayahnya mengingat pada kurun waktu tersebut sangat jarang, bahkan nyaris tidak ada perempuan yang menjadi cendikiawan.

Sang ayah, Carlo sebenarnya dalam hati mengakui kemampuan anak perempuannya. Alessandra memiliki seluruh kapasitas yang dibutuhkan untuk menguasai tujuh seni liberal; tata bahasa, logika, retorika, aritmatika,  geometri, musik bahkan astronomi. Alessandra merupakan sosok cendikiawan alami dan pemikir orisinil, sayangnya ia terlahir sebagai  perempuan.

Sang ibu tiri berusaha keras menyingkarkannya dengan cara segera mencarikan jodoh. Jelas ini bertentangan dengan keinginannya untuk bersekolah. Semakin ia dikekang, maka semakin ia berusaha keras untuk mewujudkan impiannya. Segala cara ditempuh oleh sang ibu tiri guna memaksakan kehendaknya bahkan mengurung Alessandra di dalam rumah.

Tapi bukan Alessandra namanya jika ia tidak berhasil menemukan cara untuk mendapatkan keinginannya. Dengan berbagai cara ia berhasil kabur dari pengawan keluarga dan dengan  menyamar sebagai laki-laki ia berhasil ikut kuliah. Setelah merasa menguasai materi dengan baik, ia segera mengatur jadwal untuk diuji. Dengan demikian selama sembilan bulan pertama di Bologna  ia sudah lulus ujian tahun pertamanya, tahun kedua dan tahun ketiga. Segera khabar tentang seorang pemuda cerdas dan misterius beredar.

Entah kenapa kisah ini bagi saya kurang terasa gregetnya. Konflik ibu tiri versus anak tiri perempuan harusnya bisa diangkat lebih lagi. Bagaimana proses Alessandra belajar juga bisa diperluas dan diperdalam pembahasannya. Selain itu kisah cintanya dibuat seakan-akan sebagai  kebetulan yang berkesan agak konyol buat saya.  Buku ini jadi terasa amat ringan karena  hanya mengungkap kulit luar kehidupan Alessandra. Entah karena kesulitan dalam mencari referensi atau memang penulis merasa sudah cukup konflik yang diangkat.

Alessandra dengan tekun mempelajari anatomi manusia sebagai persiapan untuk menjadi mahasisawa kedokteran. . Anatomi manusia atau antropotomi ialah sebuah bidang khusus dalam anatomi yang mempelajari struktur tubuh manusia, sedangkan jaringan dipelajari di histologi dan sel di sitologi.

Salah seorang ilmuwan kedokteran Yunani kuno yang yang karyanya masih diakui hingga sekarang. Adalah Hippokrates . Ia adalah seorang dokter pada akhir abad ke-6 SM atau awal abad ke-5 SM. Hippokrates telah dapat memahami ilmu dasar mengenai sistem rangka dan otot, dan awal pemahaman lebih dalam akan kerja organ seperti ginjal.


Pada abad ke-4 SM, Aristoteles memulai penelitian yang lebih baik mengenai sistem tubuh melalui pembedahan tubuh hewan. Ia berhasil membedakan pembuluh balik (vena) dengan pembuluh nadi (arteri) dan hubungan organ-organ yang lebih akurat.Penggunaan tubuh mati manusia atau mayat untuk penelitian ilmu anatomi dimulai pada abad ke-4 SM, saat Herophilos dan Erasistratus mempertunjukkan pembedahan mayat di Iskandariyah di bawah bantuan dinasti Ptolemais. Herophilos adalah orang yang pertama kali mengembangkan ilmu anatomi berdasarkan struktur asli tubuh manusia.

Sumpah Hippokrates masih dijunjung hingga saat ini. Isinya adalah :
  •  I swear by Apollo Physician and Asclepius and Hygieia and Panaceia and all the gods and goddesses, making them my witnesses, that I fulfil according to my ability and judgement this oath and this covenant.
  • To hold him who has taught me this art as equal to my parents and to live my life in partnership with him, and if he is in need of money to give him a share of mine, and to regard his offspring as equal to my brothers in male lineage and to teach them this art-if they desire to learn it-without fee and covenant; to give a share of precepts and oral instruction and all the other learning of my sons and to the sons of him who instructed me and to pupils who have signed the covenant and have taken an oath according to medical law, but to no one else
  • I will use treatment to help the sick according to my ability and judgment, but never with a view to injury and wrongdoing. neither will I administer a poison to anybody when asked to do so, not will I suggest such a course.
  • Similarly I will not give to a woman a pessary to cause an abortion. But I will keep pure and holy both my life and my art. I will not use the knife, not even, verily, on sufferers from stone, but I will give place to such as are craftsmen therein.
  • Into whatsoever houses I enter, I will enter to help the sick, and I will abstain from all intentional wrongdoing and harm, especially from abusing the bodies of man or woman, slave or free.
  • And whatsoever I shall see or hear in the course of my profession, as well as outside my profession in my intercourse with men, if it be what should not be published abroad, I will never divulge, holding such things to be holy secrets.
  • Now if I carry out this oath, and break it not, may I gain for ever reputation among all men for my life and for my art; but if I transgress it and forswear myself, may the opposite befall me.
 Sementara itu dunia kedokteran Indonesia juga mengenal Sumpah Dokter Indonesia. Sumpah Dokter Indonesia adalah sumpah yang dibacakan oleh seseorang yang akan menjalani profesi dokter Indonesia secara resmi. Sumpah Dokter Indonesia didasarkan atas Deklarasi Jenewa (1948) yang isinya menyempurnakan Sumpah Hippokrates. Lafal Sumpah Dokter Indonesia pertama kali digunakan pada 1959 dan diberikan kedudukan hukum dengan Peraturan Pemerintah No.69 Tahun 1960. Sumpah mengalami perbaikan pada 1983 dan 1993.

Lafal Sumpah Dokter adalah sebagai berikut: 
Demi Allah, saya bersumpah bahwa :
  • Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan perikemanusiaan;
  • Saya akan memberikan kepada guru-guru saya penghormatan dan pernyataan terima kasih yang selayaknya;
  • Saya akan menjalankan tugas saya dengan cara yang berhormat dan ber­moral tinggi, sesuai dengan martabat pekerjaan saya;
  • Kesehatan penderita senantiasa akan saya utamakan;
  • Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena pekerja­an saya dan karena keilmuan saya sebagai dokter;
  • Saya akan memelihara dengan sekuat tenaga martabat dan tradisi luhur jabatan kedokteran;
  • Saya akan memperlakukan teman sejawat saya sebagai mana saya sendiri ingin diperlakukan;
  • Dalam menunaikan kewajiban terhadap penderita, saya akan berikhtiar dengan sungguh-sungguh supaya saya tidak terpengaruh oleh pertimbang an keagamaan, kebangsaan, kesukuan, politik kepartaian atau kedudukan sosial;
  • Saya akan menghormati setiap hidup insani mulai dari saat pembuahan;
  • Sekalipun diancam, saya tidak akan mempergunakan pengetahuan ke­dokteran saya untuk sesuatu yang bertentangan dengan hukum perikemanusiaan;
  • Saya ikrarkan sumpah ini dengan sungguh-sungguh dan dengan memper­taruhkan kehormatan diri saya.
Kisah ini ditutup dengan sanggahan terhadap Aristoteles, hasil pemikiran Alessandra tentunya.  Menurut Aristoteles keberanian seorang lelaki tampak dalam caranya memerintah, dan keberanian seorang perempuan tampak dalam caranya mematuhi. Mengingat kelakuannya yang lebih sering memberontak dari pada mematuhi, maka menurutnya teori itu salah. Namanya juga igauan yang tak masuk akal orang sakit....
 
Lalu berhasilkan Alessandra belajar ilmu kedokteran.....?
baca saja sendiri...^_^

Foto-foto dari : wikipedia

----------------------------------
Buat Sis Bea...
Simak baik-baik halaman 253. Antusias  sangat dibutuhkan dalam belajar hanya saja kehati-hatian juga perlu

Lomba Resensi Buku Serambi 2011: Kisah Sendu Big Breasts and Wide Hips dari Shangguan Lu

Judul                     : Big Breasts  and Wide Hips
Penulis                  : Mo Yan
Penerjemah           : Rahmani Astuti
Penyunting             : Anton Kurnia
Pemeriksa Aksara : Adi Toha
ISBN                    : 978-979-024-246-3
Halaman               : 752
Penerbit                : Serambi
Cetakan                : I, Maret 2011
Harga                   : Rp. 99.000

Apakah  faedah seorang perempuan di Cina selain melahirkan anak laki-laki guna meneruskan nama keluarga?

Mungkin pertanyaan itu terlalu ekstrim, tapi apa mau dikata, itu kesan yang saya dapat setelah membaca buku Big Breasts and Wide Hips. Bagaimana tidak,nyaris  seluruh buku ini berkisah bagaimana sosok seorang perempuan yang berjuang untuk mendapatkan seorang anak laki-laki dan mempertahankan hidup  bersama anak-cucunya.

Bagi keluarganya, anak laki-laki merupakan karunia  paling besar yang ditunggu-tunggu. Simak saja nama  tujuh anak perempuan tokoh kita:
Laidi = Adik laki-laki akan datang
Zhaodi = Adik laki-laki disambut
Lingdi = Adik laki-laki diantar
Xiangdi = Adik laki-laki diharapkan
Pandi = Adik laki-laki disiapkan
Niandi = Adik laki-laki diinginkan
Qiudi = Adik laki-laki dicari
Semuanya berakhir pada harapan hadirnya seorang ADIK LAKI-LAKI

Judul buku ini pun jika  diterjemahkan secara harafiah berarti (maaf) payudara besar dan pinggul lebar. Kondisi yang mencerminkan fisik seorang wanita yang kerap melahirkan dan menyusui.Saya jadi penasaran, bagaimana nasibnya jika ia tidak melahirkan anak laki-laki, atau bagaimana jika seorang perempuan tidak punya anak, atau bahkan tidak  menikah! Walau pada akhir cerita, breasts juga berhubungan dengan bisnis keluarga

Tokoh utama kita, Ibu, bernama Shangguan Lu, nama kecilnya Xuan’er menikah diusia muda  sekitar tujuh belas tahun dengan Shangguan Shaouxi seorang pandai besi.  Tugasnya sudah jelas! Menjadi seorang istri yang baik dan benar versi keluarga sang suami, keluarga Shangguan. Salah satunya adalah melahirkan putra bagi penerus nama keluarga.

Masalahnya setelah sekian lama menikah belum juga terlihat ada penerus  keluarga. Jangankan seorang penerus, tanda-tanda berbadan dua saja belum juga ada. Sesuai dengan kondisi dan situasi saat itu, sang istri yang  dianggap penyebab utama belum juga hadirnya momongan dalam keluarga itu. Akibatnya Shangguan Lu terpaksa kembali ke rumah paman dan bibinya, dimana ia diasuh sejak kecil.

Sang bibi jelas sangat marah! Ia mengatur sebuah siasat untuk membuktikan keponakan kesayangannya tidak mandul, justru suaminya yang mandul. ”  .... beberapa perbuatan yang paling mulia diselesaikan dalam kegelapan, tidak terlihat.” nasehatnya kepada Shangguan Lu. Tak berapa lama kemudian, Shangguan Lu bangun dan menemukan sang paman tidur telanjang di sebelahnya! Musim semi berikutnya Shangguan Lu melahirkan anak perempuan pertama .

Setelah melahirkan anak pertama perempuan, ternyata anak keduanya juga perempuan. Hal ini sungguh membuat ibu mertuanya tidak senang. ”....Tanpa anak laki-laki, kedudukanmu tidak akan lebih baik daripada seorang budak seumur hidupmu. Tapi kalau kau punya anak laki-laki, kau akan menjadi nyonya besar...." kata ibu mertua Shangguan Lu.
Bagaikan orang kehilangan akal,  Shangguan Lu berupaya mendapatkan anak laki-laki. Suaminya  jelas-jelas tidak bisa memberikan keturunan, maka ia yang harus berusaha! Dimulailah kisah petualangan Shangguan Lu  guna mendapatkan anak laki-laki dengan banyak pria

Sungguh mengenaskan nasib Shangguan Lu. Ia menyerahkan tubuhnya ke pria  yang dianggapnya  mampu memberikannya seorang anak laki-laki tanpa pandang bulu siapakah pria yang menidurinya. Sudah tujuh anak perempuan yang dilahirkannya dari benih beberapa pria, namun belum juga ada anak laki-laki. Jika perbuatannya dianggap berselingkuh, tujuannya hanyalah untuk mendapatkan seorang anak laki-laki demi meneruskan  nama keluarga suaminya. Shangguan Lu melakukan sebuah perbuatan yang tercela demi tujuan mulia, menyenangkan hari mertuanya. Caranya memang salah, tapi saya tidak bisa menyalahkannya. Situasi dan kondisi saat itu sungguh berbeda dengan sekarang dimana jenis kelamin anak bisa diupayakan melalui program kehamilan. Demikian juga dengan kemandulan.

Setelah sekian lama, baru melalui benih seorang misionaris Swedia Shangguan Lu mendapatkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Jintong. Jintong memiliki seorang kakak perempuan yang lahir bersamaan. Namun kondisinya buta sejak lahir. Jintonglah yang menjadi narator kisah ini.

Waktu kelahiran narator kita,  sungguh tidak tepat! Memang tidak ada bayi yang bisa memilih kapan waktunya ia dilahirkan. Tapi sungguh sial nasibnya,  ia lahir saat Jepang sedang menyerbu! Bagaimana situasi penyerbuan saat itu digambarkan secara terinci oleh Mo Yan. Kondisi Shangguan Lu yang kepayahan saat melahirkan justru dimanfaatkan untuk aksi propaganda. Sementara seorang dokter membantu persalinan dan menghentikan perdarahan serta serangkaian prosedur penyelamatan nyawa bagi ibu dan kedua anaknya, seorang wartawan mengambil foto dari berbagai sudut. Satu  bulan kemudian foto-foto tersebut beredar di sebuah koran Jepang sebagai bukti aksi persahabatan antara China dan jepang

Belakangan, saat masa-masa sulit justru anak perempuannya yang menjadi penyelamat. Simak saja kisah pada halaman 243. ” Ibu,” kata Xiangdi, ”Aku menjual diriku...Aku mendapatkan harga yang baik, berkat penjaga penginapan ini, yang membantuku tawar-menawar...” Kelak ada beberapa anak perempuan Shangguan Lu yang mengalami nasib nyaris sama mengenaskannya.

Kisah bagaimana perjuangan Shangguan Lu tidak berhenti sampai usahanya mendapatkan seorang anak laki-laki. Ia masih harus berurusan dengan permainan nasib yang tak bisa  ditebak arahnya. Suatu saat ia menjadi orang yang paling menderita, dilain waktu ia harus mengurusi seorang bayi yang bukan anaknya sementara keadaan sedang tidak menentu, dilain kesempatan  ia hidup berlimpah dan berkecukupan. Untunglah semua kesulitannya terbayar saat hari tuanya.

Mo Yang memainkan emosi pembaca dengan apik. Ada saat dimana saya ikut kesal pada keadaan, merasakan beban berat harus mengurusi sekian banyak anak sementara situasi tidak menentu. Ingin ikut berteriak dan protes kepada nasib. Dilain waktu, saya ikut bersantai menikmati kemudahan yang diterima keluarga  Shangguan. Tak heran jika Mo Yan sangat menjagokan bukunya ini dibandingkan buku-buku lainnya. " Kalau Anda mau, Anda boleh melewatkan novel-novel saya yang lain, tetapi Anda wajib membaca Big Breasts and Wide Hips. Dalam novel ini, saya menulis tentang sejarah, perang, politik, kelaparan, agama, cinta dan seks" puji  Mo Yan bagi  bukunya yang satu ini.  

Kondisi yang dialami oleh  Shangguan Lu sebenarnya bisa kita temui di lingkungan kita. Ada seorang perempuan yang dilarang suaminya ber-KB hingga mempunyai anak laki-laki, walau ada juga yang tetap terus mempunyai anak hingga memiliki seorang anak perempuan. Bahkan ada juga yang suaminya kawin lagi dengan alasan agar bisa mempunyai seorang anak laki-laki.

Dalam kehidupan saya, tak pernah saya berhenti bersyukur mendapatkan seorang anak laki-laki. Sang Maha Pencipta begitu bermurah hati mengabulkan doa saya untuk memiliki seorang anak laki-laki. Bagaimana kelakuan dan kondisinya haruslah saya syukuri karena saya yang meminta  tanpa henti. Dan alasannya mengapa saya sangat menginginkan seorang anak laki-laki  biarlah hanya saya yang tahu...

