Sabtu, 12 Maret 2016

2016 #29: Kisah Si Kembar dalam The Fire Sermon

Pengarang : Francesca Haig
Penerjemah: Lulu Fitria Rahman
Penyunting: Lisa Indriana Yusuf
Penata aksara: CDDC
Pewajah sampul: Muhammad Usman 
ISBN: 9786023850006
Cetakan: Pertama-2016
Penerbit: Noura Books
Harga: Rp 84.000
Rating: 3/5

Baru kali ini aku melihatnya,
kembar bersama-sama

Konon, saudara kembar memiliki hubungan bathin yang unik. Sering kita mendengar kisah saat salah satu menderita sakit maka meski berjauhan, saudara yang lain juga akan sakit. Ada yang meninggal  dengan selirih waktu sangat dekat. Mereka sering kali melakukan hal yang sama tanpa disengaja. 

Kurang lebih begitulah kehidupan Zach dan Cass, setidaknya menurut pandangan Cass. Ia sangat mencintai kembarannya hingga tak bisa membayangkan bagaimana rasanya hidup berjauhan, sementara Zach sepertinya tidak begitu. Meski ia sangat paham jika Cass menderita karena sesuatu hal, bahkan meninggal maka ia juga akan langsung mengalaminya. Ia hanya ingin membuktikan bahwa ia adalah Alpha dan Cass Omega. Zach sangat ingin bisa bersama dengan sesama Alpha meski harus berjauhan dengan Cass

Dalam bencana besar, ledakan meluluhkan waktu, membelah masa secara permanen menjadi Sebelum dan Setelah. Setelah itu, pada generasi kedua dan ketiga masa Setelah, fenomena kelahiran anak kembar muncul. Bukan sembarang kembar, yang satu disebut Omega dan yang lain Alpha. Keduanya harus dipisahkan begitu tanda-tanda yang membedakan muncul.

Para Alpha akan menjadi golongan elite, hidup dalam kenikmatan dan keamanan. Sementara para Omega yang lemah, karena memiliki gen mutan, diasingkan dan ditekan masyarakat Alpha.  Sosok  Omega bisa dikenali dengan adanya kekurangan fisik serta cap pada dahi. Hanya Alpha yang bisa melahirkan anak, tapi tiap anak selalu muncul dengan kembaran omeganya. 

Untuk Cass, ia sama sekali tidak memiliki kondisi fisik yang berbeda. Ia sama sempurnanya dengan Zack. Sungguh sulit membedakan mana yang Alpha dan mana Omega pada kasus Cass dan Zack. Terutama sekali karena Cass mampu memanipulasi keadaan hingga berusia lebih dari 10 tahun. Bahkan  orang tua  mereka sering berdebat mengenah hal tersebut. Sang ibu merasa,  "Mereka bukan ‘masalah’—mereka anak-anak kita.” “salah satu dari mereka,” sahut Ayah. “Yang satu lagi berbahaya. Racun. Tapi kita tidak tahu yang mana.”

Cass adalah seorang peramal! Tak ada yang iri pada peramal. Kaum Alpha membencinya, sementara Omega memusuhi. Tak heran jika ia tak memiliki kekurangan pada fisiknya. Setelah kondisinya terungkap sebagai Omega, ia segera meninggalkan rumah menuju ke rumah saudara perempuan ayahnya di perkampungan Omega. Sang bibi yang sudah meninggal, mewariskan rumah dan sedikit uang. Sementara ia aman di sana hingga Zack mengirim utusan untuk "menculik" dan mengamankan dirinya di sebuah banker. 

Buku ini tidak saja mengisahkan bagaimana seorang anak dipisahkan dari saudara kembar, keluarga dan lingkungannya. Tapi juga memuat bagaimana anak yang dikucilkan harus bertahan hidup di lingkungan yang sangat tidak ramah.

Selain itu, pembaca juga bisa mendapat inspiasi bagaimana eratnya rasa persaudaraan melalui kisah yang dalami oleh salah satu teman Cass. Dilain kisah, ada juga sosok yang sangat kejam pada saudara kembarnya, melebihi kekajaman yang dilakukan oleh Zack pada Cass.

Sesuatu yang sepertinya terlihat jahat, belum tentu jahat. Begitu juga sebaliknya. Sosok Alpha tidak semua jahat, meski ada juga ada Omega yang kejam melebihi kekejaman seorang Alpha. Pembaca diajak untuk menelaah bahwa penilain seseorang tidak bisa hanya dari mana ia berasal. Tapi harus memandang seseorang secara utuh serta berdasarkan apa yang ia lakukan.

Untuk kisah yang berseri, buku ini sudah kuat untuk menjadi dasar. Bahkan andai kita tidak membaca buku selanjutnya, buku ini sudah cukup memuskan pembaca. Meski begitu, saya tidak menemukan sesuatu yang istimewa dalam buku ini. Menarik memang tapi hanya menarik, tidak istimewa.

Entah karena buku pertama atau memang penulis tidak terlalu ingn melakukan eksplor pada kepribadian para tokoh, cukup bermain  pada ide dua saudara kembar yang sangat berbeda satu dengan lainnya. 

Menurut rencana, akan ada tiga buku dalam serial ini. Sejauh ini sudah ada buku kedua dengan judul The Map of Bones. Buku ketiga masih dalam proses. Mari berharap buku kedua juga bisa menyusul beredar di tanah air ini.

Bagi yang tidak menyukai alur rapat, harap bersabar. Nyaris sepertiga buku ini mengisahkan tentang latar belakang Cass. Mulai masa kecil, lingkungan, sikap orang tua hingga saat ia mulai diculik untuk dikurung agak Zack tidak perlu takut musuhnya mencelakai dirinya melalui Cass. Agak terlalu bertele-tele menurut saya.

Saya menemukan beberapa kata yang diberikan catatan kaki oleh penerjemah, misalnya Sayuran Akar. Hal ini bisa dimanfaatkan guna menyamakan persepsi ara pembaca mengenai sebuah hal. Tapi saya tidak menemukan makna kata pelples,  sementara saya masih  merasa tidak yakin apakah yang dimaksud dengan pelplesku. Tepatnya kalimat yang ada di halaman 63,"Alih-alih, dia membungkuk, merampas pelplesku, dan perlahan mengosongkan isinya ke tanah." Saya menangkapnya itu semacam kantung air.

Selain itu, saya juga menemukan kata delirium. Meskikata tersebut sering bersliweran ddalam dunia buku, tapi maknanya belum tentu sama. Kata tersebut ada di halaman 493, "Kami jarang berbicara, bahkan ketika berhenti untuk tidur. Aku merasakan kembali delirium hari-hari pertama pelarianku bersama Kip, saat berada di terowongan yang melewati gunung; bangun, berjalan, tidur, bangun, berjalan ."

Alfa atau Alpha (huruf besar: Α, huruf kecil: α) merupakan huruf Yunani yang pertama. Dalam sistem bilangan Yunani, alpha mempunyai nilai 1. Huruf latin A diadopsi dari huruf ini. Alpha juga bisa berarti yang pertama. Sementara Omega (ω atau Ω)huruf besar Ω; huruf kecil ω) adalah huruf ke-24 dalam abjad Yunani. Hal ini sangat cocok dengan kisah dalam bukuini. Alpha selalu menjadi yang utama, sementara Omega yang belakang. 

Menurut  http://bidanku.com, kehamilan kembar terjadi pada satu sel telur yang dibuahi, kemudian dibagi menjadi 2 ataupun lebih embrio. Sedangkan untuk penyebab kehamilan anak kembar fraternal dibagi yaitu dua atau lebih sel telur yang dibuahi didalam rahim. Pada kehamilan fraternal memiliki kantung ketuban dan juga plasenta yang terpisah untuk masing-masing embrio.
Meski banyak yang menginginkan memiliki anak kembar, tidak setiap pasangan dapat memiliki kesempatan itu. Faktor keturunan juga memiliki andil. Ada beberapa tips yang biasanya diberikan pada pasangan yang ingin memiliki anak kembar. Tips tersebut antara lain adalah konsumsi suplemen asam folat, capai berat badan ideal, konsumsi olahan susu terakhir ikut program fertilisasi
Sumber gambar:
Goodreads

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar