Jumat, 15 November 2013

Belanjaaaa Yuk.........!





Penulis: Ai Nur Bayinah, SEI, MM
Penyunting: Fitria Pratiwi
ISBN: 979-065-190-2
Halaman: 244
Penerbit: VisiMedia Pustaka
Rp 48.000

Belanjalah sebelum belanja itu dilarang!
Siapakah perempuan di bumi ini yang tidak suka belanja?  Anda, saya, kita semua perempuan pasti menikmati saat berbelanja.

Saya mungkin tidak bersemangat atau tergoda saat mendengar ada diskon 50% di toko busana anu, diskon 50%+20% di toko sepatu itu, bahkan  iming-iming
buy one get one free dari salon kecantikan  di sana. Tapi saya sangat  tergiur saat ada penawaran diskon 40%  di toko buku itu, diskon 15% untuk preorder buku karangan si anu bahkan tiket gathering bersama penulis itu. Tetap belanja juga walau beda produk
   
Membaca judul buku ini membuat saya tergoda untuk segera melancarkan rayuan maut guna mendapatkan sebuah freebook. Belanja bagaimana pun juga sudah menjadi naluri dan kebutuhan setiap wanita. Sebuah film kartun adaptasi dari komik malah mengisahkan tentang dua wanita yang mempersiapkan diri dengan dengan menguji kekuatan tubuh guna menghadiri ajang obralan di sebuah swalayan. Semangat!!!!! 

Ada juga buku tentang kesukaan berbelanja hingga ke luar negeri karya penulis lokal dan buku Confession of shoppholic yang sampai terdiri dari beberapa buku. Keduanya sama-sama berkisah tentang kesukaan seorang wanita berbelanja. Belanja memang hal yang melekat pada diri seorang wanita.

Terdiri dari enam bagian buku ini memuat banyak hal seputar wanita dan belanja serta hal-hal yang terkait urusan belanja. Bagian Kedua misalnya memuat antara lain tentang komunikasi keuangan rumah tangga dan bagaimana menganalisis dan mengevaluasi status finansial. Bagian Keempat mengulas tentang perencanaan biaya kelahiran, dana pendidikan anak, pemilikan rumah melalui berbagai cara, merencanakan pengeluaran darurat serta bagaimana mengatur pelaksanaan tradisi yang membutuhkan biaya. Pada tiap bagian terdapat kesimpulan yang ditulis dengan kalimat singkat dan padat tapi tidak bersikap menggurui mengenai isi bagian yang baru saja dibahas

Sering kali kita melihat seseorang yang baru saja bekerja atau memulai bisnis ternyata sudah memiliki berbagai hal seperti rumah, perhiasan atau alat komunikasi tercanggih. Sementara kita yang sudah jungkir balik dari pagi hingga malam hanya memiliki barang sekedarnya. Ternyata kesenjangan itu dikarenakan kemampuan mereka menyisihkan dana tiap bulannya.

Mengumpulkan atau menyisihkan  dana sebenarnya tidak susah. Serius kok, membaca buku ini membuat saya jadi lebih bijaksana mengeluarkan uang. Ternyata dana yang harus saya sisihkan untuk investasi, atau pengeluaran besar seperti kuliah anak kelak tiap bulan tidak besar. Kadang sebanding dengan pengeluaran pulsa, makan di mall atau pembelian cemilan di kantor. Hanya perlu membagi biaya masa depan dengan sisa waktu. Rumusnya ada di halaman 49 .
 
Ada beberapa cara yang pisah dipilih dalam melakukan pengaturan dana rumah tangga. Ada Manajemen Amplop, Manajemen Pembagian Tugas serta Manajemen Beda Dompet. Manajemen amplop sebenarnya bukan hal baru tapi terbukti cukup efektif. Caranya penghasilan dibagi menjadi  beberapa amplop dimana setiap pengeluaran hanya bisa didanai dari satu amplop saja. Misalnya dalam buku ini dibagi menjadi tiga amplop. Amplop pertama berisi dana investasi jangka panjang sebesar 10-20% penghasilan bulanan, amplop kedua berisi dana untuk asuransi dan cadangan dana darurat sekitar 20-30%. Amplop terakhir berisi seluruh sisa penghasilan setelah dikurangi isi amplop pertama dan kedua yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari termasuk aneka cicilan. Untuk membedakan bisa menggunakan amplop dengan warna atau motif yang berbeda. 


