Minggu, 05 Agustus 2012

Dua Kecupan untuk Maddy


Judul : Two Kisses for Maddy
Penulis : Matt Logellin
Penerjemah: Nadya Andwiani
ISBN: 978-979-024-324-8
Halaman : 432 Halaman
Penerbit : Serambi Ilmu Semesta
Harga: Rp 55.000


Happy ever after

Setiap individu pasti menginginkan kisah cinta dalam kehidupannya bak kisah Cinderella atau kisah dalam novel roman, bahagia hinggal akhir hayat. Atau bahagia selamanya hingga mau memisahkan. Untuk yang terakhir, sepertinya cocok  guna menggambarkan kisah cinta Elizabeth 'Liz' Goodman dan Matt Logellin.

Kedua sejoli ini berasal dari SMU yang sama. Yang satu gadis popular, yang lainnya pria kuper. Keberuntungan menghampiri Matt saat ia melakukan sebuah kesopanan, membukakan pintu saat  mereka tanpa sengaja masuk ke sebuah  toko yang sama. Hal kecil itu membuat Liz bisa memandang att dari sisi yang lain.

Kisah cinta mereka memang penuh warna. Dari kuliah yang berjauhan, pengaturan jadwal kunjungan hingga jumlah tagihan telepon yang harus dibayar. Liz, menurut saya menunjukan bahwa saat cinta sudah bicara segala hal bisa dinegosiasikan.  Selama masa perkuliahan, Liz menabung hasil kerja paruh waktu serta uang sakunya untuk membayar tiket pesawat Matt  ke California, mengunjungi dirinya.

Saat menikah Liz juga menunjukan kebesaran jiwanya. Ia tidak keberatan harus bekerja dan menanggung nyaris seluruh pengeluaran rumah tangga.  Matt juga tidak bersikap rendah hati dan menuebalkan karenanya.Kehidupan rumah tangga  mereka jalani dengan bahagia. Iklas berbagi dan menjalani kehidupan penuh cinta.

Kebahagian mereka kian lengkap saat Liz dinyatakan hamil.  Kebahagian mereka sedikit terusik dengan kondisi kehamilan  Liz yang cenderung mengkhawatirkan. Liz mengalami mual-mual parah tanpa perduli waktu.  Keduanya berusaha mencari pengobatan demi kelangsungan hidup sang jabang bayi. Puncaknya adalah saat sang bayi harus menjalani proses kelahiran lebih cepat 7 hari dari waktunya.

Apa mau dikata, Liz ternyata tak akan sempat menggantikan popok Madelin, menyusui bahkan menatap wajahnya. Liz berpulang karena menderita emboli paru.  Peristiwa tersumbatnya sistem aliran darah ke paru - paru secara mendadak itulah yang  disebut sebagai emboli paru - paru. Hal ini dapat mengakibatkan kematian.

Seluruh hidup Matt berubah 360 derajat.  Kesedihannya kehilangan Matt dan kebingungannya tentang bagaimana merawat Madelin tertuang dalam blognya. Kadang ada kisah sedih dalam sebuah kecerian, ada kejadian sepele yang mengharukan tapi ada juga kekonyolan dan rasa marah. Walau bagaimana Matt juga seorang manusia biasa yang punya keterbatasan, kepergian Liz sama artinya dengan meruntuhkan dunianya.


Di bagian akhir, pembaca bisa menyimak sebuah surat  yang ditulis oleh Matt bagi putrinya saat berusia tiga tahun. Terbaca bagaimana Matt sangat mencintai putrinya, seluruh pusat kehidupannya sekarang adalah sang putri tercinta.  Ia bisa bertahan juga karena dan demi sang putri.

Sering kali ini membaca atau mendengar betapa kisah kasih seseorang dibawa hingga mati. Saat pasangannya berpulang, ia tetap bertahan sendiri dengan alasan beragam. Buku ini menggabarkan bagaimana seorang pria juga bisa menjadi orang tua tunggal yang baik. Walau butuh waktu, tapi tidak diragukan lagi Matt telah berhasil membuktikan bahwa ia adalah suami yang bertanggung jawab dan ayah yang super bagi putri tunggalnya Madeline Elizabeth Logelin.  Tidak hanya berisi mengenai kenangan Matt dan Liz, buku ini juga mengandung harapan dan semangat menjalani hidup

Disetiap awal bab, kita bisa menemukan sebait kalimat yang mengharukan. Favorit saya ada di halaman 316, “ Tak ada yang mengecup pipiku saat aku berangkat bekerja. Tak seorang pun bisa kuetelepon dalam perjalanan menuju kantor mengenai informasi lalu lintas. Tak seorang pun mengantarkan bekal akan siangku yang tertinggal di meja dapur….”

Two Kissess  bisa diartikan sebagai kebiasaan yang dilakukan  Matt sejak kehadiran  Madeline.  Matt selalu mencium ujung jarinya dua kali lalu disentuhkan ke dahi Madeline. Satu kecupan dari dirinya, satu lagi dari sang ibu di surga. Satu untuk yang bisa saja terjadi, sementara yang lain untuk apa yang akan terjadi. Kebiasaan yang mengharukan.

Kisah Matt yang mengharukan bahkan sudah dijadikan topic dalam Oprah Show. Silahkan intip http://www.oprah.com/oprahshow/Matt-Logelin-Talks-About-Losing-His-Wife-After-Childbirth-Video

Jangan lupa mampir ke http://www.mattlogelin.com. Banyak hal-hal yang mengharukan yang membuat kita kian merasa bersyukur dengan apa yang kita miliki.Juga lihatlah Liz Logelin Foundation yang dibentuk oleh Matt guna membagi dan membantu mereka yang mengalami nasib serupa dengannya.

gambar dari:
http://www.oprah.com/relationships/Incredible-Fathers-and-Their-Families/7

2 komentar: