Minggu, 18 Agustus 2013

Cinta yang Harus Menunggu



Pusat kehidupanku
Belahan Jiwaku
Cintaku

Waktu berjalan dengan cepat tanpa kita sadari. Tak terasa sekian tahun telah berlalu sejak kita sepakat untuk berbagi kehidupan ini. Kita memang belum bisa menyelaraskan banyak perbedaan yang ada, tapi tak kalah banyaknya saling pengertian dan kesepakatan yang tercipta.

Mengisi libur hari raya tanpamu, membuatku harus mengalihkan rasa rindu yang ada ke hal-hal lain. Salah satunya membaca dan mereview buku. Sekian buku aku tumpuk di sebelah tempat tidur sebagai target yang harus diselesaikan. Genrenya serta judulnya  beragam.

Salah satu yang aku pilih adalah karya penulis favoritku,  Unforgettable

Penulis: Winna Efendi
Editor: Rayina
Proofreader: Gita Romadhona
Penata Letak: Wahyu Suwarni
Disain Sampul: Dwi Anissa Anindhika
ISBN: 979-780-541-7
Halaman: 176
Penerbit: Gagas Media

Laki-laki penderita  insomania  itu selalu datang pada waktu yang sama, duduk di pojok yang sama, memesan minuman yang sama, dan pulang pada jam yang sama juga. Ia suka memasak  karena saat memasak ia merasa seakan memiliki kontrol penuh akan sesuatu.

Perempuan ini bersama sang kakak laki-laki mengubah rumah keluarga menjadi sebuah kedai wine bernama Muse.Ia selalu duduk di tepi jendela. Menyembunyikan wajahnya di balik layar dan sibuk mengetik. Rutinitas membuatnya bertahan. Ia sangat percaya hal yang dapat membunuhnya merupakan satu-satunya hal yang akan menyelamatkannya. Ia suka merajut karena merajut  rasanya seperti bercerita. Merajut seperti menulis.

Keduanya merupakan pasangan yang tepat, sayangnya mereka bertemu pada saat yang tidak tepat. Tidak diragukan lagi, andai mereka menjadi sepasang kekasih tentunya. Keduanya memiliki kesamaan selain peran ayah yang sangat besar dalam kehidupan masing-masing, keduanya berusaha bersembunyi dari rutinitas dunia. Keduanya menyimpan rasa takut keluar dari zona nyaman, takut keluar dari rutinitas sehari-hari,  takut pada diri sendiri.

Unik, keduanya tak saling mengenal nama masing-masing. Berkomunikasi hanya dengan tatapan mata awalnya, diikuti dengan sapaan lalu perbincangan panjang. Karena tak saling mengenal, keduanya bisa mengungkapkan rahasia hati tanpa beban. Adegan terakhir di bagian belakang kisah ini kian  membuatku teringat pada salah satu buku favoritmu, The Great Gatsby karya  F. Scott Fitzgerald.

Dibandingkan buku Winna yang lain, buku ini terbilang tipis tapi tak membuatnya kekurangan pesona .Biasanya Winna berkisah mengenai persahabatan yang berubah menjadi kisah cinta.  Beberapa kisah merupakan kisah cinta segitiga dimana awalnya dua pria dan satu wanita merupakan sahabat. Seiring waktu, rasa cinta tumbuh diantara mereka dan dimulailah kisah yang mengharu biru. Buku ini justru mengisahkan dua orang yang bertemu, berteman lalu saling jatuh cinta karena berada di waktu yang tepat. Tak ada kisah cinta yang berlanjut, yang ada keduanya kembali menjalani kehidupannya masing-masing.

Banyak kalimat yang membuatku berpikir tentang kita. Menggelitik perasaanku. Seperti tokoh dalam kisah ini, kisah cinta kita juga dimulai tanpa sengaja. Kesalahan kita, jika hendak disebut kesalahan adalah kita bertemu disaat yang kurang tepat. Tapi inilah hidup, pilihan kita menjalahi hidup membuat hidup lebih berkualitas. Bagaimana kita menganggap kisah kita, maka itulah yang akan kita peroleh.

Kalimat pada halaman 63 misalnya, " Seseorang pernah berkata…, kita tidak akan pernah benar-benar berhenti mencintai seseorang. Kita hanya belajar untuk hidup tanpa mereka.” Kau dan aku sama-sama tahu, aku pernah ingin berhenti mencintaimu, apalagi belajar hidup tanpa dirimu. Begitu juga denganmu. Secara fisik kita memang berjauhan, tapi hati dan rasa kita sudah seiring sejalan. Kadang ada hal konyol yang tanpa sadar kita lakukan membuktikan betapa selarasnya kita. Komunikasi kita terjalin dengan baik bahkan kadang dengan jalur yang tak pernah terbayang

Beberapa pertanyaan berseliweran dalam kepalaku. Misalnya bagaimana bisa laki-laki itu selalu mendapat pojok yang sama? Bagaimana jika mendadak pojok  favoritnya sudah ditempati oleh orang lain? Hal kecil yang bisa dijadikan sebuah bumbu. Misalnya dibuat bagaimana laki-laki itu berkeras duduk di pojok yang sama dengan berjanji membayarkan semua yang dipesan oleh pengunjung yang ternyata datang lebih dahulu lalu menduduki tempat favoritnya.

Atau kenapa keduanya sama sekali tak ingin tahu nama yang lain hingga saat terakhir? Apakah nama tak begitu penting bagi keduanya? Apakah terpenting mereka merasa cocok berbicara satu sama lain, merasa nyaman dengan yang lain. Begitu kuatkah rasa diantara mereka hanya dengan saling menatap tanpa sadar, melirik hingga akhirnya salah satu menyapa yang lain dianggap sudah cukup untuk mengungkap jati diri yang lain.

Kenapa penulis menggunakan istilah wine padahal sudah ada terjemahan umum menjadi Minuman Anggur? Apakah agar ada nada bunyi yang cocok dengan judul yang juga ditulis dalam bahasa asing? Atau karena kata wine lebih dianggap sesuai dengan kondisi golongan masyarakat  penyuka minuman ini, menengah ke atas yang konon lebih menyukai penggunakan bahasa asing dari pada bahasa sendiri.
Manusia telah membuat minuman anggur sejak sekitar lima ribu tahun yang lalu. Anggur , dalam buku ini disebut wine merupakan  minuman beralkohol yang dibuat dari sari  anggur  jenis Vitis Vinirer. Anggur dibuat melalui proses fermentasi gula yang terdapat dalam buah anggur.

Ada beberapa jenis minuman anggur : Red Wine (yang dibuat dari anggur merah), White Wine (dibuat dari anggur putih),    Rose Wine (wine yang berwarna merah muda atau merah jambu yang dibuat dari anggur merah namun dengan proses ekstraksi warna yang lebih singkat dibandingkan dengan proses pembuatan Red Wine),   Sparkling Wine (wine yang mengandung cukup banyak gelembung karbon dioksida di dalamnya),   Sweet Wine ( masih banyak mengandung gula sisa hasil fermentasi hingga rasanya menjadi manis).  Fortified Wine (yang mengandung alkohol lebih tinggi dibandingkan dengan wine biasa ,antara 15% hingga 20.5%).  Minuman beralkohol yang dibuat dari sari buah lain yang kadar alkoholnya berkisar di antara 8% hingga 15% biasanya disebut sebagai wine buah (fruit wine).

Konon Minuman Anggur yang paling mahal yang pernah dijual adalah  Chateau Lafite 1787. Anggur ini dibeli oleh Thomas Jefferson di Perancis. Anggur ini dijual di London seharga $ 160.000. Botol itu milik Thomas Jefferson, presiden ketiga Amerika Serikat. (http://www.beritaunik.net/top-10/10-minuman-anggur-termahal-di-dunia.html)

Belahan jiwaku,
Sebuah kalimat masih membuatku memandang kisah kita dari sudut pandang yang berbeda. Kalimat tersebut adalah, “Yang mana yang lebih baik-pernah memiliki, lalu kehilangan atau tidak memiliki sama sekali.” Sungguh hingga saat ini aku sudah sangat nyaman berada di sisimu dan tak pernah terbayang akan menghabiskan sisa usia tanpamu. Tapi…, andai  aku berada dalam kondisi harus memilih, maka dengan berat tentunya akan akan memilih lebih baik pernah memiliki lalu kehilangan. Setidaknya aku punya kenangan indah bersamamu dalam satu kali kehidupanku ini. Kenangan indah itu bisa terus aku putar dan nikmati dengan caraku sendiri sehingga aku tak pernah merasa kau tidak ada lagi di sisiku. Andai aku tak pernah memilikimu, tentunya hidup ini tak akan seperti saat ini.
 
Pernah saat pulang mengunjungi sahabat yang tertimpa musibah, kau memberikan pertanyaan yang membuatku terpana. “Apa yang akan terjadi dengan kita, jika kita mengalami nasib sepertinya kehilangan separuh jiwa? Apakah aku kuat tanpamu atau sebaliknya?” Jawabanku saat itu dan akan tetap sama kelak, “Tak ada yang kuat diantara kita. Tapi jika bisa memohon, aku ingin kau yang mengantarku ke peristirahatanku terakhir dengan senyum karena kau selalu lebih kuat, lebih rasional dan lebih bisa menyikapi segala hal dengan tenang.” Kau terdiam dan  menggenggam tanganku tanpa sadar ada setitik air di sudut mata.

Hidup memang penuh misteri.
Tapi aku tahu satu jawaban misteri kehidupan dengan pasti
Tanpamu, aku bukan apa-apa


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar