Sabtu, 01 Februari 2014

Review 2014 #7: Penghancuran Buku dari Masa ke Masa

Penulis: Fernando Báez
Penerjemah: Lita Soerjadinata
Penyunting: Ronny Agustinus
ISBN 978-979-1260-24-4
Halaman:373 
Harga: Rp 73.000

Apakah saya (mungkin juga kalian) bibliosida?
Bibliosida adalah sebutan bagi mereka yang menghancurkan buku. Tadinya saya kira penghancuran yang dimaksud adalah penghancuran dalam arti wujud buku secara fisik. 

Seperti pembakaran buku beberapa waktu lalu, menyobek buku untuk bungkus sayur, atau mencoret-coret buku. Sebut saja 3.000 buku koleksi Dr Iwan Gardono Sujatmiko yang musnah terbakar saat kebakaran di Gedung C FISIP UI beberapa waktu yang lalu, itu juga bisa disebut penghancuran buku.

Pembakaran buku, biblioklasme atau librisida merupakan suatu  tindakan memusnahkan buku atau media lainnya. Kadang kegiatan ini dilakukan secara seremonial di depan umum atas dasar politik, keagamaan dan moral. 

Buku-buku  dibakar, dihancurkan, atau dimusnahkan. Misalnya buku yang dibakar serentak oleh sebuah penerbit  besar atas desakan sebuah organisasi keagamaan.

Namun ternyata editor dan pustakawan juga bisa melakukan penghancuran buku. Caranya dengan tidak jadi menerbitkan sebuah buku karena pengeditan atau isi yang dianggap tidak layak.  Jelas ini sangat mengganggu pikiran saya. 

Saat ini membuat sebuah review yang jujur dan menyebutkan kekurangan buku itu hingga ada yang urung membeli dan membacanya,  apakah saya juga menyebabkan kehancuran sebuah buku? Sungguh menyeramkan! Lalu bagaimana polah para penimbun buku? Mereka membiarkan sebuah buku tergeletak tanpa dibaca.

Sang penulis mengungkapkan sebuah fakta bahwa buku-buku dihancurkan bukan oleh  ketidaktahuan awam atau kurangnya pendidikan, melainkan justru oleh kaum terdidik dengan motif ideologis masing-masing. Dan ini bisa menjelaskan fenomena di Indonesia ketika profesor, pejabat pemerintah, bahkan penerbit sendiri ikut-ikutan membakar buku.  

Uraian ini mengingatkan saya pada kisah seorang sahabat tentang sebuah konsersium kagetan yang dibentuk untuk membeli buku-buku yang dikeluarkan dari perpustakaan. Mereka sengaja membentuk konsersium itu guna menahan keinginan salah satu pebisnis yang ingin membeli buku-buku itu untuk dijadikan bubur kertas! Penghancuran buku dengan alasan untuk menciptakan buku baru.
  
Sebuah kalimat berikut mengganggu pikiran saya, "Ada ratusan kajian mengenai asal mula buku dan perpustakaan, tapi tidak ada satupun sejarah mengenai penghancurannya."  Sepertinya penghancuran buku adalah hal yang harus ditutupi. Padahal dengan memahami kenapa ada penghancuran kita bisa mengupayakan agar hal itu tidak terjadi.

Penghancuran buku dilakukan dengan atau tidak sengaja. Misalnya tentang penghancuran Perpustakaan Zahiriya. Pada 1108 pasukan Perang Salib menghancurkan Perpustakaan Zahiriya di Damaskus, lebih dari 3 juta buku dimusnahkan.  Setahun setelahnya, tepatnya pada  Juli 1109  dibakar 100.000 volume dari Perpustakaan Islam yang terkenal di Tipoli.

Urusan penghancuran  buku masih berlanjut. Ketika  Kontantinopel jatuh tahun 1453  pasukan Turki di bawah komando Sultan Muhammad al-Fatih menghancurkan patung-patung, gereja, dan buku.  Selama tiga hari mereka melakukan penghancuran. Permata yang menempel di buku dicongkel, sekitar 120.000 manuskrip dibuang kelaut dengan diikat terlebih dahulu. Manuskrip yang isinya tidak sejalan dengan  pandangan para pengikut Nabi Muhammad(hal 107).

Dunia mengetahui peristiwa penjarahan Museum Arkeologi Bagdad pada 12 April 2003. Tiga puluh koleksi hilang, lebih dari empat belas ribu koleksi kecil raib dan hancurnya ruang pamer. Tanggal 14 April sejuta buku di Perpustakaan Nasional di bakar, begitu juga Arsip Nasional. Rekam sejarah dalam bentuk buku, manuskrip bahkan sekeddar hasil penelitian raib dalam hitungan waktu

Perlu dibedakan antara kata "Hilang" dan "Musnah" walau sulit dibedakan dalam sejarah buku. Kadang sebuah karya hilang karena dimusnahkan, dan kadang musnah karena hilang atau belum ditemukan.  Dalam KBBI,  hi·lang v 1 tidak ada lagi; lenyap; tidak kelihatan: tiba-tiba benda itu -- dr pemandangannya;.... Sementara musnah /mus·nah/ v 1 lenyap; binasa: segala hartanya -- dimakan api; 2 hilang....

Uraian pada halaman 154 mungkin bisa diartikan sebagai makna diduga musnah ternyata ditemukan.
Al-Quran berbahasa Arab pertama  dicetak oleh  Paganini pada tahun 1537. Konon diberangus atas dasar instruksi langsung Paus. Selama ratusan tahun diyakini tidak ada cetakan yang tersisa, namun  pada tahun 1987  Angela Nuvono  menemukan satu ekslempar tersisa di dunia, tersimpan dalam perpusatakaan Fratri Minori de San Michele di Isola, Venesia."

Upaya penyelamatan buku pernah dilakukan oleh seorang perempuan berdarah Swabia, Wiborada dari biara Saint Gall, Swiss. Ia mendapat penampakan tentang penghancuran buku. Sehari sebelum serangan, pada dini hari 1 Mei 926, ia mengubur buku-buku koleksi perpustakaan. 

Penyerbuan memang berhasil dihalau tapi kebakaran yang terjadi cukup besar. Wiborada ditemukan tergeletak terluka parah di atas gundukan tanah dimana buku-buku dikubur. Atas tindakan beraninya, ia mendapat gelar Santa. Santa pelindung para pecinta buku.

Pada zaman Yunani kuno, buku adalah selembar papirus yang digulung, panjangnya bervariasi. Saat itu buku disebut Biblos sementara membaca disebut anagnosis berarti baca bersama. Sementara itu tindakan membuka gulungan papirus untuk membaca disebut annelitto. 
Dalam http://www.talkmen.com/articles/read/811/7-pembakaran-buku-bersejarah disebutkan berbagai peristiwa tentang pembakaran buku. 

Diantara ada buku dengan huruf  Braile yang dimusnakan atas dasar rasa takut jika guru-guru yang memiliki penglihatan normal tidak akan dibutuhkan lagi oleh para murid tunanetra, karena mereka berhasil membaca melalui huruf Braille.

Buku tentang penghancuran buku ini berisikan tiga bagian utama. Bagian Pertama: Dunia Kuno, Bagian Kedua: Dari Byzantium Hingga Abad ke-19, Bagian Ketiga: Dari Abad  ke-20 Hingga Sekarang. Setelah itu ada uraian tentang Pascawacana: Penghancuran Buku dalam Cerita Fiksi. 

Guna menulis buku ini Fernando Baez melakukan penelitian selama belasan tahun untuk melihat sejarah pemusnahan buku dari zaman dahulu, mulai dari Byzantium, Mesir, Yunani dan Romawi hingga saat ini. Uraian tentang catatannya lebih dari lima puluh halaman. 

Seorang mahasiswa sejarah mengajukan  pertanyaan “Mengapa manusia menghancurkan buku?”, kepada sang penulis karena menganggap ialah pakarnya. Tergelitik oleh pertanyaan itu, ia pun menyusun kajian ini. Merentang dari awal peradaban tulis hingga kasus-kasus kontemporer, inilah kajian sejarah global pertama tentang bibliosida (penghancuran buku) dari masa ke masa. Sebuah pertanyaan yang tidak memiliki jawaban pasti.

Kover buku ini sungguh menarik. Dibuat seolah-olah buku ini terbakar, lengkap dengan bagian yang bolong seakan habis dilalap api. Sisi kanan dibuat seakan kertas tersebut mulai terbakar api meninggalkan kesan hangus dengan bentuk tak beraturan. Sementara ilustrasinya menggunakan buku-buku yang seakan terbakar. 

Halaman belakang juga tak ketinggalan terkena sentuhan habis terbakar walau tidak seheboh halaman muka. Walaupun untuk itu saya mengalami sedikit kesulitan untuk menyampulnya, tapi kover buku ini menawan. Langsung menyampaikan inti dari hal-hal yang terkandung dalam buku.

Butuh waktu lama bagi saya untuk menyelesaikan buku ini. Bukan karena buku ini merupakan buku sejarah atau kajian budaya tapi karena isinya. Isinya membuat emosi saya tercampur aduk.

Sedih saat mengetahui sebuah buku dihancurkan karena sama artinya menghancurkan pikiran seseorang, buah karya seseorang. Gembira saat tahu sebuah buku tersimpan aman dan telepas dari behaya penghancuran. Mengutuk mereka yang menghancurkan buku, karena sama artinya mereka menghancurkan perabadan.

Seperti yang saya uraikan di atas. Scara pribadi buku ini membuat saya jadi berpikir akan koleksi saya.  Apakah dengan menyimpan saya juga telah melakukan penghancuran buku?

Apakah review saya membuat sebuah buku musnah
Entahlah, yang pasti saya sedang belajar berbagi.

------

THX buat Sis Ira atas buku ini.
Isinya benar-benar bikin merinding hiksss
Tapi perlu dibaca untuk kita yang mencintai buku


Sumber gambar
http://www.dw.de/aksi-pembakaran-buku-10-mei-1933-di-jerman/a-16803353
http://www.chine-chinois.com/sylvain-en-chine/ascension-declin-dynastie-Qin




































Kamis, 30 Januari 2014

Pemenang Kuis Akhir Tahun Grandnie Berhadiah 7+1 buku



Jakarta Sudut Bumi 20ZX

Terkait urusan kuis beberapa waktu yang lalu, ternyata dewan juri cukup pusing. Acara makan siang tadi, lebih tepatnya todongan timbal balik jasa sebagai juri dipenuhi dengan debat heboh ketiga juri. Sementara sang punya acara cuman bisa nyengir karena hak komentarnya sudah dicabut.

Mekanisme  penjuriannya sangat sederhana, dengan cara pemberian nilai berdasarkan ketentuan yang ada. Jadi ada 3 orang teman Grandnie yang diberi tugas untuk membaca semua postingan dan masing-masing memberi nilai. Kebetulan ketiganya tidak kenal sama sekali dengan para peserta kuis sehingga urusan "kedekatan" sana sekali tidak ada. Jujur dan adil.

Menjawab pertanyaan beberapa teman,   jika Jakarta terendam banjir dan setiap orang hanya diijinkan membawa 10 buku maka Gradnie akan membawa:

1. Al Qur'an sebagai pedoman dalam kehidupan
2. Histori of Java. setidaknya sebagai bukti pernah ada suku Jawa
3. Kamus Bahasa Indonesia-Inggris-China. Butuh berkomunikasi dengan pengungsi lain dipenampungan
4. Little Women, sudah jelaskan kenapa
5. Alice in Wonderland, kisah fantasi sepanjang masa yang masih membuatku terpesona
6. Tintin : Penerbangan 714, Jakarta pernah jadi bahan karya penulis besar harge
7. The Brithen dari Jhon Grisham, harus hati-hati dalam banyak hal.
8. Laskar Pelangi dari Andrea Hirata, buku yang dibaca berulang kali& maknanya berbeda
9. 47 Museum  Jakarta dari Edi Dimyati    bukti di Jakarta pernah ada 47 museum
10.Pandawa Sriwijaya dari Yudhi Herwibowo bukti pernah ada kerajaan besar

Untungnya hanya andaikata, karena jika benar-benar terjadi waduhhhh panik ria.Pastilah bisa-bisa cuman bawa buku-buku sementara keperluan sehari-hari terlupakan.