Seluruh kisah ini dibuat berdasarkan kisah nyata yang terjadi di Cina. Banyak fakta tentang Cina yang terlewatkan oleh masyarakat umum. Misalnya saja di Cina, setiap tahunnya, diperkirakan 45 miliar pasang sumpit dipakai dan dibuang sesudahnya. Itu sama dengan 1,7 juta m3 kayu atau 500 ribu pohon setiap tahunnya. Hal ini mungkin saja benar mengingat warga Cina menggunakan sumpit sebagai alat makan, alih-alih sendok garpu. Itu sebabnya belakangan mulai ada gerakan membawa sumpit sendiri yang bisa digunakan untuk beberapa kali pemakaian, atau menggunakan sumpit dari bahan selain kayu.

Cina berkontribusi terhadap 20% jumlah penduduk dunia, namun hanya memiliki 7% dari sumber air dunia. Menurut World Bank, 90% air tanah perkotaan dan 75% sungai dan danau sudah tercemar. Ini berarti 700 juta warga Cina minum air tercemar setiap harinya. Sungguh tidak sehat!

Olimpiade Beijing 2008  yang lalu  diadakan di Beijing pada 8-24 Agusutus 2008. Khabarnya merupakan  olimpiade termegah dan terbesar dalam sejarah umat manusia. Sesuai dengan kebudayaan Cina yaitu Feng Shui, maka  acara pembukaan  diadakan pada pukul 08:08:08 (8 malam lewat 8 menit dan 8 detik ) Angka 8 diasosiasikan dengan kemakmuran dalam kebudayaan Cina.

Sekitar seperlima  penduduk dunia menggunakan salah satu bentuk bahasa Tionghoa sebagai penutur asli, maka jika dianggap satu bahasa, bahasa Tionghoa merupakan bahasa dengan jumlah penutur asli terbanyak di dunia. Bahasa Tionghoa (dituturkan dalam bentuk standarnya, Mandarin) adalah bahasa resmi Cina dan Taiwan, salah satu dari empat bahasa resmi Singapura, dan salah satu dari enam bahasa resmi PBB.

Di Cina, nama keluarga di tulis terlebih dahulu  misalnya saja dalam kisah  ini Keluarga Shangguan. Maka anggota keluarganya akan memiliki nama awal Shangguan, misalnya Shangguan Lu, Sangguan  Souxi, Shangguan Fulu.  Dalam lingkungan keluarga, nama sebenarnya justru jarang digunakan, justru yang digunakan adalah panggilan berdasarkan hubungan kekerabatan. Contohnya kakak pertama, sepupu ketiga, adik ke tujuh dan seterusnya. Sementara di sekitar kita beberapa menempatkan nama keluarga di belakang nama Indonesia mereka. Misalnya Tomy Tan, Adi Lim.

Mo Yan  lahir  pada 17 Februari 1955 di Gaomi, Shandong , Cina.  Terlahir dengan nama  Guan Moye, saat ini  ia  merupakan penulis China yang paling terkenal . Mo Yan secara harafiah berarti jangan bicara. Nama ini digunakannya untuk mengingatkan dirinya sendiri agar tidak terlalu banyak berbicara. Nama itu dipilih dan digunakan sejak novelnya yang pertama.  Karyanya  saati ini telah diterjemahkan ke dalam banyak  bahasa, termasuk Inggris, Jerman, Perancis serta  Norwegia.

Karyanya antara lain:
  • Falling Rain on a Spring Night (1981).
  • Red Sorghum  (1987)
  • The Garlic Ballads  (1995)
  • The Republic of Wine: ( 1992)
  • Shifu: You'll Do Anything for a Laugh, a collection of short stories, ( 2002 )
  • Big Breasts & Wide Hips (1996)
  • Life and Death Are Wearing Me Out
Beberapa karyanya sudah diadaptasi menjadi film, misalnya Red Sorghum pada tahun 1987.
Semoga kita bisa menikmati karya lainnya.
Dengan sederatan Petinggi Serambi yang ikut andil dalam proses penerbitan buku ini, rasanya buku ini layak dikoleksi
hayuh dibeli dan dibaca..............! Jangan pinjam terus he hehe

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Buku ini akan menjadi kenang-kenangan dari Ibu Peri Buku Tersayang
Terima kasih sudah diberikan kesempatan belajar serta berbagai kisah-kisah menawan
Tetap berharap bisa bekerja sama
*peluk-peluk sedih*
Dengan Pihak Serambi juga tentunya ^_^
Semoga selalu mendapatkan yang terbaik & semua yang diinginkan tercapai
H2C Peri baru siapa yah.....

Lomba Resensi Buku Serambi 2011: Tolon.............g! Ada Hantu di Perpustakaan Sekolah........!

Judul                      : Suddenly Supernatural, Arwah di Sekolah
Penulis                   : Elizabeth Cody Kimmel
Penerjemah           : Barokah Ruziati
Penyunting             : Ida Wajdi
Penyelaras Aksara : Fenty Nadia
ISBN                    : 978-979-024-467-2
Halaman               : 207
Cetakan               : I, Februari 2011
Penerbit               : Atria
Harga                  : Rp 35.000

Segala hal memiliki dua sisi, Kat, termasuk apa yang kita lakukan ini. Semua mitos yang kita ketahui menggambarkan hal itu. Untuk setiap sisi terang  selalu ada sisi gelap yang setara, Untuk setiap kekuatan baik, ada kekuatan jahat sebagai lawannya.

Kat bisa melihat hantu.....!

Ada sebuah pandangan umum yang menyatakan bahwa arwah seseorang tidak akan berpindah jika urusannya di dunia ini belum selesai. Tengok saja  eneka buku yang mengisahkan bagaimana seseorang berusaha menuntaskan urusannya sebelum bisa pergi dengan tenang. Ada juga film yang bertema sama. Kadang untuk bisa menuntaskan urusannya di dunia mereka butuh seorang perantara atau medium. Salah satunya adalah ibu Kat.

Arwah bertingkah layaknya bayi. Mereka menjerit dan melolong saat menginginkan sesuatu dan baru berhenti saat keinginannya terpenuhi. Tapi  kadang kala mereka sendiri tidak bisa memberi  tahu apakah masalah yang mereka hadapi itu. Jika begitu, bayangkan betapa beratnya tugas seorang medium. Bayangkan  betapa beratnya tugas ibu Kat.

Bukannya tidak bangga dan sayang pada ibunya, namun harap dimaklumi bagi seorang gadis remaja berusia ABG, sosok ibu  ideal bukanlah  seorang vegetarian, membakar dupa, mengadakan sesi pemanggilan arwah di rumah, membaca dalam keremangan lilin, serta memakai rok ala India.  Walau sebagai gantinya Kat memiliki Hari Ngebos, hari dimana sekali dalam setahun ia memegang kendali.

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak yang mempergunakan jasa ibu Kat. Tapi jangan heran jika saat bertemu di jalan mereka akan memalingkan muka, pura-pura tidak melihat. Kadang surat permohonan bantuannya pun langsung pada sasaran, singkat dan padat. Sungguh ironi, jumlah orang yang membutuhkan jasa seorang mediun berbanding lurus dengan mereka yang pura-pura pernah menggunakan jasa dan menaruh rasa  curiga akan keberadaan medium

Sudah sering Kat mengalami keanekan seputar keahlian ibunya.  Lampu yang dilewatinya berkedip mati, barang-barang yang melayang di dekatnya. Dan masih banyak hal lainnya.  Keadaan  mulai kian rumit.  Saat berusia tiga belas tahun Kat mendapat kemampuan yang sama.  Ia mulai bisa melihat arwah yang berkeliaran di sekitarnya. Jelas ini sangat tidak nyaman baginya. Kat nyaris tidak bisa membedakan mana yang benar-benar arwah,  mana yang manusia asli sedang menggunakan kostum. Secara pribadi, saya sangat bisa memahami bagaimana perasaan  Kat. Bisa merasakan ada sesuatu saja  sudah sangat membuat hidup sangat tidak nyaman. Apa lagi bisa berkomunikasi. Menjadi medium berarti juga diingatkan tentang bagaimana rasa sakit yang mungkin akan kita alami dalam hidup.

