Selasa, 03 Mei 2016

2016 #48: Tolkien's World: A Guide to the Peoples and Places of Middle-Earth


Penulis: Gareth Hanrahan & Peter Mckinstry
ISBN-10: 1608871800
ISBN-13: 9781608871803
Halaman: 80
Cetakan: Pertama-2012
Penerbit: Carlton Books
Rating: 3/5

Pernah baca buku dari  John Ronald Reuel Tolkien alias J.R.R Tolkien? Serius belum pernah? Kalau nonton film Lord of The Rings sudah dong? Bagi beberapa orang menonton lebih menyenangkan dari pada membaca. 

Begitu pula sebaliknya. Ada orang yang mengenal karya Tolkien melalui buku, tapi tak sedikit yang mengenal karena film. Apa pun itu, pastinya mereka menambah jumlah orang yang terpesona dengan kisah yang terjadi di middle-earth

The Lord of The Rings adalah merupakan novel epik karya J.R.R Tolkien. Kisah ini terdiri dari tiga jilid.  Sudah ada sekitar 30 alih bahasa dari kisah ini.


Buku ini mengajak pembaca untuk mengenal middle-earth lebih jauh lagi. Pembaca akan dimanjakan dengan aneka ilustrasi yang cantik, hingga tak sadar sudah sampai di halaman terakhir.

Begitu banyaknya ilustrasi, hingga pembaca akan menemukan sedikit teks. Jangan berharap ada penjelasan rinci mengingat sebagian ruang dimanfaatkan untuk ilustrasi. Tak masalah bukan, kadang sepotong gambar  sering lebih berbicara dari pada kalimat panjang.  Meski begitu berhati-hati, ada beberapa ilustrasi yang bisa saja kurang tepat.

Pembaca akan mendapat pencerahan mengenai banyak hal, seperti siapa yang berhadapan sebagai musuh, siapa yang menjadi sekutu, apa itu Orc, Sauron, senjata apa yang digunakan, perihal cincin dan beberapa hal lainnya. Tak ketinggalan juga dibahas beberapa lokasi dan tokoh dari The Hobit serta LOTR tentunya.

Bagi yang baru mengenal kisah Tolkien, tentunya akan mendapat informasi bahwa ada beberapa cincin yang cukup dikenal di middle-earth selain yang ditemukan oleh Bilbo dan dibawa oleh Frodo Baggins.
 
Untuk saya, ilustrasi di buku lebih indah dari pada yang ada di film. Mesti harus saya akui, versi film jauh lebih bagus dari daya khayal saya. 

Imajinasi saya tidak terlalu canggih. Middle-earth adalah sebuah dunia ciptaan J.R.R Tolkien. Dimana dunia tersebut dipenuhi oleh berbagai macam ras seperti manusia, elf, hobbit, dwarf, orc dan troll. Kisah LOTR hanya mengisahkan sebagian saja dari sejarah middle-earth. Sebagian lagi akan ditemukan pada kisah prekuel LOTR, Silmarillion.

Konon istilah middle-earth dipergunakan Tolkien karena terpengaruh mitolodi Nordik. Kata Miðgarðr, dialihbahasakan ke dalam bahasa Inggris menjadi Midgard (dunia para manusia) atau Middle-erde.  
 
J.R.R Tolkien lahir pada 3 Januari 1882 di Afrika Selatan, meninggal pada 2 September 1973 pada usia 81 tahun. Tolkien pernah menjadi profesor Bahasa Inggris di Universitas Leeds, Bahasa Anglo-Saxon serta Bahasa Inggris dan Sastra di Universitas Oxford.
 
Ternyata Tolkien merupakan sahabat C.S Lewis dan juga merupakan anggota dari sebuah kelompok diskusi sastra bersama dengan Owen Barfiled. Wah pasti seru kalau anggota kelompok berkumpul dan berdiskusi mengenai karya mereka masing-masing 

Sebenarnya sejak awal saya sudah memasukan buku ini dalam daftar belanja di BBW. Seorang teman saya mengingatkan untuk apa membeli jika tidak dibaca.

Mulailah ragu.  Dipertimbangkan sambil dipegang-pegang, ragu.  Dilema antara tertarik dengan ilustrasi, isi dan keterkaitan dengan buku utama dibandingkan dengan manfaat penyimpanan. Maksudnya, karena saya mulai mengurangi isi rak buku, kebanyakan buku yang ada adalah buku yang terkait dengan referensi membuat review. Buku ini jelas menarik, tapi disebut ini bukan buku resmi jadi agak ragu.

Akhirnya diputuskan untuk membeli satu buat Dion. Tapi sebelumnya saya baca dulu baru dikirim. Ternyata setelah dibaca dan direview, agak tidak rela untuk menyerahkan buku ini ke Dion. Dasar tidak jodoh, saat kembali mencari di BBW ternyata saya tidak berhasil menemukannya. Baiklah, selamat menikmati Dion *wajah sebal*









Senin, 02 Mei 2016

2016 # 47: Warman's Pepsi Field Guide: Values and Identification

Penulis: Bob Stoddard
Editor: Dennis Thornton
ISBN-10: 0896894061
ISBN-13: 9780896894068
Halaman: 512
Cetakan: 2006
Penerbit: krause publications 
Harga: Rp 45.000 (di BBW)
Rating: 3/5

Setiap orang tanpa sadar sudah menjadi seorang kolektor. Menurut  Kamus Besar Bahasa Indonesia pengertian kolektor sebagai berikut, 
ko.lek.tor
Nomina (kata benda)
(1) orang yang mengumpulkan dana;
(2) orang yang mengumpulkan benda untuk koleksi (prangko, benda bersejarah, dan sebagainya yang sering dikaitkan dengan minat atau hobi);
(3) alat untuk mengumpulkan benda koleksi;
(4) Istilah kimia tahanan yang menjadi penyambung antara bagian yang bergerak dan bagian yang tidak bergerak dalam jaringan listrik


Jika mengacu pada poin 2, maka orang yang mengumpulkan tas untuk dikoleksi bisa dikatakan sebagai seorang kolektor. Demikian juga dengan mereka yang hobi mengumpulkan sepatu, entah untuk digunakan atau hanya sekedar koleksi.

Bob Stoddard juga seorang kolektor. Ia adalah pendiri dan presiden dari Pepsi-Cola Collectors Club. Ia sudah menjadi kolektor lebih dari 20 tahun. Selain buku ini, ia juga membuat Encyclopedia of Pepsi-Cola Collectibles.

Buku ini bisa disebut sebagai panduan bagi para kolektor produk Pepsi-Cola agar lebih bisa mendapat informasi mengenai aneka produk yang layak dikoleksi. Terutama sekali menyangkut perihal harga, tahun pembuatan dan kategori kelangkaan produk.

Bagi mereka yang baru mulai mengoleksi, tak perlu khawatir. Pada bagian awal ada penjelasan singkat mengenai segala hal terkait dengan urusan kolektor. Bagaimana cara memperoleh produk untuk dikolesi, bagaimana memilih barang yang memiliki harga tinggi, serta apa saja yang harus dilakukan dan diketahui oleh seorang kolektor.

Awalnya, produk hanya terbagi menjadi beberapa kategori. Namun seiring dengan perkembangan zaman, sekarang sudah makin berkembang. Beberapa produk yang terlihat dalam buku ini mungkin tidak pernah kita lihat, tapi bukan berarti produk itu tidak ada khan. 

Gambar-gambar yang ada, juga memberikan inspirasi untuk membuat berbagai barang promosi. Kadang, barang promosi bisa sangat bertolak belakang dengan produk. Tapi jika yang dilihat adalah efek dari barang promosi tersebut kenapa tidak. Jelas tidak ada hubungannya antara produk minuman dari Pepsi-Cola dengan rekaman lagu dalam piringan hitam. Dengan memberikan slogan yang sesuai dan mengusung botol pada kover depan, maka bisa dikatakan kegiatan promosi sudah dilakukan.

Sebagai contoh, saya menemukan ada pembatas buku yang dikeluarkan oleh perusahaan tersebut pada tahun 1943 dan 1945. Kreatif. Harganya $70, anggap kurs Rupiah hari ini sebesar Rp 13.500 maka harganya setara dengan Rp 945.000. Harga yang lumayan untuk sebuah pembatas buku.

Hal ini menunjukkan mereka menjadikan setiap individu sebagai pangsa pasar. Para penggila baca, tentunya akan sangat senang menerima hadiah pembatas buku. Mereka akan memperhatikan tulisan apa yang tercetak di sana, dan pesan mengenai produk Pepsi-Cola sudah tersampaikan. 

Atau para ibu yang sering membawa tote bag, menerima hadiah dari Pepsi-Cola tentunya akan sangat menggembirakan meski  hanya bisa dipergunakan beberapa kali. Apa lagi jika desain yang ada merupakan desain khusus. Usia pemakaian bisa singkat, tapi mereka yang melihat  akan mendapat informasi mengenai produk tersebut.

Perpsi-Cola juga membuat sebuah tokoh kartun khusus untuk promosi, Pepsi & Pete pada tahun 1939. Dengan mengusung  sosok dua pria berbaju polisi berwarna biru, mereka ramai muncul dalam berbagai promosi Pepsi-Cola.

Pada beberapa bagian, pembaca akan menemukan uraian mengenai hal-hal yang terkait koleksi tersebut. Misalnya pada gambar mengenai  nampan (trays). Diuraikan bawa nampan merupakan salah satu barang promosi yang paling tua serta sering kali dipergunakan dalam industri minuman ringan. 


Jika diperhatikan, pada tiap gambar ada abjad yang tertera, mulai dari A-E. Abjad itu merupakan kode kelangkaan produk. Makin langka produk, artinya harga produk itu sebagai barang koleksi juga makin tinggi. Oh ya, membacanya dari A ke E ya. Jadi kode E lebih mahal dari D, kode A lebih murah dari C.

Saya memang bukan kolektor barang-barang Pepsi-Cola, tapi buku ini memberikan saya pengetahuan bahwa jika kita konsisten pada apa yang kita lakukan, maka hal tersebut akan membuahkan hasil manis. Siapa yang bisa mengira jika barang yang dahulu dibeli dengan seharga sekian,  bisa menjadi harta tak terduga sekarang. Jika kita tidak menikmati, maka itu akan menjadi warisan bagi anak cucu.

Sebagai kolektor buku Little Women serta Alice, saya mendapat banyak pencerahan dari buku ini. Mulai dari bagaimana sebaiknya menjaga koleksi, mengumpulkan serta memilah mana yang layak dikoleksi atau tidak. Jadi kepingin bikin seperti ini untuk koleksi LW ^_^

Bagi mereka yang ingin lebih tahu mengenai aneka produk yang layak koleksi dari Pepsi-Cola, silahkan mengintip http://www.pepsistore.com. Banyak barang yang bsia dibeli disajikan di sana. Bagi yang ingin memulai mengoleksi, bisa memilih mana yang sesuai dengan kocek.

Pepsi-Cola merupakan minuman hasil racikan seorang ahli farmasi bernama  Caleb Davis Bradham,  lahir di Chinquapin, North Carolina pada 27 Mei 1867.


Pada  tahun 1893 “Brad’s Drink,” mulai diperkenalkan.  Bahannya merupakan campuran gula, air, karamel, minyak lemon, pala, dan aditif alami lainnya.   Bradham mengganti  nama minumannya  menjadi "Pepsi-ColaBaru pada tahun 1898, dan menjadi Pepsi di tahun 1961. Baru pada tahun 1903 minuman tersebut menjadi merek dagang.

Di tanah air, minuman ini diproduksi oleh T. Pepsi-Cola Indobeverages, yang merupakan perusahaan joint-venture antara PepsiCo di Amerika Serikat dengan Indofood CBP Sukses Makmur Indonesia. beberapa produknya antara lain Pepsi, 7 Up, Mirinda, Gatorade, Tropicana Twister, Tehkita dan Fruitamin. Dengan slogan  "Seru Itu Pilihan" atau  "The better choice" semoga Pepsi bisa kembali berjaya. Jangan lupa mampir ke www.pepsi.com.


Seandainya saat kuliah saya sudah menemukan buku ini, tentunya tugas mengulas pertarungan antara Pepsi dan **ca-**la bisa saya buat dengan lebih baik. Ya sudahlah, lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali. 




Minggu, 01 Mei 2016

2016 #46: Detektif Conan Reader's Choice

Penulis: Gosho AOYAMA
Alih bahasa: M
Editor: Binarti
Desain sampul: @Batch
ISBN: 9786020282497
Halaman: 496
Cetakan: Pertama-2016
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
Harga: 40.000
Rating: 3/5

Perkenalan saya dengan Conan terjadi dengan tidak sengaja. Ceritanya kehabisan bahan bacaan, mau beli kantong sedang tidak bersahabat.  Di kelas, beberapa teman ribut membahas  tentang Conan yang baru keluar. Sok ikutan ribut agar bisa pinjam demi bacaan gratis.  Tapi penasaran juga sih sebenarya he he he.

Maka dimulailah pertemanan saya dengan Conan. Hubungan yang awalnya manis dan hangat makin lama berubah menjadi agak acuh. Masalahnya, saya mulai bosen membaca kisah Conan yang makin bisa ketebak *sok tahu banget*.  Kalau sudah begitu, enggan untuk membaca. 

Untunglah muncul Detektif Conan Edisi Spesial.  Edisi  ini tiap terbit isinya berupa kasus-kasus yang pendek, dimana tiap kasus selesai dalam satu bab atau file. Oh ya, sebelumnya saya mengoleksi Detektif Conan edisi reguler,  jadi dalam buku itu bisa saja ada 1 atau dua kasus. Salah satu kasus tuntas diselesaikan, yang lain bersambung ke buku selanjunya. Seringnya bagian awal kisah menuntaskan penggalan kisah dari buku sebelumnya.

Beberapa waktu yang lalu, kembali saya tergoda untuk membaca  Detektif Conan, kebetulan melihat ada versi Reader's Choice. Kebetulan untuk urusan harga juga tidak terlalu mahal. Saya memang agak berhitung soal membeli  bacaan belakangan. Tapi sepertinya buku ini sangat layak dikoleksi.

Dalam buku ini, ada lima buah kisah yang disajikan. Kelima kisah tersebut dipilih bersadarkan rekomendasi para pembaca. Dimulai dari kisah Kehebohan di Kepolisian dan 12 Juta Orang Sandera, Kebangkitan  Dengan Mempertaruhkan Nyawa 'Bagian Ketiga: Ksatria Hitam',  Pertarungan Melawan Organisasi Baju Hitam: Misteri Ganda di Malam Bulan Purnama, Kasus Shinichi Kudo di New York serta Kasus Pembunuhan Moonlight Sonata.

Pada bagian awal, pembaca akan diberikan uraian mengenai hal-hal yang membuat kisah tersebut menarik menurut penulis.  Dalam kisah  Kasus Shinichi Kudo di New York, disebutkan bahwa penulis tidak mengira akan membuat cerita dengan banyak dialog dalam Bahasa Inggris hingga akhirnya membuat kisah tersebut.  Sementara pada kisah Kasus Pembunuhan Moonlight Sonata, disebutkan bahwa ini merupakan kasus pertama Conan yang berhubungan dengan musik. Dalam versi animasi, bisa mendengar musik aslinya. 


