Senin, 01 Agustus 2016

2016 #74: Pencarian Jati Diri Seorang Rann

Judul asli: Pencarian yang Hakiki/The Eternal Wonder
Alih bahasa: Lanny Murtihardjana
Editor: Rini Nurul Badariah
Desain sampul: Eduard Iwan Mangopang
ISBN: 9786020332079
Halaman:381
Cetakan: Pertama-2016
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Harga: Rp 85.000
Rating : 4,65/5

Jangan pernah melepaskan rasa ingin tahu.
Penasaran adalah awal semua pengetahuan. 

Baiklah. Saya langsung teringat sosok Fahd. Tepatnya pada novelnya yang berkisah tentang seputar alam rahim. Bagian awal kisah ini juga dimulai dengan perkembangan tokoh kita dalam alam rahim. Bukan anak yang biasa. Dan seluruh kisah dalam buku ini memang tentang seorang sosok yang tidak biasa.

Randolph Colfax alias Rannie alias Rann lahir sebagai anak yang serba ingin tahu. Ia salah satu dari sedikit orang kreatif yang lahir. Ia bisa menjadi masalah bagi dirinya sendiri karena pertanyaan dan rasa ingin tahunya. Tapi juga mampu memecahkan masalah melalui daya imajinasinya. Begitu ia bisa memperoleh solusi bagi masalah yang dihadapinya, maka pikirannya akan bebas terbuka untuk menciptakan sesuatu. Semakin banyak ia berimajinasi maka semakin banyak ia menghasilkan sebuah ciptaan, maka makin bebas dirinya.

Kadang orang tuanya kesulitan menjawab aneka pertanyaan yang muncul. Saat berupaya memenuhi hasrat ingin tahu, untuk sementara, kamus merupakan solusi yang paling tepat baginya. Dengan beranjaknya usia,  ensiklopedia juga  menjadi salah satu alat bantu baginya. 
Versi bahasa Italia

Ayah dan ibu Rann  sudah menyerahkan "pengasuhan" Rann pada tumpukan buku.  Demikian juga dengan salah satu profesornya. "Apa pun yang bisa kautemui di dalam buku memang bermanfaat demi kebaikan. Buku merupakan jalan pintas menuju pengetahuan total. Bagaimanapun, kau tidak bisa mempelajari segala sesuatu hanya melalui pengalaman pribadi. Gunakan pengalaman pribadimu itu untuk menguji apa yang sudah kaupelajari melalui buku-buku."

Jangan salah menduga. Kisah dalam buku ini tidak hanya tentang Rann dan buku-bukunya. Tapi juga beriskan hal-hal unik lainnya. Perjalanan mencari jati diri.  Bahkan melibatkan juga beberapa negara, musim, dan tentunya beberapa kisah cinta yang menjadi bumbu penambah kenikmatan membaca.

Urusan yang lumayan ramai dibicarakan, LBGT juga ada dalam buku ini. Rann yang masih begitu mudah sudah berurusan dengan hal itu. Untunglah ia mampu menanggapi dengan bijak pada akhirnya. 

Jika ditelaah lebih jauh, sepertinya Rann memang terlalu mudah untuk banyak hal. Untunglah jiwa, pengetahuan serta peran sang ibu mampu membuatnya tetap berada di jalur yang benar.

Meski lebih dekat dengan sosok sang ayah, namun karena selalu mendapat kebebasan dan kepercayaan, Rann juga sangat menghormati dan mencintai sang ibu dengan caranya sendiri. Demikian juga dengan sang ibu yang menunjukan kasihnya dengan cara unik. Mereka cukup dekat dengan cara yang tidak biasa. Hal ini terbukti sang ibu bisa merasakan ada yang mengganggu dan membahayakan bagi diri Rann. Naluri seorang ibu, bagaimana juga cukup peka.
Versi Bahasa Jerman

Hal tersebut terkait dengan salah satu pesan ayah Rann pada sang ibu perihal mendidik anak. Sepertinya pesan itu menjadi salah satu hal yang membuat Rann mampu mengeksploitasi kemampuan diri dengan leluasa tanpa perlu khawatir harus menjawab berbagai pertanyaan dari sang ibu." Jangan cecar anak itu dengan pertanyaan-pertanyaanmu. Bila siap, dia akan menceritakannya sendiri kepada kita."

Sungguh bijaksana.
Mengawasi dan memberikan kepercayaan sepertinya lebih baik dari pada selalu bertanya dengan was-was sehingga membuat anak ragu untuk melakukan sesuatu hal. 

Dibanding  buku-buku karangan  Pearls S Buck lainnya, dimana nuansa Cina sudah mulai terasa pada awal kisah, buku ini jelas  berbeda. Hingga halaman 217,  lebih dari setengah buku, belum ada tanda-tanda yang menunjukan kisah ini akan mengusung  unsur Cina. Kalau pun ada, hanya menyebutkan bahwa kakek si tokoh utama pernah berada di Cina dan keinginannya untuk pergi ke sana. 

Sungguh, saya penantikan bagian yang mengisahkan sesuatu hal atau peristiwa yang terkait dengan Cina. Ciri khas  Pearl justru pada hal tersebut. Sering kali ia disebut lebih Cina dari pada orang Ciina sendiri. Untunglah, kesabaran saya membawa hasil. Baru pada halaman 218 saya menemukan apa yang saya ciri. 

Walau begitu, sebenarnya dari halaman pertama saya sudah terlena. Hanya saja tidak menemukan bagian yang mengisahkan tentang Cina dalam buku Pearl seakan makan sayur asam tanpa sambal dan ikan asin. Nikmat, tapi kurang "nendang" he he he. 

