Selasa, 28 Januari 2014

Review 2014 #4 :Seribu Kerinduan Bagimu


Sudut Bumi 200ZX

Cintaku
Belahan Jiwaku
Pusat Kehidupanku

Sangat merindukanmu!
Sekian lama tak bertemu membuatku kian merasakan betapa besar pengaruhmu dalam kehidupanku. Semua tak sama tanpa hadirmu. Restoran favorit kita sekarang justru jarang kudatangi karena akan membuatku kian merana karena merindukanmu. Sudut yang sama, menu yang sama hingga pramusaji yang masih sama. Warung kopi di pojok itu juga menjadi tempat yang menakutkan bagiku. Masih bisa kurasakan harum kopi favoritmu, bisa kuhitung dengan jelas dalam ingatanku berapa banyak potongan kecil roti bakar yang kau makan. 

Aku juga kian malas berbelanja di swalayan. Wajah keras kepalamu yang selalu memaksaku membeli pengharum dan pelembut pakaian dengan harum tertentu selalu melintas diingatanku saat melewati rak khusus diterjen. Bau harum sabun mandi cairmu seakan membuai indra penciumanku ketika melewati deretan sabun cair. Semua hal di sekelilingku seakan mengingatkanku pada pusat kehidupanku, kau.

Tanpamu aku bukan apa-apa.
Aku juga tidak akan menjadi siapa.
Selama ini aku selalu menjadi bayanganmu, menemanimu kemanapun kau melangkah (kecuali urusan kamar kecil ^_^), berkompromi pada banyak hal. Sehingga tanpamu di sisiku membuatku merasa tak utuh.

Mungkin, itu juga yang membuatku merasa bersimpati pada kisah percintaan Renata dan Panji. Kisah percintaan ala abad ini dibuat dengan manis oleh Herlina P. Dewi. Kisah percintaan memang selalu menjadi topik yang paling mudah dialihkan dalam wujud novel. Aku sangat bisa memahami bagaimana perasaan Renata saat Panji harus meninggalkannya.Apapun penyebabnya tidak bisa menutupi fakta mereka berpisah.

Tapi kisah ini memiliki keunikan tersendiri. Selain setting secara umum yang dibuat di beberapa kota, penulis juga menggunakan beberapa lokasi umum sebagai setting. Misalnya sebuah hotel di kawasan kuningan terpadu, mall di kawasan Sudirman dan beberapa tempat lainnya. Penulis mempergunakan lokasi tersebut guna menekankan gaya hidup kaum eksekutif muda saat ini.

Novel ini juga mengusung sesuatu yang berbeda perihal pilihan hidup dan sikap. Bagi banyak orang berhubungan badan bukan dengan pasangan resmi merupakan hal terlarang. Tapi dalam kisah ini bukan salah atau benar yang dibahas tapi perihal pilihan! 

Renata sudah menentukan sikapnya. Demikian juga dengan Panji, Ayu, Dion bahkan masih banyak lagi pasangan yang dimabuk cinta atau mereka yang membutuhkannya. Mau bagaimana lagi, urusan sex sendiri menurut Abraham Maslow sudah menjadi kebutuhan.

Memang sex bukanlah bahan dasar utama menyusunan kisah dalam novel ini. Masih banyak kisah lainnya seperti tentang ketegaran hidup, bersahabatan dan tekat membuat kehidupan menjadi lebih baik.

Sebelum aku kian melantur, Kisah percintaan Renata dan Panji yang aku maksud adalah kisah dalam novel berjudul "Seribu Kerinduan" Untuk lebih jelasnya biar kuceritakan sedikit tentang novel ini

Judul: Seribu Kerinduan
Penulis: Herlina P. Dewi
Editor: Paul Agus  Hariyanto
Proof Reader: Tikah Kumala
Desain Cover: Tegih Santoso
Layout Isi: Deeje
ISBN: 978-602-7572-19-5
Halaman: 249
Penerbit: Stiletto Book
Harga: Rp 43.000,-

Renata merupakan seorang fashion editor dengan karier cemerlang. Sudah empat tahun ia menjalin hubungan dengan Panji seorang eksekutif muda. Panji yang lulusan Jepang sering kali diingatkan oleh orang tuanya untuk mencari jodoh dengan mempertimbangkan unsur 3B. Bibit, bobot dan bebet.

Sebagai anak seorang mantan wartawan di Bandung, jelas Renata tidak masuk kriteria itu walau wajahnya layak mendapat acungan jempol. Apalagi darah yang mengalir dalam tubuhnya adalah darah Sunda. 