Untuk 3 buku seri X&V karangan beloved B jelas sudah pasti penulisnya membawa jadi Grandnie tak perlu lagi membawa *strategi perang*

Sementara itu ada tiga teman Grandnie yang masing-masing juga membawa 10 buku yaitu:
 1. Al-Qur’an dan Terjemahannya ini yang utama, biar nggak galau dan mampu bertahan! 2. Mencari Emas-nya J.M.G Le Clezio karena bahasanya indah, filosofis dan jelas merekam indahnya alam, itung-itung mengingat waktu bumi belum terendam pun penuh perjuangan! 3. Aku Ini Binatang Jalang-nya Chairil Anwar, termasuk buku acuan puisi, bisa jadi penyemangat buat nulis puisi pelipur hati setelah bumi tenggelam! 4. KBBIsiapa tahu hanya sedikit WNI yang berhasil selamat jadi ada warisan bahasa Indonesianya. 5. Asuhan Gizi-nya A. C. Angraeni, pastinya akan banyak yang butuh perhatian soal gizi! 6.Alasanologi-nya Jaya Suprana, karena selalu ada dan butuh alasan untuk apa pun! 7.Change or Die-nya A. Deutschman, biar tambah berani kalau harus berubah! 8. One Day-nya D. Nicholls, ini kan keren! 9. La Tahzan-nya Al Qarni biar nggak sedih! 10. Happiness Inside-nya G. Vashdev, karena yang kita cari adalah bahagia! (Taufik Firdaus)

lalu ada yang membawa
1. Al-Qur'an yang disertai terjemahan
Panduan kehidupan
2. Jago Pijat Refleksi tanpa Guru by Gangsar R.Hayuaji
Bisa diterapkan sebagai pertolongan pertama pada mereka yang sakit (hemat obat)
3. Les Miserables by Victor Hugo
Panduan untuk macam dan sifat manusia
4. Every Day by David Levithan
Bahwa cinta itu tak kenal batas usia, gender, status sosial
5. Pasung Jiwa by Okky Madasari
Pengingat bahwa kita mesti berani menyuarakan kebenaran
6. Supernova: Petir by Dee
Saat butuh komedi
7. Utopia by Thomas Moore
Mungkin bisa digunakan sebagai panduan membangun sebuah negara impian semua orang
8. OCD by Deddy Corbuzier
Panduan hidup sehat sekaligus menghemat cadangan makanan
9. Princess in Waiting by Meg Cabot
Tak semua hal mesti diucapkan, tulisan memiliki kekuatan yang sama
10. The Ask and the Answer by Patrick Ness
Pengingat banyak hal, diantaranya: pendidikan itu penting, perbudakan akan memicu revolusi, perang membawa petaka dan kerugian pada kedua pihak (FJ Ismarianto)

dan yang lain membawa
1. Alkitab
Just can't live without.
2. The Purpose Driven Life–Rick Warren
Remind me that everything happens for good purpose.
3. Visi PelayananLiteratur–AlfonsTaryadi
Tentang passion & impian jadi penulis. Biar ga patah semangat.
4. Menjadi PenyairLagi–AcepZamzam Noor
Buku puisi yang paling disayang.
5. Recto Verso–Dee
Karya paling kena di hati dari pengarang favorit.
5. Kembalinya Pendekar Pemanah Rajawali No.4–Chin Yung
Andai bisa bawa semua :'( No 4 karena disitu ada pertemuan pertama Kwee Ceng & Oey Yong.
6. Musim Dingin Yang Panjang–Laura Ingalls
Motivasi untuk bertahan di saat berat. Biar ga nyerah.
7. Langit dan Bumi SahabatKami–NH Dini
Juga tentang bertahan di saat-saat sulit.
8. The Lord of The Rings CompleteEdition–J.R.R Tolkien
Tolkien itu wajib hukumnya.
9. Burung-Burung Manyar–YB MangunwijayaEmotional reason: settingnya di Magelang. Biar ingat kampunghalaman.
10. Unforgettable–Winna Efendi
Sedih itu bisa juga indah. (dhieta)


Saat dipenampungan, atas jasanya mereka layak mendapat masing-masing 7 buku dari list yang ada dan 1 buku dari list unggulan. List tersebut adalah:

1. Selence, Putri Sang Cleopatra -- Michelle Moran
2. Red Fang-- Fachrul R.U.N
3. Gatholoco, Rahasia Ilmu Sejati & Asmaragama -- Damar Shashangka
4. Do re mi....-- Guiyeoni
5. Inside Coca Cola -- Neville Isdell & David Beasley
6. The Birthing House (Eng) -- Christopher Ransom
7. Witch Catcher -- Mary Downig Hahn
8. Amos Daragon: Mask wearer (Eng)-- Bryan Perro
9. Amos Daragon: Key of Braka (Eng) -- Bryan Perro
10. Berburu ke Kiai Bule -- Sumanto Al Qurtuby
11. Onward, How Starbuck Fought for Its Life.... (eng)
12. His at Night -- Sherry Thomas
13. Erec Rex : The Monsters of Otherness -- Kaza Kingsley
14. King of Fire: Century Quarter Book One (Eng) -- P.D Baccalario
15. The Dancing Leader--Jusuf Sutanto
16. Mansfield Park -- Jane Austen
17. Artemis Fowl : The Opal Deception -- Eoin Colfer
18.  A Wicked Getleman -- Jane Feather
19. Nasionalisme Palestina di Lapangan Hijau --Tamir Sorek
20. Chronicles of Elir: Takdir Elir -- Hans J. Gumalia
21. Chronicles of Elir: Masa  Elir -- Hans J. Gumalia
22.  Night Play -- Sherrilyn Kenyon
23. 1/2 Pecah 1/2 Utuh -- Parlindungan Marpaung
24. The Last Secret -- Lynn Sholes & Joe Moore
25. Gadis Pakarena --Khrisna Pabichara (Maaf posternya raib entah dimana)
26. [un]affair -- Yudhi Herwibowo
27. 10 Rahasia Pembelajaran Kreatif --Khrisna Pabichara
28. Uninhibited, Robust, and Wide-Open (Eng)-- Lee C. Bollinger
29. Pistol Perdamaian --Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 1996
30. The Executives Guide to: Corporate Events & Business entertaining (Eng)-- Juddy Allen
31. Masque of the Red Death -- Bethany Griffin
32. Hospitality Financial Management (Eng) Agnes DeFranco
33. The False Princes, Jennifer A. Nielsen
34. The graveyard Book, Neil Gaiman (maaf segel dah dibuka baru inget dah ada)
35.  Strom Glass, Maria V. Snyder
36. Pirate Latitudes, Michael Crichton (maaf ujungnya agak sobek terlalu semangat buku plastik)
37. The Firm, Jonathan Grisham (semangat lht kovernya padahal dah punya)
38. Spesial buku dari  Ifa Avianty & Eni Martini berjudul Sunyi

1. The Cuckoo's Calling -- Robert Galbraith
2. Wonder Struck

3. Dying to be me -- Anita Moorjani dari Penerbit Serambi


Sementara atas rekomendasi para jurtentunya dengan mengingat jumlah ketersediaan buku, maka Atria, Luckty, Layla Hana. dan Bimo  masing-masing berhak mendapat 3 buku sebagai hadiah atas partisipasinya. Menurut para juri jawaban mereka sangat kreatif dan inspiratif. 