Tiap cerita terdiri dari beberapa kisah, dimana tiap kisah memiliki judul. Kisah Kehebohan di Kepolisian dan 12 Juta Orang Sandera, terdiri dari kisah dengan judul Detektif Yang Tidak Pernah Kembali, Ingatan Yang Tak Terhapuskan, Perangkap Merah, Nomor Satu Di Dunia Ini, serta Bye Bye Bye. Akhir bagian ditutup dengan alasan kenapa pembaca menyukai dan memilih kisah tersebut. Sebagai contoh, pembaca memilih Pertarungan Melawan Organisasi Baju Hitam: Misteri Ganda di Malam Bulan Purnama dengan alasan beragam. Ada yang menyukai karena pada kisah ini identitas Vermouth ddan Bu Jodie menjadi jelas lalu mereka saling berhadapan. 

Juga ada yang menyebutkan bahwa  kepingan misteri yang dijalin dalam cerita Detektif Conan selama bertahun-tahun kembali disatukan dalam kasus ini, menimbulkan rasa penasaran dan ketengan bagi pembacanya. Pembaca berusia 17 tahun  tersebut menjadikan kasus ini salah satu kasus Conan yang terbaik.
 
Bagian yang mengisahkan kapan pertama kali Ran mulai suka pada Shinichi Kudo  cukup membuat haru. Urusan cinta mereka memang lumayan rumit. Conan harus bersikap sebagai anak kecil dengan segala kepolosan saat Ran sedang berkeluh-kesah tentang sosok Shinichi padanya. Dan tentunya masih banyak lagi pendapat para pembaca mengenai kisah yang mereka jagokan.

Jika diperhatikan, pastinya kisah-kisah dalam buku ini sudah pernah diterbitkan. Sayangnya  saya tidak menemukan keterangan yang menyebutkan kisah tersebut pernah diterbitkan di mana. Di seri nomer berapa atau Conan seri yang mana.

Beberapa terjemahan untuk kalimat yang ditulis dalam bahasa Jepang sebenarnya sangat membantu pembaca dalam memahami kisah. Demikian juga catatan mengenai suatu hal yang terkait dengan kasus. Misalnya yang menyebutkan 1 kaki kira-kira 30,48 cm....Sayangnya beberapa tulisan tersebut seakan diletakkan sembarang saja sehingga tak jarang menjadi susah dibaca.

Pada bagian akhir, ada semacam soal ujian yang diberikan pada pembaca. Tujuannya untuk mengetahui sejauh mana pembaca mengenal dan mengingat segala sesuatu yang berhubungan dengan sosok Conan. Terdapat 70 pertanyaan.  Kunci jawaban memang ada di bagian belakang,  tapi sekedar untuk bersenang-senang tidak ada salahnya khan mencoba.

Conan sebenarnya adalah sosok detektif remaja berusia 17 tahun bernama Shinichi Kudo. Saat membantu polisi memecahkan masalah pemerasan, ia berhadapan dengan Organisasi Berbaju Hitam, atau Organisasi Hitam. Saat ditawan Conan dipaksa meminum kapsul hasil penelitian  organisasi tersebut. Efek sampinga yang timbul ternyata membuat tubuh Conan mengecil seperti berusia tujuh tahun

Guna menyamarkan jejak, Shinichi mengaku pergi ke luar negeri. Padahal ia tinggal bersama Profesor Agasa, selanjutnya bersama teman kecil dan gadis yang mencuri hatinya Ren Mouri, putri tunggal detektif Kogori Mouri. Shinichi mengaku bernama Conan Edogawa.