Tapi begitulah cinta.
Saat ia datang tak ada yang bisa menghindar. Demikian juga Panji. Semula ia hanya berkenalan, dan berteman akrab saja. Cinta ternyata ikut campur dengan kuatnya. Kedua anak manusia itu tak perduli lagi akan fakta bahwa hubungan mereka akan ditentang oleh keluarga Panji. Renata terlalu memuja Panji hingga mengesampingkan hal itu. Panji terlalu terpesona dan merasa nyaman berada di dekat Renata hingga yakin kedua orang tuanya akan menerima pilihan hatinya.

Keduanya menjalani kehidupan sebagai sepasang kekasih ala kota metropolitan. Restoran, bar, tempat dugem, bahkan sekedar warung kopi menjadi tempat mereka bertemu. Jika situasi tidak memungkinkan merekaa bisa sekedar ngobrol di tempat tinggal yang disewa Renata atau Panji. Penulis menciptakan keduanya selain sebagai sosok yang mandiri dan sukses, juga sebagai sosok yang cukup menikmati kehidupan dan pergaulan ala kota besar.

Selanjutnya bisa ditebak. Mereka harus berpisah.Panji menikah dengan pilihan orang tuanya. Sementara Renata yang begitu terpukul kehilangan Panji masih harus terpuruk akibat dikeluarkan dari pekerjaannya. Hidupnya seakan hancur. Ia jadi rajin menggeluti gemerlap dunia  malam dan mabuk-mabukan.

Suatu saat saat mabuk berat, sesuatu yang jarang sekali terjadi terhadap Renata dahulu, Renata berkenalan dengan seorang pria yang membawanya ke apartemennya. Bisa diduga apa yang terjadi diantara mereka.  Uniknya hal tersebut alih-alih membuat keduanya bermusuha,  keduanya justru menjadi sahabat. Dunia memang diisi dengan manusia yang  kian aneh!

Ada bagian dari kisah ini yang membuat saya teringat sinetron tanah air.  Ceritanya  tentang seorang perempuan baik-baik yang sedang putus asa karena sang pacar meninggalkannya. Saya lupa apa alasannya. Guna menghibur diri, ia jadi sering minum-minum di bar. Suatu saat ia mabuk berat. Ia berkenalan dengan pria Indo, seorang playboy tepatnya. Tanpa ia sadari ia sudah terjebak pesona pria itu hingga menyerahkan keperawanannya. Esoknya sesal sudah tak berguna.

Entah kenapa, gadis itu justru merasa nyaman dengan sang playboy walau tahu ia hanya satu dari sekian deret perempuan yang dekat dengannya. Selanjutnya ia memaksa sang pria untuk menikahinya dengan alasan cinta dan terengutnya keperawanan. Sang cowok jelas menolak. Kisah masih bergulir panjang. Tapi yang membuat saya waktu itu terheran-heran adalah begitu rapuhnya para wanita saat kekasihnya pergi hingga berbuat hal-hal nekat.

Peristiwa itu ternyata membekas di hati Renata. Ia lalu mengambil keputusan yang sangat tidak masuk akal untuk kehidupannya. Renata yang sakit hati mengambil jalan pintas menjadi seorang pelacur. Baginya hidup yang dilakoninya sekarang tak lebih dari sebuah panggung pentas dimana ia memerankan tokoh pelacur. Tokoh pelacur adalah sebuah persinggahan. Dengan demikian ia bisa melakukannya secara maksimal. 

Malam  bersama tamunya bukanlah malam yang menyenangkan tapi ternyata Renata menikmati dipuja-puja dan dibayar mahal. Ia merasa dihargai  dicari, dicintai, disanjung meski semuanya berakhir dengan wujud uang,kadang  malah dengan dollar atau euro. Para pelanggan sangat menyukai totalitas yang diberikan Renata hingga sering memberikan tips yang sangat besar. Sakit hatinya pada Panji membuatnya tak bisa berpikir rasional lagi.

Guna menyamakan persepsi kita, pelacur atau sering juga disebut Pekerja Seks Komersial (PSK) adalah kegiatan penjualan jasa seksual baik oral maupun dengan berhubungan badan (seks) dengan alasan ekonomi atau untuk mendapatkan uang.

Bagi banyak pihak, pelacuran dianggap merupakan hal yang buruk bahkan jahat. Tapi ada yang berpendapat walau begitu kegiatan pelacuran juga dibutuhkan (evil necessity). Adalah Augustinus dari Hippo (354-430), seorang Bapak Gereja, yang berpandangan demikian.  Pandangan ini didasarkan pada anggapan bahwa kehadiran pelacur bisa menyalurkan nafsu seksual pihak yang membutuhkannya (umunya laki-laki), tanpa penyaluran tersebut dikhawatirkan para pelanggan justru akan menyerang dan memperkosa kaum perempuan baik-baik. Lebih lanjut dikatakan bahwa pelacuran itu ibarat selokan yang menyalurkan air busuk dari kota demi menjaga kesehatan warga kota tersebut.

