Senin, 04 Juli 2016

2016 #69: Surat Untuk Tuhan dari Anton & Angel

Penulis; Agnes Davonar
Desain cover: Sugeng
ISBN: 978980561
Halaman: 215
Penerbit: Falcon Publishing
Rating: 3/5

Surat Kecil Untuk Tuhan
Di sendiriku
Aku merindukan Ayah dan Ibu
Tuhan,
Kini hanya aku dan kakak
Mengenang Ayah dan Ibu dalam kehidupan kami
Tanpa kasih dan sayang mereka
Aku dan Kakak berjuang untuk hidup
Tuhan...
Seandainya
Ada kebahagiaan dalam hidup ini
Tunjukkan kepada aku dan Kakak
Agar aku dan Kakak tahu
Bahwa dunia ini indah dan memiliki tempat untuk kami
Tuhan,
Surat kecil ini
Surat permohonan aku dan kakak
Agar jangan terpisahkan lagi
Dari orang-orang yang kami cintai
Tuhan,
Biarkan aku dan Kakak bisa bahagia
Walau kami tak memiliki segalanya
Kami masih memiliki Engkau
Untuk berharap dan berdoa
Tuhan,
Andai surat ini sampai padaMu
Bawalah impian kami bersamaMu
Impian anak-anak lain yang berharap bahagia padaMu
Tuhan,
Surat kecil ini ku persembahkan untukMu

Angel dan Anton

Hidup memang tidak bersahabat bagi dua orang bersaudara, Angel dan Anton. Orang tua mereka meninggal dalam sebuah kecelakaan ketika hendak pergi ke luar kota. Beruntung, salah seorang kerabat bersedia menampung kedua anak tersebut. Untuk sementara  kehidupan kedua anak tersebut aman.


Sementara? Ya, memang hanya sementara. Karena ternyata sang paman sangat suka menyiksa Angel sebagai pelampiasan amarah. Kadang ia juga menyiksa bibi. Anton yang berusaha membela tak luput menjadi sasaran. Padahal mereka tidak tinggal secara gratis, Anton ikut membantu bibi mencari uang. Tak tahan mendapat perlakuan seperti itu, kedua anak tersebut memutuskan untuk kembali ke rumah orang tua mereka secara diam-diam, alias minggat. 

Andai ini bukan kisah nyata, seperti yang diuraian oleh penulis melalui pengirim buku ini, maka saya pasti akan menuntut jawaban kenapa kelakuan kedua anak tersebut nekat sekali! Mungkin kebanyakan nonton sinetron dimana banyak terdapat adegan anak kecil minggat dari rumah.

Oh ya,  jika betul buku ini akan diangkat ke layar lebar atau layar kaca, mungkin urusan minggat kedua anak tersebut bisa dipoles sedemikian rupa sehingga tidak menjadi contoh bagi anak lainnya.

Dan kembali, bak film walau dalam kehidupan sehari-hari hal tersebut bisa saja terjadi, kedua anak tersebut menjadi anak buah seorang preman jahat bermulut manis. Keduanya bagaikan keluar mulut harimau, masuk mulut macan. Begitu kurang lebih maksudnya.

Sebenarnya, kisah dalam buku ini cukup membuat miris yang membaca, mengharukan.  Hanya saja saya seperti membaca sebuah laporan mengenai sebuah peristiwa. Tidak ada unsur greget dalam cara penulis menguraikan sebuah peristiwa. Adegan sedih hanya diketahui berdasarkan kata-kata, tapi tak ada penggambaran suasana sedih. Begitu juga dengan kondisi gembira.

Meski puisi dengan judul Surat Kecil untuk Tuhan yang dicetak di halaman 74-75 menyentuh, namun sepertinya tak perlu sampai harus dicetak ulang di halaman 122-123 walau untuk menekankan kesamaan surat  yang pernah dibuat dalam uraian tersebut. Hal ini membuat pengulangan yang tak perlu menjadi pemborosan halaman. 