Dalam kehidupan selanjutnya, Conan membentuk detektif cilik bersama beberapa sahabatnya. Mereka berusaha memecahkan berbagai masalah yang ada. Seringnya membantu kasus yang ditangani oleh Detektif Mouri. Berkat Conan, kariernya meningkat pesat. Ia bahkan mendapat julukan Kogori Tidur, karena sering menyampaikan analisanya dalam posisi seakan-akan tidur. Sebenarnya ia terkena tembakan bius Conan. Dengan alat perubah suara Conan menjelaskan analisanya.


Kisah tentang perjuangan Conan kembali ke bentuk tubuh aslinya sepertinya masih panjang. Begitu juga mengenai urusannya dengan Organisasi Hitam. Tak kalah rumit, urusan  hatinya dengan Ran.

Semenjak menjadi Conan, banyak hal yang membuat Shinichi makin mengenal sosok Ran. Meski bisa berdekatan setiap saat, ternyata hal itu juga menimbulkan masalah tersendiri juga.  Saat Ran memperlakukannya seperti anak kecil sesungguhnya, seperti mengajak Conan pergi ke pemandian umum bersama. Kocak juga membayangkan kepanikan Shinichi.

Jadi penasaran, kira-kira kapan yah kisah ini tamat. kadang suka agak kesal kok kasusnya sangat sederhana tidak cocok dengan kemampuan sekelas Conan. Tapi maklum juga, susah lho ternyata mencari ide hinggga mampu membuat kisah sepanjang ini. Ditunggu sajalah bagaimana nasib Conan.

Akhirnya......! Ke BBW LAGI

"Wah ibu dari pameran buku di Serpong ya?"  tanya gadis itu dengan penasaran. Semula ia menawarkan membantu saya mengangkat barang belanjaan yang super duper berat. Melihat kerepotan saya, gadis manis berjilbab itu mungkin tidak tega juga. Niat tulus yang terpaksa saya tolak. Maaf ya mbak, bukan sombong justru saya sedang menikmati sensasi mengangkat buku-buku ini. Sablonan di kantong plastik yang saya bawa rupanya membuat ia tertarik.

"Iya, Murah-murah makanya jadi kalap" jawab saya dengan semangat juang mengangkat buku-buku. .

"Oh, ya? Ada yang import ngak bu? Saya pingin beli yang import" tanya lagi. Spontan saya langsung menghentikan langkah. Wah piye mbak ini, wong BBW isinya 99% buku import kok. Ndak nonton iklan di televisi apa ya.

"Jelas banyak! Ini semua import. Dari harga Rp 45.000-Rp 155.000. Itu acara yang bikin penggemar buku import merasa dimanjakan. Cek saja di webnya, cari Big Bad Wolf" terang saya sambil ngos-ngosan bawa buku. Sudah bawa tas ternyata tidak muat, kantong plastik yang disediakan juga tidak cukup kuat untuk menampung buku-buku yang saya beli. Coba tadi bawa koper

"Wah terima kasih infonya bu, yakin tidak mau dibantu? tanyanya lagi. Saya hanya bisa mengangguk plus senyum manis. Baiklah......! Ini ribet yang bikin happy!

Begitulah sekelumit percakapan saya saat kembali dari BBW kemarin. Iya..., saya balik lagi ke sana bersama Mbak Rahmadiyanti.  Setelah berhasil melewati aneka  kehebohan. Dari matot, kehujanan, berdesakan di kereta hingga mencari lokasi karena pak supir taxi bingung bagaimana masuk ke lokasi, akhirnya sampai dengan selamat di Hall 10 hi hi hi.

Jadi disarankan jika naik taxi atau kendaraan roda empat masuk ke arah convention center, turun ke bawah lalu lurus ke arah Hall 10. Pengunjung bisa ke atas melalui lift. Tapi jika lama menunggu bisa naik tangga. Ayolah anggap olah raga hanya 1 lantai saja kok.