Walau  Kat berusaha keras  mengingkari kemampuannya, tapi saat arwah seseorang mulai muncul dan berurusan  dengan Jac, sahabat baiknya, lebih tepatnya disebut satu-satunya temannya mau tak mau Kat harus turun tangan juga.  Jac merupakan murid baru di sekolah Kat. Dengan tubuh kecil nys sungguh kontras dengan  selo yang selalu dibawanya. Perkenalan mereka seakan sudah ditakdirkan, di meja kantin untuk anak-anak kurang popular di sekolah.

kehidupan sekolah yang biasa-biasa saja berubah dengan kemunculan mendadak  arwah murid perempuan berkepang dua. Arwah itu  selalu muncul di perpustakaan. Awalnya hanya berupa usaha menarik perhatian Kat dan Jac dengan melemparkan buku tahunan. Belakangan kehadirannya  begitu menyita perhatian kat dan Jac sehingga mereka berdua memutuskan untuk menyelidiki siapakah arwah murid tersebut, apa yang menyebabkan ia meninggal, mengapa ia selalu berada di perpustakaan sekolah, dan yang terpenting urusan apa yang menyebabkan ia masih berada di dunia kita. Lalu apa urusannya dengan beasiswa dan kemampuan bermain music Jac.

Kat  dan Jac harus berburu waktu dengan perayaan pesta dansa di sekolah untuk memecahkan misteri seputar arwah gentayangan yang beredar di perpustakaan.
Lalu kekuatan apa yang juga ada dalam perpustakaan….?
Sepertinya harus mencari bocoran ke Jeng Uci nih....

Kisah keberadaan hantu sudah sering kita dengar. Dari kemunculan pocong, kuntilanak, hingga model baru seperti jenglot.  Bahkan mereka sering dijadikan tokoh dalam film-film kita. Tidak semua orang bisa melihat hantu, tdiak semua orang juga bisa mendengar suara ketawa kuntilanak. Seorang sumber yang namanya harus saya rahasiakan pernah bercerita seputar medium. Intinya, menurut beliau anggapnya setiap makluk halus merupakan gelombang magnetik yang berbeda-beda.   Kadang tanpa kita sadari  aura yang kita punyai klik dengan gelombang mereka, saat itulah kita bisa merasakan, melihat bahkan berkomunikasi dengan mereka. Seorang medium  memiliki aura yang sangat kuat sehingga bisa berkomunikasi layaknya dua orang sahabat lama. Tidak semua yang memiliki aura kuat bisa menjadi medium, menurut beliau jika si pemilik aura sudah menutup diri maka ia hanya bisa merasakan ada sesuatu saja. beberapa orang yang memiliki bakat menjadi medium menolak keras bakat yang mereka miliki, sementara itu dilain sisi ada juga orang yang belajar untuk bsai berkomunikasi dengan hantu. Berhasil tidaknya mereka tergantung aura yang mereka miliki.

Bukannya pelit berbagi cerita, soal urusan dengan makhluk dari alam lain ini benar-benar membuat hidup saya tidak nyaman. jadi jika ingin lebih tahu silahkan saja intip di http://hantuhantu.com/, http://www.indralasmana.co.cc/,
http://id.wikipedia.org/wiki/Hantu,

Dalam buku ini, Kat dan Jac juga  bertukar cerita seputar buku favorit saya, Little Women. Salah satu tokohnya meninggal akibat  meningitis.Meningitis dalam wikipedia disebutkan sebagai  radang membran pelindung sistem syaraf pusat. Penyakit ini dapat disebabkan oleh mikroorganisme, luka fisik, kanker, atau obat-obatan tertentu. Meningitis adalah penyakit serius karena letaknya dekat otak dan tulang belakang, sehingga dapat menyebabkan kerusakan kendali gerak, pikiran, bahkan kematian

Elizabeth Cody Kimmel lahir di  Kota New York bukunya kebanyakan ditujukan  untuk remaja.  Termasuk seri Suddenly Supernatural. Silahkan intip http://www.codykimmel.com/ untuk melihat buku-buku lainnya. Duh... berharap Atria mau menerbitkan buku-buku lainnya.

Jangan lupa memasukan buku ini dalam daftar belanja di IBF 2011 yah..
Sampai ketemu nanti siang
Meluncu....................r

Sore.................n! Segera Selamatkan Ezylryb!

Penulis : Kathryn Lasky
Penerjemah : T. Dewi Wulansari
ISBN : 978602969872806
Halaman : 248
Penerbit : Kubika
www.penerbitkubika.com
 
Hidup memang kadang bersikap seakan tidak adil!
Saat Soren, jagoan cilik  kita berhasil menemukan Eglantine adiknya, justru ryb kesayangannya hilang. Eglantine ditemukan tergeletak di tanah bersama dengan sejumlah anak burung hantu lainnya. Sebagian ada yang luka parah, sebagian lagi ada yang bersikap bingung  dan mengoceh tidak karuan.

Seputar dengan peristiwa yang disebut Kejatuhan Besar, mereka ditemukan di lahan terbuka yang sebagian besar wilayahnya tidak memiliki pohon berlubang. Bagaimanakah anak-anak itu  berada disana masih menjadi misteri, apalagi mengingat sebagai besar dari mereka tidak bisa  terbang.

Entah sebuah kebetulan atau apa, namun faktanya semua burung hantu yang diselamatkan dari Kejatuhan Besar berasal dari jenis Burung Hantu Barn. Walau berbeda nama dan warna, semuanya memiliki persamaan wajah berbentuk hati, ciri mereka adalah anggota keluarga Tyto atau Burung Hantu Barn. Anehnya walau mereka bertingkah aneh dan mengoceh ngaur, mereka semua tertarik pada musik. Begitu mendengar Madame Plonk dan perkumpulan harpa beraksi, ocehan mereka berhenti.

Soren memang belum bisa  menikmati kebersamaannya bersama Eglantine, adik kesayangannya. Masih banyak yang harus dilakukannya selain mencari ryb-nya. Untunglah Eglantine dan anak-anak burung hantu yang lain mulai kembali normal. Mereka membantu Saron dan para ahabatnya mencari ryb, serta memecahkan misteri segitiga  iblis!

Dan.............. Soren mendapat kejutan yang sangat menakutkan!
Musuhnya adalah..........
Sudah........ baca sendiri saja, buku tipis ini penuh dengan kisah menawan.
Tidak butuh waktu lama untuk menuntaskannya.

Burung hantu adalah kelompok burung yang merupakan anggota ordo Strigiformes. Burung ini termasuk golongan burung buas (karnivora, pemakan daging) dan merupakan hewan malam (nokturnal). Seluruhnya, terdapat sekitar 222 spesies yang telah diketahui, yang menyebar di seluruh dunia kecuali Antartika, sebagian besar Greenland, dan beberapa pulau-pulau terpencil.

The Barn Owl adalah burung hantu berkaki panjang dengan ekor pendek. Wajah dengan bentuk hati dan mata hitam memberikan burung ini penampilan aneh dan mengejutkan. Nama-nama umum seperti "Demon Owl", "Death Owl" atau "Ghost Owl" menunjukkan bahwa untuk waktu lama, di banyak tempat  burung hantu sebagai burung pertanda jahat.

Burung hantu juga sering disebutkan dalam berbagai hikayat. Dalam mitologi Yunani kuno, Athena, Dewi Kebijaksanaan, begitu terkesan dengan mata besar dan penampilan burung hantu lalu menjadikannya burung favorit. Sebagai simbol dari Athena, burung hantu adalah pelindung, yang menyertai pasukan Yunani untuk perang, dan memberikan inspirasi hias untuk kehidupan sehari-hari. Jika burung hantu terbang di atas Tentara Yunani sebelum pertempuran, mereka mengartikan sebagai tanda kemenangan.

Di Roma , seekor bangkai burung hantu dipaku pada pintu rumah dianggap akan bisa menghindari semua kejahatan. Di China burung hantu dikaitkan dengan petir (karena mencerahkan malam) dan dengan drum (karena memecahkan keheningan). Menempatkan patung burung hantu di setiap sudut rumah melindunginya terhadap petir. Burung hantu adalah simbol Yang berlebihan (positif, maskulin, terang, energi aktif).

Indonesia terutama sekitar Manado  masyarakat menyebutnya Burung Manguni. Setiap kali seseorang ingin melakukan perjalanan, mereka mendengarkan suara burung-burung hantu. Burung-burung hantu membuat dua suara yang berbeda, yang pertama berarti aman untuk pergi, dan yang kedua berarti lebih baik tinggal di rumah.

Burung hantu juga bisa diusir dengan cara yang unik. Di Transylvania petani menakut-nakuti Burung hantu dengan berjalan telanjang ke ladang. Burung hantu juga sudah merambah dunia ruang angkasa. Sebuah nebula, planet yang tidak teratur oleh para astronom dikenal sebagai Nebula Owl (lebih formal disebut M97 atau NGC3587)

Jika ingin lebih mengetahui dunia Burung hantu, silahkan intip http://id.wikipedia.org/wiki/Burung_hantu atau http://www.owlpages.com/

Buat beberapa orang sosok burung hantu bisa dianggap menakutkan, yang pasti sosok Soren tidak menakutkan buatku. Walau tergolong masih muda, ia terbukti cukup  bertanggung jawab dan ulet. Ia juga terbukti bisa diandalkan. Setelah bergaul cukup lama dengan kawanan vampir, werewolf, peri, dan lainnya. Menikmati kisah seputar burung hantu kecil yang berjiwa besar ini sungguh menghibur. Kisah fantasi sungguh fleksibel, bisa berwujud binatang biasa ataupun makhluk aneh. Sangat cocok untuk bacaan keluarga.

Ssst..... gosipnya di halaman belakang buku ini bisa ditemuai aneka macam huruf yang membentuk sebuah kata tertentu. Huruf-huruf itu mulai bisa  dikumpulklan sejak buku ini. Ada undian hadiah menawan bagi yang sukses membentuk kata yang dimaksud. Jadi penasaran nunggu buku selanjutnya...


gambar dari : http://www.owlpages.com/

Lomba Resensi Buku Serambi 2011: Hati-hati Hawthorne! Charlotte ”ghostgirl” Usher Telah Kembali.......!

Judul              : Ghostgirl : Lovesick
Penulis           : Tonya Hurley
Penerjemah    : Berliani M. Nugrahani
Penyunting     : Ida Wajdi
Pewajah Isi    : Aniza Pujiati
ISBN            : 978-979-024-455-9
Halaman        : 371
Penerbit        : Penerbit  Atria
Cetakan        : Pertama, Februari 2011


Kalian akan kembali ke tempat asal kalian, Hawthorne” 
 Charlotte mendadak tersengat!

Untung ia sudah meninggal, jika tidak bisa-bisa ia meninggal karena tekejut.
Di “alam sana” Charlotte sudah menjalan kehidupannya dengan lebih bahagia. Ia mempunya dua orang sahabat, Prue dan Pam. Setiap hari mereka berjalan bersama ke kantor dimana mereka magang. Charlotte juga sedikit terobsesi dengan seorang cowok bernama Eric. Erick memang bukan Damen, cowok yang membuatnya meninggal tersedak perman karet. Namun Erick sudah mendominsi waktu luangnya.

Suatu saat,  kantor magang mendapat kejutan yang menyenangkan. “Para pekerja magang, tugas kalian di sini sudah selesai ” kata  Mr  Markov. ”Kalian sudah merampungkan masa magang kalian dan sekarang, inilah waktu kalian untuk melakukan sedikit praktik,” Mr Markov menambahkan. Masalahnya sedikit praktik yang dimaksudkan oleh Mr Markov adalah kembali ke tempat asal mereka, kembali ke Hawthorne.

Kembali ke ke  Hawthorne merupakan hal terakhir yang ingin dilakukan oleh Charlotte. Tidak hanya harus kembali ke Hawthorne, mereka juga harus  mendampingin satu orang anak. Dan bisa  ditebak siapa yang harus didampingi oleh Charlotte, Damen Dylan cowok yang membuatnya mati tersedak perman karet. Dan supaya ceritanya lebih seru, sang penulis membuat Erick, cowok yang sedang melakukan penjajakan  ke  Charlotte menjadi pendamping sahabat Charlotte,  Scarlet Kensinton!

Charlotte memang secara teori sudah menjadi hantu. Namun keberadaannya ternyata masih berpengaruh pada banyak pihak. Dalam Wikipedia disebutkan, Hantu secara umum merujuk pada kehidupan setelah kematian. Hantu juga dikaitkan dengan roh atau arwah yang meninggalkan badan karena kematian. Definisi dari hantu pada umumnya berbeda untuk setiap agama, peradaban, maupun adat istiadat.

Meskipun secara umum hantu merujuk pada suatu zat yang mengganggu kehidupan duniawi, dalam banyak kebudayaan, hantu tidak didefinisikan sebagai zat yang baik maupun jahat. Sebutan setan, iblis, genderuwo, dan sebagainya, lebih umum digunakan untuk merujuk kepada hantu yang jahat. Sedangkan hantu yang baik yang dianggap mempunyai kemampuan untuk menolong manusia, disebut dengan bermacam nama yang berbeda, seperti sebutan untuk Datuk, Te Cu Kong (penguasa tanah, dalam agama Kong Hu Cu), dan lainnya. Tetapi di dalam kebanyakan agama, meminta hantu untuk membantu manusia adalah dilarang.

Secara umum, beberapa orang memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan hantu. Ada yang mampu berkomunikasi seperti Scarlet dan Charlotte, namun ada juga yang hanya bisa mengenal dan merasakan keberadaan hantu. Buku ini penuh dengan adegan percakapan antara Scarlet dan Charlotte. Penulis seakan ingin mengajarkan bahwa kita tidak perlu takut terhadap hantu! Ajaran yang perlu diterapkan pada anak-anak, mengingat para orang tua di lingkungan kita sering menakuti anak-anak dengan  perkataan “Awas hantu…”

Dalam masyarakat Indonesia dikenal beberapa jenis hantu antara lain, kuntilanak, sundel bolong, tuyul, pocong  genderuwo,  kemangmang, orang hunian, leyak, kuyang, jin, jenglot, kuyang dan masih banyak lagi. Belakangan serbuan drakula, werewolf, vampire dan  zombie meramaikan dunia makhluk halus. Lalu kira-kira Charlotte masuk golongan hantu yang mana yah…..

Di dunia nyata, Scarlet sangat merindukan Charlotte. Pertemanan mereka merupakan hubungan terakrab yang pernah dimiliki Scarlet. Tanpa Charlotte, Scarlet sama sekali tidak memiliki teman untuk berbagi. Sosok Charlotte dalam wujud patung  canntik yang berada di atas makamnya juga berkat campur tangan Scarlet. Hanya  Scarlet yang mampu membuat hiasan pesta dansa menjadi  upacara pemakaman fantasi khusus bagi ”Charlotte ”ghostgirl” Usher. Tanpa Scarlet,  Charlotte hanya sekedar kisah hantu yang menyedihkan di sekolah.

Dengan Charlotte menjadi pendamping Damen dan Erick menjadi pendamping Scarlet banyak hal yang harus diluruskan. Charlotte harus menahan dirinya melihat keakraban Erick dan Scarlet. Sementara ia sendiri harus bertahan dari pesona Damen yang ternyata masih kuat menghipnotisnya. Tugas yang tidak mudah bagi mereka berdua.

Selain berputar di urusan kisah cinta tiada akhir antara  Charlotte, Damen dan Scarlet. Kita juga akan disuguhi misteri perubahan sikap  Petula Kensinton, kakak Scarlet. Sejak tersadar dari koma,  Petula berubah! Secara fisik ia telah pulih. Namun ia merasa bukanlah orang yang sama. Dia terus- menerus memikirkan, merasakan sesuatu yang benar-benar asing baginya. Dia lebih memperhatikan dunia di sekitarnya dan jauh lebih perduli dan bersimpati pada orang lain serta masalahnya. Bagi Petula ini sungguh menjengkelkan.

Namun berderma menjadi inti perilaku tak menentunya dan dilema filsafat yang semakin besar. Ia bahkan meminta ijin meminjam sebagian baju bekas Scarlet  untuk dijadikan bahan prakarya. Setiap malam, Petula melakukan kegiatan misterius yang membuatnya dicoret dari daftar undangan setiap acara, ia dianggap tidak ada! Sungguh ironi, dari seseorang yang punya banyak penggemar menjadi seseorang yang dianggap tidak ada.

Perubahan dratis  Petula sempat membuat keluarganya cemas. Untunglah urusan misteriusnya ternyata masih seputar mode busana, hal yang paling dikuasainya. ” Orang-orang ini boleh kelaparan atau apa pun, tapi mereka masih bisa tampil keren” pikir Petula.