Istilah amplop tidak harus benar-benar amplop namun bisa diartikan dengan membuka tiga rekening yang berbeda demi keamanan jika takut ada yang menggondol amplop yang disimpan. Mungkin awalnya terasa repot tapi dengan kemajuan teknologi tentu jadi mudah. 

Pada manajemen pembagian tugas diuraikan tentang kelebihan dan kekurangan model yang ada. Yaitu model seluruh keuangan diatur oleh istri, seluruh keuangan diatur suami, pengaturan dibagi antara suami dan istri serta suami dan istri bersama-sama mengatur  keuangan. Jangan ragu untuk mencoba hingga menemukan mana yang cocok. Lebih baik saling terbuka dari pada ada rasa tidak nyaman yang berakibat buruk pada  keharmonisan rumah tangga.

Manajemen beda dompet sangat perlu diterapkan bagi yang sedang menjalankan bisnis keluarga. Pencatatan tentunya juga harus berbeda antara urusan keluarga dan bisnis. Hindari mencampur belanja rumah tangga dengan bisnis. Misalnya agar lebih murah melakukan pembelian sekaligus antara kebutuhan bisnis dan rumah tangga. Silahkan saja dilakukan asal jangan lupa melakukan pencatatan dan membereskan urusan keuangan setelah itu, semua harus berada di bagiannya masing-masing. Dengan disiplin tidak ada yang mungkin.

Pada kover tertulis ajakan atau anjuran untuk membelanjakan seluruh uang, sungguh menggoda. Anjuran untuk menghabiskan uang disini dimaksudkan untuk berbelanja lebih banyak selain kebutuhan pribadi saja. Padahal jika menilik maknanya belanja menurut wikipedia, "Merupakan pemerolehan barang  atau jasa dari penjual  dengan tujuan membeli  pada waktu itu. Belanja adalah aktivitas pemilihan dan/atau  membeli." Artinya apapun selama berurusan dengan aktivitas pemilihan lalu ada transaksi guna memperolehnya bisa disebut berbelanja. Apapun wujudnya.

Buku ini jelas tidak melarang atau mengajak berhenti berbelanja. Malah menganjurkan untuk berbelanja lebih banyak lagi sebanyak kebutuhan untuk masa depan yang lebih mapan. Belanja secara cerdik dan produktif akan membuat Gila Belanja menjadi lebih bahagia. Misalnya dengan berbelanja logam mulia untuk investasi, berbelanja asuransi pendidikan anak. Makin banyak berbelanja untuk masa depan maka makin mudah kelak kita mengatur urusan dana. 

Jika sejak anak lahir kita sudah berbelanja asuransi pendidikan, tentunya saat masuk sekolah kita tak perlu pusing memikirkan bagaimana cara membayar uang pangkal. Saat akan menikahkan anak, kita tinggal mengintip hasil belanja logam mulia apakah sudah cukup atau belum. Semuanya bisa terselesaikan karena dahulu kita rajin berbelanja ^_^ 

Bagaimana menyiasati Tunjangan Hari Lebaran juga bisa ditemukan dalam buku ini.  Menghadiri undangan pernikahan ternyata juga bisa dibuat seefisiensi mungkin tanpa mengurangi kehikmatan dan keceriaan acara. Bahkan Arisan juga bisa membawa keuntungan selain urusan keuangan yang diperoleh. 

Kover yang ciamik membuat siapa pun tak akan menduga ini merupakan buku pengembangan diri. Beberapa rekan di kantor malah mengira saya membaca novel baru. Begitu tahu ini buku pengembangan diri tak sedikit yang tertarik untuk sekedar melihat-lihat isinya. Semoga setelah review ini selesai semakin tergoda membeli yahhh ^_^

Halaman dalam juga dihiasi dengan aneka ornament cantik. Gaya penulisan bagi komentar mengenai suatu hal yang ada dalam  sebuah paragraf layak diacungi jempol. Tidak saja menjadi petunjuk betapa pentingnya kalimat itu namun juga membuat pembaca jadi bserpikir mengenai inti dari kalimat tersebut. Cara unik untuk mengajak pembaca ikut terlibat dengan isi buku bukan sekedar membaca dan mengiyakan atau menolak kalimat yang ditulis.