Tidak semua "urusan jual beli tubuh" Renata membutuhkan pelayanan. Ada pria-pria yang butuh sensasi kecil karena jenuh dengan rutinis kehidupan, butuh sekedar teman ngobrol bahkan hanya sekedar untuk “ditenteng” ke pesta kelas atas. Renata akan tetap menerima  honor sesuai dengan tarif yang sudah ia tetapkan untuk apapun yang harus ia lakukan.

Ingatkah belahan jiwaku tentang kisah salah satu sahabat kita yang terpergok selingkuh? Kabar terakhir keributan itu diakibatkan urusan “arus bawah.” Sex yang diberikan istrinya sangat monoton. Sang istri yang kita ketahui merupakan perempuan tipe penurut Koverpada suami mengartikan urusan sex sebagai kepasrahan. Tidak ada inisiatif, rangsangan bahkan memberikan sekedar godaan atau isyarat. Manusia memang tidak ada yang sempurna

Beberapa bagian kisah ini jika ditelaah lebih lanjut bisa ditemui dalam kehidupan nyata. Misalnya saja bagaimana sosok Renata yang suatu saat menjadi pelacur kelas atas,lalu di lain hari menjadi penderma yang murah hati. Sering kali ia menyesal melakukan kebaikan dari uang hasil melacur, tapi ia seakan tak mau ambil pusing. Bagi Renata pahala dan dosa adalah rahasia Sang Pencipta.

Sosok Panji yang terkesan sangat lemah bersikap sering kita temui. Bukannya menyetujui sikap memberontak, tapi kelemahan sikapnya dalam menghadapi Ayu sangat disayangkan. Tidak harus berasal dari Suku Jawa untuk urusan 3B. Orang tua mana pun bisa menerapkan hal tersebut pada anaknya. Selanjutnya bagaimana nasib Panji silahkan cintaku membaca buku ini secara langsung.

Aku sangat yakin itu sosok perempuan. Jangan tertawa cintaku. Aku punya alasan untuk itu. Pertama buku ini diterbitkan oleh penerbit yang khusus menerbitkan karya perempuan, sehingga kemungkinan besar kovernya juga menggunakan sosok perempuan. Kedua perhatikan sikap duduk, sepatu dan pakaiannya, menunjukkan sisi perempuan. Terakhir perhatikan cara memegang payungnya, cara seorang perempuan

Seperti kuuraikan di atas. Ini bukan sekedar kisah tentang urusan sex dengan latar belakang perpisahan sepasang kekasih. Namun ini lebih tentang bagaimana kisah tentang kekuatan cinta dan pilihan hidup. Kekuatan cinta seseorang yang mau menerima dan berkompromi dengan masa lalu  kekasihnya. Pilihan hidup seseorang atas bagaimana ia menjalani kehidupan ini.

Mungkin saja dirimu memiliki pandangan yang berbeda, untuk itu aku kirimkan buku ini bersama suratku. Silahkan uraikan pendapatmu. Hati kita memang terpadu menjadi satu, tapi bukan berarti kita tidak memiliki perbedaan pendapat. Perbedaan yang ada harus disikapi dengan terbuka dan lapang hati guna mendapat sebuah kompromi manis.

Oh ya, sebuah kalimat yang sangat kusuka adalah "Sometimes, we need to stop blaming the past and start creating the future. Kalau kita terus-menerus menyalahkan masa lalu, kita justru akan hidup bersamanya, dan semakin sulit membebaskan diri."

Cinta bisa menjadi kekuatan untuk membuat kita menjadi kuat dan hebat. Tapi cinta juga bisa membuat kita menjadi lemah tak berdaya. Dua efek cinta yang bagaikan dua sisi mata uang.

Cintaku
Belahan Jiwaku
Pusat Kehidupanku
Aku harus memperingatkanmu bahwa ada 2 halaman yang tidak tercetak dalam buku ini. Sebetulnya bagiku ini merupakan sebuah perkara besar.Kau sangat pahamkan bahwa aku sangat tidak menyukai melakukan kegiatan membaca dengan melompati halaman atau membaca sambil lalu.Karena kadang sebuah fakta kecil justru terdapat di halaman tersebut. 

Untuk sementara waktu, terima dulu saja buku ini. 
Nikmati untaian kalimat yang dijalin menjadi cerita indah. 
Seindah kisah kita.



Bayanganmu

TR














2 komentar:

  1. Makin bingung mau baca Stilo yang mana dulu. Temanya bagus semua. :|

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baca yg terdekat aja. Semua bagus kok

      Hapus