Belanjaan buat pribadi
Seperti yang sudah saya perkirakan, saat ini pengunjung lebih ramai. Apa lagi konon ini buka non stop.  Langsung saya berpisah dengan Mbak Dee. Sasaran utama membeli buku yang kemarin batal dibeli. Langsung empat buku berpindah ke keranjang belanjaan. Tiga punya saya, satu titipan. Bangga bisa menahan diri membeli sedikit hi hi hi, saat itu lho.

Sambil menunggu Mbak Dee, iseng saya melipir ke area transportasi. Dan.... bisa ditebak dung, pindah lagi beberapa buku ke dalam keranjang belanja. Celakanya ada yang iseng menaruh buku bagus tentang bunga. Nambah isi  keranjang saya. Biar tidak kalap, pindah ke bagian lain. Ternyata cara itu tidak bisa melawan pesona buku-buku. Baiklah, mari kalap dengan gembira. 

Sebetulnya senang juga melihat begitu banyak anak-anak semangat melihat buku dan begitu banyak orang tua yang memborong buku untuk anak-anaknya, tapi pihak BBW sepertinya harus agak galak pada bagian ini. Beberapa anak saya lihat dengan tenangnya membuka box yang disegel, lalu mengeluarkan isi dan meninggalkannya begitu saja. Ada lagi yang iseng mencopot stiker dan menempelkannya lagi. Wah wah wah kemana  orang tua anak-anak ini. 

Buku tentang Mawar, titipan,cuman Rp 60.000
Sempat saya melihat seorang ibu memarahi anaknya yang hendak membuka boxset menara buku. Semacam boxset, isinya beberapa buku yang ditimpuk menjadi menara.  Si anak langsung manyun. Saya kira urusan selesai sampai disana. Ternyata sang anak mendekati ayahnya dan minta dibukakan. Kejutan.....! Sang ayah membuka segel dengan semangat. Waduh bagaimana bapak ini khan ada keterangan membuka segel sama saja membeli. Spontan saya celingukan mencari mbak atau mas petugas, mau ngadu ceritanya. Biar saja bapak itu ditegur. Bagaimana anak bisa menghargai peraturan jika orang tua mereka memberi contoh melanggar. Lagi pula, kok bisa ibu dan bapak tidak kompak begitu ck ck ck.

Sekedar informasi, buku-buku sudah mulai bercampur posisinya. Kondisinya agak berantakan. Biasalah, main tarik lalu taruh sembarangan. Apa lagi di bagian anak-anak. Sedihnya, saya lebih menghormati beberapa pengunjung yang meletakkan buku yang batal mereka beli dalam sebuah keranjang dan meninggalkannya dekat kasir. 

Titipan juga, cuman Rp 70.000
Jadi ingat, Mbak Dee menemukan buku bagus tentang treveling di bagian anak-anak. Pasti ada yang batal beli lalu meletakkan sembarangan, hadeh. Aduh ya sepertinya pihak BBW harus sering menginformasikan pembeli agar tidak meletakkan buku yang batal dibeli sembarangan. Plus jangan seenak udel buka segel.

Seperti biasa, menyesal muncul belakangan. Kenapa juga saya tidak membeli buku tentang bola untuk diri sendiri. Kovernya dibuat dari bahan persis untuk bola. Tentunya bakalan cantik berada di rak buku saya. Aduh, apa musti balik lagi *mikir*

Kembali, sekedar saran, ada beberapa hal yang sebaiknya diingat teman-teman saat belanja ke BBW.
1. Perhatikan kondisi buku.
Buku yang ada mungkin sudah sisa karena sudah banyak yang dibeli. Kondisinya mungkin sudah tidak prima 100%, tapi percayalah isi dan manfaatnya masih tetap sama. Jadi perlu isi atau tampilan?

2. Ada mesin ATM di depan pintu masuk, pembayaran secara tunai lebih dianjurkan karena lebih cepat antriannya. Tapi kalau mau dengan kartu kredit atau debit ya monggo. Oh ya pastikan debit mana yang bisa dipakai sebelum berbelanja. Tanya sama bagian kasir.