Penggunaan sapaan Ladies membuat nuansa berbeda dibandingkan penggunaan kata Mbak, Ibu atau Saudari. Kesan lebih akrab dan suasana senasib sependeritaan tercipta dengan penggunaan kata tersebut. Bukannya tidak cinta bahasa sendiri, tapi memang efeknya akan beda jika menggunakan kata Mbak.

Pada halaman  belakang terdapat Glosarium seputar dunia "Belanja" seperti investasi, emas, prinsip syariah, resiko, unit penyertaan dan masih banyak lagi.  Undang-undang Pasar Modal adalah Undang-undang No. 8 tahun 1995 tentang pasar modal. Nilai Aktiva Bersih (NAB) adalah nilai pasar yang wajar dari suatu efek dan kekayaan lain dari reksadana dikurangi seluruh kewajiban. Pembaca kian mudah memahami isi buku ini.

Buku ini sangat sangat perlu dibaca oleh kaum perempuan agar bisa lebih bijak mengelola keuangan. Namun kaum pria pun tidak dilarang membaca buku ini agar lebih bisa memahami bagaimana kondisi keuangan sebuah rumah tangga dari kaca mata perempuan. Tentunya sudut pandang antara seorang suami akan beda dengan seorang istri.

Bagi mereka yang baru akan berumah tangga buku bisa membantu memahami bagaimana sebaiknya sebuah rumah tangga mengatur keuangan selain sikap saling terbuka antara kedua pasangan. Dengan demikian urusan menyamakan persepsi dalam berumah tangga bisa terbantu, keharmonisan bisa diraih dengan mudah.

Guna memudahkan pembaca memahami cara pengaturan keuangan, disediakan CD Quick Check Up berisi  Planning Fund, Quick Financial Check-Up, Rencana Keuangan Arus Kas serta Networth. Dengan diberikannya contoh kasus diharapkan pembaca akan lebih mudah belajar dan memahami bagaimana penerapan point-point yang ada dalam buku ini. Warna yang dibuat ceria membuat semakin semangat belajar.  

Kekurangan buku ini ada pada hal-hal kecil seperti cara penulisan. Pada halaman 88 tertulis point tiga dengan cetak tebal,  sementara point empat dan seterusnya ditulis biasa saja. Pada  halaman 91 justru point "d" yang dicetak tebal. Lalu pada awal bagian dipilih poin dengan angka seperti 1,2 dan setertusnya.  tiba-tiba pada halaman 96 ada point "e" dicetak tebal. Sepertinya layout yang kacau atau saya yang salah memahami bagian tersebut.

Oh ya sekedar berbagi cara saya melakukan penghematan belanja buku
Adat ke Pameran Buku
1. Buat list buku yg TERAMAT SANGAT diinginkan. Jangan terlalu panjang karena biasanya di lapangan data bertambah. Menambah buku berarti butuh tempat, adakah tempat kosong di rumah anda?
2. Tinggalkan semua debit dan KK. Bawalah uang tunai. Sehingga belanja sesuai dana tunai yg ada. Ingat kehabisan uang artinya tidak punya ongkos pulang jika menggunakan kendaraan umum. Bagi pengguna kendaraan pribadi ingatlah ada uang parkir dan uang tak terduga yang harus disiapkan
3. Usahakan memakai tas kecil sehingga jika belanja banyak susah membawanya. Gunakan juga sepatu yang kurang nyaman dipakai berkeliling area pameran.  Hal ini mendukung efisiensi. Makin tidak nyaman berbelanja makin cepat kita ingin mengahirinya.
4. Datang hanya pada hari cerah. Jika hujan turun dan kita masih di area pameran bisa mengakibatkan makin banyak banyak buku yang dibeli jika dana belum habis.
 
Hayulahhhhh
Buku seharga Rp 48.000 ini  sangat murah dibandingkan apa yang diperoleh. Kesan memberikan ilmu tanpa kesan menggurui makin membuat buku ini layak dibaca. Harga segitu nyaris sama kan dengan belanja makan siang bersama teman-teman, malah mungkin lebih. Sementara dengan dana segitu ilmu yang merupakan investasi bisa diperoleh. Belum lagi jika sukses mempratekan, bayangkan keuntungan yang diperoleh.

Saya yang bukan penggemar buku pengembangan pribadi merekomendasikan buku ini.  Segera beli dan baca atau merugi sepanjang masa.

3 komentar:

  1. Selama itu uang kita sendiri, sebenarnya sah-sah aja kita belanjakan buat apapun selagi itu positif... :))

    BalasHapus