Dengan aneka ragam keanehan dan peritiwa yang terjadi, mendadak semuanya menjadi masuk akal bagi Charlotte. Dia dikirim kembali kemari untuk mengwasi Damen, untuk mencegahnya melakukan sesuatu yang bodoh dan menyakitkan dan mungkin akan berdampak  permanen bagi dirinya dan scarlet

Buku yang ditujukan bagi kaum ABG ini juga mengajarkan moral selain urusan model pakaian dan pesta.  Setiap individu  memiliki kepribadian yang berbeda, dan setiap individu memiliki cara sendiri untuk membuktikan keberadaan dirinya.  Di kalangan ABG sering terjadi proses pencarian jati diri secara imitasi, si ABG meniru habis-habisan tokoh idolanya agar bisa diterima dalam sebuah komunitas.  ”Orang-orang mengharapkanmu menjadi orang tertentu,” kata Chatlotte, ”berpandangan tertentu , berpikir  dengan cara tertentu. Dan jika kau tidak bisa melakukannya, mereka tidak akan menerimamu,’ lanjutnya

Padahal dengan menjadi diri sendiri sesorang malah bisa menemukan jati dirinya dan lebih dihargai oleh lingkungannya. ”Kalau begitu, mereka tidak layak menerima perhatianmu,” kata Damen dengan santai. ”Siapapun yang benar-benar memedulikanmu tidak akan mengharapkanmu berubah demi mereka” tambahnya.

Seluruh rangkaian kisah dalam buku ini dipenuhi nuansa Valentine. Bunga, coklat, kartu dan hadiah-hadiah menarik lainnya. Suasana juga dibuat seromatis mungkin dengan aneka nuansa merah muda, warna yang melambangkan cinta kasih.

Banyak versi mengenai sejarah  Hari Valentine, yang disebut juga Hari Kasih Sayang. Menurut tarikh
 kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari adalah Gamelion, bulan yang dipersembahkan khusus untuk pernikahan suci Dewa Zeus dan Dewi Hera. Banyak versi yang beredar, namun versi yang terkenal adalah ksiah mengenai seorang Pendeta bernama Valentinr. Valentine  adalah seorang pendeta yang hidup di Roma pada abad ke-III. Ia hidup di kerajaan yang saat itu dipimpin oleh Kaisar Claudius yang terkenal kejam. Claudius berambisi memiliki pasukan militer yang besar, ia ingin semua pria di kerajaannya bergabung di dalamya. Tentunya keinginan ini banyak mendapat tantangan.  Para pria enggan terlibat dalam peperangan. Karena mereka tak ingin meninggalkan keluarga dan kekasih hatinya. Hal ini membuat Claudius marah, dia segera memerintahkan pejabatnya untuk melakukan sebuah ide gila, melarang  adanya pernikahan. Pasangan muda saat itu menganggap keputusan ini sangat tidak masuk akal. Karenanya St. Valentine menolak untuk melaksanakannya.

St. Valentine tetap melaksanakan tugasnya sebagai pendeta. Ia tetap bertahan pada prinsipnya dan mengacuhkan teguran yang diterimanya. Suatu malam, ia tertangkap basah memberkati salah satu pasangan.  St. Valentine tertangkap. Ia dijebloskan ke dalam penjara dan divonis hukuman mati dengan dipenggal kepalanya. Ternyata banyak warga yang memberikan dukungan, alih-alih membencinya. Banyak  bunga dan pesan berisi dukunga berjejer di jendela penjara dimana dia ditahan. Salah satu yang percaya adalah   putri penjaga penjara sendiri.  Pada hari saat ia dipenggal pada  tanggal 14 Februari, St. Valentine menyempatkan diri menuliskan sebuah pesan untuk gadis putri sipir penjara tadi, ia menuliskan Dengan Cinta dari Valentinemu.

Sejak itu,   Kini setiap tanggal 14 Februari orang di berbagai belahan dunia merayakannya sebagai hari kasih sayang. Orang-orang yang merayakan hari itu mengingat St. Valentinesebagai pejuang cinta, sementara kaisar Claudius dikenang sebagai seseorang yang berusaha memisahkan cinta.

Di beberapa negara, urusan Valentine menjadi topik yang mendapat perhatian khusus dari sisi pemasaran. Sebuah produsen berlian pada tahun 1980-an berhasil menamankan pesan dengan memberikan berlian maka  si pemberi dan penerima akan memproleh kenangan Valentine yang tak terlupakan. Valentine dianggap saat yang tepat untuk mempersembahkan berlian bagi orang terkasih, dan belian sebagai sahabat wanita (lagi-lagi akibat kerja keras bagian pemasaran) merupakan hadiah yang paling cocok. Sepengetahuan saya, sangat jarang ada wanita yang menolak hadiah berlian.

Tidak hanya urusan berlian yang harganya  bisa membuat meringis, coklat dan kartu juga menjadi ajang komoditi saat Valentine. The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) memperkirakan bahwa di seluruh dunia sekitar satu miliar kartu valentine dikirimkan per tahun.  Sementara itu, industri coklat berlomba-lomba memanfaatkan momen ini guna meningkatkan penjualannya.  Bahkan industri coklat rumahan juga memanfaatkan kesempatan ini.  Belakangan mulai bermunculan Whiteday, dimana mereka yang menerima coklat saat Valentine harus memberikan coklat pada saat itu. Kembali, kekuatan pemasaran berbicara dalam memajukan industri coklat.
Jika ingin mengintip lebih jauh mengenai sejarah Valentine, bisa dilihat di http://ugiq.blogspot.com/2010/01/sejarah-hari-valentine-mitos-valentine.html

Walau disambut gegap gempita di beberapa negara,  Malaysia menahan ratusan umat muslim dalam penggerebekan pada Hari Valentine 2011 yang lalu. Penggerebekan dilakukan di Kuala Lumpur dan pusat negara bagian Selangor. Otoritas Islam Malaysia mengganggap Hari Kasih Sayang mendorong "kegiatan tidak senonoh" di negara  tersebut.  Dalam liputan6.com disebutkan, "Pada kenyataannya, baik secara historis pun, perayaan Hari Valentine disamakan dengan kegiatan tidak senonoh," kata Wan Mohamad Sheikh Abdul Aziz, Kepala Departemen Pengembangan Islam Malaysia yang bertanggung jawab atas kebijakan Islami di sana. Berdasarkan sistem hukum berjalur ganda Malaysia pengadilan syariah dapat mengadili atas pelanggaran agama dan moral. Lebih dari 60 persen dari 28 juta penduduk Malaysia merupakan Muslim. Pihak berwenang keagamaan pekan lalu meluncurkan kampanye bernama "Mind the Valentine`s Day trap" atau "Waspadai Jebakan Hari Valentine" guna mengutuk perayaan tersebut dan mengatakan mereka akan menolak segala hal yang berlawanan dengan ajaran Islam

Sekarang....................,
Lebih baik kita menyanyikan lagu ciptaan Scarlet dan Erick yang dipersembahkan untuk Damen dan Charlotte

Seharusnya kau perlu di sini bersamaku
Kulihat yang kaulihat dengan caraku
Benarkah t’lah kucium habis ciumanmu?
Mau tak mau’ku berpikir saat kau jauh dariku
Bahwa kau memang tercipta untukku

Sebelum terlena mendengarkan lagu indah, jangan lupa intip  ghostgirl: Lovesick trailerdi  http://www.youtube.com/watch?v=T5RIBLJb5LA&feature=player_embedded, lalu  http://www.tonyahurley.com/  dan www.ghostgirl.com

 foto-foto dari
http://passive-agressiva.blogspot.com/2010_07_01_archive.html

Efek Perseteruan Penyihir bagi Seorang Putri, Pangeran, Pengawal,Tukang Kayu, Penyhir Muda dan Seekor Naga


Judul             : Silver Stone
Penulis          : Ardina Hasanbasri
Penyunting    :  Jia Effendi
Penyelaras    :  Ida Wajdi
Pewajah  Isi  : Aniza
ISBN            : 978-979-024-468-9
Halaman        : 313
Penerbit         :  Penerbit Atria                                                              -
Cetakan         : Pertama, Januari 2011

Fallun Fartzd Danta
Ambratta Gabaril

Pintu pertama adalah pintu masuk
Pintu kedua adalah pintu menuju sebuah rintangan
Pintu ketiga adalah sebuah pintu keluar.
Sayangnya, kalian belum bisa sampai ke pintu ketiga.