3.  Bawa tas/kantong lebih meski sudah membawa koper.
Kantong-kantong tersebut tidak cukup kuat untuk menahan beban buku yang saya beli kemarin meski sudah didobel. Masuk tas, malah jebol.  Jadi tas cadangan bahkan koper cadangan sangat dianjurkan. Apalagi jika naik kendaraan umum. Dari pada seperti saya bingung bawanya.

Terima kasih bantannya Mbak Dee ^peyuq-peyuq*

Untu apa plastik jika sudah ada tas atau koper cadangan. Lah.... gimana kalau hujan? Tetap saja air bisa masuk dari sisi retsleting. Buku-buku harus dilapisi plastik khan. Dari pada rusak kena hujan. 

4. Jangan ragu untuk mengintip koleksi berbahasa Indonesia. Beberapa sahabat justru menemukan buku dambaannya di sana. Kapan lagi bisa menemukan buku langka dengan harga sangat bersahabat.

5. Jangan tinggal keranjang belanja anda sembarangan, bisa-bisa dianggap batal belanja. Atau ada yang iseng membongkar keranjang anda dan mencomot buku yang ia taksir, padahal buku itu susah ditemukan kembali.

Kemarin, saya menemukan seorang anak sibuk merayu ibunya untuk mencari buku anak-anak persis yang ada di keranjang saya. Ia bahkan nyaris mengambil buku itu. Padahal keranjang itu ada di sebelah saya. Untuk saya langsung sadar. Langsung deh tanduk keluar ^_^

Segera saya pindahkan keranjang ke depan saya. Biar saja jadi agak susah memilih buku dari pada pilihan hilang. Silahkan sebut saya kejam karena membiarkan seorang anak merengek. Kalau mau si ibu harus mencari buku yang anaknya mau, minimal bertanya ke saya di mana lokasi buku itu berada. Bukan setuju saja dengan anaknya yang main comot sementara sang ibu sibuk foto-foto narsis *emosi jiwa*

6. Mendorong keranjang yang penuh dengan buku memang agak susah, tapi jangan jadikan alasan untuk seenak udel menghabiskan jalan sendiri.

Ingatlah, ada orang yang juga mendorong keranjang. Tarik dengan benar, jika berhenti usahakan menempel ke meja supaya yang lain juga bisa lewat. Ingat juga, ada beberapa sahabat yang mempergunakan kursi roda, jangan sampai keranjang kita membuat mereka tidak bisa menikmati acara. Setiap penggila buku punya hak yang sama untuk bergembira.

7. Jika tidak sempat makan di hall, di stasiun ada kok tempat makan. Maklum lokasi makan di sana terbatas sementara pengunjung jangan ditanya jumlahnya.

8. Taxi sekarang sudah ada yang mangkal di depan pintu keluar. Ternyata para bapak supir taxi baru tahu ada acara ini. 

Kemarin saya dan sahabat naik taxi ke arah Stasiun Pasar Minggu sebelum berpisah. Kami mempergunakan si burung biru, biaya sebesar Rp 120.000-an plus tol. Tarif wajar.

Hal ini perlu menjadi pertimbangan, karena beberapa sahabat menunggu jasa taxi online hingga 2 jam tidak juga ada. Namun jika tetap mau mencoba monggo lho. Kemarin kami hanya mempertimbangkan kepraktisan saja.

Baiklah, selamat bersenang-senang.
Jangan lupa sharing informasi kalau ada yang baru. Jadi terbayang area tempat buku-buku belum dibongkar.

Eh......, satu lagi.
Putuskan dengan bijak apakah mau membeli sebuah buku atau tidak. Jangan dengarkan orang lain, tapi ikuti kata hatimu. Jangan sampai menyesal lalu kembali lagi (seperti saya). Kalau buku masih ada, beruntung. Bagaimana jika tidak ada? Bisa nyesel hiksss.

Apa bakalan ada sesi ke-3 ke BBW ya *mikir*