Penokohan dalam kisah ini juga terasa kurang dalam, selain sosok utama Anton dan Angel.  Sosok Om Rudy yang mendadak begitu mudah bertobat cukup memuat kedua alis saya bertemu. Segitu mudahnya kah? Bahkan pada adegan yang mengisahkan mereka membeli balon untuk diterbangkan, lalu ada seorang kakak yang juga membeli menjadi terkesan janggal. Untuk apa ada sosok kakak itu? Lebih baik dihilangkan saja keberadaannya sehingga tidak menjadi janggal.

Pertama kali membaca judul kisah ini, saya merasa pernah membaca judul buku yang sama. Ternyata  dalam Goodreads memang ada kisah dengan judul yang sama dengan pengarang yang sama juga. 

Hem.... Perbedaan utama hanyalah kata "New" di pojok kanan kiri atas. Kover juga berbeda. Penasaran, saya coba membaca sinopsis yang ada di  sini dengan yang ada di bagian belakang buku yang saya punya.  Sangat berbeda jauh ternyata kisahnya.

Sekilas, saya merasa penulis mungkin ingin membuat semacam serial dengan judul "Surat Kecil Untuk Tuhan" dimana tiap buku memiliki kisah sendiri dan tidak ada yang sama satu dengan lainnya. Bagi pembeli yang sudah pernah membaca buku "Surat Kecil Untuk Tuhan" belum tentu akan melirik atau tertarik dengan buku ini karena menganggap ini hanya buku yang dicetak ulang, walau ada kata "New" di pojok kover.

Akan lebih baik, jika dibuatkan sub judul lagi. Misalnya "Surat Kecil Untuk Tuhan, Kisah Tentang Anton & Angel" Sehingga mereka yang sudah pernah membeli buku "Surat Kecil Untuk Tuhan" akan tahu bahwa buku yang ada di hadapan mereka adalah buku dengan kisah yang berbeda walau ada unsur judul yang sama dengan yang pernah mereka miliki dan baca.

Saya harus menyatakan hormat akan daya ingat Angel. Untuk urusan kakak , mungkin ia masih bisa ingat memiliki kakak. Namun untuk wajah sang penjahat, bukan main daya ingat yang hebat bagi anak berusia tujuh tahun.  Angel bahkan tidak ingat wajah Wira sahabat mereka. Sungguh, bahkan saya tidak bisa ingat wajah beberapa saudara yang dulu pernah nunut, ikut tinggal di rumah saat saya berusia 6-8 tahun.

Oh ya, saya penasaran dengan ilustrasi pemandangan alam yang ada di akhir tiap bab. Gunanya untuk pembatas bab? Karena ilustrasinya agak sama jadi berkesan membosankan. Ditambah kurang jelas karena dicetak dengan warna hitam putih.
 
Terlepas dari kekurangan yang ada, buku ini memberikan kita pengajaran bagaimana sebuah kasih sayang mampu membuat hidup lebih berarti. Dan membuat seseorang memiliki kekuatan ekstra untuk melakukan hal-hal yang tak terbayangkan. Sebuah tekat untuk meraih sesuatu, ternyata mampu terwujudkan berkat kerja keras, doa dan dukungan kerabat yang percaya akan kemampuannya. Tak ada yang tak mungkin jika kita yakin bisa.

Bagi yang tertarik untuk melihat karya mereka bisa mengunjungi www.agnesdavonar.net. Kedua kakak beradik ini tinggal terpisah, Agnes tinggal bersama ketiga anak hebatnya sementara davonar tinggal di Australia.  Untuk Instagram mereka ada di @davonar, FB dengan akun Agnes-Davonar, sementara akun twitter agnesdavonar dan teddydavonar.

2 komentar:

  1. Boleh saya minta kontak pribadi Anda? Silakan kirimkan ke ferisadanes@gmail.com

    BalasHapus
  2. Terima kasih sudah mampir.
    Bisa melalui Sdr. Rina Wulandari.
    Beliau yang memberikan saya buku ini

    BalasHapus