Dua orang kakek sedang  bernegosiasi  dengan alot. Yang satunya memiliki sosok kurus, tinggi, berjanggut panjang,  menggunakan jubah abu-abu kumal serta tidak mengunakan alas kaki. Ia dipanggil Max. Sedangkan sosok satunya lagi bertubuh gemuk dan pendek, berwajah merah serta berambut tipis, ia dipanggil Hanz. Keduanya bukan sekedar kakek-kakek biasanya tapi tukang sihir!

Keduanya sama-sama mengaku sebagai penyihir paling besar , yang satu merasa lebih hebat dari yang lain.  Max memiliki sebuah batu bulat berwarna perak dan mengkilat terkena cahaya bulan sedangkan Hanz memiliki sebuah tongkat emas. Guna memutuskan siapa yang paling hebat, keduanya mengadakan pertandingan berupa menguji kedua benda tersebut.  Benda mana yang  paling banyak menghasilkan keajaiban paling hebat,  maka pemilik benda itulah yang menjadi  penyihir paling hebat.

Selesai kedua kakek sihir itu bernegosiasi, kedua benda tersebut, tongkat dan batu terangkat ke udara dan terus terbang hingga tidak terlihat lagi seakan-akan menyatu dengan langit.  Selanjutnya mereka tinggal menunggu kejaiban apa yang akan mereka saksikan

Mereka berdua tidak menyadari, bahwa pertandingan yang mereka lakukan akan membawa pengaruh  bagi  kehidupan seorang putri  yang terlalu bersemangat  alih-alih anggun, pengawal yang setia, anak tukang kaya yang memiliki fisik berbeda dari saudaranya, pangeran yang terlalu percaya diri, tukang sihir yang miliki perasaan bersalah,  serta seekor naga pengecut. Plus  sebagai bumbu penyedap  secuil kisah cinta segitiga ala bangsawan.

Kisah putri yang ditinggal ibunya selalu mampu membuai pembacanya. Ingat bagaimana kisah putrid salju. Ibu tirinya yang kejam ingin membunuhnya, untung pemburu yang diberi  tugas tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Ia membiarkan putri salju di hutan sendirian alih-alih membunuhnya.

 Demikian juga dengan kisah Putri Alyssa. Hidupnya lebih menyenangkan saat nenek dan sepupunya belum memasuki instana atas permintaan ayahnya.   Sang ayah Raja  Everard Celeste merasa keberadaan sang nenek dan sepupunya bsai memberikan sedikit sentuhan wanita bagi anak gadisnya.  Ternyata itu justru membuat sang putri merasa menderita. Ia  hanya punya waktu satu minggu untuk mencari jawaban atas segala pertanyaan yang mengganjal hatinya.

Seperti kisah  dogeng yang lain, umumnya tugas  seorang pangeran adalah  melakukan sesuatu yang mulia. Dalam kisah klasik, umumnya tugas seorang pangeran adalah menyelamatkan seorang putri  yang diculik oleh seekor naga raksaksa atau monster lainnya. Menyelamatkan mungkin bukan tugas yang sulit, tapi mencari lokasi dimana sang putri berada sungguh lebih sulit.

 Damon, pangeran dari Kerajaan Azura selalu mendapat pelajaran bahwa perempuan harus dihormati  dan memperlakukan mereka bagaikan  permata dunia.  Saat melihat seorang gadis dalam bahaya maka prinsip itu  berlaku secara otomatis. Namun siapa mengira justru  prinsip itu membuatnya celaka. Saat ini ia berada sebuah penjara bawah tanah dengan seorang pria tua, seorang pemuda kurus ceking dan gadis yang justru membawa masalah baginya. Pangeran Damon tak mengira kalau gadis yang  membawanya dalam masalah bukan sembarang gadis, dan petualangannya masih berlanjut tidak hanya selesai disana saja.

Kita juga akan tahu perbedaan mendasar antara manusia biasa dan seorang penyihir. Penyihir dilahirkan dengan aura magis dalam diri mereka sehingga mereka bisa melakukan sihir. Kadang mereka menggunakan tongkat, batu dan alat lainnya guna mengeluarkan sihir agar lebih cepat dan efisien.  Walau untuk penyihir yang memiliki kekuatan hebat hanya perlu dengan memikirkan tindakan saja.  Sedangkan manusia tidak memiliki itu sehingga mereka tidak bisa melakukan sihir kecuali mereka punya alat sihir.

Ternyata selain penyihir dan manusia biasanya, ada yang namanya Anamigz.  Anamigz sebenarnya mirip dengan penyihir hanya saja mereka manusia. Mereka lahir dengan  aura khusus, tetapi bukan aura magis, dan aura itu juga berbeda dengan aura yang dimiliki oleh penyihir.

Seputar penyhir, dalam http://mocca-chi.blogspot.com/2010/09/10-penyihir-paling-top-di-dunia.html disebutkan 10 penyihir paling top di dunia, yaitu :
1. The Wicked Witch of the West
2. The Witch of Endor
3.  Baba Yaga
4.  Macbeth's Three Witches
5.  Tituba
6.  Penyihir di Hansel and Gretel
7.  Circe
8.  Endora from Bewitched
9.  Marie Laveau
10. Galadriel
Tidak ada HP dalam list ini ^_^

Buku ini sebenarnya memberikan banyak pesan moral. Tengok saja sosok Troy, anak tukang kayu yang memiliki fisik  berbeda dengan seluruh saudaranya.  Seluruh kakaknya memiliki perawaan yang kekar.  Kakak pertamanya mampu membawa tiga  puluh kayu bakar sekali jalan dan merupakan sosok yang paling berani, kakak keduanya merupakan pemburu yang hebat sementara kakak ketiganya mampu berlari dengan cepat. Troy dianggap berbeda karena bertubuh kurus. Ia hanya bertugas membantu-bantu ibunya  di rumah saja. Padahal dibalik tubuh kecilnya, ia memiliki kepandaian serta keberanian yang luar biasa. Sosok Troy memberi kita sebuah pelajaran untuk tidak menilai sesorang dari bentuk fisiknya saja.

Troy juga membuktikan bahwa mencoba lebih baik dari pada hanya duduk-duduk tidak berbuat sesuatu dan hanya menunggu nasib. Ia lebih baik pergi menentukan nasibnya sendiri dari pada hanya duduk dalam ketakutan.  Cara mengatasi ketakutan adalah dengan memikirkan sesuatu yang patut diperjuangkan.

Kita juga akan mendapat sebuah pelajaran berharga mengenai sumber kekuatan terbesar di dunia. Terkadang, dalam situasi terjepit, kita bisa Salah mengenal diri kita lebih jauh.  Manusia  selalu merasa tidak berdaya bila melawan sesuatu ( menurut mereka) yang lebih kuat  dari mereka sendiri.  Itu sebabnya beberapa orang berupaya memiliki benda-benda yang  dianggap mampu memberikan kekuatan lebih. Padahal manusia memiliki benda yang paling memiliki kekuatan  di dunia, yaitu hati manusia. Harapan, motivasi dan pikiran manusia bisa menjadi senjata terkuat yang pernah ada.  Hati yang terus berharap dan percaya adalah kunci dari semuanya. Sebuah  pandangan yang patut diikuti.

Buku ini ditunjukan untuk  pembaca remaja serta mereka yang berjiwa muda. Sehingga konflik-konflik yang ada walau terkesan rumit sesungguhnya tak serumit sinetron kita. Ada penjelasan yang sangat sederhana  untuk setiap masalah yang ada. Jika setiap masalah dipertajam mungkin bisa cocok untuk pembaca dewasa. Walau bagaimana, saya cukup terhibur. Adegan monster rawa  merupakan kesukaan saya dari seluruh isi buku ini.  Sosok sang putrid mengingatkan saya pada beberapa orang sahabat he he he he. Ok sedikit mirip  diri saya juga yang kadang suka grusak-grusuk ^_^ Sepertinya bintang tiga cocok untuk buku ini.

Kisah ini terutama mengajarkan bahwa,
Tidak semua jenis pertarungan terjadi antar prajurit-prajurit kerajaan
Tidak semua pertarungan melibatkan pedang dan darah
Tidak semua pertarungan harus menghabiskan banyak tenaga
Pertarungan menggunakan pikiran itu lebih sederhana dan memuaskan.

“…. Dan seperti halnya setiap kisah, kisah ini dimulai dengan  Once upon a time…”
Dan seperti halnya setiap review, review ini ditutup dengan BELI DAN BACALAH BUKU INI…”

Jangan Biarkan Bumi Gonjang -Ganjing, Langit Kelap-Kelip di VarchLand

Judul          : Valharad
Penulis       : Adi Toha
Editor        : Nisrina Lubis
ISBN        : 9786029556391
Halaman    : 411
Penerbit    : Diva Press
                    www.divapress-online.com

Menulis sebuah cerita memang tidak mudah, apalagi jika itu sebuah cerita fantasi. Tidak saja dibutuhkan kreatifitas namun rambu-rambu seperti nalar, kepribadian tokoh yang konsisten serta arah yang jelas cerita itu mau dibawa kemana harus mendapat perhatian dari sang penulis. Belum lagi semangat sang penulis yang harus tetap dijaga sehingga buku itu bisa selesai, dan jika diniatkan menjadi beberapa bagian, setiap bagian bisa selesai, syukur jika jarangnya  tak terlalu lama.

Saat menulis  sebuah cerita fantasi,  kadang  sang penulis harus menciptakan sebuah dunia baru, dunia dengan situasi dan kondisi yang berbeda dengan yang selama ini ada. Misalnya penulis menciptakan seluruh daun di dunianya  bukan berwarna hijau namun biru. Untuk itu Ia perlu memberikan penjelasan mengapa bisa biru. Anggaplah karena disana tanahnya mengandung sesuatu zat   sehingga jika zat yang diserap tumbuhan lalu terkena sinar matahari akan menjadi biru. Selama cerita berlangsung sang penulis harus konsisten menyebut warna daun yang umum disana adalah warna biru. Sehingga jika ingin menciptakan unsur kejutan, cukup dengan  mendadak warna daun berubah menjadi ungu, orange bahkan hijau.

Selain menciptakan sebuah dunia baru untuk wadah cerita, tokoh juga harus diceritakan secara konsisten dari awal hingga akhir. Misalnya sang tokoh sangat membenci pencuri apapun alasannya mencuri. Maka ia tidak akan berteman seorang mencuri. Namun mendadak di tengah cerita disebutkan ia berkawan akrab dengan seorang pencuri. Jika ia tidak tahu kawan akrabnya itu seorang pencuri, bisa dimaklumi , tapi jika ia bertemu justru saat kawannya sedang melakukan aksi , maka ceritanya akan menjadi aneh.

 Membangun karakter tokoh bukannya hal  mudah. Apalagi jika dalam cerita itu tokohnya tidak hanya satu. Maka bisa ditebak bagaimana kerja keras seorang Adi Toha untuk menciptakan  lebih dari SEBELAS tokoh  dalam Valhard. Setiap tokoh yang ada memiliki karakter yang berbeda, juga dengan penampilan fisik yang berbeda.  Menjaga para tokoh untuk tetap konsisten dari awal hingga akhir cerita menunjukkan kemampuan sang penulis yang mumpuni.

Buku ini berkisah mengenai gonjang-ganjing yang akan terjadi di tanah VarchLand jika tidak dicegah sesegera mungkin.  Seperti juga buku fantasi umumnya, kejahatan digambarkan akan mengganggu kebaikan, maka dalam buku ini dikisahkan akan ada sebuah kekuatan hitam  dalam wujud Bangsa Vomorion yang akan menghancurkan VarchLand. Mereka ingin membalas dendam atas kekalahan mereka beberapa ratus tahun yang lalu.

Untuk itu mencegah kekuatan hitam merajela    Valharld  Cadwaladir,   petinggi istana mengembara ke pelosok negeri untuk menemukan 12 orang   yang ditandai dengan sebuah kunci berbentuk segitiga yang sama besar bentuknya. Mereka bukan orang sembarangan, mereka adalah  12 Ksatria Talismandala pemegang kunci rahasia.   Kedua belas kunci tersebut harus disatukan untuk membuka sebuah ruang rahasia dimana senjata-senjata rahasia milik  pendahulu mereka disimpan.  Kunci-kunci tersebut diwariskan turun-temurun kepada orang-orang yang tepat untuk memilikinya.

Kedua belas    Ksatria Talismandala    tidak saja akan menemukan senjata-senjata rahasia dalam ruangan rahasia tersebut, mereka juga akan menemukan  Mahkota Liafala yang merupakan mahkota tertinggi negeri VarchLand. Siapa pun memakainya dianggap  pantas menjadi raja.

Valharld  Cadwaladir yang sangat mencintai negerinya  berusaha menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh, tak perduli betapa sulitnya  tugas itu. Apalagi  karena janjinya pada Sang Raja Hallvard. “Berjanjilah padaku, Valharald. Jika aku meninggal nanti, berjanjilah kau tidak akan membiarkan negeri ini hancur. Jangan biarkan ruhku melihat dari atas langit sana negeri ini hancur” desak sang raja sambil mencengkeram bahu Valharld  Cadwaladir.

Sepanjang perjalanan, banyak ditemui hal-hal yang  menakjubkan. Mencari 12 orang bukanlah hal yang mudah. Namun  membuat mereka  mau ikut dan membuat  keluarganya mau merelakan mereka pergi , jauh  lebih sulit lagi.  Disini kejutan-kejutan manis bermunculan , tapi ada beberapa keganjilan yang membuat saya jadi berpikir memang sudah seharusnya begitu. Kejutan yang diawalnya menengangkan jadi berkurang gregetnya.  Kisah mengenai bayi yang dibelah dua yang sudah melegenda juga ada dalam buku ini.

Sekilas, saya sempat menduga buku ini mirip dengan salah satu film yang berkisah mengenai sekian belas ksatria dengan tugas menumpas kejahatan yang terjadi di suatu daerah. Salah satu dari ksatria itu berasal dari Negeri Arab.  Adi Toha memberikan kejutan yang lebih menggemparkan! Tidak ada kstaria dari Negeri Arab, namun kemampuannya tidak diragukan lagi, mereka justru berasal dari kaum yang selama ini dianggap lemah dan harus dilindungi.

Dari hanya 12 orang yang dianggap mau membantu, Valharld  Cadwaladir justru mendapat bantuan dari banyak pihak. Memang 12 ksatria itu adalah kuncinya. Tapi tanpa ada dukungan dari banyak pihak bagaimana mungkin mereka bisa mengalahkan kejahatan.  Secara logika,  mana mungkin hanya  12 orang yang bertempur menyelamatkan negeri.

Seperti penulis cerita fantasi yang lain, Adi Toga juga menciptakan nama tokoh dengan  apiknya.  Kita akan bertemu antara lain dengan Cuchulainn, Urais d’ Eoghan, Fionn d’ Arthfael, Owain, Gavin, Einar Sang Pangeran Vincha, Eira dan Gwyneira, Ingemar, Ingolf dan lainnya. Dari dulu saya selalu penasaran bagaimana nama-nama itu bisa bermunculan dengan  peranannya masing-masing tanpa tertukar.

Sebagai ganti ilustrasi, diambil kalimat yang dianggap paling menarik lalu dicetak ulang dengan format yang  berbeda dengan aslinya. Dengan membacanya kita bisa mengenai garis besar cerita yang sedang berlangsung di halaman tersebut. Sekilas mengingatkan saya pada sebuah majalah remaja yang seluruh isinya adalah cerpen. Ini yang membuat saya terpaksa menurunkan bintang yang semula saya berikan. Kesan yang semula ditampilkan mendadak berubah menjadi menye-menye buat saya.

Dari sekian banyak bab, sungguh sayang adegan serunya hanya sedikit, maksud saya adegan pertempuran bersama kedua belas ksatria itu. Memang beberapa ksatria dibuatkan sebuah bab yang penuh dengan adegan seru . Tapi justru bab yang menceritakan usaha Valharld  Cadwaladir menemukan mereka malah lebih banyak jumlahnya dari pada bab perihal bagaimana mereka bahu membahu bertempur melawan musuh.  Atau mungkin buku ini hanya sebagai pembuka saja? Urusan bertempur bersama memang sengaja disiapkan di buku selanjutnya.  Saya jadi penasaran apakah buku ini dibuat dengan akhir yang sengaja dibuat menggantung  karena penulis menunggu bagaimana tanggapan pasar atau penulis sedang meracik kisah selanjutnya tanpa perduli bagaimana tanggapan pasar di buku pertama.

Mari berharap  kejutan masih berlanjut. Kita akan lebih sering  disuguhi adegan pertempuran dengan melibatkan banyak Orcus, Ogre serta Chimera. Untuk mengetahui makhluk apakah itu, anda harus membaca buku ini. Termasuk mantera  Ye imperus graute creare!Ye imperus povoire creare! Ye Draach sauveoure