Bisa disimpulkan bahwa buku ini benar-benar menawarkan sesuatu yang berbeda. Lebih berpusat pada sosok Rann. Meski apa yang menjadi ciri sang penulis muncul dalam porsi sangat minim, tapi tetap mampu mempesona.
Versi Bahasa Portugis
Pada halaman 59-64, kita akan dibuat tertawa mengenai sex ala anak-anak. Bagian ini membuat saya teringat pada kisah jagoan saat TK. Sering kali ia mendengar kata "sun dong kalau sayang" dilontarkan oleh keluarga. Maka yang ada dibenak seorang anak TK A sun alias cium (dalam hal ini cium pipi)  adalah wujud tanda sayang. Di Sekolah, ia berteman dengan seorang gadis kecil yang juga memahami hal yang saat. Setiap mengantar ke sekolah, orang tuanya akan berkata, "mama sayang kamu, hayuh sun dulu" Jadi terbayang kehebohan yang terjadi saat sang guru selesai memberikan pelajaran moral tentang kasih sayang. Saya dipanggil ke sekolah untuk mendapat penjelasan panjang lebar bahwa mereka berdua tadi saling mencium pipi ketika akan pulang ke rumah masing-masing. Alasannya karena mereka sahabat dan saling sayang! Celakanya! guru TK jagoan dulu adalah guru pendamping saat saya TK. Terbayangkan, sampai saat itu beliau masih menganggap saya adalah salah satu muridnya yang harus diberi pelajaran. Makin panjanglah pencerahan yang saya peroleh.

Bertahun-tahun tinggal di Cina saat kondisi sedang kurang baik,membuat Pearl mendapat banyak pelajaran kehidupan. Salah satunya adalah prinsip melalui kerja keras orang akan makmur. Pesan itu juga dimasukan dalam kepribadian dan tingkah laku Rann selaku tokoh utama dalam cerita.

Sosok Stephanie yang berjuang untuk menyelaraskan darah Cina, Amerika dan Perancis bisa kita asumsikan sebagai sosok Pearl S Buck. Berambut pirang tapi lebih Cina dari orang Cina sendiri. Ia berjuang untuk bisa sama seperti sahabat dan orang-orang Cina yang ada di sekitarnya saat ia kecil.  Bagi mereka penyuka karya Pearls S Buck, pasti bisa merasakan beberapa bagian kisah yang juga serupa dengan kondisi dirinya.
Versi Bahasa Inggris

Setelah sekian lama diajak mengikuti perjalanan hidup Rann agak kecewa juga ketika kisah ini berakhir. Apa lagi menurut saya seharusnya kisahnya bisa lebih panjang. Akhir bisa dibuat dengan lebih manis. 
Penasaran dengan kata Kajang di halaman 216. Makna dan maksudnya bisa dibaca pada link berikut,  atau di sini.  Selain mendapat hiburan, asupan jiwa, buku ini juga memberikan tambahan perbendaharaan kata bagi saya. 

Pearl S Buck pada November 1938 mendapat hadiah Novel di bidang Literasi. Semasa hidupnya merupakan penulis yang cukup produktif. Terdapat 43 novel, 28 buku non fiksi, 242 cerita pendek, 37 buku anak dan masih banyak karya lainnya.

Kisah ini bisa disebut sebagai kisah yang hilang dan ditemukan kembali. Merupakan kisah yang ditulis pada akhir usianya. Mungkin juga bukan kisah yang sudah selesai. Untunglah kita bisa menikmati kisah ini. Unik, sangat menyentuh. Semoga karya-karya lainnya segera dialih bahasa dan diterbitkan. Minimal cetak ulang yang lama *berharap kan boleh*

Oh ya kenapa bukan bintang 5 padahal kisahnya begitu memukau saya. Urusan bintang memang agak pribadi sebenarnya. Bagi saya karena buku ini (sekali lagi) kurang mengusung apa yang menjadi ciri khas penulis maka bintangnya turun sedikit. Plus akhir yang begitu cepat he he he.

Sumber gambar:
Goodreads

4 komentar:

  1. Balasan
    1. Assalamualaikum Salam sejahtera untuk kita semua, Sengaja ingin menulis
      sedikit kesaksian untuk berbagi, barangkali ada teman-teman yang sedang
      kesulitan masalah keuangan, Awal mula saya mengamalkan Pesugihan Tanpa
      Tumbal karena usaha saya bangkrut dan saya menanggung hutang sebesar
      1M saya sters hampir bunuh diri tidak tau harus bagaimana agar bisa
      melunasi hutang saya, saya coba buka-buka internet dan saya bertemu
      dengan KYAI SOLEH PATI, awalnya saya ragu dan tidak percaya tapi selama 3 hari
      saya berpikir, saya akhirnya bergabung dan menghubungi KYAI SOLEH PATI
      kata Pak.kyai pesugihan yang cocok untuk saya adalah pesugihan
      penarikan uang gaib 4Milyar dengan tumbal hewan, Semua petunjuk saya ikuti
      dan hanya 1 hari Astagfirullahallazim, Alhamdulilah akhirnya 4M yang saya
      minta benar benar ada di tangan saya semua hutang saya lunas dan sisanya
      buat modal usaha. sekarang rumah sudah punya dan mobil pun sudah ada.
      Maka dari itu, setiap kali ada teman saya yang mengeluhkan nasibnya, saya
      sering menyarankan untuk menghubungi KYAI SOLEH PATI Di Tlp 0852-2589-0869
      agar di berikan arahan. Supaya tidak langsung datang ke jawa timur,
      saya sendiri dulu hanya berkonsultasi jarak jauh. Alhamdulillah, hasilnya sangat baik,
      jika ingin seperti saya coba hubungi KYAI SOLEH PATI pasti akan di bantu Oleh Beliau

      Hapus