Untuk  hadiah, maka pemilihan dimulai  berurutan :
1. Taufik Firdaus kesempatan posting pilihan buku  tgl 31 Jan - 01 Feb 2014 jam 09.00 WIB
2. FJ Ismarianto kesempatan  posting pilihan buku tgl 01 Feb 2014 jam 09.01- 02 Feb 2014 jam 10.00 WIB
3. Dhieta  kesempatan  posting pilihan buku tgl 02 Feb 2014 jam 10.01-03 Feb 2014 jam 11.00 WIB

Sementara untuk Atria, Luckty, Layla Hana. dan Bimo kesempatan  posting pilihan buku tgl 03 Feb 2014 jam 11.01- 5 Feb 2014 jam 15.00 WIB. Pilihan buku kalian merupakan buku-buku yang tidak dipilih oleh para juara. Karena keroyokan harap rundingan sendiri yahhhh

Mohon diperhatikan, postingan hanya diperkenankan 1 X serta tidak melewati batas waktu yang ditentukan. Maksudnya agar bisa memberikan kesempatan bagi yang lain untuk memilih. Jika lewat batas waktu maka anggap melepaskan haknya sebagai pemenang.

Jangan lupa inbox alamat & no telpon ke inbox FB. Juga pesan sponsor apakah mau disampul atau tidak. Jika iya butuh waktu lho buat menyampul, harap sabar menunggu. Oh ya pengiriman dengan jasa Pos Indonesia karena cuman ada itu di dekat kantor Grandnie.

Setelah buku diterima tidak ada kewajiban untuk mereview, kecuali untuk bukunya Ifa Avianty & Eni Martini berjudul Sunyi. Tapi jika berkenan kenapa tidak he hehe. Yang wajib adalah foto narsis bersama buku pilihannya.

Terima kasih buat yang sudah ikutan.
Semoga tahun depan masih bisa bikin yang seperti ini dengan hadiah lebih banyak lagi
Enjoyyyyyyyyy
*siap-siap mikir kuis yang lain ahhhh*



Rabu, 29 Januari 2014

Review 2014 #6-Posbar BBI: Kisah Sang Kancil


Si kancing anak nakal
suka mencuri ketimun
Ayo lekas dihukum
Jangan diberi ampun

Kurang lebih begitulah lagu anak-anak seputar kelakuan kancil yang hobi mencuri ketimun dari ladang pak tani. Lagu karangan Ibu Sud (kalau tidak salah) sangat akrab bagi anak-anak (dahulu). Setidaknya bagi terlinga saya. Lagu ini juga yang mengakibatkan saya merengek  minta pergi ke kebun binatang untuk melihat bagaimana sosok kancil itu sebenarnya.

Kisah mengenai kancil diceritakan  secara turun menurun. Banyak versi yang beredar ditengah masyarakat. Selain kisah kancil yang tertangkap karena mencuri timun di ladang pak tani, ada  juga kancil dengan buaya, kancil dengan gajah dan masih banyak lagi.

Sayangnya kebiasaan mendongeng belakangan ini sudah mulai menghilang. Dahulu saya masih bisa mendengarkan aneka dongeng melalu kaset Sanggar Cerita, selain yang dikisahkan secara lisan oleh para sesepuh. Belakangan beberapa penerbit menunjukkan keperduliannya dengan mengubah  kisah rakyat yang selama ini dikisahkan secara lisan menjadi bentuk tercetak, sebuah buku.

Ada dua buku tentang kancil dalam koleksi saya, sepertinya layak dijadikan bahan review dalam Acara Posting Bersama BBI.

Diceritakan kembali oleh E. Siswojo
Gambar Sampul & Isi: E. Siswojo
ISBN: 979-605-043-9
Halaman: 40
Cetakan: Keenam, Februari 2005
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Buku ini berisikan tujuh kisah dengan tokoh utama kancil. Kisah-kisah tersebut berjudul Kancil Mendapat Pisang, Seandainya Kancil Bersatu, Seruling Kanjeng Nabi, Kerbau Tidak Bodoh, Si Kumbang Jadi Korban, Perjanjian Bersyarat serta Bayangan Putri Duyung.

Kisah Seandainya Kancil Bersatu merupakan kisah tentang kancil dan semut.  Suatu saat kancil mencari tempah teduh untuk mengistirahatkan diri setelah kenyang makan pisang.  Mata sayunya  melihat iringan semut yang mencari makan. Semut-semut tersebut mempunyai aturan lalu lintas yang rapi, mereka disiplin. Saat bertemu mereka saling bersalaman. Diikutinya barisan semut itu hingga sampai pada sebuah lubang pada sebongkah batu.

Singkat kata, tubuh kancil mengecil membuatnya mampu masuk ke sarang semut dan menjadi tamu istimewa untuk beberapa saat di negara semut. Banyak hal yang diperoleh kancil. Ia mellihat semut bahu-membahu mencari makanan dan bekerja. Tidak ada yang melakukan apapun demi kepentingan pribadi, semuanya untuk kepentingan bersama. 

Kancil merasa hidup akan menyenangkan jika sejak kecil kita dilatih untuk bekerja keras, tak kenal putus asa, bersahabat dengan semua teman, saling menolong, tidak sombong dan tidak serakah atau menang sendiri. Yang tua memberi contoh kepada yang muda. Yang muda menurut dan menghormati yang tua. Kancil berangan-angan jika seratus kancil bersatu, bekerja keras, dan saling membantu dunia akan lebih menyenangkan.

Sementara Bayangan Putri Duyung mengisahkan tentang seorang kera yang tertipu oleh kancil. Kera yang bernama Kenyung suka melihat ikan beraneka warna yang berenang di sungai. Hati yang kesal  menjadi senang. Kancil mengatakn bahwa ikan yang berwarna-warni tersebut sebenarnya adalah pengawal dari Putri Duyung yang sakti dan sangat cantik di istana di dasar sungai, Putri Duyung tersebut memiliki minyak sakti yang jika diolesi akan mampu melihat setan dalam hutan. jika diminum sedikit akan mampu berbicara dan memerintah setan tersebut.

Kancil berhasil memperdaya kera untuk memasukan ekornya ke dalam sungai. Alih-alih minyak sakti, justru ekor kera dicapit oleh ketam dengan erat. Saat berusaha melepaskan ekornya, kera mengempaskan ekornya ke batu mengakibatkan cangkang rumah si ketam pun pecah. Karena sudah lapar sejak kemarin tidak makan kera menguliti si ketam dan memakannya dengan lahap. Sejak itu kera tidak hanya suka makan buah tetapi juga ketam.

Diceritakan kembali oleh E. Siswojo
Gambar Sampul & Isi: E. Siswojo
ISBN: 979-655-402-X
Halaman: 52
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Buku ini juga mengandung tujuh kisah seputar kancil. Ada kisah Menyelamatkan Penyeberangan. Singa Bengek di Gua Kosong, Jika Ingin Berbuat Baik... Seandainya Ikhlas. Sekecil Apa pun Memiliki Kelebihan, Sang Raja Jubah Biru, Menjaring Gergasi, Persekutuan dengan Tukang Sihir.

Kisah Menyelamatkan Penyeberang merupakan kisah yang sering dipergunakan untuk melakukan test kemampuan berlogika. Kisahnya tentang seorang tukang perahu yang harus menyeberangkan kambing, macan dan sekeranjang rumput. Masalahnya sekali jalan menyeberang perahunya hanya mampu memuat dua muatan, salah satunya tukang perahu. Sang tukang perahu yang kebingungan mendapat bantuan dari sang kancil. Sebagai ucapan terima kasih kancil meminta agar tukang perahu tidak berburu bintang.

Sedangkan kisah Sekecil Apa pun Memiliki Kelebihan mengajarkan bahwa setiap hewan memiliki kelebihannya masing-masing. Suatu saat kancil, macan loreng dan tikus terjerat dalam jaring pemburu. Ketiganya memang berniat jahat di ladang pak tani. Kancil ingin menyantap timun, macan loreng mengincar anak  kambing, sementara tikus ingin menghabiskan padi yang dibiarkan terhampar di halaman akibat panen yang sukses.

Macan loreng yang terjerat segera menangkap tikus di tangannya dan kancil di tangan satunya, ia tak mau menderita sendiri. Ia berpikir siapa tahu sambil terjerat bisa menikmati daging kancil. Namun ternyata ia tak bisa memakan daging kancil karena jerat makin menjepit dirinya.

Semula macan loreng ingin mengaum agar teman-temannya di hutan mendengar dan datang membantu. Untungnya kancil memperingatkan dirinya bahwa aumannya bisa membuat para pemburu terbangun dan membunuh mereka. Kancil yang cerdik mengusulkan agar macan loreng melepaskan tikus. Ia bisa mengerat jerat dan memanggil teman-temannya untuk mengerat jerat sehingga macan loreng dan kancil bisa keluar. Berkat ide kancil ketiganya berhasil lolos dari jerat.

Kedua buku ini mengandung pesan moril yang patut diacungi jempol. Disampaikan  dengan tersirat sehingga anak-anak yang membaca atau mendengarkan orang tuanya membacakan buku ini tidak merasa digurui. Anak-anak juga dikenalkan dengan aneka binatang selain yang biasa ditemui di lingkungan rumah seperti macan loreng, kera, dan lainnya. Mereka juga diajar untuk berpikir cerdik ala kancil namun mendapat peringatan agar tidak melakukan kejahatan atau kenakalan seperti kancil.

Kekurangan kedua buku tersebut  adalah pada judul. Misalnya   pada buku Dongeng Kancil 2 salah satu judul kisah adalah Kerbau Tidak Bodoh, anehnya di bawah judul tersebut tertulis (Tak Mempan Diadu Domba). Atau pada Dongeng Kancil 3 tertulis judul Sang Raja Jubah Biru, di bawahnya tertulis (Kembali ke Asal Setelah Kena Semprot). Ini sedikit membingungkan maksudnya. Apakah judul yang di bawah merupakan judul yang diberikan oleh penerbit, sementara judul yang di atas adalah judul yang sudah umum diketahui oleh masyarakat. Padahal beberapa judul yang ditulis di bawah untuk beberapa kisah sepertinya lebih cocok dibandingkan judul yang ditulis utama.

Ternyata....,
Saya menemukan lagi buku tentang kancil pada salah satu buku yang akan disumbangkan dan sebuah buku yang baru dikembalikan oleh mahasiswa saat piket di bagian pengembalian koleksi. Penemuan yang menyenangkan. Keduanya berhubungan tanpa saya ketahui sebelumnya.

Pada Kancil & Buaya dari MB. Rahimsyar AR,  modelnya adalah sebuah buku  dengan aneka gambar yang disediakan khusus untuk mewarnai. Kisahnya tentang kancil yang berhasil memperdayai buaya. Kancil membuat para buaya berjajar dari salah satu sisi sungai ke sisi yang lain. Kancil berkata bahwa ia perlu menghitung berapa jumlah buaya yang ada sehingga ia bisa mengetahui daging pada tubuhkan akan dibagi berapa banyak. 

Menarik memang buku ini, karena selain mendapat kisah tentang kancil dan buaya, anak-anak bisa berkreasi mewarnai gambar atau ilustrasi yang ada. Hal ini mendorong anak tidak saja menyukai membaca tapi juga mengembangkan kreatifitas anak.

Kekurangannya buku ini adalah dari cara bercerita yang kurang sistematis serta adanya kesalahan tulisan pada beberapa bagian. Baik dalam bentuk pemenggalan kalimat maupun penulisan kata. 

Sementara pada Kumpulan Cerita Fabel Sulawesi Tenggara yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, selain kisah tentang Raja Ular dan Kerbau, Kucing Peliharaan, Kerbau dan Lintah serta kisah lainnya. terdapat juga  kisah tentang kancil dan buaya diantara kisah-kisah yang lain. Buku tersebut berisi 27 kisah yang bersumber dari beberapa naskah kuno anonim.

Pada halaman-halaman awal, kisahnya menggunakan bahasa Indonesia. Sementara di bagian belakang mempergunakan bahasa asli daerah tersebut. Hal ini berguna agar kaum muda memahami bahasa ibu. Sebagai contoh kisah tentang Kancil dan Buaya atau Pulandoq Na Buaja dalam bahasa setempat.

Appa deen tijie pissen wattu, iya tijio pulandog inja toi marundun-rundun saqdah unnangan kande. Nakuamosi tee tedong lako di buaja, Doppa koloq. Jumaii to pulando. Tau acca. Iya nakua kandemi kandemoq.”


Pada suatu waktu, sang kancil pergi menyusuri tepi sungai mencari makanan. Berkata lagi kerbau itu. “Tunggu dulu, itu ada kancil dari sana. Orang pintar. Apabila ia mengatakan makanlah. Maka makanlah saya.”

Kisah kancil dan buaya dalam buku tersebut mengisahkan tentang perseteruan antara kancil dan buaya dengan lebih panjang. Dimulai dari kisah tentang bagaimana buaya yang tidak tahu balas budi ingin memangsa kerbau yang menolong saat ia terdampar di kumbangan saat air surut setelah banjir. Kancil justru membuat buaya kehilangan kesempatan memangsa kerbau. 

Selanjutnya kisah terus bergulir tentang bagaimana perseteruan antara kancil dan buaya yang tidak ada habisnya. Salah satu bagiannya adalah kisah tentang kancil yang memperdaya buaya yang ingin memangsanya di sungai. Ia bahkan mampu membuat buaya menyeberangkan dirinya. Kisah yang sama dengan yang ada pada buku karangan MB. Rahimsyar AR. Bisa dikatakan bahwa buku karangan MB. Rahimsyar AR, memuat salah satu bagian dari kisah yang dimuat dalam Kumpulan Cerita Fabel Sulawesi Tenggara

Sementara bagian kisah tentang buaya dan kerbau yang dikisahkan pada hawal cerita  Kancil dan Buaya bisa disimak versi singkatnya pada kisah Kerbau dan Buaya pada halaman 33.

Dalam wikipedia disebutkan nama ilmiah marga ini, Tragulus, berasal dari gabungan dua kata. Yakni tragos, dari bahasa Yunani yang berarti ‘kambing’, dan akhiran –ulus dari bahasa latin yang berarti ‘kecil’. Ini sesuai dengan keadaan tubuhnya yang kecil, yang pada usia dewasa ukurannya kurang lebih sama dengan  kelinci. Pelanduk berhabitat di hutan tropis Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dan hewan ini termasuk salah satu ungulata terkecil di dunia. Dalam bahasa inggris  dikenal sebagai mouse-deer atau chevrotain; kata yang akhir ini sebetulnya dipinjam dari bahasa Perancis.

Pelanduk serupa dengan rusa, tapi jauh lebih kecil dan tidak bertanduk. Tungkainya ramping dan punggungnya sangat melengkung. Hewan jantan mempunyai gigi taring panjang di rahang atas yang menonjol keluar bibirnya. Panjang kepala dan badan antara 195–600 mm, dan panjang kaki belakangnya 110–150 mm. Tubuh berwarna kecokelatan, dengan garis-garis putih dan cokelat kehitaman membujur di tenggorokan dan dadanya, dan garis hitam di tengkuknya.



Dalam http://alamendah.org/2010/11/26/kancil-ternyata-tidak-suka-makan-mentimun/, disebutkan bahwa kancil tidak suka makan timun seperti kisah  yang melegenda itu.   Di hutan, kancil memakan pucuk daun (terutama yang berair), buah-buahan yang jatuh dari pohon, rumput dan akar. Sedangkan di kebun binatang maupun kandang peliharaan, kancil biasanya diberikan makanan seperti irisan kangkung, kacang panjang, wortel, bengkoang, ubi, selada, jagung muda, terong serta buah-buahan. Kancil menyukai buah-buahan yang lunak dan berbau harum. Buah kesukaan binatang ini antara lain pisang, apel, dan nangka.

Dari berbagai pengamatan, saat kancil (Tragulus javanicus) disediakan beraneka jenis buah dan daun, termasuk mentimun diantaranya, kancil akan memilih berbagai buah yang lunak dan harum untuk dimakannya. Dan ternyata, kancil tidak memilih mentimun sama sekali selagi masih ada jenis makanan lainnya. Hemmm jadi dari mana  inspirasi kancil suka makan timun yahhhh. 

  
Kisah mengenai kancil dan hewan lainnya disebut favel. Fabel http://bahanajarjsj.wordpress.com/2012/01/04/fabel/,  berasal dari bahasa latin “Fabula” yang berarti Erzählung. Pengertian lain berdasarkan kamus jerman PONS, yang dimaksud dengan fabel adalah cerita pendek, yang di dalamnya diperankan oleh hewan sebagai pemeran utama dan pembaca diajarkan tentang moralitas (“eine kurze Geschichte, in der meist Tiere die Hauptrolle spielen, und die den Leser moralisch belehren will”)
Sementara http://dongeia.blogspot.com/2013/07/definisi-fabel.html menyebutkan, Fabel adalah cerita yang menceritakan kehidupan hewan yang berperilaku menyerupai manusia. Cerita tersebut tidak mungkin kisah nyata. Fabel adalah cerita fiksi, maksudnya khayalan belaka (fantasi). Kadang fabel memasukkan karakter minoritas berupa manusia.


Sekedar mengingatkan, di sekitar kita juga ada kancil yang lain lho. Mungkin terinspirasi pada kelincahan dan kecerdikan binatang kancil, maka sebuah "KANCIL" yang lain juga diproduksi. KANCIL merupakan kependekan dari Kendaraan Angkutan Niaga Cilik Irit Lincah. Kendaraan ini merupakan kendaraan angkutan umum/ niaga untuk jarak dekat dengan konsep Aman, Nyaman, Ramah Lingkungan, Terjangkau dan Produktif.

Berat KANCIL hanya sekitar 850 kg dan muat untuk 5 orang termasuk supir dan barang. Untuk body mempergunakan fiberglas sehingga lebih ringan, mudah diperbaiki dan tidak berkarat. Untuk tangki bisa memuat 10 liter bensin murni atau  CNG setara 20 liter. Untuk Transmisi, manual 5 percepatan dan 1 mundur


Kalau KANCIL yang ini, saya juga mau.
Lumayan buat bikin perpustakaan keliling skala kecil *ngak kebayang gimana yang penting niat dan ada dulu*
  

 

Sumber gambar:
tanah-air-kita.blogspot.com
http://mozaicdunia.blogspot.com/2010/09/100-indonesia-5-13-mobil-mobil-asli.html

Rencananya buat posting bersama tapi salah lihat jadwal padahal dah punya kalender BBI *hiks*

Review 2014 #5: Asal Mula Simbol-simbol Keberuntungan China



Judul :Origins of Chinese Auspicious Symbol
Komplikasi: Lim SK
Ilustrasi: Fu Chunjiang
Alih bahasa: Dewi
ISBN/EAN: 9786020202730/9786020202730
halaman: 164
Harga: Rp 29.800
Penerbit: PT elex Media Komputindo


Banyak simbol-simbol yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya pajangan berbentuk Lucky Cat, dikenal juga dengan The maneki-neko, yang heboh melambai-lambaikan tangannya. Tak sedikit toko-toko yang meletakan pajangan ini. Wujudnya juga beragam, warnanya juga beraneka walau biasanya yang kita jumpai di tanah air berwarna emas dan putih. Lebih lengkap mengenai sosok kucing ini bisa diintip di http://luckymanekineko.wordpress.com/

Karena sering kita temui, kadang kita menganggapnya simbol tersebut sudah merupakan bagian dari kehidupan hingga tidak menyadari makna yang terkandung dalam simbol tersebut. 

Begitu melihat simbol hati, secara naluri kita akan membayangkan tentang cinta. Melihat simbol timbangan maka secara otomatis menggiring pikiran kita pada urusan keadilan, biasanya mengarah pada keadilan hukum. Melihat simbol berupa burung merpati sama halnya dengan melihat simbol perdamaian. Sementara negeri Belanda akan terwakili melalui simbol kincir angin.  Kisah legendaris Harry Potter  memperkuat makna ingatan masyarakat umum akan simbol topi runcing ke atas dan tongkat sebagai pertanda penyhir.

Simbol sebenarnya berasal dari bahasa Yunani,  symballo yang bermakna tanda pengenal yang menjelaskan dan mengaktualisasilan suatu kebersamaan dengan dasar perjanjian atau kewajiban. Simbol  adalah gambar, bentuk atau benda yang mewakili suatu gagasan atau jumlah sesuatu. Simbol dibutuhkan untuk menghayati nilai-nilai yang diwakilinya meski bukan nilai itu sendiri. Simbol dapat dipergunakan untuk keperluan apapun.

Dalam budaya China, banyak simbol yang digunakan. Bukan sembarang simbol. Ada simbol yang dianggap menggambarkan keberuntungan karena namanya yang terdengar sama dengan makna-makna yang menggambarkan keberuntungan. Benda-benda yang menjadi simbol keberuntungan  telah menyatu dengan kehidupan sehari-hari hingga bisa kita temui dalam aneka karya seni seperti  sulaman, lukisan dan perabotan rumah tangga.

Walau bisa menyebutkan beberapa simbol pembawa keberuntungan, namun masih sedikit yang bisa menjelaskan makna harafiah yang terkandung dalam simbol itu. Apalagi kaum muda. Buku ini memberikan pemahaman tentang asal usul simbol yang dianggap membawa keberuntungan dalam kalangan masyarakat China.

Buku ini memuat tentang simbol keberuntungan, yaitu Simbol keberuntungan-binatang, Simbol keberuntungan-tanaman, Simbol keberuntungan-benda, Simbol keberuntungan-benda-benda perayaan, Simbol keberuntungan- kata-kata,  dan diakhiri dengan lampiran berupa perihal benda pembawa keberuntungan.


Pada Simbol keberuntungan-binatang kita bisa mengetahui bahwa singa bukanlah binatang asli China. Konon saat Kaisar Zhangdi dari Dinasti Han Timur berkuasa, singa datang dari barat.  Singa konon bisa memakan harimau dan macan tutul. Singa juga dipandang sebagai lambang kekuatan dan kekuasaan. Selain itu singa juga dianggap mampu meredam  dan mengusir kekuatan jahat. Itu sebabnya dalam perayaan Tahun Baru Imlek atau pesta-pesta lain sering dipersembahkan  barongsai singa. Hal tersebut juga yang membuat patung singa sering diletakan di pintu masuk istana, bank, gedung pemerintahan, toko,  bahkan rumah tinggal. Biasanya singa jantan di sebelah kiri, betina di kanan berdasarkan posisi saat keluar dari dalam gedung. Lukisan keberuntungan berupa sepasang singa bermain bola juga sering dikumpai di rumah orang China.

Salah satu tanaman yang dianggap sebagai simbol keberuntungan adalah labu. Menilik gambar yang ada di buku seperti yang dimaksud adalah labu botol. Pohonya panjang dan melingkar-lingkar. Bijinya besar dan banyak hingga menjadi simbol akan kemakmuran  dan melanjutkan garis keturunan.

Pelafasan yang mirip dengan berkat dan kemakmuran, labu juga perlambang kekayaan. Itu sebabnya banyak yang meletakkan labu di dalam rumah dengan harapan mendatangkan kekayaan. 

Pastinya labu juga dianggap mampu pengusir kekuatan jahat dan penyakit. Jika penah menonton tentang Perjalanan Mengambil Kitab Suci ke Barat, bisa dilihat labu yang dipergunakan sebagai wadah minum dan wadah obat. Bahkan sempat dijadikan semacam alat guna mengurung sang biksu. Caranya membuat sang biksu menjawab saat dipanggil sementara pemanggilnya membuka tutup labu sakti. 

Labu juga dipergunakan sebagai alat musik setelah dikeringkan, Cucurbit Flute. Alat musik ini dipakai oleh suku minoritas  Yunnan. Musik dimainkan melalui batang bambu dan labu berfungsi sebagai pengeras suara. Saat Festival Perahu Naga, potongan kertas berbentuk labu ditempelkan di pintu dan jendela untuk mendoakan kedamaian dan kebahagaiaan bagi keluarga. 

Orang China percaya bahwa koin tembaga bisa dipergunakan untuk mengusir kekuatan jahat. Pada zaman dahulu koin tembaga merupakan mata uang. Saat ini selain melambangkan perlindungan dari kejahatan, koin tembaga juga bermakna kekayaan. 

Simpul di China merupakan benda baik dengan beragam fungsi. Seni ikat simpul sudah ada dari masa prasejarah, sebelum ditemukannya tulisan. Catatan dibuat dengan membuat simpul. Simpul ditalikan dan dijahit di baju. Simpul bergungsi sebagai hiasan.  Simpul dianggap sebagai lambang keberuntungan.


Saat tahun baru sering kali  hantu kecil, Chong menakuti anak-anak dalam tidur dengan cara meneyntuh dahinya.  Biasanya para orang tua membungkus delapan koin tembaga dan meletakkan di bawah bantal anak-anak. Sehingga saat Chong datang mengganggu, sinar terang koin akan memancar membuat Chong ketakutan dan lari. 

Karena pengucapan huruf China ji 鸡 untuk "ayam" mirip huruf "keberuntungan" 吉 (juga ditulis ji hanya beda nada saat membaca) maka ayam dianggap sebagai binatang pembawa keberuntungan. Konon saat dunia diciptakan binatang yang pertama kali diciptakan Nuwa ( dewi pencipta bagi orang  China) adalah ayam. Jika diperhatikan, hal ini juga yang membuat hari pertama bulan pertama kalender bulan disebut hari Ayam.

Saat menghadiri pernikahan atau di amplop merah kita akan menemukan goresan  gabungan dua huruf "Kebahagiaan" Maknanya adalah kebahagiaan yang berlimpah ruah. Aksara ini sering digantungkan di pintu masuk acara pernikahan. 

Kebiasaan ini bermula dari Wang Anshi seorang politikus dan figur sastrawan dari DIinasti Song. Karena mampu meneruskan dua baris syair yang dibuat oleh seorang putri keluarga terhormat maka ia berhak menikahi putri tersebut. Pada hari pernikahan seorang kurir menyampaikan pesan bahwa Wang Anshi  juga menerima penghargaan sebagai Sarjana Terbaik di ujian kerajaan. Sebagai rasa sukacita ia menempelkan tulisan merah Kebahagian Berganda. Sejak itu tulisan tersebut menjadi terkenal dan dianggap sebagai simbol perayaan dan keberuntungan.

Bagi kaum muda, buku ini memberikan pengetahuan dasar tentang makna sebuah simbol. Beberapa simbol semata-mata  hanya hasil  imajinasi. Tapi tak ada salahnya mengetahui sehingga tidak salah memaknai sebuah simbol. Bagi mereka yang lebih senior, buku ini sebagai pengingat mengenai asal mula penggunaan sebuah simbol dalam kehidupan sehari-hari.

Pada awal bab, pembaca sudah diberikan petunjuk apa isi bab tersebut. Perhatikan saja kalimat yang berbunyi, "Dalam bab ini, Anda akan mengetahui:" Sedangkan tiap akhir bagian, pembaca bisa menemukan review, isinya sudah pasti mengenai inti pembahasan bagian tersebut. Tak ketinggalan terdapat pertanyaan yang berguna untuk menguji pemahaman pembaca akan bagian tersebut.

Keunggulan buku ini adalah pada ilustrasi yang menawan. Pembahasan pada suatu bab banyak mempergunakan ilustrasi hingga menarik. Selain itu dengan ilustrasi pembaca juga cenderung lebih mudah memahaminya dari pada menggunakan uarain kalimat panjang lebar. Fu Chunjiang selaku ilustrator memang diakui kehebatannya. Sudah banyak karyanya terutama dalam hal adaptasi cerita China Klasik. 

Dari sisi terjemahan bahasa, memang masih kelihatan agak kaku. Pada beberapa point terlihat bahasa yang agak kacau. Mungkinkan karena gaya bicara ala China berbeda dengan masyarakat umum hingga berkesan tidak biasa. Seperti pengucapan "kamu orang" yang sering saya dengar dari mulut beberapa sahabat saya.

Sebagai tambahan, mari dicoba resep  yang hasil masakannya mengandung makna tertentu.  Bentuk lumpia yang menyerupai batangan emas dianggap sebagai simbol kemakmuran.

Lumpia Kacang Merah (Red Been Springroll)


Bahan:
Dadar oats:
2 butir telur
350 ml susu rendah lemak
50 g oats instan, haluskan dengan blender
3 sdm tepung terigu
1/2 sdt garam
1 sdt gula pasir
2 sdm margarin untuk oleskan

Selai kacang Merah:
100 g kacang merah kering, rendam semalaman hingga mengembang
350 ml air
75 g gula pasir
1/2 sdt garam
2 sdm non dairy creamer bubuk
1 sdm tepung terigu

Dadar oats:
Kocok telur dan susu hingga tercampur rata.
Masukan tepung oats, tepung terigu, garam, dan gula pasir. Aduk rata

Panaskan wajan dadar, olesi dengan margarin. Tuangkan 50 ml adonan dadar, ratakan. Setelah adonan dadar kering dan matang, angkat. Lakukan hingga semua bahan habis. Sisihkan

Selai kacang merah:
Rebus kacang merah hingga empuk. Angkat. Setelah agak dingin, haluskan dalam blender.

Rebus kembali bersama air. tambahkan gula pasir dan garam. Masak hingga air hampir habis terserap. Masukan creamer bubuk dan tepung terigu. Aduk hingga selai kering. Angkat dan dinginkan.

Penyajian: ambil selembar dadar oats, isi dengan 1 sdm selai kacang merah, Gulung. Sajikan segera.

Sementara pemilihan penggunaan oats dikarenakan alasan kesehatan. Dalam per 100 gram oats terkandung energi 370 kkal, protein 9,9 gram, total lipid 10,9 gram, karbohidrat kompleks 57 gram, serat 10 gram, serat larut 4,6 gram. Terkandung juga kalsium, zat besi, zat seng, magnesium, fosfor, kalium, thiamin, riboflavin, niacin, vit B6, asam folsat. Serta tiga komponen antioksidan alami, yaitu trikotrienol, asam ferulat dan asam kafeat.

Mengonsumsi oats bermanfaat antara lain yaitu, menjaga kadar kolestrol  darah tetap rendah jika dikonsumsi secara rutin, mengatasi gangguan sembelit, kaya serat sehingga mampu menahan rasa kenyang lebih lama sehingga cocok dikonsumsi bagi yang menjalani program menurunkan berat badan, membantu emnurunkan peluang terkena penyakit jantung, mencegah resiko terkena kangker usus karena kandungan serat yang tinggi, dan lainnya. (Sumber: 25 Resep Festival Chinese Food & Kue, Serba Oats Untuk Keluarga oleh Fajar Ayuningsih)

Hemm simbol di meja kerja saya ada si lucky cat, amplop peran dan sebutir telur. Eh... 2 lucky cat ternyata. yang satu gendut putih tertawa ceria sambil heboh melambaikan tangan. Satunya lagi bening dan kaku. Oleh-oleh dari my beloved manager Silvero. 

Sebentar.... ternyata di USB saya tergantung dengan manisnya simbol uang emas. Maklum USB adalah tempat menyimpan data semua pekerjaan saya. Siapa tahu berubah menjadi "emas"

Buat saya pribadi simbol itu berguna sebagai menyemangat kerja saja.
Tapi sangat tidak menolak jika amlop merah di pinggir layar komputer saya diisi sejumlah uang *usaha.com*






Sumber gambar:
http://labubotol.blogspot.com/2009/09/pembibitan-penanaman-labu-botol.html
 -